Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.515 views

ASN, Haruskah Pemerintah Membungkam Kebebasan Bersuaranya?

 

Oleh: Ifa Mufida 

Portal aduan untuk  Aparatur Sipil Negara (ASN) telah diluncurkan. Bersamaan dengan penandatangan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang penanganan radikalisme bagi ASN dari 12 lembaga tinggi negara dan kementrian. Mereka adalah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (PANRB), bersama Kemendagri, Kemenag, Kemenkominfo, Kemendikbud, kemenkumham, BIN, BNPT, BIPP, BKN, dan KASN. Memang sejak awal kabinet baru membawa misi deradikalisasi, termasuk untuk ASN.

Menurut Kemeninfo, situs ini memberi akses kepada masyarakat agar mereka mudah melakukan pengaduan ASN. Menurut beliau juga, situs ini dibuat demi menjaga nilai kebangsaan ASN. Sebab merekalah garda terdepan pendukung utama jalannya pemerintahan dan negara.

“Bisa saja ada yang barangkali melihat Indonesia dari kacamata yang lain. (Jadi) perlu diingatkan, perlu disampaikan agar kembali bahwa ideologi dan konstitusi negara ini adalah satu kesepakatan final kita sebagai bangsa,” papar Menkominfo.

Ada 11 poin jenis aduan yang bisa menjerat PNS. Pertama, teks, gambar, audio, dan video yang memuat ujaran kebencian terhadap Pancasila dan UUD 1945. Kedua, teks, gambar, audio, dan video yang memuat ujaran kebencian terhadap salah satu suku, ras, agama, dan antar golongan. Ketiga, menyebarluaskan pendapat melalui media sosial (share, broadcast, upload, retweet, repost, dan sejenisnya). Keempat, pemberitaan yang menyesatkan atau tidak dapat dipertanggung jawabkan. Kelima, penyebarluasan pemberitaan yang menyesatkan baik secara langsung maupun lewat media sosial.

Memang, ASN dianggap adalah prajurit dari penguasa yang harus tunduk patuh kepada mereka. Mencermati seluruh poin yang ada, ASN diatur sedemikian rupa agar tunduk sepenuhnya pada pemerintah. Mereka tak bisa leluasa berpendapat dan menyalurkan aspirasi. Bahkan untuk sekedar like atau share dipantau agar mereka tidak ceriwis terhadap rezim. Padahal, andaikata boleh mengkritik, mungkin mereka sudah panas dingin dulu karena jeratan UU ITE siap menanti.

Sebab, selama ini teori dan praktik selalu multitafsir. Pasal ujaran kebencian sendiri pada praktiknya justru diterapkan pada mereka-mereka yang vokal mengkritik kebijakan. Lalu disematkan pula tuduhan anti Pancasila dan anti NKRI. Parameter anti Pancasila dan NKRI sendiri juga tidak pernah jelas. Indikator dugaan radikalisme juga kabur dan samar-samar. Maka, situs ini sangat rentan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan narasi radikalisme dan ujaran kebencian.

Padahal yang lebih utama ASN adalah sebagai pelayan rakyat. Harusnya mereka juga diberi hak untuk bisa menyampaikan pendapat kepada penguasa berkenaan dengan kondisi masyarakat. Kritik diberikan untuk menyuarakan suara rakyat dan pendapat sebagai solusi umat. Kritik juga untuk menyeimbangkan roda pemerintahan. Tujuan utamanya agar pemerintah mau menjadi pengayom rakyat. Yang penting, kritik bukan  ditujukan untuk meruntuhkan kekuasaan. Lalu mengapa harus dilarang?

Dari sini bisa kita lihat bahwa demokrasi yang sejatinya dibangun atas kebebasan ternyata telah dinodai. Kebebasan bersuara yang harusnya diberikan ruang karena bagian dari hak asasi manusia nampaknya sudah tak memiliki asa, hampir mati. Dibunuh oleh pengusungnya sendiri. Kebebasan bersuara telah disandera oleh kepentingan mereka yang memegang kendali. Lebih ironis, faktanya selama ini ancaman untuk bersuara hanya ditujukan bagi mereka yang oposisi. UU ITE misalnya, terbukti hanya “mematikan” mereka yang berseberangan penguasa negeri.

Padahal di balik upaya pembungkaman ini ada segudang masalah membelit negeri ini. Wajar jika  sangat banyak tokoh mengungkapkan bahwa deradikalisasi bermuatan politis. Pertama, isu ini untuk melanggengkan kekuasaan hierarki. Yang kedua, isu ini untuk menutupi kegagalan rezim untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan negeri ini. Terutama dalam hal ekonomi.

Bisa kita lihat, berbagai kebutuhan pokok harganya pada naik tak terkendali. Iuran BPJS dipaksakan naik seratus persen, untuk menutupi pailit yang dialami. Pengguna listrik 900watt dicabut subsidi listriknya. Hutang negara yang semakin meroket. Ditengah ekonomi yang kian sulit, beban pajak semakin membuat rakyat terjepit. Banyaknya perusahaan yang gulung tikar dan PHK besar-besaran menunjukkan lapangan kerja semakin sempit. Itu semua adalah bukti nyata pemerintah tidak mampu memberikan solusi konkrit. Maka dialihkanlah problematika yang terjadi menjadi isu memerangi deradikalisasi dan pembersihan birokrasi. Sungguh Ironis!

Maka, tidak selayaknya kita masih mempertahankan demokrasi yang hipokrisi ini. Berbeda dengan Islam yang justru mendorong aktifitas muhasabah dan meng-kriritik kepada penguasa. Sebagaimana sabda Rasulullah saw secara khusus telah memuji aktivitas mengoreksi penguasa zalim, untuk mengoreksi kesalahannya dan menyampaikan kebenaran kepadanya: “Sebaik-baik jihad adalah perkataan yang benar kepada pemimpin yang zhalim.” (HR. Ahmad, Ibn Majah, Abu Dawud, al-Nasa’i, al-Hakim dan lainnya).

Di satu sisi, sangat ditekankan bahwa penguasa dalam Islam adalah pelayan rakyat. Sangat dholim penguasa yang tidak mengutamakan kepentingan umat. Terlebih pemimpin yang mengabaikan aturan Allah SWT, Sang penguasa alam raya. Semoga Allah SWT segera mengangkat segala kedhaliman yang terjadi di negeri ini dan menggantinya dengan keadilan hakiki. Keadilan yang berasal dari Allah Ilahi Rabbi. Wallahu A'lam bisa showab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Pasukan Pemberontak Pimpinan Haftar Klaim Tewaskan 16  Tentara Turki di Libya

Pasukan Pemberontak Pimpinan Haftar Klaim Tewaskan 16 Tentara Turki di Libya

Senin, 24 Feb 2020 17:30

Yordania Akan Larang Masuk Warga Cina, Iran dan Korsel Sebagai Tanggapan Atas Wabah Corona

Yordania Akan Larang Masuk Warga Cina, Iran dan Korsel Sebagai Tanggapan Atas Wabah Corona

Senin, 24 Feb 2020 16:30

Paus Franciskus Tidak Setuju Rencana Perdamaian Timur Tengah Donald Trump

Paus Franciskus Tidak Setuju Rencana Perdamaian Timur Tengah Donald Trump

Senin, 24 Feb 2020 16:00

Turki dan Pakistan Akan Tutup Perbatasannya dengan Iran Khawatir Penyebaran Virus Corona

Turki dan Pakistan Akan Tutup Perbatasannya dengan Iran Khawatir Penyebaran Virus Corona

Senin, 24 Feb 2020 16:00

Senator: Wagub DKI Terpilih Harus Mampu Ikuti Ritme Kerja Anies

Senator: Wagub DKI Terpilih Harus Mampu Ikuti Ritme Kerja Anies

Senin, 24 Feb 2020 15:56

PM Malaysia Mahathir Kirim Surat Pengunduran Diri Kepada Raja

PM Malaysia Mahathir Kirim Surat Pengunduran Diri Kepada Raja

Senin, 24 Feb 2020 15:00

Elektabilitas Anies Menguat, Kenapa PSI Galau?

Elektabilitas Anies Menguat, Kenapa PSI Galau?

Senin, 24 Feb 2020 12:45

Hamri Muin Resmi Jabat Ketua Umum PP LIDMI Periode 2020-2022

Hamri Muin Resmi Jabat Ketua Umum PP LIDMI Periode 2020-2022

Senin, 24 Feb 2020 12:25

Survei Indo Barometer, Anies Baswedan Paling Berpotensi Jadi Presiden 2024

Survei Indo Barometer, Anies Baswedan Paling Berpotensi Jadi Presiden 2024

Senin, 24 Feb 2020 07:30

Wakil Bupati Bantaeng: Pimpin Masa Depan dengan Menguasai Teknologi

Wakil Bupati Bantaeng: Pimpin Masa Depan dengan Menguasai Teknologi

Senin, 24 Feb 2020 07:02

PKS: RUU Minerba Harus Memihak Rakyat

PKS: RUU Minerba Harus Memihak Rakyat

Senin, 24 Feb 2020 06:30

Seluruh Korban Hanyut Susur Sungai Sempor Telah Ditemukan

Seluruh Korban Hanyut Susur Sungai Sempor Telah Ditemukan

Senin, 24 Feb 2020 06:28

Kritik untuk Menteri Nadiem: Merdekakan Kampus dari Korporasi!

Kritik untuk Menteri Nadiem: Merdekakan Kampus dari Korporasi!

Ahad, 23 Feb 2020 22:33

Ucapan Salam Keselamatan, Ada yang Alergi?

Ucapan Salam Keselamatan, Ada yang Alergi?

Ahad, 23 Feb 2020 22:05

Mengerikan, Pasukan Israel Seret Jenazah Warga Palestina di Perbatasan Gaza Menggunakan Buldoser

Mengerikan, Pasukan Israel Seret Jenazah Warga Palestina di Perbatasan Gaza Menggunakan Buldoser

Ahad, 23 Feb 2020 21:00

Muadzin Masjid Raya London yang Ditikam Saat Kumandangkan Adzan Maafkan Pelaku Penusukan

Muadzin Masjid Raya London yang Ditikam Saat Kumandangkan Adzan Maafkan Pelaku Penusukan

Ahad, 23 Feb 2020 19:55

#QQRizki atau Quranic Quantum Rizki, Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

#QQRizki atau Quranic Quantum Rizki, Metode Tarik Rizki Sambil tiduran

Ahad, 23 Feb 2020 18:18

Tabligh Akbar di Gowa, Direktur Pristac: Anak adalah Aset Peradaban

Tabligh Akbar di Gowa, Direktur Pristac: Anak adalah Aset Peradaban

Ahad, 23 Feb 2020 17:50

Lebih Dari 10.000 Warga Sipil Terbunuh atau Terluka Dalam Perang Afghanistan pada 2019

Lebih Dari 10.000 Warga Sipil Terbunuh atau Terluka Dalam Perang Afghanistan pada 2019

Ahad, 23 Feb 2020 17:48

Olok-olok Salam Pancasila

Olok-olok Salam Pancasila

Ahad, 23 Feb 2020 16:07


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X