Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.524 views

Boikot Produk Pendukung LGBT, Efektifkah?

 

Oleh: Mariana, S.Sos

Lagi-lagi LGBT jadi sorotan, kali ini perusahaan sekelas Unilever menyerukan dukungan terhadap kelempok Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Questioning, dan Intersex (LGBTQI). Barbagai respon disuarakan oleh masyarakat Indonesia, bahkan ada yang menyerukan untuk melakukan boikot terhadap produk Unilever. Respon boikot produk Unilever adalah hal yang wajar sebab perilaku LGBTQI adalah prilaku menyimpang dan dapat merusak generasi manusia. Hanya saja, apakah dengan melakukan boikot produk akan menghentikan perilaku menyimpang LGBTQI?

LGBTQI mendapat tempat bukan hanya karena dukungan dari perusahaan multinasional, tapi didukung oleh Negara superpower dengan seperangkat sistem yang mengatur kehidupan masyarakat. Jika mau jujur apakah boikot produk akan menghentikan masifnya tindakan manusia pelangi ini? Mungkin tidak bila Negara masih menggunakan produk sistem buatan barat yang Kapitalis Sekuler. Kita tahu bahwa turunannya Kapitalis sekuler melahirkan HAM yang diagung-agungkan oleh manusia pelangi untuk melindungi komunitasnya agar tidak dilukai oleh pembencinya.

Boikot produk mungkin akan merugikan produsen, tapi tidak ada jaminan bahwa prilaku LGBTQI dan pendukungnya akan berhenti. Tapi walaupun begitu, boikot produk adalah upaya sadar masyarakat bahwa LGBTQI adalah perilaku buruk dan tidak mendapat tempat di negeri ini. Akan ada waktunya masyarakat sadar bahwa seluruh prilaku buruk tidak akan mendapat tempat termasuk sistem buruk yang melindungi setiap perilaku buruk.

Untuk memahami gerakan dan perilaku menyimpang ini, marilah kita telaah akar masalanya. Ada beberapa hal mengapa perilaku menyimpang LGBTQI tetap subur, yaitu:

Pertama, Gaya Hidup Sekulerisme Liberal. Sekulerisme adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan, nilai-nilai religius dan keterikatan dengan  Rabb alam semesta dalam bentuk aturan yang diturunkan melalui Kitabullah dan Sunnah Rasulnya tidak mendapat tempat dalam kehidupan Sosial masyarakat. Jadinya masyarakat mengatur kehidupan sosialnya sesuai dengan asas manfaat dan kesenangan menurut keinginannya.

Relasi antara manusia dan Rabbnya hanya ada dalam ranah privasi dalam skala ibadah ritual tanpa penerapan nyata dalam kehidupan. Lebih ironi ketika Negara menjadikan sekulerisme sebagai asas kehidupan baik secara manifes maupun  laten. Sekulerisme kemudian berpengaruh dalam sistem pergaulan manusia yang mengakibatkan munculnya Liberalisme yakni kebebasan dalam menata kehidupan termasuk kebebasan dalam pergaulan, hubungan lawan jenis pun muncul tanpa batasan yang jelas sehingga menyebabkan kekacauan dimasyarakat mulai dari kehamilan diluar nikah, aborsi, penyakit menular seksual, dll.

Lebih parahnya ketika prilaku seksual mengalami distorsi hingga pada titik terendah. Kehormatan sebagai manusia terenggut dengan nilai hewani bahkan lebih rendah dari itu, sayangnya prilaku LGBTQI tetap dipuja dan dilindungi padahal nyatanya merusak eksistensi manusia. Karena itu LGBTQI bukan hanya persoalan keluarga, pergaulan dan traumatis tetapi juga karena gaya hidup Sekulerisme Liberal yang menjadi kebiasaan dimasyarakat, tentu hal itu terjadi karena adanya sistem yang mengatur masyarakat.

Kedua, negara mensakralkan HAM. Hak Asasi Manusia  adalah hak dasar yang diakui dan wajib dilindungi serta dihormati oleh Negara. Pada Negara yang menjunjung tinggi konsep HAM yang dicetuskan oleh Negara Barat Sekuler tentu akan bermasalah dalam menindak tegas prilaku LGBTQI. Di satu sisi perilaku ini mungkin bertentangan dengan moralitas dan adat istiadat masyarakat, tetapi mempersoalkannya secara hukum tentu dianggap sebagai tindakan yang melangggar HAM dan kebebasan bahkan dapat dianggap kriminal. Jadi Negara pelindung HAM akan membiarkan prilaku LGBTQI walaupun tidak melegalkan.

Akhirnya, perilaku menyimpang LGBTQI semakin subur bahkan mendapatkan posisi. Jika dibiarkan maka bisa jadi perilaku menyimpang LGBTQI akan dilegalkan. Saat ini saja manusia pelangi ini sudah sangat transparan menonjolkan simbol-simbol komunitasnya. Ini tidak lain agar keberadaan mereka di masyarakat dan Negara diakui dan dapat mempublikasikan penyimpangannya secara transparan. Selama ini kaum pelangi ini sering bersembunyi sebab perilaku mereka tidak diakui bahkan dianggap buruk dan dikucilkan dalam kehidupan sosial. 

Karena itu masifnya tindakan LGBTQI adalah upaya pegiatnya untuk  melawan agama, moralitas dan adat istiadat masyarakat dengan berusaha untuk memunculkan simbol-simbol dengan dukungan perusahaan maupun Negara yang kuat. Karena itu Negara yang berada di bawah kekuasaan HAM akan sangat sulit menindak kaum pelangi. Mereka akan berlindung di bawah kata HAM. Tentu secara Internasional komunitas pelangi akan mendapat posisi karena didukung oleh Negara, perusahaan dan media yang melegalkan keberadaan mereka.

Karena itu boikot produk untuk menentang pendukung LGBTQI adalah salah satu bentuk kesadaran rakyat akan buruknya perilaku menyimpang ini. Hal ini harus terus menerus dilakukan bukan hanya sekadar boikot produk tetapi sekaligus boikot sistem  dan boikot kekuasaan yang mendukung kaum pelangi supaya eksistensi mereka tidak terus berlanjut sehingga dapat merusak generasi manusia.

Ketiga, LGBTQI adalah senjata negara kapitalis menghancurkan rivalnya yakni Islam. Salah satu ancaman Ideologi adalah jumlah penduduk. Dengan penduduk yang banyak dan berkualitas tentu menjadi ancaman bagi eksistensi sebuah peradapan dan Islam memiliki itu. Saat ini, benteng terakhir kaum muslim adalah keluarga. Negara Kapitalis mengetahui hal itu. Maka eksistensi keluarga muslim pun berusaha untuk dirusak dengan senjata halus tapi mematikan melalui LGBTQI.

Jika generasi muslim yakni para pemuda dan pemudinya banyak yang terpengaruh dengan gaya hidup LGBTQI maka mereka tidak akan memiliki semangat untuk membangkitkan kembali Islam. Jihad sebagai salah satu tonggak eksisnya sebuah Negara lama-lama akan hilang karena pemudanya jadi melambai gemulai. Padahal para pemuda inilah sebagai tonggak kebangkitan satu bangsa dan peradaban.

Bila LGBTQI terus digaungkan maka para pemuda Islam akan dilemahkan pemikiran dan semangat jihad untuk melawan kekufuran dan menegakkan Islam. LGBTQI akan menurunkan kualitas generasi muslim dan melemahkan perjuangan Islam. Selain itu, LGBTQI dapat mengancam eksistensi generasi Islam untuk berkembang sebab melalui LGBTQI generasi berkualitas tidak mungkin dilahirkan.

Keberadaan LGBTQI oleh peradapan barat yang Kapitalis maupun Sosialis akan terus dipertahankan hingga benar-benar menghancurkan keluarga muslim. Jika keberadaannya terus dibiarkan dan tidak ada kesadaran komprehensif dari kaum muslim sendiri untuk fokus mengembalikan kekuatan Islam, sungguh kehancuran generasi ini hanya tinggal tunggu waktu. Nauzubilllah. 

Pandangan Islam terkait LGBTQI

Allah SWT menjelaskan bahwa tujuan penciptaan laki-laki dan perempuan adalah kelangsungan jenis manusia dengan segala martabat kemanusiaannya ( QS an – Nisa : 1). Karena itu, hubungan seksualitas yang dibenarkan dalam Islam hanyalah yang ada dalam ikatan pernikahan yang sah secara syar’i. Semua ikatan seksualitas di luar ikatan pernikahan adalah ilegal dan menyimpang. Lesbian, homoseksual, perzinahan, semuanya adalah prilaku seks yang menyimpang, tidak bisa dipandang sebagai sesuatu yang normal. Semua itu juga menjadi ancaman terhadap keberadaan umat manusia dengan segala martabat kemanusiannya.

Selain itu terdapat nash yang secara khusus menjelaskan bahwa homoseksual adalah perilaku terlaknat. Rasul SAW bersabda: Dilaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (homoseksual) (HR at – Tirmidzi dan Ahmad dari Ibnu Abbas). Perilaku Transgender juga merupakan perilaku yang dilaknat dalam Islam. Ibnu Abbas ra mengatakan: Rasulullah SAW telah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita ( HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Di dalam islam, ide dan perilaku LGBT jelas menyimpang dan abnormal. Ide LGBT adalah haram. Perilaku LGBT adalah perilaku dosa. Karena itu ide LGBT tidak boleh dilindungi oleh Negara dengan dalih apapun. Sebaliknya Negara harus menjatuhkan sanksi sesuai hukum Islam untuk menghentikan perbuatan keji kaum LGBT.

Dalam Islam, hukuman bagi Gay/Homoseksual adalah hukuman mati. Bagi lesbian hukumannya adalah ta’zir, yaitu hukuman yang tidak dijelaskan oleh sebuah nash khusus. Jenis dan kadar hukumannya diserahkan kepada qadhi (hakim). Biseksual adalah perbuatan zina jika dilakukan dengan lain jenis. Jika dilakukan sesama jenis, tergolong homoseksual jika dilakukan di antara sesama laki-laki dan tergolong lesbianisme, jika dilakukan di antara sesama wanita. Semuanya perbuatan maksiat dan haram, hukumannya disesuaikan dengan faktanya.

Transgender adalah perbuatan menyerupai lain jenis. Baik dalam berbicara, berbusana, maupun dalam berbuat, termasuk dalam aktivitas seksual. Islam mengharamkan perbuatan ini. Hukumannya, jika sekadar berbicara atau berbusana menyerupai lawan jenis, adalah diusir dari pemukiman atau perkampungan. Nabi SAW telah mengutuk orang-orang waria (mukhannats)dari kalangan laki-laki dan orang-orang tomboy (mutarajjilat) dari kalangan perempuan. Jika transgender melakukan hubungan seksual maka hukumannya disesuaikan dengan faktanya, apakah akan dijatuhi hukuman zina, homoseksual atau lesbianisme.

Karena itu dengan penerapan sistem Islam LGBT akan bisa dicegah dan dihentikan. Dalam institusi Islam, masyarakat akan dibangun ketakwaannya, diawasi perilakunya oleh masyarakat agar tetap terjaga , dan dijatuhi sanksi bagi mereka yang melanggarnya sesuai syariah Islam. Wallahu a’lam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Ketika TNI Menjadi Pamong Praja

Kamis, 26 Nov 2020 19:00

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Panglima TNI dan Kapolri Kedepan Diharapkan Berasal dari Santri atau Hafiz Qur'an

Kamis, 26 Nov 2020 18:56

Teror Mendagri

Teror Mendagri

Kamis, 26 Nov 2020 18:43

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Turki Jatuhi Vonis Penjara Seumur Hidup Kepada Hampir 500 Tersangka Pelaku Kudeta 2016

Kamis, 26 Nov 2020 18:00

Kiai Didin: Tugas Ulama Kawal Arah Bangsa

Kiai Didin: Tugas Ulama Kawal Arah Bangsa

Kamis, 26 Nov 2020 17:53

Rusia Klaim Gagalkan Rencana Serangan Islamic State di Moskow

Rusia Klaim Gagalkan Rencana Serangan Islamic State di Moskow

Kamis, 26 Nov 2020 17:15

Ketua Umum Baru MUI Dipilih Malam Ini, Berikut Nama-nama yang Muncul

Ketua Umum Baru MUI Dipilih Malam Ini, Berikut Nama-nama yang Muncul

Kamis, 26 Nov 2020 16:09

HTS Bebaskan Pekerja Bantuan Inggris Touqir Sharif Setelah 3 Bulan Lebih Penahanan

HTS Bebaskan Pekerja Bantuan Inggris Touqir Sharif Setelah 3 Bulan Lebih Penahanan

Kamis, 26 Nov 2020 13:25

Presiden: Pemerintah Dukung Ikhtiar Dakwah dan Kiprah MUI

Presiden: Pemerintah Dukung Ikhtiar Dakwah dan Kiprah MUI

Kamis, 26 Nov 2020 08:10

Harta, Tahta, Oppa

Harta, Tahta, Oppa

Kamis, 26 Nov 2020 06:37

75 Tahun Merdeka, Indonesia Belum Punya UU Khusus Minol

75 Tahun Merdeka, Indonesia Belum Punya UU Khusus Minol

Kamis, 26 Nov 2020 05:29

Singapura Deportasi 15 Warga Bangladesh Karena Postingan Anti-Prancis

Singapura Deportasi 15 Warga Bangladesh Karena Postingan Anti-Prancis

Rabu, 25 Nov 2020 22:05

Anis Matta: Sudah Saatnya Indonesia Jadi Negara Kuat, Modern dan Tangguh

Anis Matta: Sudah Saatnya Indonesia Jadi Negara Kuat, Modern dan Tangguh

Rabu, 25 Nov 2020 21:59

Tiga Kandidat Ketua MUI 2020-2025

Tiga Kandidat Ketua MUI 2020-2025

Rabu, 25 Nov 2020 20:56

UEA Ancam Beri Sanksi Untuk Aljazair Atas Kerjasama Negara Itu Dengan Turki

UEA Ancam Beri Sanksi Untuk Aljazair Atas Kerjasama Negara Itu Dengan Turki

Rabu, 25 Nov 2020 20:46

Kunjungi Masjid Aghdam, Presiden Alyev Kecam Negara Barat yang Menutup Mata Dengan Kekerasan Armenia

Kunjungi Masjid Aghdam, Presiden Alyev Kecam Negara Barat yang Menutup Mata Dengan Kekerasan Armenia

Rabu, 25 Nov 2020 20:30

Presiden Terpilih AS Joe Biden Tunjuk Wanita Palestina-Amerika Sebagai Staf Senior Gedung Putih

Presiden Terpilih AS Joe Biden Tunjuk Wanita Palestina-Amerika Sebagai Staf Senior Gedung Putih

Rabu, 25 Nov 2020 19:55

HRW Sebut 2 Pria Uighur Yang Ditangkap dan Disiksa Otoritas Saudi Terancam Dideportasi

HRW Sebut 2 Pria Uighur Yang Ditangkap dan Disiksa Otoritas Saudi Terancam Dideportasi

Rabu, 25 Nov 2020 19:35

Dahsyatnya Qalbu, 90% Sakit dan Sehatmu berawal disini

Dahsyatnya Qalbu, 90% Sakit dan Sehatmu berawal disini

Rabu, 25 Nov 2020 17:34

Mengungkap Realita Kepedihan Bangsa Palestina

Mengungkap Realita Kepedihan Bangsa Palestina

Rabu, 25 Nov 2020 11:32


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X