Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.453 views

Isu Radikalisme: Upaya Memecah Belah Anak Bangsa?

 

Oleh:

Ernadaa Rasyidah

Member Akademi Menulis Kreatif

 

ISU radikalisme menjadi momok yang menakutkan, meski belum ada batasan definisi yang jelas, namun terus digulirkan sebagai bahaya yang mengancam.

Bahkan sejak deklarasi kabinet Indonesi maju, isu radikalisme menjadi topik utama, meski definisi radikalisme masih kabur, namun beberapa kementrian memberikan respon cepat.

Baru-baru ini pemerintah meluncurkan sebuah portal aduan, guna mengawasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga radikal. Keberadaan portal ini, sebagai bentuk gebrakan Menteri Komunikasi dan Informatika, Jhonny G. Plate. Selain meluncurkan portal aduan, Kemenkominfo bersama Kemenpan RB, Kemenag dan beberapa lembaga pemerintah lainnya juga menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang penanganan radikalisme bagi kalangan ASN. (CNNIndonesia.com 12/11/19).

Secara ontologis, kata radikal sesungguhnya netral. Radical atau radix yang berarti “sama sekali” atau sampai ke akar-akarnya.

Sebuah pohon, jika tanpa akar, maka tidak akan tumbuh subur, bahkan akan mati. Ilmu jika tak dipahami sampai ke akarnya, memungkinkan interpretasi yang keliru, karena tidak mendapatkan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh. Maka, sejatinya dalam perspektif ontologis, istilah radikal tak ada masalah, karena bebas nilai.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI V), secara terminologi kata radikal artinya (1) secara mendasar, sampai hal yang prinsip; (2) amat keras menuntut perubahan; (3) maju dalam berpikir atau bertindak. Dengan demikian secara epistemologi, kata radikal mulai diarahkan kepada sebuah pikiran atau tindakan untuk sebuah perubahan.

Sementara Barat, mengambil alih definisi radikal kepada pemahaman politis dimana kata radikal ditambahkan akhiran -isme menjadi radikalisme.

Oleh Barat kata radikalisme dimaknai sebagai paham atau aliran radikal dalam politik, paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis dan juga sebuah sikap ekstrem dalam aliran politik.

Dari sini, Barat mempromosikan diksi radikalisme untuk diadopsi oleh negara lain, tidak terkecuali oleh negeri-negeri muslim termasuk Indonesia.

Barat kemudian melakukan strategi licik, memegang kendali dengan memberikan stempel kata radikal kepada Islam dan kaum muslimin yang berseberangan dengan ideologi demokrasi-sekuler Barat.

Bagi Barat, memisahkan agama dari kehidupan Adalah keharusan. Maka siapa saja, baik individu maupun kelompok yang menjadikan agama sebagai dasar berpikir untuk kehidupan, akan dicap sebagai kaum radikal yang wajib dilawan dan dimusuhi. Sebaliknya, siapa saja yang berpikiran sekuler, maka akan dijadikan sebagai teman. Strategi pecah belah ini dilakukan untuk melemahkan umat Islam. Barat kemudian merangkul kelompok yang sesuai dengan keinginan mereka, dan memukul yang dianggap berseberangan. Karena itu, isu radikalisme sejatinya adalah senjata barat untuk menyerang agama Islam.

Sangat disayangkan apa yang terjadi saat ini, melalui kementrian yang terpilih, seperti satu komando ikut latah memframing isu radikalisme dengan stempel agama. Mulai dari penetapan ciri seseorang terpapar radikalisme yang identik dengan syariat Islam semisal cadar, celana cingkrang, pemahaman tentang aurat, istilah mahrom, jihad hingga khilafah yang merupakan bagian dari ajaran Islam.

Hal ini jelas merupakan faraming jahat. Bagaiamana mungkin orang yang melakukan ketaatan pada agama disematkan istilah radikalisme. Padahal Islam sebagai agama juga pandangan hidup yang sempurna adalah agama damai, yang tidak memberikan ruang pada tindakan kekerasan, menyebar teror, meresahkan hingga menghilangkan nyawa manusia. Jelaslah bahwa istilah radikalisme lebih bernuansa politik, dijadikan godam untuk memukul lawan politik juga membungkam nalar kritis rakyat.

Karena itu, melalui portal aduan yang  telah diluncurkan, besar kemungkinan akan menimbulkan deharmonisasi di tengah masyarakat. Sesama anak negeri akan saling memata-matai dan saling mencurigai. Bahkan berpotensi saling stigma, persekusi hingga tindakan fisik.

Adapun penandatanganan SKB penanganan radikalisme untuk ASN, dinilai sebagai respon berlebihan oleh pemerintah. Energi untuk membangun negeri terkuras pada hal yang tidak prioritas. Mengapa? Karena masih banyak permasalahan negeri yang butuh penanganan cepat dan langkah-langkah konkrit oleh pemerintah untuk segera diselesaikan justru dibiarkan berlarut-larut. Misalnya ancaman resesi ekonomi, utang yang kian menggunung,  tingkat pengangguran yang semakin tinggi, ancaman separatis masih menghantui, bahkan menurut ADB, angka kelaparan kronis di Indonesi mencapai 22 juta jiwa dalam kurun waktu 2016-2018. Ini tentu lebih urgen untuk segera dicarikan solusi yang cepat dan tepat.

Dalam Islam, Tajassus atau mengorek-ngorek suatu berita bisa jatuh hukum haram, boleh, dan wajib, ditinjau dari siapa yang dimata-matai.

Al-Qur’an dengan tegas melarang aktivitas tajassus yang ditujukan kepada kaum muslimin. Allah berfirman, artinya;

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanykan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus)…” (Qs. al-Hujuraat [49]: 12).

Nabi Saw bersabda:

“..Janganlah kalian saling memata-matai, janganlah kalian saling menyelidik, janganlah kalian saling berlebih-lebihan, janganlah kalian saling berbuat kerusakan…"

(HR. Ibnu Majah)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah Saw bersabda:

“Sungguh, seorang amir (pemimpin) akan mendurhakai rakyatnya, bila ia memburu kecurigaan pada mereka.” [HR. Abu Dawud dari Abu Umamah].

Karena itu, proyek dibalik Isu anti radikalisme yang yang di motori oleh Barat untuk dijajakan kepada negeri-negeri muslim, hingga direspon dengan portal pengaduan ASN hingga SKB dari beberapa kementerian tidak lebih sebagai proyek anti Islam, yang digaungkan setidaknya memiliki empat tujuan :

Pertama, sebagai upaya memecah belah masyarakat, mengadu domba dengan mengangkat satu kelompok, kemudian menginjak kelompok lain yang dinilai berseberangan dengan kepentingan rezim.

Kedua, upaya pendangkalan aqidah umat Islam dengan menghembuskan paham sekularisme juga islamophobia di masyarakat.

Ketiga, narasi anti radikalisme seringkali ditujukan kepada Islam dan kaum muslimin, adalah upaya merintangi persatuan umat Islam, yang sudah mulai tumbuh kesadaran untuk menyerukan kebangkitan Islam hakiki dengan menerapkan Islam secara kaffah.

Keempat, Isu radikalisme adalah cara barat mempertahankan eksistensi dan menancapkan kuku-kuku mereka untuk terus melakukan penjajahan di negeri-negeri muslim, termasuk di Indonesia.

Barat maju justru saat ia meninggalkann agamanya (sekuler), sebaliknya kaum muslim mengalami kemunduran, justru ketika mereka meninggalkan/mengabaikan agamanya. Karena itu, kita harus hadir memberikan pencerahan, agar timbul kesadaran dan mewaspadai segala bentuk propaganda yang berpotensi memecah belah anak negeri, seraya mendakwahkan Islam sesuai dengan metode kenabian, dengan cara yang baik, dengan pemikiran, bukan dengan kekerasan.

Menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Saatnya kita kembali pada ajaran Islam yang mulia, yang telah terbukti pernah diterapkan lebih dari 13 abad lamanya. Saat itu kemajuan, kesejahteraan, keadilan dan kedamaian menjadi milik seluruh umat, baik muslim maupun non muslim. Saatnya kita kembali pada jati diri muslim kita, dengan mengupayakan terwujudnya kepemeimpinan dibawah naungan Islam. Wallahu'alam bi ash Shawwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Perut Membesar Sakit Usus dan Sulit BAB, Ulwan Ghazi Harus Dioperasi. Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan kelainan usus, Ulwan harus menghabiskan masa kanak-kanak dengan rintih tangis hingga 4 tahun. Butuh biaya operasi, sang ibu hanya penjual kerupuk....

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Latest News
Hilangnya Rasa dan Budaya Malu

Hilangnya Rasa dan Budaya Malu

Sabtu, 14 Dec 2019 08:37

Ari Askhara

Ari Askhara

Sabtu, 14 Dec 2019 05:15

Koalisi Jihadis Terkait Al-Qaidah Putus Rute Pasukan Rezim Suriah di Aleppo

Koalisi Jihadis Terkait Al-Qaidah Putus Rute Pasukan Rezim Suriah di Aleppo

Jum'at, 13 Dec 2019 23:25

Menag Sebut Kerukunan Umat Beragama di Aceh Masih Kategori Tinggi

Menag Sebut Kerukunan Umat Beragama di Aceh Masih Kategori Tinggi

Jum'at, 13 Dec 2019 23:14

Muslim di India Kembali Turun ke Jalan Memprotes Undang-undang Kewarganegaraan Diskriminatif

Muslim di India Kembali Turun ke Jalan Memprotes Undang-undang Kewarganegaraan Diskriminatif

Jum'at, 13 Dec 2019 22:50

PBB Kecam Undang-undang Kewarganegaraan 'Diskriminatif' Baru India

PBB Kecam Undang-undang Kewarganegaraan 'Diskriminatif' Baru India

Jum'at, 13 Dec 2019 22:31

Stop Penggusuran Paksa dan Kekerasan di Kota Bandung

Stop Penggusuran Paksa dan Kekerasan di Kota Bandung

Jum'at, 13 Dec 2019 22:21

Ketua Tim Survei KUB: Semua Daerah Toleran, Hanya Skornya yang Berbeda

Ketua Tim Survei KUB: Semua Daerah Toleran, Hanya Skornya yang Berbeda

Jum'at, 13 Dec 2019 22:17

Kalau Luthfi “Bendera” Alfiandi Dihukum Penjara

Kalau Luthfi “Bendera” Alfiandi Dihukum Penjara

Jum'at, 13 Dec 2019 21:18

Gelar Mukernas XII di Makassar, Wahdah Islamiyah Komitmen Jaga Kebersamaan Umat

Gelar Mukernas XII di Makassar, Wahdah Islamiyah Komitmen Jaga Kebersamaan Umat

Jum'at, 13 Dec 2019 20:17

Ribuan Umat Islam Solo Raya Ikuti Konvoi Simpatik Indonesia Damai Tanpa Penista Agama

Ribuan Umat Islam Solo Raya Ikuti Konvoi Simpatik Indonesia Damai Tanpa Penista Agama

Jum'at, 13 Dec 2019 19:41

Anies: Bully Itu Keniscayaan, Prestasi Itu Pilihan

Anies: Bully Itu Keniscayaan, Prestasi Itu Pilihan

Jum'at, 13 Dec 2019 16:00

Pengadilan Brussels Perintahkan Otoritas Belgia Pulangkan 10 Anak Pejuang Islamic State dari Suriah

Pengadilan Brussels Perintahkan Otoritas Belgia Pulangkan 10 Anak Pejuang Islamic State dari Suriah

Jum'at, 13 Dec 2019 15:45

Haftar Umumkan Dimulainya 'Pertempuran Terakhir' untuk Merebut Ibukota Libya

Haftar Umumkan Dimulainya 'Pertempuran Terakhir' untuk Merebut Ibukota Libya

Jum'at, 13 Dec 2019 14:45

AS Jeda Pembicaraan Damai Menyusul Serangan Taliban di Pangkalan Udara Baghram

AS Jeda Pembicaraan Damai Menyusul Serangan Taliban di Pangkalan Udara Baghram

Jum'at, 13 Dec 2019 14:00

Haedar Nashir: Kenapa Isu Radikalisme Hanya Dituju kepada Umat Islam?

Haedar Nashir: Kenapa Isu Radikalisme Hanya Dituju kepada Umat Islam?

Jum'at, 13 Dec 2019 05:18

Pidato Lengkap Pengukuhan Guru Besar Ketum PP Muhammadiyah

Pidato Lengkap Pengukuhan Guru Besar Ketum PP Muhammadiyah

Jum'at, 13 Dec 2019 03:34

Headar Nashir Dikukuhkan Jadi Guru Besar UMY

Headar Nashir Dikukuhkan Jadi Guru Besar UMY

Jum'at, 13 Dec 2019 02:40

PGI Ingin Titip Aspirasi Lewat PKS

PGI Ingin Titip Aspirasi Lewat PKS

Jum'at, 13 Dec 2019 00:22

Muhammadiyah Minta Pemerintah Usut Tuntas Kematian Randi dan Yusuf Kardawi

Muhammadiyah Minta Pemerintah Usut Tuntas Kematian Randi dan Yusuf Kardawi

Kamis, 12 Dec 2019 23:17


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Sabtu, 14/12/2019 05:15

Ari Askhara