Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.375 views

Mahasiswa Terhimpit Uang Kuliah, Mengadu pada Siapa?

 

Oleh: Tari Ummu Hamzah 

Tarik ulur soal kebijakan UKT (Uang Kuliah Tunggal) masih menuai polemik. Padahal jeritan mahasiswa akan biaya UKT yang tak kunjung diturunkan semakin nyaring. Jeritan mereka ini diramaikan dengan tagar #NadiemManaMahasiwaMerana. Topik ini berhasil menduduki trending di jagad maya. Tapi saat suara mahasiswa berhasil menjadi topik utama di dunia maya, tak membuat pemerintah, khususnya Kemendikbud, membebaskan biaya UKT.

Mahasiswa berharap jeritan mereka di dunia maya akan memberikan perubahan kebijakan pemerintah. Realisasinya tidak demikian. Meskipun dunia maya menjadi andalan masyarakat sebagai corong opini dan aspirasi saat pandemi, tetap tak mampu mengubah kebijakan pemerintah. UKT tetap harus dibayarkan meskipun dengan keringanan.

Geram dengan kebijakan dari sang 'aktor' utama di Kemendikbud, mahasiswa pun melakukan aksi bakar ban sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Kemendikbud. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu melakukan aksi unjuk rasa di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Senin, 22/6/2020. Detik.com). Mereka menuntut audiensi dengan Nadim Makarim soal pembebasan biaya UKT selama pandemi. Aksi ini merupakan puncak kekesalan mahasiswa, sebab celotehan mereka di dunia maya tak digubris.

Pada akhirnya pandemi ini membuat mahasiswa tidak melulu mengurusi urusan perkuliahan yang abnormal dan dirasa tidak efektif. Tapi mereka juga dituntut untuk memikirkan kelangsungan "eksistensi" mereka di kampus. Dalam hal ini maksudnya keberlangsungan mereka untuk tetap membayar UKT. Jika tidak dibayarkan D.O lah opsi paling pahit.

Bagaimana mungkin pembayaran UKT tetap berlangsung sementara pandemi telah menghantam perekonomian dunia? Kita tahu sendiri hal ini berpengaruh bagi perekonomian keluarga. Meskipun Plt. Direkrur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud, Prof. Ir. Nizam, dalam unggahan IGTV akun Instagram Kemdikbud, (Kamis 4/6/2020/kompas.com) mengatakan jika UKT tidak akan naik, dan orang tua bisa membayarkan UKT dengan semampu mereka. Tapi, mana realisasinya?

Kondisi ini menuai persoalan. Sebab banyak orang tua mahasiswa yang usahanya bangkrut dan menjadi korban PHK masal. Lalu bagaimana orang tua akan membayar UKT jika sehari-hari saja mereka hidup susah? Mempertahankan dapur di rumah tetap mengebul saja sudah sulit, apalagi harus tetap membayarkan UKT yang besarannya hingga jutaan. Sungguh kebijakan pemerintah soal UKT ini telah menghimpit mahasiswa. Mengapa pemerintah enggan mempermudah nasib mahasiswa di kala krisis?

Sejak Badan Hukum Pendidikan (BHP) didirikan, maka sejak itu pula perguruan tinggi resmi dikomersilkan, bak barang komoditi. Jadi biaya pendidikan pun semakin sulit dijangkau masyarakat miskin. Kebijakan inilah yang membuat instansi perguruan tinggi seakan keberatan dalam membebaskan UKT di masa pandemi. Karena jelas pihak perguruan tinggi tidak mau merugi dan menanggung semua beban mahasiswa.

Ditambah lagi sikap pemerintah yang mengedepankan ekonomi ketimbang rakyat, akan berimbas juga pada kebijakan perguruan tinggi. Sekalipun ada skenario pembayaran UKT terlihat bahwa kebijakan itu hanya setengah hati. Nampak bahwa pihak kampus dan pemerintah tidak berpihak kepada mahasiswa. Yang ada malah mengedepankan perputaran ekonomi kapitalis. Sistem ini memang dirancang untuk mengedepankan logika kapitalis daripada kemanusiaan.

Berbeda dengan sistem Islam. Sistem ini hadir untuk menyelesaikan persoalan kehidupan secara total. Islam hadir untuk menyelamatkan manusia dari berbagai persoalan hidup. Selain itu Islam sangat mengedepankan kebutuhan mendasar bagi setiap ummat manusia. Ada aturan dalam Islam untuk mengelola pendidikan secara adil dan gratis. Masyarakat tidak harus memikirkan soal biaya. Jelas ini tidak akan membuat  masyarakat terhimpit soal biaya pendidikan. Sehingga pendidikan bisa dirasakan oleh semua kalangan. Sebab memang menjadi kebutuhan dan hak setiap ummat manusia. Karena pendidikan akan menentukan kondisi masyarakat.

Pandemi ini telah membuka tabir keburukan sistem kapitalis. Kondisi ini juga membuat ummat untuk lebih memahami tentang syariat Islam dan penerapannya. Perlahan membuka mata setiap orang bahwa, ummat manusia sudah tidak memiliki pilihan lain untuk memilih aturan lain selain aturan Islam. Perlahan pula ummat tidak akan menjadikan syariat Islam sebagai pilihan tetapi kewajiban. Maka dari itu sudah saatnya kaum muslimin kembali kepada Islam. Pertanyaannya, maukah kita? Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Daerah Rawan Pemurtadan Garut ini Kesulitan Air. Ayo Wakaf Mata Air.!!

Selain jadi target pemurtadan misionaris, warga kesulitan air bersih untuk wudhu, mandi, minum, memasak, dll. Diperlukan dana 11 juta rupiah untuk pipanisasi penghubung sumber mata air ke masjid,...

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Pembangunan Terhenti, Mushalla di Pelosok Sambong ini Terbengkalai. Ayo Bantu.!!

Kondisi Mushalla Khoirussalam Sambong ini semrawut karena pembangunan berhenti terkendala dana. Dibutuhkan dana 15 juta rupiah untuk menuntaskan mushalla hingga layak dan nyaman. ...

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia  Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Ingin Jadi Guru dan Penghafal Al-Qur’an, Yatim Nurlia Butuh Biaya Sekolah, Ayo Bantu!!

Yatim berprestasi ini putus sekolah. Impian pendidikan pesantren untuk mewujudkan cita-cita menjadi penghafal Al-Qur’an dan guru agama Islam terkubur oleh kendala biaya....

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Latest News
Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Pesan Syekh Ali Jaber yang Sangat Diingat Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Sabtu, 16 Jan 2021 23:17

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Penyusup Taliban Tewaskan 12 Milisi Pro-Pemerintah Afghanistan di Distrik Ghorian Herat

Sabtu, 16 Jan 2021 21:25

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Pembalap Israel 'Diam-diam' Berpartisipasi Dalam Reli Dakar Yang Diselenggarakan Arab Saudi

Sabtu, 16 Jan 2021 21:05

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Pria Keturunan Libanon Jadi Pelatih Muslim Pertama Dalam Sejarah Sepak Bola Amerika NFL

Sabtu, 16 Jan 2021 20:13

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Whatsapp Tunda Perubahan Pembagian Data Setelah Banyak Pengguna Berpindah Ke Aplikasi Lain

Sabtu, 16 Jan 2021 16:41

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Syekh Ali Jaber Wafat, Menag: Saya Berduka, Jasa Almarhum Besar dalam Dakwah

Sabtu, 16 Jan 2021 11:59

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

MUI Sampaikan Keberatan Kremasi Jenazah Muslim Covid-19 Sri Lanka

Sabtu, 16 Jan 2021 11:19

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Semasa Muda, Syekh Ali Jaber Sempat Bela Klub Sepakbola Terkenal di NTB

Sabtu, 16 Jan 2021 07:51

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Pak Taufan Damanik, Komnas HAM Itu Bukan Organisasi Selebriti

Sabtu, 16 Jan 2021 07:37

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Pesan Syeikh Ali Jaber kepada Putranya: Jaga Shalat dan Ibu!

Sabtu, 16 Jan 2021 06:27

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

PP Muhammadiyah Sampaikan Duka Wafatnya Syekh Ali Jaber

Sabtu, 16 Jan 2021 02:14

Memilih Pemimpin

Memilih Pemimpin

Jum'at, 15 Jan 2021 21:15

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Pemerintah Yaman Sebut Serangan Mematikan Di Bandara Aden Dilakukan Kelompok Teroris Syi'ah Houtsi

Jum'at, 15 Jan 2021 19:45

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Cina Kemungkinan Lakukan Genosida Terhadap Umat Muslim di Xinjiang

Jum'at, 15 Jan 2021 16:56

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Doa Kapten Persib Bandung untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 12:59

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Meksiko Berencana Buka 200 Bioskop di Saudi

Jum'at, 15 Jan 2021 11:35

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Legislator MInta Pemerintah Cabut Ancaman Denda bagi yang Tidak Mau Divaksin

Jum'at, 15 Jan 2021 11:10

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Cegah Penyelewengan, DPR dan BPK Perlu Koordinasi Awasi APBN untuk Penanganan Covid-19

Jum'at, 15 Jan 2021 10:59

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

MUI Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Syekh Ali Jaber

Jum'at, 15 Jan 2021 10:47

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

WhatsApp: Percakapan Tetap Dilindungi Enkripsi

Jum'at, 15 Jan 2021 00:16


MUI

Must Read!
X