Jum'at, 15 Safar 1448 H / 31 Juli 2026 07:57 wib
115 views
Khutbah Jum’at: Mencintai Kebaikan untuk Sesama
Khutbah Pertama:
الحمد لله، الحمد لله الذي هدانا للإيمان، وجعل الأخوة في الدين من أعظم النعم، أحمده سبحانه وأشكره، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
:أما بعد
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak dalam banyaknya ibadah yang kita lakukan, tetapi juga tercermin dari bagaimana hati kita memandang dan memperlakukan sesama muslim.
Di antara tanda kesempurnaan iman yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah memiliki hati yang tulus mencintai kebaikan bagi saudara seiman.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
"Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,,,,
Hadits ini bukan berarti seseorang keluar dari Islam apabila belum mampu mengamalkannya. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah belum sempurnanya iman. Kesempurnaan iman baru diraih ketika seorang muslim benar-benar menginginkan kebaikan bagi saudaranya sebagaimana ia menginginkan kebaikan itu untuk dirinya sendiri.
Renungkanlah...
Kita ingin keluarga kita hidup bahagia. Maka, apakah kita juga menginginkan kebahagiaan bagi keluarga muslim lainnya?
Kita ingin anak-anak kita menjadi saleh dan sukses. Apakah hati kita juga bergembira ketika melihat anak orang lain menjadi penghafal Al-Qur'an, menjadi ulama, menjadi pemimpin yang amanah?
Kita ingin usaha kita maju. Apakah kita ikut senang ketika usaha saudara kita berkembang?
Kita berharap doa-doa kita dikabulkan. Apakah kita juga mendoakan saudara-saudara kita agar Allah mengabulkan doa mereka?
Inilah ukuran iman yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
Sebaliknya, seorang mukmin juga membenci jika keburukan menimpa saudaranya sebagaimana ia membenci keburukan itu menimpa dirinya. Karena itu, ketika melihat saudaranya terjatuh dalam maksiat, ia tidak mencemooh. Ketika melihat saudaranya melakukan kesalahan, ia tidak menyebarkannya. Ia menasihati dengan kasih sayang, membimbing dengan hikmah, dan mendoakan agar Allah memberinya hidayah.
Demikian pula ketika melihat saudaranya berada di jalan kebaikan, ia tidak menjatuhkannya. Ia mendukung, menguatkan, dan mendoakan agar tetap istiqamah.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Penyakit yang paling merusak ukhuwah adalah hasad, yaitu tidak senang melihat orang lain memperoleh nikmat. Hasad membuat seseorang sedih ketika orang lain bahagia dan bahagia ketika orang lain tertimpa musibah.
Betapa banyak persaudaraan retak karena iri hati.
Betapa banyak silaturahim putus karena dengki.
Betapa banyak fitnah, ghibah, bahkan permusuhan muncul hanya karena seseorang tidak rela melihat saudaranya mendapatkan karunia Allah.
Padahal karunia Allah tidak pernah berkurang karena diberikan kepada orang lain.
Rezeki saudara kita tidak mengurangi rezeki kita.
Keberhasilan orang lain tidak menghalangi keberhasilan kita.
Kemuliaan orang lain tidak mengurangi kemuliaan kita.
Allah Maha Luas karunia-Nya. Dia mampu memberi kepada siapa saja tanpa mengurangi pemberian-Nya kepada yang lain.
Karena itu, bersihkanlah hati kita.
Biasakan mendoakan saudara-saudara kita.
Ikut bergembira atas keberhasilan mereka.
Ringankan beban mereka ketika tertimpa musibah.
Berilah nasihat ketika mereka membutuhkan.
Sebab orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain.
Semoga Allah membersihkan hati kita dari iri, dengki, kebencian, dan permusuhan, serta menghiasi hati kita dengan cinta, kasih sayang, dan keikhlasan kepada sesama kaum muslimin.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah Kedua:
الحمد لله رب العالمين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد،
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita menjaga hati kita. Karena hati yang bersih akan melahirkan ketenangan, ketentraman, dan kebahagiaan.
Hati yang bersih juga akan menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga, keakraban dalam bergaul dengan sesama, dan melahirkan masyarakat yang damai.
Jangan biarkan iri menguasai hati.Jangan biarkan kebencian tumbuh.Jangan mudah mencela dan merendahkan sesama muslim.
Sebaliknya, jadilah orang yang ringan tangan membantu, ringan lisan mendoakan, dan lapang dada melihat orang lain mendapatkan nikmat.
Jika kita mampu mencintai kebaikan bagi saudara kita sebagaimana kita mencintainya untuk diri sendiri, maka itulah salah satu tanda kesempurnaan iman.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang bersih hatinya, lembut akhlaknya, kuat ukhuwahnya, dan sempurna imannya.
اللهم أصلح قلوبنا، وألف بين قلوبنا، وأذهب عنا الحسد والبغضاء والشحناء، واجعلنا من عبادك المتحابين فيك
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموا
ربنا آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون..
Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!