Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.924 views

Negara Ini Bukan Milik Jokowi dan Habib Rizieq

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Orde Lama tumbang. Faktornya? Pertama, otoriter. Masyumi dibubarkan, HMI dikebiri, dan kekuatan-kekuatan Islam tak berkutik. Padahal, muslim adalah rakyat mayoritas. Kedua, terlalu dekat dan percaya dengan elit PKI. Klimaksnya, PKI berulah. Berontak dan bantai para jenderal. Orde Lama lalu tumbang di tangan rakyat dan militer.

Orde Baru tampil. Di awal bagus. Dan memang begitu. Setiap rezim sering bagus, tapi hanya di awal. Konsentrasi membangun. Syaratnya? Politik stabil. Lalu, semua dikendalikan dan dikontrol. Lambat laun rakyat sadar, Orde Baru juga otoriter. Mirip Orde Lama. Gaya mengelola kekuasaan dengan cara militeristik. Dwi fungsi ABRI jadi andalan strateginya. Totaliter, dan semua sisi kehidupan bangsa diawasi. Siapapun yang kritis dianggap kelompok anti Pancasila. Orde Baru pun jatuh setelah 32 tahun berkuasa. Dengan meninggalkan warisan budaya korupsi yang masif.

Orde Reformasi lahir sebagai gantinya. Harapan rakyat muncul. Habibie menggantikan Soeharto. Lalu Gus Dur dan Megawati berbagi dalam lima tahun. Lanjut SBY dua periode. Sampai disini, Indonesia jadi negara demokratis. Kebebasan rakyat dan pers terjamin.

SBY selesai, Jokowi jadi presiden. Mengalahkan Prabowo yang dikhawatirkan otoriter. Isunya selalu dikaitkan dengan pelanggaran HAM. Kendati tak ada bukti pengadilan. Karena memang tak ada yang membawanya ke pengadilan.

Isu HAM jadi titik lemah Prabowo. Diadili di jalanan, dan dengan cara preman. Dengan isu HAM, Jokowi diuntungkan. 2014, Prabowo kalah dan Jokowi menang. Lepas kontroversi soal sedot data KPU dan isu kecurangan.

Jokowi rising star, wong ndeso, dipersepsi berasal dari kalangan masyarakat kelas bawah. Seorang yang lahir dari rakyat kecil. Mengusung ide Mobil Esemka jadi kendaraan ke Jakarta, lalu ke istana. Entah, Esemka sekarang di parkir dimana. Tak ada yang bisa menemukan.

2014, Jokowi jadi presiden. Ekspektasi rakyat besar kepadanya. Janji-janji politiknya memukau. Tak impor bahan pokok. Beli kembali Indosat. 10 juta lapangan kerja disediakan. Tak akan naikkan BBM. Tol laut dibangun. Menteri kabinet diisi para profesional, bukan bancaan parpol. Dolar 10 ribu. Dan janji-janji lain yang memukau hati rakyat. Rakyat percaya, dan Jokowi jadi presiden.

Ketika janji-janji itu tak kunjung datang. Rakyat mulai kecewa. Mempertanyakan integritas dan kapasitas Jokowi.

Dolar naik, BBM dan TDL naik, entah sudah berapa puluh kali. Bagaimana mungkin harga murah? Mustahil! Lapangan kerja? Eksodus para pekerja China membanjiri pabrik-pabrik di Indonesia. Gajinya bahkan lebih besar dari gaji pekerja asli pribumi. Berbagai video di lapangan yang beredar di masyarakat tentang fakta-fakta itu terus dibantah oleh pemerintah.

Bersamaan dengan itu, muncul kasus Ahok. Kasus penistaan agama. Seperti kebetulan. Kendati orang beragama selalu menolak istilah kebetulan. Karena peristiwa hidup bagi mereka tak ada yang kebetulan.

Umat Islam protes. Tuntut keadilan terhadap kasus Ahok. Para ulama tampil. Habib Rizieq berada di depan, menjadi icon. Bersama Bachtiar Nasir.

Jokowi di belakang Ahok. Back up dan ingin selamatkan Ahok. Setidaknya, ini bacaan Gunawan Muhammad dan sejumlah tokoh. Orang-orang yang berada di lingkaran istana dan dekat dengan Ahok.

Ahok gagal dibela. Kalah di Pilgub dan posisinya lemah. Ahok divonis dua tahun. Ada yang bilang, Ahok sekalian dikorbankan. Beda cerita seandainya Ahok menang. Kecil kemungkinan Ahok divonis dua tahun. Jakarta dan Indonesia bisa gaduh. Kok berandai-andai? Begitulah jika politik dan hukum tak bisa dipisahkan.

Ahok dipenjara, lalu masalah selesai? Ternyata tidak! Kenapa? Sejumlah tokoh demonstran 212 ditangkap. Kena pasal ini dan itu. Dan pertarungan bergeser dari Ahok vs 212 ke Jokowi vs 212.

Dugaan adanya kriminalisasi menyiapkan arena pertarungan baru. Bahkan lebih seru. Yaitu antara Jokowi vs 212. Trigger pertarungan Ahok vs 212 adalah kasus penistaan agama. Dan area pertarungannya di Pilgub DKI. Maka, Jokowi vs 212 itu triggernya adalah kasus dugaan kriminalisasi. Arenanya adalah pilpres 2019. Siapa yang menang? Sabar! Bulan April tidak lama lagi.

Jadi, jika ada yang berpikir bahwa Reuni 212 tidak perlu, berarti ia kurang informasi. Tak paham kronologi. 212 gerakan politik dong? Pertanyaan lugu, dan sedikit dungu. Gobl...... Ah, gak tega. Itu gerakan moral bro. Sebuah perlawanan rakyat yang kecewa terhadap kesewenang-wenangan dan ketidakadilan penguasa.

Perlawanan moral kepada penguasa otomatis berefek politik. Karena penguasa ada di lembaga politik. Paham? Mosok kudu diajari. Jika menyangkut soal moral, itu bukan lagi urusan Jokowi dan 212. Tapi, itu urusan seluruh rakyat Indonesia.

Semula ada yang menganggap, itu pertarungan Jokowi vs Habib Rizieq. Ngawur! Negara ini milik 265 juta rakyat. Bukan milik mereka berdua.

Munculnya Habib Rizieq mendorong orang berpikir itu politik identitas. Identitas Islam. Islam ala Habib Rizieq. Sehingga perlawanan rakyat dianggap sebagai upaya untuk mengganti sistem negara. Lalu keluar kata-kata "anti Pancasila". Kok mirip orde Baru ya? Wualah.... Makin ngawur!

212 dan Habib Rizieq hanya salah satu bentuk gerakan dan gerbong moral. Pertarungannya bukan Jokowi vs 212. Apalagi Jokowi vs Habib Rizieq. Tapi, pertarungan yang sesungguhnya adalah Jokowi vs rakyat yang menuntut janji politik Jokowi di 2014. Jokowi vs rakyat yang kecewa terhadap kesewenang-wenangan penguasa. Jokowi vs rakyat yang kecewa terhadap penegakan hukum. Jokowi vs rakyat yang sulit hidup. Jokowi vs rakyat yang menunggu 10 ribu lapangan kerja. Hanya saja, mereka kurang menonjol di media. Yang muncul dan lebih sering disebut media adalah Habib Rizieq. Biasa, media suka sesuatu yang seksi dan ada sensasi.

Tampilnya Habib Rizieq menguntungkan buat lawan Jokowi, tapi juga merugikan. Kok merugikan? Pertama, lawan Jokowi akhirnya dituduh mengusung politik identitas. Kedua, mereka yang gak sepaham dan sejalan dengan Habib Rizieq akhirnya tak mau bergabung. Ketiga, isu pilpres 2019 didominasi oleh isu agama. Soal imam shalat, wudhu, ziarah kubur, bacaan Al-Fatihah. Jauh dari masalah substansial yang sedang dihadapi bangsa ini. Jadi gak mutu.

Narasi pilpres mesti dikeluarkan dari pertarungan Jokowi vs Habib Rizieq. Ini pertarungan antara Jokowi vs rakyat yang tidak puas dan kecewa terhadap Jokowi soal integritas dan kapasitas. Bukan soal agama, apalagi soal Jokowi vs Habib Rizieq. Bukan! [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Jum'at, 23 Aug 2019 01:44

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 22:03

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Kamis, 22 Aug 2019 21:59

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 21:55

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Kamis, 22 Aug 2019 21:45

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

Kamis, 22 Aug 2019 21:15

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 20:53

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

Kamis, 22 Aug 2019 18:54

Peran Ibu dalam Mendidik Anak

Peran Ibu dalam Mendidik Anak

Kamis, 22 Aug 2019 18:22

Rezim Assad yang Didukung Rusia Mengepung Barat Laut Suriah

Rezim Assad yang Didukung Rusia Mengepung Barat Laut Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 17:50

NATO: 2 Tentara AS Terbunuh di Afghanistan

NATO: 2 Tentara AS Terbunuh di Afghanistan

Kamis, 22 Aug 2019 17:43

Ikuti Workshop Quantum Secret, Solusi Tarik Rizki yang Sempit

Ikuti Workshop Quantum Secret, Solusi Tarik Rizki yang Sempit

Kamis, 22 Aug 2019 17:08

PromoBox : Template Desain Keren dengan Teks Iklan Menjual, Pre Order Now!

PromoBox : Template Desain Keren dengan Teks Iklan Menjual, Pre Order Now!

Kamis, 22 Aug 2019 17:00

PBB Peringatkan 3 Juta Orang Berisiko Terkena Serangan di Barat Laut Suriah

PBB Peringatkan 3 Juta Orang Berisiko Terkena Serangan di Barat Laut Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 16:37

Ekonom Abdalla Hamdok Jadi PM Sudan yang Baru dari Warga Sipil

Ekonom Abdalla Hamdok Jadi PM Sudan yang Baru dari Warga Sipil

Kamis, 22 Aug 2019 16:29

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Kamis, 22 Aug 2019 15:15

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Kamis, 22 Aug 2019 15:00

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Kamis, 22 Aug 2019 14:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X