Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.754 views

Mewaspadai Bangkrutnya Krakatau Steel, di Mana Peran Negara?

 

Oleh: Alfiyah Kharomah

PT Krakatau Steel (KS) melakukan upaya restrukturisasi terhadap jumlah karyawannya. Berdasarkan surat No. 73/Dir.sdm-ks/ 2019 perihal Restrukturisasi Organisasi PT KS (Persero) Tbk. PT KS telah mengurangi posisi dan jumlah karyawan sebesar 30% dari total posisi dan jumlah karyawan.

Dalam surat tertulis, hinggga Maret 2019, jumlah posisi di PT KS sebanyak 6.264 posisi dengan jumlah pegawai sebanyak 4.453 orang. Hingga tahun 2022 mendatang, KS akan melakukan perampingan posisi menjadi 4.352 posisi dengan pengurangan pegawai berkisar di angka 1.300 orang. Karena hal ini, ribuan buruh dari sejumlah perusahaan di bawah PT KS melakukan unjuk rasa menolak rencana restrukturisasi dan PHK sepihak. Mereka juga mengungkap rencana PHK pada 2.600 karyawan outsourcing di bagian produksi baja KS tersebut setelah Agustus 2019.

Bobroknya internal KS semakin mencuat setelah komisaris independen Roy maningkas keluar dari KS dikarenakan perbedaan pendapat terkait proyek Blast Furnace. Ia mengatakan banyaknya praktek korupsi dan tangan-tangan yang bermain untuk mengambil keuntungan dari proyek tersebut. Ini terlihat dari mangkraknya proyek yang harusnya selesai tahun 2015. Akibat terjadinya over run atau kelebihan waktu mulai beroperasi, investasi yang seharusnya Rp 7 triliun akhirnya membengkak sekitar Rp 3 triliun menjadi sekitar Rp 10 triliun. Apabila diteruskan, maka akan berpotensi menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 1,3 T.

Krakatau Steel Bermasalah, Apa Langkah Pemerintah?

Gejala krakatau steel bermasalah mulai nampak dari laporan perusahaan yang mengalami kerugian selama tujuh tahun berturut-turut. Pada 2018, perseroan membukukan rugi sebesar US$77 juta atau senilai Rp1,08 triliun. Melonjaknya beban keuangan KS juga tidak terlepas dari jumlah utang perseroan. Dalam Laporan Tahunan 2018, beban keuangan KS sepanjang 2018 mencapai US$112 juta atau setara dengan Rp1,57 triliun (kurs Rp14.038 per dolar AS). Hingga 2018, total utang perusahaan mencapai US$2,49 miliar yang terdiri dari utang jangka pendek US$1,60 miliar dan jangka panjang US$899 juta. Bila diakumulasikan mencapai sekitar US$ 2,6 miliar itu sekitar Rp 35-40 triliun.

Pemerintah haruslah segera melakukan penyelamatan terhadap Krakatau Steel yang terus berdarah-darah. Namun, alih-alih melakukan perbaikan, pemerintah melalui Permendag Nomor 22 Tahun 2018 tentang Ketentuan Impor Besi dan Baja telah mengakibatkan Cina menyerbu pasar Baja Indonesia. Dampak dari banjir baja impor tentunya akan mematikan industri baja nasional karena produk baja nasional kalah bersaing.

Pemerintah juga mengijinkan perusahaan baja Cina Hebei Bishi Steel beroperasi di Kendal. Dengan menggandeng PT Seafer Kawasan Industri, rencananya pabrik itu akan menjadi pabrik terbesar se Asia. Dengan nilai investasi sebesar US$ 2,54 Miliar, sesuai PP 24/ 2018, industri strategis, seperti baja, secara otomatis mendapatkan Tax holiday selama 20 tahun. Ini menjadikan PT KS semakin berat menjalankan perang dagang di negeri sendiri. Sehingga KS kesulitan untuk memenuhi kewajiban hutang dan menghasilkan laba dalam periode yang ditentukan

Untuk menyelamatkan kondisi KS, Dirut PT KS, Silmy Karim menempuh strategi restrukturisasi. Alih-alih mampu menyelamatkan industri strategis, kebijakan bernafaskan ekonomi kapitalis yang diadopsi ini justru akan menjerumuskan PT KS ke dalam jurang privatisasi. Kebijakan yang diambil oleh Dirut KS ini adalah versi halus dari privatisasi BUMN. Restrukturisasi tidak akan mampu menyentuh akar persoalan. Strategi tambal sulam, gali lobang tutup lobang ini hanya akan membunuh KS pelan-pelan.

Pasalnya, sebagai emiten plat merah, PT Krakatau Steel harusnya yang paling diuntungkan, di tengah pembangunan infrastruktur yang masif. Namun rupanya, selama 4,5 tahun infrastruktur digenjot, produk baja yang dihasilkan PT KS tidak terserap secara signifikan. Implikasinya, PT KS mengalami kelebihan produksi dan merugi. Justru kran impor baja Cina yang harganya dumping meningkat akibat Permendag. Ditambah lagi realokasi pabrik baja Cina di Kendal menjadi ancaman terbesar perusahaan ini. Jangankan meningkatkan penjualannya, bangkrutnya perusahaan ini bukanlah hal yang utopis. Dengan kata lain, KS maju kena, mundur juga pasti akan kena privatisasi.

Menelusuri Ambruknya Krakatau Steel

Mindset kapitalistik dan liberal menjadi nyawa bagi politik industri di Indonesia. Rezim saat ini dinilai sangat lemah visi politiknya. Negara dipaksa mengkonsumsi baja impor dalam tender bernama infrastruktur. Mayoritas pemegang kontraknya adalah Cina lewat kebijakan-kebijakan neoliberal dan deal-deal politik. Ditambah lagi nyawa kapitalistik mendarah daging di jajaran pemegang kebijakan, mental korup memperparah keadaan. Ironisnya, Indonesia justru menjadi pasar empuk bagi industri baja Cina, disaat PT KS sedang menaikan produksi bajanya.

Negara juga abai dalam urusan pembangunan industri berat. Berbagai aturan yang dibuat terkait industri berat sangat menguntungkan asing-aseng dan merugikan perusahaan negeri sendiri. Pemerintah salah urus dalam memelihara industrinya, sehingga membiarkan pabrik yang dulunya bernama pabrik baja Trikora ini berjalan sendiri mencari pasarnya.

Mindset Kapitalis yang dimiliki Asing-Aseng menjadikan Indonesia sebagai negara terjajah dari segi ekonomi, dan tidak akan membiarkannya untuk bangkit dan mandiri mengurus industrinya sendiri. Bahkan, mereka bila perlu akan mematikan perusahaan yang dijuluki mother of industry ini agar tak memiliki pesaing lagi.

Hutang yang menumpuk bisa menjadi alibi bagi negara untuk melakukan divestasi (baca: menjual) aset-aset strategis untuk menutup defisit perusahaan. Awalnya, anak perusahaan, tidak menutup kemungkinan PT KS akan mengalami nasib yang sama. Karena inilah yang diinginkan oleh para kapitalis Asing. Hendaknya kita belajar, bagaimana negara melakukan penjualan Indosat kepada STT Singapore, yang kini mayoritas sahamnya dimiliki oleh Ooredo group dari Qatar.

Sebenarnya, PT Krakatau Steel merupakan industri baja strategis yang memiliki 11 anak perusahaan, mustahil baginya mengalami kebangkrutan. Indonesia sangat memungkinkan menjadi negara terbesar penghasil baja, karena Indonesia sendiri memiliki kekayaan tambang bijih besi yang tersebar di kepulauan nusantara. Contoh Sumatera saja, deposit atau cadangan bahan tambang bijih besi sekitar 158 juta ton dan juga 62.800 meter kubik terutama di Provinsi Sumatera Barat per tahun 2007. Di Jawa, dari hasil eksploitasi didapatkan hasil berupa pasir besi sebanyak 2.655.236 ton dengan kandungan rata – rata 51,7% Fe. Belum lagi tambang yang tersebar di wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Dengan catatan apabila dikelola dengan benar.

Islam Punya Solusi

Islam dengan seperangkat sistem yang berbasis syari’at akan mampu menyelamatkan industri ini. Islam dalam naungan sistem yang berdaulat akan menghapus sistem ekonomi industri berbasis riba dan saham, mengembalikan industri yang merupakan kepemilikan umum untuk dikelola negara, tidak akan menjual aset perusahaan strategis yang menyokong kebutuhan industri baja, tidak akan berhutang kepada Asing dan Aseng untuk meningkatkan perkembangan industri. Baitul Mal adalah penyokong dana utama industri, tidak akan melakukan kebijakan cost to profit center, karena mindset negara bukanlah untuk mengambil keuntungan semata.

Dengan sistem Islam yang komprehensif, negara tidak hanya menyelamatkan bahkan akan menjadikan Industri baja ini menjadi satu-satunya industri yang memegang kendali kebutuhan baja dalam negeri. Sehingga industri membutuhkan karyawan yang berdaya, ideologis dan memiliki skill yang mumpuni (karena disokong oleh pendidikan yang berbasis ideologi Islam). Negara mampu mensejahterakan karyawan dan tidak akan melakukan kebijakan PHK massal, karena itu bertentangan dengan syari’at Islam. Negara tidak akan membiarkan kran impor terbuka dan swasta menguasai sektor strategis tersebut. Apalagi yang berasal dari negara yang nyata-nyata memerangi Islam.

Islam dalam bentuk sistem negara memiliki politik industri yang berbasis politik perang dan pertahanan. Semua industri, baik industri ringan maupun industri berat, harus dibangun di atas kedua asas tersebut. Karena daulah adalah negara yang berkewajiban mengemban dakwah Islam dengan metode dakwah dan jihad. Dengan misi agungnya, negara harus senantiasa dalam kondisi siap siaga untuk melakukan jihad. Hal ini memungkinkan industri baja tidak hanya melayani infrastruktur, otomotif dan keperluan rumah tangga saja, melainkan juga memproduksi persenjataan nuklir, pesawat antariksa, alutsista dan kendaraan lapis baja.

Oleh karena itu, Industri baja harus dibangun dalam paradigma kemandirian sehingga harus dimiliki oleh negara. Industri baja tidak boleh dimiliki oleh swasta maupun negara lain. Daulah tidak boleh melakukan impor yang membahayakan dan melemahkan daulah. Tak boleh sedikit pun ada peluang yang akan membuat kita menjadi tergantung kepada orang-orang kafir, baik dari sisi teknologi (melalui aturan-aturan lisensi), ekonomi (melalui aturan-aturan pinjaman atau ekspor-impor) maupun politik. Apalagi baja adalah instrumen utama penopang infrastruktur, otomotif, senjata dan alat-alat berat yang pasti dibutuhkan daulah untuk mewujudkan misinya.

Daulah harus memiliki dan menguasai senjata yang paling canggih dan paling kuat. Bagaimanapun bentuk dan tingginya kecanggihan dan perkembangan persenjataan tersebut. Oleh karena itu, industri dalam daulah Islam harus menguasai teknologi industri yang paling canggih. Sehingga efisiensi atau tidaknya Blast furnace tidak hanya menjadi sebuah wacana. Namun, negara sudah pada tataran mewujudkannya apabila memang itu dibutuhkan untuk meningkatkan kecanggihan dan perkembangan pembuatan baja.

“… Allah sekali-kali tak akan memberi jalan pada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (Qs. an-Nisâ’ [4]: 141).

Seluruh industri yang ada, harus mampu dimodifikasi untuk menyediakan keperluan untuk jihad pada saat dibutuhkan. Industri alat-alat berat yang pada saat damai akan membuat kereta api, infrastruktur atau alat-alat dapur, pada saat perang harus mampu dengan cepat disulap menjadi industri alat perang.

Dengan begitu Daulah dapat menggentarkan musuh-musuhnya, baik musuh yang nyata maupun musuh yang laten. Demikian sebagaimana firman Allah SWT:

“Siapkanlah oleh kalian untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan untuk berperang, (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian dan orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya” (TQS al-Anfal [8]: 60).

Kebijakan Politik Industri berbasis politik perang juga nampak pada militer di masa pemerintahan sultan Muhammad Al Fatih. Ini menjadi bukti tak terbantahkan bagaimana di masa lalu, daulah Khilafah pernah mengalami masa kejayaaan militernya hingga mampu menaklukan konstantinopel. Beliau mengembangkan alutsista paling canggih yang pernah dimiliki dunia pada saat itu. Daulah membeli teknologi Orban, seorang ahli senjata dari Hungaria, kemudian memproduksinya. Jadilah sebuah meriam raksasa dengan panjang 8,2 meter, diameter 760 centimeter, mampu melontarkan bola besi seberat 680 kg sejauh 1,6 kilometer. Meriam ini dikenal dengan nama “The Muhammed’s Greats Gun”. Wallahu’alam bi ash-Showab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Prof Haedar Nashir: Perlu Ada Perubahan Strategi Dakwah

Jum'at, 28 Feb 2020 23:42

Impian Setiap Penguasa

Impian Setiap Penguasa

Jum'at, 28 Feb 2020 22:58

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Krisis Air, Sampai Kapan Berakhir?

Jum'at, 28 Feb 2020 22:04

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Ketua Bidang Fatwa MUI Pusat: Islam Wasathiyah Jawaban Hambatan Umat Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 21:51

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi terhadap Muslim di Negaranya

Jum'at, 28 Feb 2020 20:11

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Kamis, 27 Feb 2020 23:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X