Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.797 views

Sekulerisme dan Teror Eksibisionis

 

Oleh:

Ainul Mizan, guru tinggal di Malang, Jawa Timur

 

SEKULERISME merupakan tatanan kehidupan yang nihil dari pengaruh dan nilai - nilai agama. Agama dan nilai kesakralannya dianggap menghambat kebebasan berpikir dan berperilaku manusia. Manusia menjadi bebas dengan semua sepak terjangnya. Tidak lagi memperhatikan halal dan haram.

Padahal bagi seorang muslim, standar dalam perbuatannya adalah halal dan haram. Yang halal, dilakukannya. Sebaliknya yang haram, ditinggalkannya. Sekulerisme telah berhasil menggantinya dengan standar keinginan hawa nafsu dalam perbuatannya.

Segala hal yang memuaskan hawa nafsu, ia lakukan. Sedangkan segala hal yang tidak memuaskan hawa nafsu, ditinggalkannya. Sebagaimana perbuatan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial SN di Tasikmalaya, Jabar. Ia telah melakukan teror sperma kepada sejumlah wanita yang menjadi korbannya. Dengan masih duduk di atas motornya, SN beronani di depan korbannya. Bahkan ia melakukan tindakan melemparkan dan atau mengusapkan spermanya pada korbannya (www.kompas.com, 19 Nopember 2019).

Perbuatan yang dilakukan SN ini termasuk salah satu bentuk eksibisionis. Bentuk lain dari eksibisionis adalah seorang pria yang memamerkan alat kelaminnya kepada kaum wanita. Dengan melakukannya, mereka mendapatkan kepuasan tersendiri.

Adapun pria SN ini mengaku bila ia melakukan adegan sedemikian karena sering melihat video porno. Salah satu media yang bersifat privasi untuk mengakses video porno adalah melalui smartphone.

Tentunya apa yang dilakukan SN ini sangat meresahkan masyarakat, terkhusus menjadi teror bagi kaum wanita. Oleh karena itu, sangat perlu untuk dilakukan tindakan guna menanggulanginya. Mengingat peluang terjadinya perbuatan eksibisionis ini masih terbuka. Di samping karena begitu mudahnya mengakses konten - konten porno lewat handphone, juga kehidupan yang bercorak sekuler seperti saat ini.

Sesungguhnya perbuatan eksibisionis adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam. Artinya itu adalah perbuatan dosa. Seseorang harus menjaga pandangan matanya dari hal - hal yang haram dan menjaga kemaluannya. Hanya kepada isteri atau suaminya saja, dibolehkan tidak menjaga pandangan dan kemaluannya. Pengertian demikian harus terintegrasi di dalam pendidikan.

Selanjutnya agar semakin membekas di dalam jiwa seseorang, dilakukan dengan mengajaknya berpikir. Bisa jadi saat ini wanita lain menjadi korban perbuatan eksibisionis. Bagaimana bila suatu saat yang menjadi korban adalah bibinya, saudara perempuannya, anak perempuannya dan atau ibunya? tentunya bagi yang masih jernih akalnya, ia tidak mau.

Lebih dari itu, penanggulangan eksibisionis harus melibatkan negara. Dalam hal ini kebijakan negara berada pada 2 pendekatan, yaitu pendekatan kurikulum pendidikan dan pendekatan aturan undang - undang.

Pendekatan kurikulum pendidikan dilakukan dengan landasan keimanan. Materi pembelajaran di sekolah harus menyiapkan siswa memasuki usia dewasa. Ketika memasuki usia 7 tahun, siswa sudah mulai dipisahkan tempat tidurnya antara laki dan wanita. Begitu juga, sudah mulai diberikan tanggung jawab dengan kewajiban dan larangan, terutama terkait pergaulan dengan lawan jenis.

Sedangkan pendekatan aturan undang - undang. Negara melarang semua hal yang bisa membangkitkan syahwat terhadap lawan jenis. Iklan, baliho, baner, buku bacaan, majalah, koran, video dan lainnya yang menampilkan pornografi dan pornoaksi, sudah seharusnya dilarang. Ini dilakukan agar tercipta masyarakat yang bersih dari hal - hal yang keji.

Negara membuat regulasi yang memudahkan pernikahan. Hal ini dilakukan agar gejolak seksual bisa tersalurkan dengan baik lewat menikah. Di samping itu, negara membuka peluang kerja yang seluasnya bagi warganya sendiri.

Begitu pula, negara harus menetapkan sangsi yang bisa memberikan efek jera bagi para pelaku penyimpangan seksual, termasuk pelaku eksibisionis. Sangsi bagi pelaku eksibisiobis termasuk kategori takzir. Kadar sanksinya disesuaikan dengan kadar kejahatan eksibisionis yang dilakukannya.

Akhirnya, yang perlu digarisbawahi adalah bahwa sekulerisme itulah yang menjadi akar timbulnya berbagai persoalan kemanusiaan. Salah satunya yaitu perilaku eksibisionis. Dengan demikian upaya untuk memberantas perbuatan eksibisionis yang pertama adalah dengan mengubah asas kehidupan ini dari sekulerisme menjadi asas keimanan. Dengan keimanan ini, manusia akan merasa diawasi oleh Alloh Swt. Perasaan demikian akan mengantarkan ketaatan kepada aturan hidup dari Alloh swt baik dalam konteks individu, masyarakat dan bahkan negara.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kamis, 27 Feb 2020 22:19

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Kamis, 27 Feb 2020 21:40

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Kamis, 27 Feb 2020 21:38

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Kamis, 27 Feb 2020 21:25

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Kamis, 27 Feb 2020 21:19

Erdogan Sebut 3 Tentara Turki Kembali Tewas Akibat Serangan Rezim Assad di Idlib

Erdogan Sebut 3 Tentara Turki Kembali Tewas Akibat Serangan Rezim Assad di Idlib

Kamis, 27 Feb 2020 21:15

Hendak Buat Pansus Banjir, DPRD Ditantang Bongkar Masifnya Pelanggaran Tata Ruang di Jakarta

Hendak Buat Pansus Banjir, DPRD Ditantang Bongkar Masifnya Pelanggaran Tata Ruang di Jakarta

Kamis, 27 Feb 2020 21:09

Mahfud MD Akui Pemerintah dan Rakyat Sama-sama Pernah Langgar Konstitusi

Mahfud MD Akui Pemerintah dan Rakyat Sama-sama Pernah Langgar Konstitusi

Kamis, 27 Feb 2020 20:45

Korban Tewas Akibat Kekerasan Anti-Muslim di India Naik Jadi 33

Korban Tewas Akibat Kekerasan Anti-Muslim di India Naik Jadi 33

Kamis, 27 Feb 2020 20:15


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X