Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.397 views

STOP Menyebarkan Tayangan Sampah Dunia Maya!

 

Oleh: Liya*

Zaman sekarang semua serba digital. Bayar makanan, minuman, listrik, dan air PDAM tak perlu keluar rumah. Cukup bermodal gawai, semua pesanan bisa beres. Ditambah lagi adanya pandemi mengharuskan manusia menghindari kontak sosial dan fisik. Tak hanya belanja, pembelajaran pun dilaksanakan secara online. Dengan kondisi seperti ini, aktivitas di dunia maya semakin padat. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi mereka yang mampu menangkapnya.

Qadarullah, manusia memiliki naluri baqa (mempertahankan diri). Dengan naluri tersebut, apabila tidak dikendalikan oleh akal dan Islam, perilakunya akan menuruti egonya. Apa yang mampu menjadikannya eksis, ia akan memenuhinya. Tanpa berpikir apakah nantinya bermanfaat bagi orang lain atau merugikan bahkan menjerumuskan.

Zamannya memang kapitalisme. Apa itu? Satu masa dimana segala sesuatu diukur dengan materi. Manusia beraktivitas karena dorongan ingin mendapatkan keuntungan (uang). Dengan cara apapun akan dilakukan demi meraihnya, tanpa lagi memedulikan apakah cara yang dilakukan halal ataukah haram.

Berbagai upaya dilakukan kawula muda untuk memperoleh uang. Mereka tak lagi harus bersusah pergi ke sawah membajak tanah, memanen padi atau pekerjaan serupa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, mereka berharap mampu bertahan di dunia ini. Diantaranya melalui upload video di akun youtube, tulisan  blog beriklan dan lainnya. Apabila link banyak dikunjungi dan subscribenya mencukupi, dolar pun akan mendatangi.

Akhirnya, mereka berlomba bagaimanana caranya akunnya dikunjungi banyak orang. Tak sedikit yang menggunakan jurus pintas. Seperti memasang berita hoax hanya untuk meraih ribuan klik. Selain itu sering juga banyak  ditemukan antara judul dengan isi tak sinkron. Judulnya begitu memukau namun isinya kempes dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan judul.  Ada pula ketika kita mengetik di search engine sebuah pengetahuan, begitu di klik munculnya malah iklan. Artinya bloger/youtuber bermaksud menipu netizen.

Selain itu, beberapa akun yang memiliki subscribe sekian juta tak disangka isinya melompong. Maksudnya tidak banyak kebaikan yang dibagikan. Isinya tak lebih dari  curhatan, aktivitas harian yang tak memberi manfaat sama sekali. Namun begitu, tayangan seperti ini ditonton jutaan pasang bola mata. Hal yang sama juga terjadi pada akun youtube the king of youtuber yang memiliki lebih dari 15 juta subscriber. Ternyata setelah ditelisik, video unggahannya banyak berita sampah. Ada video bermesraan dengan sang pacar dan video unfaedah lainnya. Mereka tak berfikir apakah kontennya itu bermanfaat ataukah tidak, yang penting disukai banyak kalangan, ditonton banyak orang dan menjadi viral meski faktanya “nyampah”.

Hal ini jangan dianggap sepele, sebab berefek pada generasi pra baligh. Penulis pernah membaca curhatan seorang ibu di medsos. Beliau mengunggah status. “Bunda, aku besok mau jadi youtuber kayak si raja youtube. Enak, terkenal dan bisa kaya”. Bisa jadi tak hanya satu dua anak yang memiliki cita-cita demikian. Mengapa? Karena mereka melihat fakta riil bahwa mereka para youtuber banyak duitnya. Akal mereka belum mampu menjangkau apakah tayangan yang diunggah di akun tersebut memberi manfaat ataukah mudarat. Si anak menganggap uang, tenar adalah puncak dari kenikmatan dan tujuan hidup. Seorang anak yang belum sempurna akalnya, ketika dia melihat sesuatu yang tampak enak, maka ia ingin mendapatkannya.

Dengan kondisi ini, sebuah kekhawatiran penulis. Jika anak didik kehilangan orientasinya untuk belajar. Lalu mereka terobsesi dengan dunia hiburan yang sangat jauh dari peningkatan kualitas SDM negeri ini. Bagaimana dengan nasib bangsa nantinya, jika aktivitas generasinya hanya mengejar ketenaran yang sia-sia dan melenakan? Naudzubillah.

Ancaman itu kian dekat apabila tak segera ditangani. Bayangkan saja jika semua anak negeri aktivitas sehari-hari hanya mengunggah video, menulis curhatan dan meninggalkan belajar sains, tekhnologi, agama dan lainnya hanya demi mendapat subscribe dan jempol. Bisa jadi impian untuk mendapatkan sosok ilmuwan akan sangat langka. Yang ada hanyalah para pelawak, youtuber nyampah, generasi instan.

Lalu, apakah kita harus menjauhi dunia maya? Tentu tidak, akan tetapi kita harus lebih selektif menggerakkan jempol kita untuk nonton, like dan subscribe. Agar jangan sampai akun yang aktivitas utamanya “nyampah” menjadi semakin viral. Selain itu sudah saatnya memenuhi dunia maya dengan konten bermanfaat. Share terus hal yang bermanfaat dan narasi yang mengungkap konten sampah. Harapannya agar masyarakat semakin tercerahkan.

Selain itu kita luruskan kepada generasi milenial bahwa jangan sampai viral dan ketenaran menjadi tujuan. Akan tetapi berlomba-lomba memberi manfaat dalam hal kebaikan adalah hal yang utama. Sebagaimana sabda Rasul "Sebaik-baik manusia adalah yang banyak memberi manfaat kepada sesamanya". Viral dan tenar boleh asal bermanfaat bagi kebaikan ilmu, saintek, agama dan masa depan negeri.

Sejatinya banyaknya unggahan yang sama sekali tidak memberi manfaat disebabkan oleh mundurnya cara berfikir masyarakat. Jika ini dibiarkan, bersiaplah akan meninggalkan jejak para generasi rapuh dan lemah. Mari kita perangi bersama konten dan unggahan yang unfaedah sehingga nantinya generasi yang akan datang adalah generasi yang kuat, tangguh, dan berperadaban tinggi. Masihkah enggan berbagi kebaikan? Mari berfikir sejenak. Sudah saatnya stop membuka, berkomentar dan memposting tulisan dan video sampah demi mencapai kebangkitan Islam. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah pendidik di Bojonegoro

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
Politik Devide Et Impera

Politik Devide Et Impera

Selasa, 09 Mar 2021 07:25

Perpres Miras Dicabut, Kenapa DPRD DKI Ngotot Pertahankan Saham Miras?

Perpres Miras Dicabut, Kenapa DPRD DKI Ngotot Pertahankan Saham Miras?

Selasa, 09 Mar 2021 06:05

Presiden Suriah Bashar Al-Assad Dan Istri Positif Terinfeksi COVID-19

Presiden Suriah Bashar Al-Assad Dan Istri Positif Terinfeksi COVID-19

Senin, 08 Mar 2021 21:46

Senator AS Kecam Kebijakan 'Santai' Biden Terhadap Iran Untuk Serangan Fasilitas Energi Saudi

Senator AS Kecam Kebijakan 'Santai' Biden Terhadap Iran Untuk Serangan Fasilitas Energi Saudi

Senin, 08 Mar 2021 21:00

Kembali Terjadi Kasus Suap, Kinerja Perpajakan Harus Dievaluasi Besar-Besaran

Kembali Terjadi Kasus Suap, Kinerja Perpajakan Harus Dievaluasi Besar-Besaran

Senin, 08 Mar 2021 20:27

Cinta dalam Sepotong Coklat

Cinta dalam Sepotong Coklat

Senin, 08 Mar 2021 19:57

Perintah Agama Vs Toleransi Terhadap Keragaman

Perintah Agama Vs Toleransi Terhadap Keragaman

Senin, 08 Mar 2021 19:21

Nikah Muda, Why Not?

Nikah Muda, Why Not?

Senin, 08 Mar 2021 18:47

Sejalan dengan Muhammadiyah, Fraksi PKS Tegaskan Agama Jadi Bagian Integral Visi Pendidikan Nasional

Sejalan dengan Muhammadiyah, Fraksi PKS Tegaskan Agama Jadi Bagian Integral Visi Pendidikan Nasional

Senin, 08 Mar 2021 18:13

Mulianya Perempuan dengan Jilbab

Mulianya Perempuan dengan Jilbab

Senin, 08 Mar 2021 17:51

Pemerintah Rencana Impor 1 Juta Ton Beras, Legislator Pertanyakan Food Estate

Pemerintah Rencana Impor 1 Juta Ton Beras, Legislator Pertanyakan Food Estate

Senin, 08 Mar 2021 17:21

Mendidik Anak dari Rumah

Mendidik Anak dari Rumah

Senin, 08 Mar 2021 16:47

Moeldoko Merampas Partai Mau Menjadi Presiden?

Moeldoko Merampas Partai Mau Menjadi Presiden?

Senin, 08 Mar 2021 16:11

Llyod Austin Sebut AS Akan Balas Menyerang Jika Kepentingannya Diganggu

Llyod Austin Sebut AS Akan Balas Menyerang Jika Kepentingannya Diganggu

Senin, 08 Mar 2021 16:00

Ketum Muhammadiyah Soroti Tak Ada Frasa Agama di Draf Peta Jalan Pendidikan

Ketum Muhammadiyah Soroti Tak Ada Frasa Agama di Draf Peta Jalan Pendidikan

Senin, 08 Mar 2021 15:23

Pemerintah Terlihat Bingung

Pemerintah Terlihat Bingung

Senin, 08 Mar 2021 15:00

Di Negeri Kartun, Orang Mati Jadi Tersangka

Di Negeri Kartun, Orang Mati Jadi Tersangka

Senin, 08 Mar 2021 13:08

Benang Merah Arab Spring dan Seabad Nihilnya Khilafah Islam

Benang Merah Arab Spring dan Seabad Nihilnya Khilafah Islam

Senin, 08 Mar 2021 11:02

Pedasnya Harga Cabai, Pemerintah Diam Saja?

Pedasnya Harga Cabai, Pemerintah Diam Saja?

Senin, 08 Mar 2021 10:47

Fahri: Elit Politik di Indonesia tidak Tunjukkan Keseriusan Berdemokrasi

Fahri: Elit Politik di Indonesia tidak Tunjukkan Keseriusan Berdemokrasi

Senin, 08 Mar 2021 09:25


MUI

Must Read!
X

Senin, 08/03/2021 15:00

Pemerintah Terlihat Bingung