Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.152 views

Paradoks Kebijakan Atas Majelis Taklim

 

Oleh:

Ainul Mizan

Guru tinggal di Malang, Jawa Timur

 

PADA 13 Nopember 2019, Menag telah menetapkan Peraturan No 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim. Dinyatakan bahwa majelis taklim diharuskan mendaftar di Kemenag. Secara berkala, majelis taklim melaporkan ke KUA setempat mengenai pemateri dan materi kajian agama yang diselenggarakannya. Di samping itu, susunan kepengurusan dan sumber pendanaan majelis taklim juga dilaporkan.

Setelah menuai protes, pejabat Kemenag bersilat lidah bahwa mendaftarkan majelis taklim itu tidak wajib. Jelas, ini merupakan pernyataan yang ambigu. Sudah mafhum di tengah khalayak umum, kalau kebijakan atas majelis taklim ini didahului dengan track record Kemenag itu sendirinya yang sebelumnya selalu mewacanakan anti radikalisme. Serangan Menag atas celana cingkrang dan cadar serta wacana penceramah yang berpotensi mengadu domba umat, sebagai contohnya.

Keberadaan majelis taklim di tengah umat bak jamur yang merebak. Mengingat, sebagai lembaga non formal, majelis taklim sangat fleksibel, tidak bersifat administratif yang kaku dari segi keorganisasian. Keberadaan majelis taklim yang banyak ditemui di masyarakat masih berada dalam struktural ketakmiran masjid maupun organisasi kemasyarakatan seperti organisasi Remas (Remaja Masjid). Jadi sangat menyulitkan bila dipaksakan majelis taklim harus melaporkan susunan kepengurusan dan sumber keuangannya.

Lantas, mengenai mekanisme pengawasan terhadap majelis taklim. Apakah Kemenag sudah siap melakukan pengawasan? Jumlah majelis taklim itu sangat banyak sehingga membutuhkan jumlah pengawas yang juga banyak. Jangan sampai terkesan Kemenag hanya melontarkan wacana bola liar yang berpotensi membelah umat. Akan terjadi segolongan masyarakat yang bersikap curiga terhadap segolongan masyarakat lainnya hanya karena beda wadah majelis taklim. Apalagi muncul stigma antara majelis taklim yang sah dan majelis taklim yang tidak sah. Tentunya hal demikian sangat tidak sehat bagi kerukunan hidup umat Islam. Umat hanya menjadi korban kebijakan yang tidak bijaksana.

Kebijakan atas majelis taklim sedemikian rupa hanya menjauhkan jarak antara Kemenag dengan umat. Sebagai pihak mayoritas, umat Islam merasa dikekang kebebasan beragamanya. Timbul pertanyaan, apakah di Indonesia terjadi krisis toleransi yang diakibatkan oleh umat Islam? Janganlah lupa bahwa umat Islam itu adalah umat yang sangat toleran.

Di Indonesia, umat Islam tidak mengganggu umat yang lain. Gereja, wihara, klenteng termasuk candi masih tetap berdiri tanpa diusik sedikitpun. Justeru yang terjadi adalah tirani minoritas atas mayoritas. Ambil contoh, aksi penistaan al - Qur'an yang dilakukan Ahok. Tentunya wajar sekali bila umat Islam bangkit dan bersatu membela kemuliaan aqidah dan agamanya. Begitu pula, aksi radikalisme yang dilakukan seorang Sahat Siagian. Dengan pongahnya ia mengusulkan agar dilakukan pembongkaran mushola dan masjid di sekolah - sekolah, karena disinyalir menurutnya mushola dan masjid di sekolah itu berpotensi dijadikan persemaian radikalisme.

 

Sebaliknya, di saat umat Islam ini minoeitas, mereka bersikap tahu diri. Justeru mereka menjadi korban radikalisme dan intoleransi. Pada bulan Maret 2019, terjadi penembakan brutal terhadap jamaah sholat Jumat di dua masjid di New Zealand. Kebijakan represif negara China terhadap muslim Uighur. Ini beberapa contoh ketidakadilan yang diterima umat Islam.

Sesungguhnya keberadaan majelis taklim adalah sebagai sarana umat Islam untuk mempelajari agamanya. Dengan mempelajari agamanya diharapkan umat Islam semakin dekat dengan Islamnya dan terbentuk ketaqwaan baik secara individual maupun secara komunal. Jadi salah alamat bila label intoleransi dan radikalisme ditujukan kepada umat Islam.

Sangat ambigu bila label radikalis selalu ditujukan kepada umat Islam. Sementara itu, Kemenag diam terhadap aksi radikal penistaan terhadap Islam yang terus berulang tanpa ada sangsi yang memberi efek jera kepada pelakunya. Begitu pula terhadap upaya disintegrasi bangsa misalnya yang dilakukan oleh OPM yang menuntut kemerdekaan Papua.

Jadi lebih baik, Kemenag memposisikan diri sebagai lembaga yang mampu memberi kesempatan yang luas khususnya kepada umat Islam untuk semakin dekat dengan ajaran agamanya. Mengingat umat Islam yang mayoritas di negeri ini tentunya berpotensi besar menjadi motor penggerak kemajuan bangsa dan negara. Bukan malah sebaliknya justru melakukan upaya melemahkan umat Islam yang berimbas besar pada kelemahan bangsa dan negara. *

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Mewaspadai 6 Penyebab Hancurnya Pernikahan

Senin, 21 Jun 2021 02:56

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Pemerintah Jerman Akan Larang Bendera Hamas

Ahad, 20 Jun 2021 22:05

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Presiden Afghanistan Ganti Menteri Pertahanan Di Tengah Kemajuan Taliban

Ahad, 20 Jun 2021 20:40

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Kasus Covid Meningkat, Kepala Daerah Diminta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Ahad, 20 Jun 2021 19:53

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Pertahanan Udara Saudi Hancurkan 10 Drone Bersenjata Pemberontak Syi'ah Houtsi Yaman

Ahad, 20 Jun 2021 11:21

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Siaga Satu Covid, PP PERSISTRI Imbau Perketat Prokes dan Perkuat

Ahad, 20 Jun 2021 09:15

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Miris, Menolong Pengungsi Dihukum Lima Tahun Penjara

Ahad, 20 Jun 2021 09:13

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

20 Pabrik Hancur, 5000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Akibat Agresi Terbaru Israel Di Gaza

Sabtu, 19 Jun 2021 20:15

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Joe Biden Akan Kurangi Secara Drastis Sistem Persenjataan Dan Pasukan AS Di Timur Tengah

Sabtu, 19 Jun 2021 19:45

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

2 Tahanan Penjara Guantanamo Asal Yaman Menangkan Pembebasan

Sabtu, 19 Jun 2021 19:15

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Ormas Tak Perlu Lakukan Konvensi Capres

Sabtu, 19 Jun 2021 10:53

IHW Ajak Pelaku Usaha Konversi Masa Berlaku Sertifikat Halal Jadi Empat Tahun

IHW Ajak Pelaku Usaha Konversi Masa Berlaku Sertifikat Halal Jadi Empat Tahun

Sabtu, 19 Jun 2021 10:47

Israel Perdana Menteri Baru, Penjajahan terhadap Palestina Semakin Ekstrim

Israel Perdana Menteri Baru, Penjajahan terhadap Palestina Semakin Ekstrim

Sabtu, 19 Jun 2021 09:49

Yunani Jatuhi Hukuman 15 Bulan Penjara Pejabat Muslim Minoritas Turki Di Trakia Barat

Yunani Jatuhi Hukuman 15 Bulan Penjara Pejabat Muslim Minoritas Turki Di Trakia Barat

Jum'at, 18 Jun 2021 20:35

Sembako Dipajaki, Emak pun Harus Berani Menolak!

Sembako Dipajaki, Emak pun Harus Berani Menolak!

Jum'at, 18 Jun 2021 20:22

Netanyahu Secara Ilegal Hancurkan Dokumen Sebelum Naftali Bennet Bertugas Sebagai PM

Netanyahu Secara Ilegal Hancurkan Dokumen Sebelum Naftali Bennet Bertugas Sebagai PM

Jum'at, 18 Jun 2021 19:30

35 Legislator Prancis Protes Pencalonan Pejabat Senior UEA Sebagai Presiden Interpol

35 Legislator Prancis Protes Pencalonan Pejabat Senior UEA Sebagai Presiden Interpol

Jum'at, 18 Jun 2021 18:44

Legislator PKS Minta Sanksi Tegas Oknum Lurah dan Kades yang Terbukti Selewangkan Bansos

Legislator PKS Minta Sanksi Tegas Oknum Lurah dan Kades yang Terbukti Selewangkan Bansos

Jum'at, 18 Jun 2021 11:51

Baitul Wakaf Gagas Wakaf Laboratorium Halal

Baitul Wakaf Gagas Wakaf Laboratorium Halal

Jum'at, 18 Jun 2021 11:26

Peluang Usaha Covid 19! Raih Puluhan Juta Hanya dengan 3 Jenis Sauce ini

Peluang Usaha Covid 19! Raih Puluhan Juta Hanya dengan 3 Jenis Sauce ini

Jum'at, 18 Jun 2021 11:00


MUI

Must Read!
X