Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.087 views

Hikayat Keledai di Balik Kisruh Pembebasan Ustadz Ba’asyir

 

Oleh:

Hersubeno Arief, Konsultan media dan politik

 

 

PEMERINTAH secara resmi membatalkan rencana pembebasan bersyarat Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan, Ba’asyir tidak memenuhi syarat formil untuk dibebaskan.

Kasus ini sempat mengundang kehebohan tidak hanya di dalam negeri, namun juga menjalar ke negara tetangga Australia.

Perdana Menteri Australia Scott Morisson menyampaikan protes. “ Kami meminta pemerintah Indonesia menunjukkan rasa hormat yang besar kepada Australia dengan membuat Ba’asyir menjalani hukumannya secara penuh,” tegasnya.

Ba’asyir pada bulan Juni 2011 dijatuhi hukuman selama 15 tahun karena dinilai terbukti mendanai pelatihan militer kelompok teroris di kawasan Aceh. Di luar kasus itu dia juga dituding terlibat Bom Bali. Namun pengadilan membebaskannya. Tidak cukup bukti.

Pada peristiwa Bom Bali yang terjadi tanggal 12 Oktober 2002, sebanyak 202 orang tewas. Korban terbanyak berasal dari Australia (88 orang) Indonesia (38 orang), Inggris (24 orang). Sisanya berasal dari berbagai negara.

Australia hingga saat ini tetap meyakini keterlibatan Ba’asyir. Karenanya rencana Jokowi membebaskannya menuai protes besar di Australia. Bukan hanya pemerintah, namun para keluarga korban, aktivis, dan media ramai-ramai menyatakan terkejut, kecewa, dan marah atas keputusan itu.

Di dalam negeri kasus ini juga menimbulkan tarik-menarik kepentingan yang sangat keras di kalangan pemerintah, dan pendukung Jokowi. Banyak yang kecewa, karena Jokowi dinilai memberi angin kepada kelompok radikal.

Kasus ini kian menunjukkan betapa Jokowi menjalankan pemerintahan ini secara impulsif. Tanpa pemikiran dan pertimbangan yang matang. Grasa-grusu. Sebuah keputusan yang diambil, kemudian diralat dalam hitungan hari, bahkan jam.

Bermula dari kedatangan Yusril Ihza Mahendra pengacara Jokowi-Ma’ruf Amin ke LP Gunung Sindur Bogor tempat Ba’asyir di tahan, Jumat (18/1). Yusril mengatakan bahwa dia ditugaskan oleh Presiden Jokowi untuk mengumpulkan data, mengamati, upaya pembebasan Ba’asyir.

Dari telaah hukum yang dilakukan, Yusril mengatakan pembebasan Ba’asyir akan dilakukan secepatnya sambil membereskan urusan administrasi pribadi di Kementerian Hukum dan HAM. “Setelah bebas nanti, Ba’asyir akan pulang ke Solo dan tinggal di rumah anaknya,” ujarnya.

Pada hari yang sama di Garut Jokowi juga menyampaikan rencana tersebut. ”Ya yang pertama memang alasan kemanusiaan. Beliau kan sudah sepuh. Ya pertimbangannya pertimbangan kemanusiaan. Termasuk ya tadi kondisi kesehatan,” kata Jokowi.

Jelas sudah ini merupakan keputusan yang diambil Jokowi setelah mendengar pendapat dan saran Yusril.

Statemen Yusril dan Jokowi menjadi bola liar. Pro kontra bermunculan, termasuk dari PM Scott Morisson. Menko Maritim Luhut Panjaitan dan cawapres Ma’ruf Amin menilai sikap Morisson sebagai campur tangan masalah dalam negeri Indonesia. “ Emang dia yang ngatur kita,” ujar Luhut ketus.

Sampai disini tampaknya sikap Jokowi tetap pada posisi akan membebaskan Ba’asyir. Termasuk ketika Ba’asyir menyatakan tidak bersedia menandatangani ikrar kesetiaan pada Pancasila dan NKRI. Menurut Yusril ketentuan peraturan Menkum HAM itu bisa dikesampingkan. Presiden sudah setuju, pembebasan tanpa syarat.

Senin (21/1) malam Wiranto tiba-tiba mengadakan jumpa pers mendadak.

Dia menyatakan presiden bersama menteri dan pejabat terkait perlu melakukan kajian mendalam soal rencana pembebasan. “Jadi Presiden tidak boleh grasa-grusu serta merta memutuskan, tapi perlu pertimbangan aspek-aspek lainnya,” ujarnya.

Pernyataan Wiranto itu cukup mengejutkan. Pertama, dia menganulir pernyataan Presiden Jokowi dan semua proses yang tengah dilakukan untuk membebaskan Ba’asyir. Kedua, pilihan kosa kata “Presiden tidak boleh grusa-grusu.

Secara harfiah grasa-grusu dalam bahasa Jawa berarti gegabah. Dari sisi rasa bahasa, maupun tata krama unggah-ungguh politik, tidak pada tempatnya seorang menteri menggunakan kosa kata itu kepada seorang presiden.

 

Proyek politik

Agak sulit membantah rencana pembebasan Ustadz Ba’asyir merupakan proyek politik Jokowi yang tengah dijalankan Yusril. Targetnya meningkatkan basis elektoralnya yang terus tergerus.

Ketua Umum PBB itu telah meumbuka topengnya dari seorang pengacara, menjadi tim sukses dengan tugas khusus menggarap segmen pemilih Islam. Sejak awal sudah bisa diduga keputusan Yusril bersedia menjadi “Pengacara” Jokowi-Ma’ruf hanya sebagai pintu masuk agar dia bisa secara mulus menjadi timses.

Pilihan atas Ustadz Ba’asyir direncanakan sangat matang untuk menggerus dan sekaligus masuk ke segmen pemilih muslim yang masih tetap menjadi titik lemah Jokowi. Secara kasat mata Jokowi ingin memperkuat pengaruhnya di kalangan umat Islam, sekaligus menghapus stigma bahwa dia melakukan kriminalisasi ulama.

Cawapres Ma’ruf Amin memuji setinggi langit langkah Jokowi sebagai bukti kepeduliannya kepada seorang ulama. “Bukti Pak Jokowi cinta ulama,” puji anggota TKN Ace Hasan Sadzily.

Proyek politik ini juga sekaligus bisa digunakan untuk menghantam kubu Prabowo. Ba’asyir ditahan dan diadili pada masa pmerintahan SBY yang kini menjadi sekutu kuat Prabowo. Harus dilakukan delegitimasi atas SBY.

Jika proyek ini berhasil, kemungkinan Jokowi akan melangkah lebih jauh. Misalnya membebaskan Ustad Alfian Tanjung yang kini di tahan di LP Porong, Sidoarjo. Puncak dari semuanya adalah menerbitkan SP3 dan membebaskan Habib Rizieq Shihab dari semua tuntutan hukum.

Sayang operasi politik ini berantakan di tengah jalan. Jokowi tidak hanya menghadapi penentangan di kalangan pendukung garis kerasnya. Dia juga menghadapi oposisi di dunia internasional.

Jika Jokowi bersikeras melanjutkan pembebasan Ba’asyir, dia bakal kehilangan pemilih yang kecewa karena dinilai bergerak terlalu ke kanan. Merangkul dan mengakomodasi kelompok yang selama ini distigma radikal.

Kelompok pemilih non muslim, abangan, bahkan kaum nahdliyin (NU), dan Islam moderat lainnya dipastikan akan sangat kecewa bahkan marah.

Jokowi juga bisa kehilangan dukungan dari dunia internasional, terutama negara-negara Barat yang direpresentasikan oleh Australia. Padahal dukungan dari negara-negara Barat sangat diperhitungkan oleh Jokowi untuk mengimbangi isu bahwa dia saat ini lebih dekat ke poros Cina.

Bertemunya sejumlah duta besar negara-negara anggota Uni Eropa dengan Badan Pemenangan Pemilu (BPN) Prabowo-Sandi Jumat (18/1), bisa ditafsirkan sebagai signal adanya pergeseran dukungan yang harus diwaspadai.

Pertemuan yang terjadi sehari setelah paslon melakukan debat perdana, tidak bisa dianggap sebagai kunjungan biasa. Para duta besar yang dipimpin oleh Dubes Uni Eropa Vincent Gerend itu menanyakan soal kebijakan ekonomi Prabowo Sandi, khususnya reformasi pajak, dan keterbukaan bagi dunia bisnis dan invesatasi. Mereka juga mempertanyakan kisruh Daftar Pemilih Tambahan (DPT) yang banyak disoal publik.

Dua isu itu sangat sensitif. Soal investasi jelas tidak bisa dilepaskan dari isu dominasi modal dan TKA Cina yang membanjiri Indonesia. Sementara kisruh DPT menyangkut adanya potensi kecurangan dan masa depan demokrasi Indonesia.

Dilema dan pilihan-pilihan politik itulah yang bisa menjelaskan mengapa Jokowi membuat kebijakan tarik ulur seperti permainan yoyo soal Ba’asyir.

Posisi Jokowi saat ini mengingatkan kita pada sebuah hikayat cerita rakyat pada khasanah pemikiran Islam. Kisah seekor keledai kecil dengan seorang ayah dan anaknya. Anak beranak ini bingung siapa yang harus menaiki keledai itu karena tak cukup ditunggangi dua orang.

Ketika sang ayah yang menunggangi, banyak orang mengecam tidak sayang anak. Giliran anak yang menunggangi, dia dinilai sebagai anak yang durhaka. Tidak menghormati orang tua.

Keduanya memutuskan untuk menuntun keledai tersebut. Itu lebih adil. Namun kembali keduanya ditertawakan, dan dinilai bodoh. Ada tunggangan, namun tak dimanfaatkan.

Karena bingung, akhirnya mereka memutuskan menggotong keledai kecil itu. Semua orang yang bertemu mereka di jalan kembali menertawakan kebodohan mereka. end

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Jum'at, 23 Aug 2019 01:44

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 22:03

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Kamis, 22 Aug 2019 21:59

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 21:55

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Kamis, 22 Aug 2019 21:45

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

Kamis, 22 Aug 2019 21:15

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 20:53

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

Kamis, 22 Aug 2019 18:54

Peran Ibu dalam Mendidik Anak

Peran Ibu dalam Mendidik Anak

Kamis, 22 Aug 2019 18:22

Rezim Assad yang Didukung Rusia Mengepung Barat Laut Suriah

Rezim Assad yang Didukung Rusia Mengepung Barat Laut Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 17:50

NATO: 2 Tentara AS Terbunuh di Afghanistan

NATO: 2 Tentara AS Terbunuh di Afghanistan

Kamis, 22 Aug 2019 17:43

Ikuti Workshop Quantum Secret, Solusi Tarik Rizki yang Sempit

Ikuti Workshop Quantum Secret, Solusi Tarik Rizki yang Sempit

Kamis, 22 Aug 2019 17:08

PromoBox : Template Desain Keren dengan Teks Iklan Menjual, Pre Order Now!

PromoBox : Template Desain Keren dengan Teks Iklan Menjual, Pre Order Now!

Kamis, 22 Aug 2019 17:00

PBB Peringatkan 3 Juta Orang Berisiko Terkena Serangan di Barat Laut Suriah

PBB Peringatkan 3 Juta Orang Berisiko Terkena Serangan di Barat Laut Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 16:37

Ekonom Abdalla Hamdok Jadi PM Sudan yang Baru dari Warga Sipil

Ekonom Abdalla Hamdok Jadi PM Sudan yang Baru dari Warga Sipil

Kamis, 22 Aug 2019 16:29

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Kamis, 22 Aug 2019 15:15

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Kamis, 22 Aug 2019 15:00

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Kamis, 22 Aug 2019 14:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 20/08/2019 15:29

Terpapar Kapitalisme & Liberalisme