Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.548 views

Jangan Takut Mengajari Anak Berhijab sejak Dini

 

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Sudah lihat video #jilbab yang viral di twitland? Tidak perlu nonton, karena video tersebut sama sekali tidak bermanfaat. Video tersebut diawali dengan menayangkan beberapa ibu yang membiasakan putri-putrinya untuk berhijab sejak dini. Di akhir, ada pendapat psikolog yang menyatakan bahwa anak-anak ini akan memiliki identitas eksklusif dan berbeda di kehidupannya yang akan datang. Dalihnya adalah, karena sejak dini mereka dibiasakan berbeda dari teman-temannya yang lain. Mereka menjadi sosok yang eksklusif sehingga menjadi sosok yang intoleran.

Kepribadian Islam, Kepribadian yang Unik

Berbeda dengan pendapat psikolog di video viral itu, para ahli psikologi seperti Allport, Parlega, dan Jones di buku kepribadian Alwisol(2004), menyatakan bahwa dengan identitas diri, seseorang dianggap memiliki kepribadian. Meskipun mereka berbeda dalam hal unsur penentu kepribadian seseorang, tetapi mereka sepakat bahwa dengan keunikan masing-masing pribadi, itu menunjukkan adanya kekonsistenan dan kestabilan. Bila seorang anak sejak dini ditanamkan sebagai pribadi yang konsisten dan stabil, diharapkan di masa depannya dia menjadi sosok yang mandiri dan penuh tanggung jawab. Jadi, apa salahnya membentuk anak menjadi pribadi yang eksklusif, unik, dan berbeda dari yang lain?

Jauh sebelum para ahli berpendapat tentang kepribadian, Islam dengan sistem pendidikannya telah memiliki tujuan. Selain dididik menjadi seorang yang cerdas, seorang anak juga harus memiliki kepribadian Islam. Kepribadian Islam adalah kepribadian yang unik karena sebagai identifikasi ketaatan seseorang kepada Allah SWT. Standar dalam melakukan sesuatu adalah hukum syariat yaitu wajib, sunah, mubah, makruh dan haram, bukan yang lain. Kepribadian inilah yang menjadikan generasi stabil, konsisten, unik, dan tidak mudah terkontaminasi standar hidup yang lain.

Semua pihak dalam hal ini keluarga, masyarakat, dan negara bertanggung jawab akan terbentuknya kepribadian Islam pada seorang anak. Orangtua menyiapkan anaknya sedini mungkin dengan membiasakannya taat kepada Allah terutama ketika usianya telah menginjak usia mumayyiz, yaitu tujuh tahun. Pemahaman tentang akidah dan hukum-hukum Islam sudah dimulai di usia ini. Ta'dib atau sanksi yang bertujuan mendidiknya diberikan oleh orangtua ketika anak melanggar syariat Allah.

Masyarakat ikut berperan dengan membangun suasana keimanan, mengajak kepada kemakrufan, mencegah kepada kemunkaran. Ketaatan kepada Allah dan Rasulullah, didukung penuh dalam kehidupan masyarakat Islam. Adapun negara, bertindak sebagai pihak yang berperan besar dalam pembentukan kepribadian Islam pada anak. Tujuan pendidikan, kurikulum, tenaga pengajar, konten media massa ada dalam kendali penuh negara. Sosok-sosok berkepribadian Islam secara jelas bisa kita lihat ketika Islam diterapkan secara kaffah.

Di masa itu, dengan mudah kita menemukan generasi yang membawa manfaat kepada umat manusia karena ketaatannya kepada Allah. Generasi yang shalih sekaligus inovatif, membawa Islam ke seluruh dunia, sebagai wujud Rahmat ke seluruh alam. Itu semua dilakukan tanpa paksaan apalagi pembantaian kepada pemeluk agama lain. Tak pernah terdengar di masa itu kerusakan dan aktivitas amoral dilakukan oleh generasi berkepribadian Islam.

Tak terdengar maraknya seks bebas yang berakhir jutaan janin diaborsi dan pembunuhan tanpa hak dengan teknik di luar nalar kemanusiaan. Hidup menjadi tenang karena ketundukan kepada Allah, Zat Yang Maha Tahu akan manusia, jauh dari perilaku yang hanya memperturutkan hawa nafsu dan hanya membawa kepada kenistaan, seperti kehidupan sekular liberal yang kita saksikan sekarang.

Liberalisme, Anti Taat Allah

Kepribadian yang dianggap salah di video itu, adalah kepribadian yang taat kepada Allah. Karena berhijab adalah salah satu kewajiban dari Allah SWT yang dengan jelas dinashkan dalam Al Qur'an yang mulia. Orang-orang yang menganggap bahwa syariat Allah tak perlu diterapkan atau melarang penerapannya jelas adalah pengidap liberalisme akut. Di konteks lain sebenarnya mereka sangat mengagung-agungkan perbedaan dengan maksud agar umat Islam toleran. Tetapi di konteks anak-anak dilatih berhijab, mereka pura-pura khawatir dengan keunikan anak-anak ini.

Kita sebagai orang tua, tidak perlu takut dengan ocehan barisan kaum liberal ini. Meskipun mereka mempunyai akses yang kuat bahkan hingga kekuatan negara. Teruslah, sebagai ibu kita menanamkan akidah Islam sebagai dasar berpikir anak-anak kita, menanamkan kecintaan mereka kepada Islam, membiasakan  mereka taat kepada Allah SWT. Esok atau lusa, tidak lama lagi. Akan kita lihat, siapa sebenarnya yang benar-benar menginginkan kebaikan bagi generasi dan negeri ini. Apakah mereka penyeru ketaatan kepada Allah, atau yang selalu menentang syariatNya? Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Tak Punya Biaya, Yatim Piatu Berprestasi ini Putus Sekolah, Ayo Bantu !!!

Kanaya Shersabila, yatim piatu segudang prestasi ini tak bisa sekolah lagi karena tak punya biaya. Sang nenek yang jadi tulang punggung keluarga tak bisa mencari nafkah karena sudah uzur sakit-sakitan....

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Latest News
Ingatkan Warga, Dinkes Garut: Varian Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak

Ingatkan Warga, Dinkes Garut: Varian Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak

Jum'at, 25 Jun 2021 01:42

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

PP Muhammadiyah Meminta Wacana Pembelajaran Tatap Muka kembali Ditunda

Jum'at, 25 Jun 2021 00:10

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Fenomena Dakwah Copy-Paste

Kamis, 24 Jun 2021 23:35

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

UMY dan PBI DIY Selenggarakan Training Kewirausahaan Bekam

Kamis, 24 Jun 2021 22:33

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Indonesia Darurat Sampah dan Limbah, Anggota FPKS Sesalkan Pengurangan Anggaran

Kamis, 24 Jun 2021 21:29

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kasus Covid Melonjak, Senator Ingatkan Stok Darah Harus Tetap Terjaga

Kamis, 24 Jun 2021 20:54

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Penumpang KRL di Stasiun Cikarang Jalani Swab Tes Antigen

Kamis, 24 Jun 2021 19:48

MUI:  Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

MUI: Di Zona Merah, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha dan Shalat Jamaah di Luar Rumah

Kamis, 24 Jun 2021 18:26

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Jangan Lupakan Piagam Jakarta

Kamis, 24 Jun 2021 17:46

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Pejabat PBB: Taliban Rebut 50 Dari 370 Distrik Di Afghanistan

Kamis, 24 Jun 2021 17:08

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Tinjau Pemakaman Khusus Covid-19, Anies: Meski Luas Tolong Jangan Dipenuhi

Kamis, 24 Jun 2021 16:17

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Covid-19 Meningkat, MUI-BNPB Sarankan Perketat Protokol Kesehatan Saat Berqurban

Kamis, 24 Jun 2021 15:08

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Tutup hingga 5 Juli

Kamis, 24 Jun 2021 14:41

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Akhiri Pembelahan Politik, Indonesia Perlu Sumpah Ketiga

Kamis, 24 Jun 2021 13:58

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kasus RS Ummi, Habib Rizieq Divonis Empat Tahun Penjara

Kamis, 24 Jun 2021 12:20

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Solo Madani Indonesia Jaya Sampaikan Resolusi kepada Presiden, MPR dan DPR

Kamis, 24 Jun 2021 11:51

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kasus Covid-19 Semakin Buruk, Politisi PKS: Opsi PSBB Harus Segera Diambil

Kamis, 24 Jun 2021 10:49

Bohong dalam Delik Bohong

Bohong dalam Delik Bohong

Kamis, 24 Jun 2021 09:37

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Legislator Gerindra: Pemerintah Harus Punya Skenario Kurangi Utang Luar Negeri

Kamis, 24 Jun 2021 08:37

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Anis Matta: Sumpah Palapa Bisa Jadi Spirit Akhiri Pembelahan dan Fokus Capai Lima Besar Dunia

Kamis, 24 Jun 2021 07:34


MUI

Must Read!
X