Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
708 views

Belajar dari Kehidupan Nabi Ibrahim*

Oleh: Adi Permana Sidik

(Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fisip USB YPKP Bandung)

Kurang lebih 2 bulan yang lalu, baru saja kita merayakan hari raya idul fitri. Alhamdulillah pada hari ini kita juga bisa merayakan hari raya Islam lainnya yaitu hari raya idul adha. Jika hari raya idul fitri tidak bisa dilepaskan dari ibadah shaum di bulan Ramadhan, maka hari raya idul adha tidak bisa dilepaskan dengan ibadah haji.

Dan jika kita bicara ibadah haji, maka tidak bisa dilepaskan dari sejarah sosok yang menjadi pelopornya, yaitu Nabi Ibrahim Alaihi Salam (AS). Oleh karena itu, penulis sampaikan beberapa penggalan kisah hidup Nabi Ibrahim AS, dengan harapan kita bisa mengambil pelajaran, sekaligus kita bisa teladani di dalam kehidupan kita.

Kisah pertama, yaitu kisah saat Ibrahim masih muda dan belum diangkat menjadi Nabi. Saat itu, dengan akal pikiran dan semangat yang dimilikinya, Ibrahim muda berusaha untuk mencari sebuah kebenaran. Kebenaran tentang siapa kah Tuhan itu? Dan seperti apa bentuk Tuhan itu?

Dalam prosen pencarian itu, Ibrahim muda sempat mengakui bahwa bintang, bulan, matahari sebagai Tuhannya. Namun ketika bintang itu tenggelam, bulan itu terbenam, dan matahari pun terbenam, maka Ibrahim sampai pada kesimpulan, bahwa benda-benda tersebut bukanlah Tuhan, justru semua itu hanya sebagian kecil dari hasil ciptaan Tuhanya. Dan Tuhan yang menciptakan itu semuanya adalah Allah SWT. Kisah ini diabadikan di dalam Al-Qur’an surat Al-An’am (6) : 75-60.

Apa pelajarannya? Proses berpikir mencari kebenaran memang merupakan suatu yang alami, apalagi bagi para pemuda yang memang sedang memiliki semangat tinggi untuk mengetahui segala hal. Namun, sejauh-sejaunya mencari, sedalam-dalamnya menggali, seberap besar atau sekeras-kerasnya seorang pemuda berusaha berpikir, pada akhirnya dan ujungnya ia akan kembali kepada fitrahnya sendiri yakni mengakui adanya Tuhan.

Jadi, kalau saat ini ada para pemuda, khususnya para pemuda Islam yang masih mencari, mempertanyakan, atau menggugat tentang Tuhan, lebih khusus lagi Allah, sesungguhnya mereka sudah terlambat dan itu bukan sesuatu yang hebat. Karena hal itu sudah ada sejak zaman dahulu, dan jawabannya juga sudah ada dan jelas yaitu di dalam Al-Quranul Karim dan Hadits Nabi Muhammad.

Kisah kedua, setelah Ibrahim mendapatkan dan meyakini kebenaran yang hakiki, maka ia sebagai Nabi ditugaskan oleh Allah SWT untuk berdakwah, menyampaikan kebenaran kepada masyarakatnya dan mengajaknya. Kita ketahui, bahwa saat itu Nabi Ibrahim berada di sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang raja zalim yang memiliki keyakinan bahwa Tuhannya adalah patung-patung berhala.

Maka ketika Nabi Ibrahim berdakwah kepada masyarakat termasuk rajanya untuk menyembah Allah SWT, dakwahnya ditolak. Bahkan bukan hanya ditolak, Nabi Ibrahim dihukum oleh rajanya dengan dibakar hidup-hidup. Namun atas mukjizat Allah, api yang disiapkan dan digunakan untuk membakar Nabi Ibrahim tersebut menjadi dingin sehingga api itu tidak dapat membakar Nabi Ibrahim. Kisah ini bisa dilihat dalam QS surat Al-Anbiya (20): 69.

Pelajaran dari kisah tersebut adalah, sebagai Muslim, yang sudah meyakini kebenaran Islam, maka kita wajib untuk berdakwah, mengajak masyarakat lainnya yang belum masuk Islam untuk masuk Islam. Sedangkan kepada sesama Muslim, dakwah kita mengajak agar mereka semakin taat lagi kepada Allah SWT. Tentu berdakwah ini sebatas dengan kemampuan yang kita miliki.

Ingat tugas kita hanya dakwah, soal hasilnya seperti apa itu adalah urusan Allah SWT. Dan saat berdakwah ini, kita harus juga siap dengan risikonya. Sering kali kita dapati bahwa orang yang berdakwah, justru mereka dicaci, dihina, dibenci, diusir. Bahkan ada yang diancam akan dibunuh. Sering kali kita juga menyaksikan bahwa orang-orang yang berdakwah dengan sungguh-sungguh, secara materi dunia mereka seperti kekurangan. Sekali lagi itu adalah bagian dari risiko perjuangan dakwah.

Kisah ketiga, ialah ketika Nabi Ibrahim sudah berkeluarga, yakni ketika beliau sudah memiliki istri yaitu Siti Sarah. Walaupun Ibrahim diangkat menjadi Nabi, ternyata beliau tidak langsung diberikan keturunan. Nabi Ibrahim diuji oleh Allah dengan lamanya waktu diberikan keturunan. Namun beliau terus bersabar dan berdo’a kepada Allah, sampai akhirnya ketika usianya sudah menua, Allah kabulkan do’anya dengan hadirnya putranya yang bernama Ismail. Tidak lama kemudian beliau juga dianugerahi lagi seorang putra bernama Ishak. Kelak di kemudian hari kedua putra beliau juga diangkat menjadi Nabi oleh Allah SWT.

Pelajaran dari kisah tersebut jelas sekali bahwa, persoalan keturunan, kapan saatnya memiliki anak, berapa jumlah anak yang dimiliki, itu semua adalah hak Allah SWT. Tidak ada yang mampu mempercepat maupun memperlambat kehadirannya, sama dengan kematian.

Oleh sebab itu, bagi seorang Muslim, baik yang belum punya keturunan, atau yang sudah memiliki keturunan dan ingin menambah keturunannya lagi, namun sampai saat ini belum Allah kabulkan, maka teruslah berdo’a, teruslah bersabar, teruslah berikhtiar, jangan berputus asa apalagi berburuk sangka kepada Allah. In syaa Allah dalam waktu penantian tersebut ada hikmah dan tarbiyah yang sedang Allah berikan hingga waktu itu tiba. Mungkin juga lamanya waktu penantian tersebut, akan Allah ganti dengan sosok keturunan yang kelak akan menjadi pejuang dalam agama ini, sehingga menjadi amal jariah orang tuanya di akhirat nanti. Kisahnya bisa dilihat di surat As-Shaffat (37): 100.

Kisah keempat, masih terkait dengan keluarga. Nabi Ibrahim yang usianya sudah tidak muda lagi. Ketika beliau baru merasakan bahagianya memiliki anak. Beliau kembali diuji lagi oleh Allah. Beliau diperintahkan oleh Allah untuk membawa istri dan anaknya yang pertama yang masih bayi, ke sebuah lembah yang gersang, kering kerontang, panas, dan tidak ada kehidupan manusia di sana. Secara manusiawi, sesungguhnya beliau tidak sanggup untuk melakukannya, namun karena ini perintah Allah, maka Nabi Ibrahim harus tetap melaksanakannya.

Tidak lama dari situ, ketika Nabi Ibrahim sedang cinta-cintanya, sedang sayang-sayangnya kepada putranya Ismail. Datang lagi ujian dari Allah SWT. Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anaknya Ismail yang ketika itu sedang tumbuh menjadi seorang remaja.

Kita bisa membayangkan bagaimana kondisi psikologis beliau. Sudah lama menantikan seorang putra, baru punya anak sedang sayang-sayangnya harus disembelih. Secara manusiawi dan rasional, hal tidak mungkin bisa dilaksanakan oleh seorang ayah kepada anaknya sendiri.

Tapi biidznillah, atas izin Allah, beliau bisa melaksanakan perintah super berat itu. Ketika tinggal hitungan detik leher Ismail akan putus oleh pedangnya, datanglah hadiah dari Allah SWT. Pengorbanan Nabi Ibrahim Allah ganti dengan tidak jadinya Ismail disembelih, dan sembelihan itu diganti dengan seekor hewan sembelihan. Kisah menakjubkan itu bisa dibaca dalam surat As-Shaffat (37) : 99-111.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah hebat di atas? Pertama, Allah ingin mengajarkan kepada Nabi Ibrahim dan kita semua, bahwa tidak boleh ada kecintaan kepada apapun dan kepada siapapun yang melebihi kecintaan kita kepada Allah SWT. Kedua, puncak kebahagian seorang Muslim itu bukan kepada apa yang dimilikinya tapi ketika seseorang bisa tetap taat dan tunduk kepada Allah SWT sekalipun dia harus mengorbankan orang tua, istri, anak, bahkan nyawanya sekalipun. Dan itulah sesungguhnya puncak dari ketauhidan seseorang, juga manifetasi atau perwujudan dari syahadat kita kepada Allah, yaitu La ilaha Illa Allah. Bahwa tidak ilah yang berhak disembah, diibadahi, dimintai pertolongan, dimintai rejezik, dicintai, kecuali Allah SWT.  

Di dalam Al-Qur’an persoalan yang penting ini bisa kita baca pada surat Al-Imron ayat 14, dan surat At-Taubah ayat 24. Untuk lebih jelasnya lagi, pembaca bisa mempelajarinya lebih mendalam lagi.

Kisah kelima, kisah terakhir yang ingin khatib sampaikan, yaitu setelah Nabi Ibrahim beserta keluarganya berhasil melalui ujiannya satu persatu, menjelang wafatnya, beliaubeserta putranya Ismail, diperintahkan Allah untuk meninggikan baitullah, rumah Allah, yang pondasinya sudah dibuat oleh Nabi Adam AS, kemudian memakmurkannya. Perintah itu juga kemudian dilaksanakan dengan baik, dan jejaknya masih ada sampai dengan saat ini yaitu bangunan Ka’bah dan Masjidil Haram, yang senantiasa diziarahi, dimakmurkan oleh seluruh  kaum Muslimin di seluruh dunia. Dan kehidupan yang penuh berkah dan hikmah dari Nabi Ibarahim, Siti Hajar, Siti Sarah, Ismail, Ishak, kemudian Allah abadikan dalam semua prosesi ibadah haji. Kisahnya bisa dibaca dalam Surat Al-Baqoroh (2): 127, dan Surat Ibrahim (14): 37.

Dari kisah terakhir tersebut, pelajaran yang bisa kita ambil yaitu, bahwa ciri keluarga Muslim yang benar, khususnya kepada laki-laki adalah senantiasa memakmurkan rumah Allah yaitu masjid. Di mana pun kita berada, di mana pun kita bekerja, apa pun profesi kita, setinggi apa pun jabatan kita, sebesar apa pun penghasilan kita, kita harus senantiasa dekat dengan masjid dan memakmurkan masjid. Karena di masjid lah sumber segala kebaikan akan kita dapatkan.

Oleh sebab itu, penulis mengajak kepada seluruh pembaca umumnya, dan khususnya kepada para lelaki, mulai dari para kakek, para ayah, para pemuda, anak-anak, mari berjanji, berniat sungguh-sungguh, mulai hari ini, saat ini, detik ini, kita akanrajin datang ke masjid, memakmurkan masjid, menghidupkan masjid. Makmurkan dengan sholat berjamaah, menuntut ilmu, ta’lim, berdiksusi, membicarakan persoalan umat, serta menyelesaikan persoalan umat. Karena dari masjid lah peradaban Islam itu akan tegak kembali. In sya Allah. Wallahu’alam bis Showab.

*) Disarikan dari Khutbah Idul Adha yang Disampaikan pada Ahad, 11 Agustus 2019 di Kampus Unpas Jl. Lengkong Besar No.68 Bandung

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

Latest News
Presiden Somalia Hadiri Sidang PBB untuk Ppertama Kalinya

Presiden Somalia Hadiri Sidang PBB untuk Ppertama Kalinya

Ahad, 22 Sep 2019 23:45

Afghanistan Klaim Tangkap Komplotan Pemboman Rumah Sakit

Afghanistan Klaim Tangkap Komplotan Pemboman Rumah Sakit

Ahad, 22 Sep 2019 22:53

Sertifikat Halal Makanan Impor, Perlukah?

Sertifikat Halal Makanan Impor, Perlukah?

Ahad, 22 Sep 2019 22:35

Presiden Kashmir Sesalkan Pernyataan Sekjen PBB

Presiden Kashmir Sesalkan Pernyataan Sekjen PBB

Ahad, 22 Sep 2019 21:43

Dr Tiar Anwar Bahtiar: Dasar Pemikiran Orang Komunis dan Liberlis Itu Sama

Dr Tiar Anwar Bahtiar: Dasar Pemikiran Orang Komunis dan Liberlis Itu Sama

Ahad, 22 Sep 2019 21:39

Dosen Attaqwa Bekasi: Penafsiran Abdul Aziz Tak Utuh

Dosen Attaqwa Bekasi: Penafsiran Abdul Aziz Tak Utuh

Ahad, 22 Sep 2019 21:30

Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan untuk Umat

Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan untuk Umat

Ahad, 22 Sep 2019 21:29

PD Muhammadiyah Pulang Pisau Sabtu Gelar Shalat Istisqa, Ahad Hujan Deras

PD Muhammadiyah Pulang Pisau Sabtu Gelar Shalat Istisqa, Ahad Hujan Deras

Ahad, 22 Sep 2019 21:28

Soal Karhutla, Berikut Pernyataan Sikap PB PII

Soal Karhutla, Berikut Pernyataan Sikap PB PII

Ahad, 22 Sep 2019 21:28

Wisata Halal Bukan SARA

Wisata Halal Bukan SARA

Ahad, 22 Sep 2019 21:27

Menlu Saudi: Iran Bertanggung Jawab atas Serangan Aramco

Menlu Saudi: Iran Bertanggung Jawab atas Serangan Aramco

Ahad, 22 Sep 2019 20:37

Pesawat Tempur Tak Dikenal Bombardir Kamp Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Anbar Irak

Pesawat Tempur Tak Dikenal Bombardir Kamp Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Anbar Irak

Ahad, 22 Sep 2019 20:15

HRW Desak Mesir Menghormati Aksi Protes Damai Menentang As-Sisi

HRW Desak Mesir Menghormati Aksi Protes Damai Menentang As-Sisi

Ahad, 22 Sep 2019 19:28

Korupsi; Extra Ordinary, Ordinary atau Orderan?

Korupsi; Extra Ordinary, Ordinary atau Orderan?

Ahad, 22 Sep 2019 19:24

Tentara Pemerintah Libya Gagalkan Serangan Pasukan Khalifa Haftar di Selatan Tripoli

Tentara Pemerintah Libya Gagalkan Serangan Pasukan Khalifa Haftar di Selatan Tripoli

Ahad, 22 Sep 2019 19:15

Jet Tempur Prancis yang Dijual ke Mesir Digunakan dalam Mendukung Serangan Pasukan Haftar di Tripoli

Jet Tempur Prancis yang Dijual ke Mesir Digunakan dalam Mendukung Serangan Pasukan Haftar di Tripoli

Ahad, 22 Sep 2019 18:47

Longmarch, Cara Hilangkan Rasa Malas pada Santri Akhlak Plus Wirausaha

Longmarch, Cara Hilangkan Rasa Malas pada Santri Akhlak Plus Wirausaha

Ahad, 22 Sep 2019 17:45

Komandan AS Bersikeras Pejuang IS Bersembunyi di Antara Para Korban Pembantaian di Nangarhar

Komandan AS Bersikeras Pejuang IS Bersembunyi di Antara Para Korban Pembantaian di Nangarhar

Ahad, 22 Sep 2019 17:30

Persis: RUU Pesantren Belum Mengakomodir Keragaman Model Pesantren

Persis: RUU Pesantren Belum Mengakomodir Keragaman Model Pesantren

Ahad, 22 Sep 2019 17:28

Menikmati Zona Nyaman

Menikmati Zona Nyaman

Ahad, 22 Sep 2019 17:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Ahad, 22/09/2019 11:55

Saat Manusia Tersandera Hawa Nafsu