Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.631 views

Potret Kelam Moral Generasi

Oleh:

Putri Irfani S, S.Pd

Muslimah Dakwah Community

 

 

MIRIS, ketika melihat pergaulan remaja yang kebablasan kian marak membanjiri Indonesia. Bagaimana tidak? Tiap tahunnya, Indonesia disuguhkan dengan berbagai ulah remaja yang tidak mencerminkan jati dirinya sebagai generasi penerus bangsa. Padahal, remaja berpotensi membawa perubahan ke arah yang lebih baik, sebab ia adalah agent of change. Tapi saat ini, sebaliknya remaja malah membuat kerusuhan dan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. Bahkan para pelaku dari berbagai kasus pergaulan bebas remaja berasal dari kaum terpelajar. Aneh bukan, bagaimana bisa remaja yang terdidik banyak terseret kasus kenakalan yang berujung kriminalitas?

Seperti yang kita lihat pada kasus yang baru-baru ini terjadi. Entah apa yang ada di pikiran SNI (18) yang tega membunuh bayinya sendiri usai dilahirkan di toilet Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman Balikpapan, Gunung Malang, pada Rabu 24 Juli 2019 sekira pukul 22.45 Wita.

Banyak yang mempertanyakan mengapa pelaku bisa tega membunuh dengan keji terhadap buah hatinya yang ia lahirkan. Bayi berjenis kelamin perempuan itu tewas setelah mulutnya disumpal tisu toilet dan tali pusarnya dicabut. Setelah tewas, jasad bayi dimasukkan kedalam kantong plastik dan berencana membuangnya di luar. Aksinya pun ketahuan petugas rumah sakit saat hendak melarikan diri.

Dari keterangan SNI dihadapan awak media mengatakan bahwa perempuan asal Tenggarong ini sejatinya tak ingin hal ini terjadi. Namun lantaran belum siap menikah dan belum siap punya anak, ia pun terpaksa melakukan hal itu. Padahal sang pacar diakui SNI telah siap untuk mengarungi rumah tangga bersamanya.

"Bukannya tega, cuma belum siap untuk dinikahi gitu aja. Pasangannya mau nikah cuma aku belum mau nikah, umurku kan juga masih muda," kata SNI, Minggu (28/7/2019).

Ini bukti potret kelam kondisi pergaulan remaja saat ini. Bukan menjadi suatu rahasia lagi fenomena remaja hamil diluar nikah, bahkan bukan hanya hamil, melainkan sampai tataran aborsi, membuang bahkan membunuh bayinya sendiri, sudah menjadi hal yang biasa.

Di Indonesia sendiri dalam undang-undang dasar 1945, ancaman perilaku seks bebas diatur dalam Pasal 460 ayat 1 huruf e draf RKUHP per 2 Februari 2018 menyatakan, laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan yang sah melakukan persetubuhan dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun. 

Namun tindak pidana tersebut kurang efektif karena tidak bisa dilakukan penuntutan kecuali atas pengaduan suami, istri, orang tua atau anak. Dalam artian pelaku seks bebas tidak akan terjerat hukuman penjara jika tidak ada korban di dalamnya.

Menurut data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 mengungkap remaja wanita usia 15-24 tahun dan remaja pria di rentang usia yang sama, telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah dan 11 persen diantaranya mengaku mengalami hamil diluar pernikahan.

Menurut berbagai riset yang meneliti di kota Tangerang, Bogor, Jakarta dan Bekasi. Para remaja mengaku kehilangan keperawanan dan sudah melakukan hubungan seksual diluar nikah sampai berakhir pada kehamilan.

Berbagi kasus terkait remaja, tentu membuat kita tidak bisa tinggal diam. Perlu mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak, terutama negara, karena ini menyangkut masa depan bangsa dengan pemuda sebagai penerusnya. Jika gambaran pemuda kita seperti ini dibiarkan begitu saja, tanpa upaya penanganan yang serius, maka kedepannya akan berdampak pada lemahnya kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, diperlukan solusi tuntas dari permasalahan ini.


Pergaulan bebas remaja yang marak terjadi ini tidak lepas dari pola pendidikan yang diperoleh dari sang anak mulai dari keluarga, sekolah, maupun lingkungannya. Karena, dari pendidikan itulah remaja akan di didik menjadi manusia seutuhnya  dengan menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan serta membentuk karakter unggul pada dirinya. Sehingga, mereka akan menjadi manusia yang sukses di dunia maupun akhirat. Kebebasan Pergaulan remaja saat ini juga dipicu oleh penerapan sistem pendidikan “sekuler” yang lebih mengutamakan ilmu pengetahuan dunia dibandingkan ilmu agama. Sistem sekuler menempatkan Pendidikan agama pada posisi yang tidak begitu urgen.

 Hasilnya, para remaja tumbuh menjadi remaja yang krisis moral akibat minimnya pendidikan agama. Padahal, peran agama sangatlah berpengaruh besar dalam menyukseskan sebuah pendidikan, mulai dari proses sampai hasilnya. Maka dari itu ide kebebasan pergaulan yang berkiblat pada Barat telah menghilangkan identitas keislaman para pemuda saat ini. Dengan mengadopsi berbagai paham kebebasan mulai dari kebebasan berpendapat, beragama, berperilaku/pergaulan serta kebebasan berkepemilikan inilah yang menjadi akar masalahnya. Ditambah lagi alasan, atas nama HAM (Hak Asasi Manusia) mereka para remaja semakin eksis dan bebas melakukan free sex. Sungguh berbahaya, karena sekuler telah memberi ruang kebebasan pada remaja sehingga menimbulkan prilaku kemaksiatan dan mencabut fitrah manusia. 

Maka, sudah saatnya kondisi krisis moral generasi  harus diperhatikan secara serius oleh negara. Agar mereka para remaja kembali pada perannya sebagai agent of change dan  generasi emas penerus  bangsa, negara, serta agama, tentu tidak ada jalan lain kecuali dengan mengembalikan sistem pendidikan kita kepada sistem pendidikan Islam yang dibangun atas asas akidah Islam dengan menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman berbangsa dan bernegara.**

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Kekuatan Ibadah Terletak Pada Hati, Bukan Fisik!

Kekuatan Ibadah Terletak Pada Hati, Bukan Fisik!

Sabtu, 19 Sep 2020 11:43

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Persis Kutuk Keras dan Menuntut Usut Tuntas Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Jum'at, 18 Sep 2020 22:15

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Ekspor Minyak Saudi Turun 62 Persen Pada Kuartal Kedua 2020

Jum'at, 18 Sep 2020 22:00

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Gedung Putih Sebut 5 Negara Lagi Secara Serius Pertimbangkan Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 21:45

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Fraksi PKS Sosialisasikan RUU Perlindungan Tokoh Agama ke Sejumlah Ormas Islam

Jum'at, 18 Sep 2020 20:13

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Bullying, Duri dalam Pendidikan Indonesia

Jum'at, 18 Sep 2020 19:52

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Israel Akan Bujuk UEA Untuk Promosikan Pembangunan Jalur Pipa Antara Saudi dan Israel

Jum'at, 18 Sep 2020 19:46

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Pengungsi Suriah di Turki Kembangkan Game Seluler Yang Telah Diunduh 45 Juta Pengguna

Jum'at, 18 Sep 2020 18:59

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

PM Pakistan Imran Khan: Normalisasi Hubungan Dengan Israel 'Tidak Ada Gunanya'

Jum'at, 18 Sep 2020 17:50

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Kekacauan Negara di Era Jokowi

Jum'at, 18 Sep 2020 14:13

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Penanganan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dipertaruhkan di Mata Dunia

Jum'at, 18 Sep 2020 13:20

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Operasi Intelijen 'Orang Gila'

Jum'at, 18 Sep 2020 09:03

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Pakaian Taqwa adalah sebaik-baiknya Bekal Kehidupan

Jum'at, 18 Sep 2020 08:58

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Jum'at, 18 Sep 2020 08:37

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Mereka Ingin Sekali Anies Baswedan Jatuh Lewat Kekacauan Covid-19

Jum'at, 18 Sep 2020 06:41

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Menelisik Kata Tusuk yang Dapat Berbeda Narasi

Jum'at, 18 Sep 2020 06:01

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Pengunduh Terbanyak Aplikasi TikTok Berasal dari Indonesia

Kamis, 17 Sep 2020 23:30

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Mendakwahkan Islam Haruskah Menghapus Kebudayaan?

Kamis, 17 Sep 2020 23:20

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Balada Negeri Pura-Pura Tapi Nyata

Kamis, 17 Sep 2020 23:15

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Turki Tolak Permintaan Rusia Untuk Mundur Dari Pos-pos Pengamatan di Idlib Suriah

Kamis, 17 Sep 2020 21:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X