Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.661 views

Kudeta Yusril, PBB Selamat?

Oleh:

Tony Rosyid*

 

PARTAI Bulan Bintang (PBB) porak poranda. Partai gurem ini dilanda tsunami setelah tanggal 27 Januari 2019 memutuskan mendukung incumben. Sebagian kadernya mundur dari caleg dan keanggotaan. Sebagian yang lain mencoba melakukan kudeta. Munaslub.

Sebelumnya, partai reinkarnasi Masyumi ini sempat membaik. Elektabilitasnya merangkak naik. Sempat tembus 2%. Peluang untuk bangkit ada. Ini diantaranya karena faktor solidnya kekuatan umat, dan PBB ikut berlayar di dalamnya. Berbagai pernyataan Yusril, ketum PBB, menegaskan bahwa “PBB akan jadi leader oposisi.”

Lebih dari itu, Yusril pun sering menyindir presiden dalam berbagai ucapannya. “Orang di luar negeri tidak tahu siapa KPK, siapa Jaksa. Yang tahu presidennya goblok”. Itulah salah satu sindiran pedas Yusril kepada penguasa.

Ketegasan Yusril disambut umat. Karena “keputusan” ini, sebagian tokoh umat bersedia jadi caleg PBB. Sebagian diantaranya adalah aktifis FPI. Bahkan Habib Rizieq, pendiri FPI ini, juga menyerukan anggotanya untuk memenangkan PBB.

PBB yang di beberapa periode sebelumnya terpuruk karena tak mencapai target elektoral threeshold mulai terbuka peluang. Umat mulai mengapresiasi dan ektabilitasnya merambat naik. Tapi sayang. Yusril berbalik wajah dari umat. Yusril berubah haluan dan memilih jadi pembela penguasa. Umat kecewa.

Kecewa, sebab mereka bersedia bergabung dengan PBB karena ketegasan posisinya sebagai oposisi. Bukan sebagai pendukung penguasa. Nyesal? Pasti! Ketika tawaran dari partai lain mereka tolak, lalu milih PBB, eh…malah “dikhianati”. Tepatnya merasa “dikhianati”.

Apakah kekecewaan umat akan berpengaruh terhadap elektabilitas PBB? Banyak pengamat memprediksi, suara PBB akan tergerus kembali. Capaian 2% saat ini tak akan mampu dipertahankan. Malah akan cenderung turun.

Analisis para pengamat itu logis. Sebagai perbandingan saja. TGB saat branding sebagai bakal capres dari umat (oposisi), elektabilitasnya terus merangkak naik. Umat saweran, berbondong-bondong jadi relawan dan konsultan gratis untuknya. Berawal dari 0, sekian persen, tembus 2,5% di bulan April 2018. Tapi, ketika TGB dukung penguasa, elektabilitasnya turun bebas. Di bulan Juli hanya tersisa 0,2% (Survei Median).

Membayangkan PBB bisa dapat 4%, apalagi 6% sebagaimana khayalan Yusril, memang sangat berat. Situasi inilah yang membuat sebagian besar kader PBB frustasi. Sebagian mereka tetap jadi caleg, tapi tak aktif. Sebagian lagi mundur. Sebagian lainnya berencana melakukan kudeta.

“Yang mundur kan cuma 80 caleg dari 15.000 caleg PBB”, kata Yusril menganggap kecil. Betul, 80 caleg yang berani menyatakan konfrontasi. Yang diam tapi mendukung mereka? Yang silent protes? Seperti demo. Yang ikut dan berangkat demo 212 cuma 7 juta. Tapi yang ingin ganti presiden lebih dari 47% rakyat Indonesia. Lebih besar dari yang ingin tetap Jokowi presiden. Inilah teori representasi. Nampaknya Yusril tak menyadarinya.

Diantara yang ingin melakukan kudeta adalah Habib Muchsin Alatas, caleg dapil Jabar VI (Bekasi-Depok) dan Irfianda Abidin, caleg DPR Dapil I Sumbar.

Mereka menganggap kudeta adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan PBB. Yusril turun, ganti tokoh lain, lalu kembali ke posisi semula sebagai oposisi. Ini lebih memiliki harapan dan menjanjikan. Apalagi jika pengganti Yusril adalah Habib Rizieq. Maka, harapan PBB mendapatkan 4% suara akan sangat besar. Boleh jadi, di bawah kepemimpinan Habib Rizieq, PBB bisa bersaing suaranya dengan PKS dan PAN. Tak menutup kemungkinan.

Saat ini, pengaruh Habib Rizieq sedang naik daun. Pendiri FPI ini menjadi icon yang merepresentasikan seluruh perlawanan terhadap penguasa. Habib Rizieq adalah rising star di pilpres 2019 ini. Suka tidak suka, itulah faktanya. Apalagi jika Bachtiar Nasir, orator dan ustaz ahli strategi ini bersama seluruh jaringan nasionalnya ikut bergabung, akan semakin memberi harapan baru buat PBB.

Mengganti Yusril dengan Habib Rizieq adalah langkah sangat cerdas. Pas sekali momentumnya. Jika ini benar terjadi, maka akan terjadi konsolidasi umat besar-besaran. Suasana heroisme perlawanan akan semakin terstruktur.

Untuk mengkudeta Yusril, ada dua langkah berat yang harus dihadapi. Pertama, memastikan kekuatan Anti-Yusril (AYu) harus lebih besar. Dan yang kedua, ini yang paling berat, yaitu mendapatkan legalitas. Sebab, ini otoritasnya ada di tangan penguasa. Dalam hal ini adalah Kemenkumham.

Meski punya kekuatan kader dan menang dalam munaslub, tetap saja tidak mudah untuk mendapatkan legalitas dari Kemenkumham. Ingat nasib PPP sekarang? Untuk mempertahankan legalitas, tak ada pilihan politik kecuali dukung penguasa.

Langkah dan manuver kudeta terhadap Yusril, seandainya pun gagal, akan menjadi memori penting pasca pilpres 17 April nanti. Jika incumben kalah dan presiden ganti, maka siapapun ketua partai Islam pendukung penguasa, terancam dikudeta. Besar kemungkinan akan terjadi suksesi di PKB, PPP dan PBB. Suksesi adalah salah satu bagian dari strategi partai-partai Islam ini bisa bergabung dengan pemenang pilpres 2019. Kok bergabung? Pertama, jadi oposisi itu susah, miskin dan melelahkan. Kedua, presiden, siapapun ia, selalu ingin aman di parlemen. Caranya, ajak gabung semua partai, agar kerja pemerintahan stabil dari gangguan oposisi. Gayung bersambut.

Kecuali jika para pimpinan partai Islam yang sekarang ini berhasil merapat ke presiden baru. Gak malu? Di dunia politik, rasa malu tak berlaku! Kendati tak mudah bagi presiden baru menerima pemimpin stok lama. Loyalitasnya, gak bisa dipercaya!

Tapi, jika kudeta kepada Yusril sukses, besar kemungkinan PBB akan bisa diselamatkan. Terutama jika tokoh yang menggantikan Yusril punya massa dan pengaruh besar seperti Habib Rizieq. Tidak hanya selamat, PBB bahkan kemungkinan bisa bersaing dengan PAN dan PKS.

Jakarta, 31/1/2019

*Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Iran: Pakistan Akan Membayar Mahal Karena Sembunyikan Jihadis yang Menewaskan Anggota IRGC

Iran: Pakistan Akan Membayar Mahal Karena Sembunyikan Jihadis yang Menewaskan Anggota IRGC

Ahad, 17 Feb 2019 22:15

Trump Desak Negara Eropa Ambil Kembali Warganya yang Bergabung dengan Islamic State

Trump Desak Negara Eropa Ambil Kembali Warganya yang Bergabung dengan Islamic State

Ahad, 17 Feb 2019 21:35

Debat Pilpres: Prabowo Menyerang, Jokowi Bertahan

Debat Pilpres: Prabowo Menyerang, Jokowi Bertahan

Ahad, 17 Feb 2019 19:21

3 Tentara AS Tewas dalam Serangan Bom Al-Shabaab di Pangkalan Militer Baledogle Selatan Somalia

3 Tentara AS Tewas dalam Serangan Bom Al-Shabaab di Pangkalan Militer Baledogle Selatan Somalia

Ahad, 17 Feb 2019 12:25

Fajar Hidayah Raih Silver Medal dari Dubes Republik Ceko

Fajar Hidayah Raih Silver Medal dari Dubes Republik Ceko

Ahad, 17 Feb 2019 12:12

Talkshow Bencana RUU P-KS di Medan

Talkshow Bencana RUU P-KS di Medan

Ahad, 17 Feb 2019 11:48

Erdogan: Turki Tidak Akan Batalkan Perjanjian Pembelian Rudal S-400 Rusia

Erdogan: Turki Tidak Akan Batalkan Perjanjian Pembelian Rudal S-400 Rusia

Ahad, 17 Feb 2019 11:35

Bahan Infrastruktur Dalam Negeri yang Kurang Diperhatikan

Bahan Infrastruktur Dalam Negeri yang Kurang Diperhatikan

Ahad, 17 Feb 2019 11:01

Jenderal Joseph Votel: Islamic State Masih Jauh dari Dikalahkan

Jenderal Joseph Votel: Islamic State Masih Jauh dari Dikalahkan

Ahad, 17 Feb 2019 10:45

AILA Edukasi Masyarakat untuk Tolakan RUU P-KS di Beberapa Kota

AILA Edukasi Masyarakat untuk Tolakan RUU P-KS di Beberapa Kota

Ahad, 17 Feb 2019 09:52

Harapan Pengamat ke Pemimpin akan Datang Kelola Infrastruktur

Harapan Pengamat ke Pemimpin akan Datang Kelola Infrastruktur

Ahad, 17 Feb 2019 09:01

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Ahad, 17 Feb 2019 08:36

Ketika Bangun Infrastruktur tidak Tengok Kiri dan Kanan

Ketika Bangun Infrastruktur tidak Tengok Kiri dan Kanan

Ahad, 17 Feb 2019 07:01

Dianggap Menuding, BPN Tantang TKN sebut Nama

Dianggap Menuding, BPN Tantang TKN sebut Nama

Ahad, 17 Feb 2019 05:01

Remaja Melek Politik, Jadi Sasaran Politisi?

Remaja Melek Politik, Jadi Sasaran Politisi?

Ahad, 17 Feb 2019 01:17

Tubuhku Milikku, Paham Rusak yang Diselipkan pada RUU P-KS?

Tubuhku Milikku, Paham Rusak yang Diselipkan pada RUU P-KS?

Ahad, 17 Feb 2019 00:59

TKN Sindir Ketum PAN, Wasekjen Menjawab

TKN Sindir Ketum PAN, Wasekjen Menjawab

Sabtu, 16 Feb 2019 23:25

Kepastian Hukum jika Prabowo-Sandi Terpilih

Kepastian Hukum jika Prabowo-Sandi Terpilih

Sabtu, 16 Feb 2019 22:25

SOHR Klaim Pasukan Dukungan AS Rebut Kantong Terakhir yang Dikuasai Islamic State di Timur Suriah

SOHR Klaim Pasukan Dukungan AS Rebut Kantong Terakhir yang Dikuasai Islamic State di Timur Suriah

Sabtu, 16 Feb 2019 22:15

Butuh Kepemimpinan Kuat Berantas Mafia

Butuh Kepemimpinan Kuat Berantas Mafia

Sabtu, 16 Feb 2019 21:25


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X