Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.104 views

Isu Radikalisme: Upaya Memecah Belah Anak Bangsa?

 

Oleh:

Ernadaa Rasyidah

Member Akademi Menulis Kreatif

 

ISU radikalisme menjadi momok yang menakutkan, meski belum ada batasan definisi yang jelas, namun terus digulirkan sebagai bahaya yang mengancam.

Bahkan sejak deklarasi kabinet Indonesi maju, isu radikalisme menjadi topik utama, meski definisi radikalisme masih kabur, namun beberapa kementrian memberikan respon cepat.

Baru-baru ini pemerintah meluncurkan sebuah portal aduan, guna mengawasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga radikal. Keberadaan portal ini, sebagai bentuk gebrakan Menteri Komunikasi dan Informatika, Jhonny G. Plate. Selain meluncurkan portal aduan, Kemenkominfo bersama Kemenpan RB, Kemenag dan beberapa lembaga pemerintah lainnya juga menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang penanganan radikalisme bagi kalangan ASN. (CNNIndonesia.com 12/11/19).

Secara ontologis, kata radikal sesungguhnya netral. Radical atau radix yang berarti “sama sekali” atau sampai ke akar-akarnya.

Sebuah pohon, jika tanpa akar, maka tidak akan tumbuh subur, bahkan akan mati. Ilmu jika tak dipahami sampai ke akarnya, memungkinkan interpretasi yang keliru, karena tidak mendapatkan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh. Maka, sejatinya dalam perspektif ontologis, istilah radikal tak ada masalah, karena bebas nilai.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI V), secara terminologi kata radikal artinya (1) secara mendasar, sampai hal yang prinsip; (2) amat keras menuntut perubahan; (3) maju dalam berpikir atau bertindak. Dengan demikian secara epistemologi, kata radikal mulai diarahkan kepada sebuah pikiran atau tindakan untuk sebuah perubahan.

Sementara Barat, mengambil alih definisi radikal kepada pemahaman politis dimana kata radikal ditambahkan akhiran -isme menjadi radikalisme.

Oleh Barat kata radikalisme dimaknai sebagai paham atau aliran radikal dalam politik, paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis dan juga sebuah sikap ekstrem dalam aliran politik.

Dari sini, Barat mempromosikan diksi radikalisme untuk diadopsi oleh negara lain, tidak terkecuali oleh negeri-negeri muslim termasuk Indonesia.

Barat kemudian melakukan strategi licik, memegang kendali dengan memberikan stempel kata radikal kepada Islam dan kaum muslimin yang berseberangan dengan ideologi demokrasi-sekuler Barat.

Bagi Barat, memisahkan agama dari kehidupan Adalah keharusan. Maka siapa saja, baik individu maupun kelompok yang menjadikan agama sebagai dasar berpikir untuk kehidupan, akan dicap sebagai kaum radikal yang wajib dilawan dan dimusuhi. Sebaliknya, siapa saja yang berpikiran sekuler, maka akan dijadikan sebagai teman. Strategi pecah belah ini dilakukan untuk melemahkan umat Islam. Barat kemudian merangkul kelompok yang sesuai dengan keinginan mereka, dan memukul yang dianggap berseberangan. Karena itu, isu radikalisme sejatinya adalah senjata barat untuk menyerang agama Islam.

Sangat disayangkan apa yang terjadi saat ini, melalui kementrian yang terpilih, seperti satu komando ikut latah memframing isu radikalisme dengan stempel agama. Mulai dari penetapan ciri seseorang terpapar radikalisme yang identik dengan syariat Islam semisal cadar, celana cingkrang, pemahaman tentang aurat, istilah mahrom, jihad hingga khilafah yang merupakan bagian dari ajaran Islam.

Hal ini jelas merupakan faraming jahat. Bagaiamana mungkin orang yang melakukan ketaatan pada agama disematkan istilah radikalisme. Padahal Islam sebagai agama juga pandangan hidup yang sempurna adalah agama damai, yang tidak memberikan ruang pada tindakan kekerasan, menyebar teror, meresahkan hingga menghilangkan nyawa manusia. Jelaslah bahwa istilah radikalisme lebih bernuansa politik, dijadikan godam untuk memukul lawan politik juga membungkam nalar kritis rakyat.

Karena itu, melalui portal aduan yang  telah diluncurkan, besar kemungkinan akan menimbulkan deharmonisasi di tengah masyarakat. Sesama anak negeri akan saling memata-matai dan saling mencurigai. Bahkan berpotensi saling stigma, persekusi hingga tindakan fisik.

Adapun penandatanganan SKB penanganan radikalisme untuk ASN, dinilai sebagai respon berlebihan oleh pemerintah. Energi untuk membangun negeri terkuras pada hal yang tidak prioritas. Mengapa? Karena masih banyak permasalahan negeri yang butuh penanganan cepat dan langkah-langkah konkrit oleh pemerintah untuk segera diselesaikan justru dibiarkan berlarut-larut. Misalnya ancaman resesi ekonomi, utang yang kian menggunung,  tingkat pengangguran yang semakin tinggi, ancaman separatis masih menghantui, bahkan menurut ADB, angka kelaparan kronis di Indonesi mencapai 22 juta jiwa dalam kurun waktu 2016-2018. Ini tentu lebih urgen untuk segera dicarikan solusi yang cepat dan tepat.

Dalam Islam, Tajassus atau mengorek-ngorek suatu berita bisa jatuh hukum haram, boleh, dan wajib, ditinjau dari siapa yang dimata-matai.

Al-Qur’an dengan tegas melarang aktivitas tajassus yang ditujukan kepada kaum muslimin. Allah berfirman, artinya;

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanykan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus)…” (Qs. al-Hujuraat [49]: 12).

Nabi Saw bersabda:

“..Janganlah kalian saling memata-matai, janganlah kalian saling menyelidik, janganlah kalian saling berlebih-lebihan, janganlah kalian saling berbuat kerusakan…"

(HR. Ibnu Majah)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah Saw bersabda:

“Sungguh, seorang amir (pemimpin) akan mendurhakai rakyatnya, bila ia memburu kecurigaan pada mereka.” [HR. Abu Dawud dari Abu Umamah].

Karena itu, proyek dibalik Isu anti radikalisme yang yang di motori oleh Barat untuk dijajakan kepada negeri-negeri muslim, hingga direspon dengan portal pengaduan ASN hingga SKB dari beberapa kementerian tidak lebih sebagai proyek anti Islam, yang digaungkan setidaknya memiliki empat tujuan :

Pertama, sebagai upaya memecah belah masyarakat, mengadu domba dengan mengangkat satu kelompok, kemudian menginjak kelompok lain yang dinilai berseberangan dengan kepentingan rezim.

Kedua, upaya pendangkalan aqidah umat Islam dengan menghembuskan paham sekularisme juga islamophobia di masyarakat.

Ketiga, narasi anti radikalisme seringkali ditujukan kepada Islam dan kaum muslimin, adalah upaya merintangi persatuan umat Islam, yang sudah mulai tumbuh kesadaran untuk menyerukan kebangkitan Islam hakiki dengan menerapkan Islam secara kaffah.

Keempat, Isu radikalisme adalah cara barat mempertahankan eksistensi dan menancapkan kuku-kuku mereka untuk terus melakukan penjajahan di negeri-negeri muslim, termasuk di Indonesia.

Barat maju justru saat ia meninggalkann agamanya (sekuler), sebaliknya kaum muslim mengalami kemunduran, justru ketika mereka meninggalkan/mengabaikan agamanya. Karena itu, kita harus hadir memberikan pencerahan, agar timbul kesadaran dan mewaspadai segala bentuk propaganda yang berpotensi memecah belah anak negeri, seraya mendakwahkan Islam sesuai dengan metode kenabian, dengan cara yang baik, dengan pemikiran, bukan dengan kekerasan.

Menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Saatnya kita kembali pada ajaran Islam yang mulia, yang telah terbukti pernah diterapkan lebih dari 13 abad lamanya. Saat itu kemajuan, kesejahteraan, keadilan dan kedamaian menjadi milik seluruh umat, baik muslim maupun non muslim. Saatnya kita kembali pada jati diri muslim kita, dengan mengupayakan terwujudnya kepemeimpinan dibawah naungan Islam. Wallahu'alam bi ash Shawwab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Mayoritas Orang Eropa Percaya AS Telah Terlibat Perang Dingin Dengan Cina Dan Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 12:05

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Hukum Tak Tegas Dinilai Jadi Penyebab Kasus Teror kepada Tokoh Agama Kembali Terulang

Kamis, 23 Sep 2021 09:18

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Jalan Terjal Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:47

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Brigjen Tumilaar “Mempertahankan Bangsa”, di Mana Salahnya?

Kamis, 23 Sep 2021 08:39

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Dihapusnya BOS, Dilema Pendidikan Indonesia

Kamis, 23 Sep 2021 08:37

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Media Sosial, Wadah Propaganda Halal Lifestyle

Kamis, 23 Sep 2021 08:21

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Ketika Makanan Menjauhkan dari SurgaNya

Kamis, 23 Sep 2021 07:59

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Sep 2021 07:51

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16  tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Imaam Yakhsyallah Tulis Buku ke-16 tentang Tha’un, Covid, dan Yahudi

Kamis, 23 Sep 2021 07:45

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

ISYEFPreneur Kembali Hadir, ISYEF dan BI Perkuat Komitmen Dorong Wirausaha Berbasis Masjid

Rabu, 22 Sep 2021 22:30

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Ilmuwan Ubah Limbah Durian Jadi Perban Antibakteri

Rabu, 22 Sep 2021 22:21

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Bersiap Menjadi Ibu Tangguh Masa Kini

Rabu, 22 Sep 2021 21:56

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

PPHN Harus Dibatalkan dan Digagalkan

Rabu, 22 Sep 2021 21:03

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Adara Gelar Kompetisi Film Pendek Bertema Ibu, Anak, dan Palestina

Rabu, 22 Sep 2021 20:40

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Lithuania Desak Warganya Buang Ponsel Cina Secepat Mungkin Dan Tidak Membeli Yang Baru

Rabu, 22 Sep 2021 20:35

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Bukhori Yusuf: Pemerintah Seolah Tidak Berdaya Memutus Teror pada Ulama

Rabu, 22 Sep 2021 19:44

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Apresiasi Krisdayanti yang Berani Blak-Blakan

Rabu, 22 Sep 2021 19:02

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Ahmad Massoud Dan Amrullah Saleh Sudah Kabur Dari Afghanistan Setelah Pengambilalihan Taliban

Rabu, 22 Sep 2021 18:15

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Jangan Bernyanyi di Panggung yang Salah

Rabu, 22 Sep 2021 17:56

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Studi: Makan Berlebih Bukan Penyebab Utama Obesitas Tapi...

Rabu, 22 Sep 2021 17:30


MUI

Must Read!
X