Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.526 views

Islam Merawat Kebangsaan

 

Oleh:

Ainul Mizan

Guru tinggal di Malang, Jawa Timur

 

SALAH satu materi standardisasi dai yang digagas MUI adalah mengenai kebangsaan. Dengan adanya standardisasi ini diharapkan para dai mampu memadukan dengan baik antara Islam dan kebangsaan.

Sebenarnya Islam sendiri sangat memperhatikan eksistensi sebuah bangsa. Bahkan dengan cakupan ajarannya, Islam telah merawat kebangsaan melebihi anggapan mereka yang mengklaim dirinya sebagai sosok paling nasionalis.

 Islam berbicara tentang kebangsaan di dalam firman Alloh swt yang artinya:

"Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari jenis laki - laki dan perempuan. Dan Kami menjadikan kalian bersuku - suku dan berbangsa - bangsa agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Alloh adalah orang - orang yang paling bertaqwa” (TQS. Al Hujurat ayat 13).

Di dalam ayat ini jelas keberadaan manusia di dalam suku dan bangsanya masing - masing adalah hal yang diakui oleh Islam. Bahkan dengan demikian akan memudahkan untuk saling mengenal. Akan sulit rasanya untuk mengidentifikasi bila beberapa orang mempunyai nama yang sama tanpa menyertakan identitas daerah, suku maupun bangsanya.

Hanya saja faktor suku dan kebangsaan ini tidak boleh dijadikan patokan kemuliaan antar individu maupun antar suku bangsa. Hal demikian akan mengakibatkan terjadinya penjajahan atas satu bangsa oleh bangsa yang lain. Ini adalah bencana bagi kemanusiaan.

Ideologi fasisme Hitler yang memandang bangsa Arya lebih mulia atas bangsa yang lain,dan ras apartheid yang ditentang oleh Nelson Mandela, merupakan pandangan rasisme yang ditolak keras oleh Islam.

Islam telah menggariskan bahwa bangsa dan kekayaan alam yang di miliki suatu bangsa harus digunakan untuk sebesar - besarnya kemakmuran rakyat. Bahkan terbunuh dalam mempertahankannya tercatat sebagai syahid. Demikianlah wujud nyata merawat kebangsaan sebagai manifestasi ketaqwaan.

Dalam hal ini Rasul saw bersabda yang artinya: "Barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan harta bendanya maka ia mati syahid.” (HR Muslim).

Tanah air dan kekayaan alam yang ada di dalamnya termasuk di dalam terminologi harta benda.

Adapun dalam menjamin lurusnya aturan, sangsi itu dibutuhkan sebagai pintu terakhir di dalam menegakkan aturan, setelah peringatan diberikan.

Di dalam merawat kebangsaan ini, selain ada seperangkat aturan normatif, Islam juga menyediakan seperangkat sangsi bagi pelanggaran di dalamnya. Di sinilah urgensi fungsi agama di dalam penjagaan bangsa dan negara.

 

Aktifitas rasisme tidak akan diberikan ruang di dalam Islam. Alasannya tidak ada keutamaan bangsa Arab dengan non Arab kecuali karena taqwanya. Maka sanksi dalam aktifitas rasisme ini termasuk takzir yang kadarnya disesuaikan dengan mudhorot kejahatannya.

Tawuran antar supporter sepak bola, termasuk penganiayaan hingga meninggal dunia, perang antar suku dan membiarkan terjadinya eksploitasi besar-besaran terhadap kekayaan alam bangsa merupakan hal - hal yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terjadinya disintegrasi bangsa dengan pengajuan referendum itu sudah menunjukkan masalah akut terkait perawatan kehidupan berbangsa dan bernegara. Di sinilah urgen sekali untuk memperhatikan upaya pengaturan kemakmuran menggunakan prinsip pembelanjaan bagi daerah itu disesuaikan dengan kebutuhannya, bukan pemasukannya.

Bahkan adanya penguasaan 50 persen aset kekayaan bangsa oleh 1 persen orang, tentunya menimbulkan kesenjangan yang berat antara si kaya dan si miskin. Akibatnya rakyat kecil harus berusaha untuk menyambung hidup sendiri. Mirisnya tidak jarang rakyat terjerat ke dalam perbuatan-perbuatan yang terkategori sebagai kejahatan.

Begitu pula, yang bisa merusak kehidupan kebangsaan adalah kesan penghamburan uang negara. Staf khusus presiden yang gajinya fantastis tembus Rp 51 juta tapi kerjanya minimalis. Sedangkan nasib guru honorer yang harus terus bersabar mengencangkan ikat pinggang. Padahal menurut Mendiknas, posisi guru itu mulia dan pekerjaan tersulit.

Berbagai ketidakadilan ini tentunya tidak bisa menjadi jaminan dalam merawat kebangsaan. Justru ini akan menjadi bom waktu yang berbahaya.

Di sinilah koridor Islam mendudukkan agar kekayaan alam itu tidak berputar di sekitar orang kaya saja. Artinya, kepedulian orang kaya untuk ikut membantu pengentasan kemiskinan di dalam kehidupan kebangsaan.

Demikianlah konotasi merawat kebangsaan yang dikehendaki oleh Islam. Sebuah kebangsaan yang mandiri, merdeka dan berkesejahteraan untuk diwujudkan di tengah-tengah masyarakat.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kamis, 27 Feb 2020 22:19

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Kamis, 27 Feb 2020 21:40

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Kamis, 27 Feb 2020 21:38

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Kamis, 27 Feb 2020 21:25

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Kamis, 27 Feb 2020 21:19

Erdogan Sebut 3 Tentara Turki Kembali Tewas Akibat Serangan Rezim Assad di Idlib

Erdogan Sebut 3 Tentara Turki Kembali Tewas Akibat Serangan Rezim Assad di Idlib

Kamis, 27 Feb 2020 21:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Selasa, 25/02/2020 06:23

Tatkala Kata 'Obong' Bermakna