Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.783 views

Kekerasan Seksual pada Perempuan, Adakah Solusinya?

 

Oleh: Hana Annisa Afriliani,S.S

Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS) sejak awal diwacanakan ke publik, nyatanya menuai banyak pro dan kontra. Betapa tidak, beberapa pasal yang terdapat dalam RUU tersebut disinyalir bersifat ambigu dan dikhawatirkan justru menjadi payung hukum bagi legalnya kemaksiatan di negeri ini.

Sebagaimana kita tahu bahwa hal yang disoroti dalam RUU P-KS adalah soal “kekerasan” seksual. Maka siapa pun yang dinilai melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan akan dapat terkena delik pidana. Nantinya bukan tidak mungkin, para suami yang “memaksa” istrinya berhubungan intim juga akan terkena delik pidana ini. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dilontarkan oleh Komnas Perempuan beberapa waktu lalu, bahwa suami yang memaksa istrinya berhubungan badan, maka hal tersebut termasuk pemerkosaan dalam rumah tangga. Istri dapat melaporkan suaminya. Dan suami akan dapat dikenai sanksi pidana.

Tak hanya itu, RUU P-KS ini tidak menyentuh sama sekali persoalan zina yang notabenenya dilakukan atas dasar suka sama suka. Selama tidak ada unsur kekerasan di dalamnya, maka hal tersebut seolah sah di mata hukum. Ini juga jelas sangat berbahaya. Mengingat populasi kasus seks bebas di kalangan remaja selalu meningkat setiap tahunnya. Jelas ini bukanlah fakta yang boleh kita anggap remeh, karena rusaknya generasi akan berpengaruh pada warna peradaban di masa depan.

Alih-alih dipromosikan untuk menyelamatkan perempuan dari ancaman, sebaliknya RUU ini justru mendaat menolakan dari kaum perempuan sendiri. Sebagaimana dilansir oleh Medcom.id (14-07-2019) bahwaSejumlah perempuan yang tergabung dalam Aliansi Cerahkan Negeri (ACN) menggelar aksi menolak RUU P-KS, karena tidak memiliki tolak ukur yang jelas dan bisa multitafsir.

Tak hanya itu, Majelis Nasional Forum Alumni HMI-wati (Forhati) juga menolak RUU P-KS ini karena dinilai melanggar norma agama serta sarat dengan muatan feminisme dan liberalisme. Sehingga memunculkan celah legislasi tindakan LGBT dan pergaulan bebas. (Antaranews.com/15-07-2019)

Sangat nyata bahwa produk hukum yang dikeluarkan dalam kerangka sistem sekular-liberal hari ini tidak mampu menyelamatkan perempuan dalam kehinaan, sebaliknya justru menambah masalah baru. Semakin menjerumuskan perempuan ke dalam kubangan nista penuh dosa. Dan yang paling asasi dari munculnya RUU tersebut adalah kesalahan berpikir penyebab terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan.

Dalam pandangan sistem hari ini, kekerasan terhadap perempuan disebabkan oleh adanya ketimpangan gender. Laki-laki menjadi makhluk superior, sehingga kaum perempuan termarginalkan. Posisinya tidak menguntungkan. Makanya perempuan butuh payung hukum yang dapat menindak tegas segala bentuk kekerasan yang terjadi pada dirinya. Namun faktanya, pandangan ini cacat pikir.

Sesungguhnya segala bentuk kekerasan yang menimpa kaum perempuan, termasuk di dalamnya kekerasan seksual, adalah buah dari tidak diterapkannya syariat Islam dalam kehidupan. Tidak mungkin ada lelaki yang melecehkan perempuan, jika iman dan pemahaman agamanya kokoh mengakar dalam dirinya. Tidak mungkin pula ada perempuan yang dilecehkan jika ia menjalankan perintah Allah untuk menutup rapat seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan kedua telapak tangannya. Tidak mungkin pula ada kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga, jika suami dan istri paham hak dan kewajibannya sesuai yang digariskan syariat. Inilah lingkup ketakwaan individu yang akan menjadi pilar pertama dalam penerapan syariat Islam dalam kehidupan.

Disamping itu, tak mungkin ada kekerasan terhadap perempuan, serta munculnya aneka kemaksiatan di tengah-tengah masyarakat, seperti LGBT, seks bebas, kekerasan terhadap perempuan, jika ada kontrol di tengah-tengah masyarakat. Artinya, setiap orang saling peduli. Budaya amar ma’ruf nahyi mungkar dihidupkan. Inilah pilar ke-2 dalam penerapan syariat Islam. Berbeda dengan sistem liberal hari ini yang menjunjung tinggi individualisme. Sehingga satu sama lain merasa tak perlu ikut campur.

Selanjutnya, tak akan mungkin ada kezaliman yang menimpa perempuan jika syariat Islam diterapkan secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Sebagaimana yang digariskan Islam, bahwa negara berkuasa penuh atas penerapan syariat kepada warga masyarakatnya. Karena sejatinya negara adalah wakil umat dalam menerapkan syariat Islam secara kaffah.

Negara berkewajiban melindungi kehormatan dan kemuliaan perempuan, negara akan melarang segala bentuk aktivitas yang mengekspolitasi kecantikan perempuan. Negara juga akan menutup semua celah pornografi dan pornoaksi. Hal ini dalam rangka mencegah lahirnya budak-budak syahwat. Inilah pilar ke-3 dalam penerapan syariat Islam.

Sungguh, semua pilar tersebut akan mungkin diterapkan dalam naungan sistem Islam semata,bukan sistem sekular-liberal hari ini. Maka sudah saatnya kaum muslimin bahu membahu dalam mewujudkan kembali sistem Islam dalam kehidupan, karena hanya dengan syariat perempuan selamat. Wallahu’alam bi shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Nenek Mailah Tinggal di Kandang Domba. Ayo Bantu.!!

Di usia 63 tahun saat tubuhnya renta sakit-sakitan, ia hidup sebatang kara. Memasuki musim hujan, rumahnya porak-poranda diterjang puting beliung. Ia terpaksa tinggal di kandang Domba tetangganya....

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Terbentur Dana, Santri Hafiz Qur'an Terancam Batal Kuliah ke Luar Negeri. Ayo Bantu.!!

Hilmi Priyatama, santri juara penghafal Qur'an 30 juz ini lulus beasiswa di Universitas Internasional Afrika Sudan. Namun ia terancam batal berangkat karena terkendala biaya transport, pemberkasan...

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Latest News
Empat Mitos Sertifikasi Halal

Empat Mitos Sertifikasi Halal

Jum'at, 22 Nov 2019 22:44

AS Izinkan Microsoft Jual Perangkat Lunak ke Huaewei

AS Izinkan Microsoft Jual Perangkat Lunak ke Huaewei

Jum'at, 22 Nov 2019 22:40

Ilmuan Amerika: 27 Juta Umat Muslim Tewas Akibat Perang Melawan Teror AS

Ilmuan Amerika: 27 Juta Umat Muslim Tewas Akibat Perang Melawan Teror AS

Jum'at, 22 Nov 2019 22:20

Inggris Akan Pulangkan Anak Yatim Piatu Pejuang Islamic State dari Suriah

Inggris Akan Pulangkan Anak Yatim Piatu Pejuang Islamic State dari Suriah

Jum'at, 22 Nov 2019 22:00

Hidup dengan Islam, Hidup Sesuai Fitrah

Hidup dengan Islam, Hidup Sesuai Fitrah

Jum'at, 22 Nov 2019 21:31

AS Konfirmasi 2 Sandera Barat yang Dibebaskan Taliban Tiba di Jerman

AS Konfirmasi 2 Sandera Barat yang Dibebaskan Taliban Tiba di Jerman

Jum'at, 22 Nov 2019 21:30

STAI Tgk Chik Pante Kulu Gelar International Guest Lecture

STAI Tgk Chik Pante Kulu Gelar International Guest Lecture

Jum'at, 22 Nov 2019 20:12

Soal Format Pilkada, Fahira Idris Tawarkan Uji Publik Calon Kepala Daerah

Soal Format Pilkada, Fahira Idris Tawarkan Uji Publik Calon Kepala Daerah

Jum'at, 22 Nov 2019 19:19

Mardani Dukung Wapres Fokus Kembangkan Perekonomian dan Keuangan Syariah Nasional

Mardani Dukung Wapres Fokus Kembangkan Perekonomian dan Keuangan Syariah Nasional

Jum'at, 22 Nov 2019 17:06

Isu Radikalisme: Upaya Memecah Belah Anak Bangsa?

Isu Radikalisme: Upaya Memecah Belah Anak Bangsa?

Jum'at, 22 Nov 2019 13:31

Suara untuk Anak-anak Gaza

Suara untuk Anak-anak Gaza

Jum'at, 22 Nov 2019 12:18

Jokowi Diusulkan Tiga Periode, Pengamat: Nanti Dikasih Tiga Minta Empat Terus Seumur Hidup

Jokowi Diusulkan Tiga Periode, Pengamat: Nanti Dikasih Tiga Minta Empat Terus Seumur Hidup

Jum'at, 22 Nov 2019 11:25

Empat Hari Pasca Musywil, PW Persis DKI Jakarta Masa Jihad 2019-2023  Dilantik

Empat Hari Pasca Musywil, PW Persis DKI Jakarta Masa Jihad 2019-2023 Dilantik

Jum'at, 22 Nov 2019 10:42

Kalau Ahok Kangen Bentak-bentak, Kerja di Swasta Saja

Kalau Ahok Kangen Bentak-bentak, Kerja di Swasta Saja

Jum'at, 22 Nov 2019 08:45

Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, KH Tengku Zulkarnain: Driver Ojol Saja Wajib Punya SKCK

Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, KH Tengku Zulkarnain: Driver Ojol Saja Wajib Punya SKCK

Jum'at, 22 Nov 2019 07:30

Adhie Massardi: Jika Pertamina Banyak Mafianya Kenapa Bukan Kirim Polisi?

Adhie Massardi: Jika Pertamina Banyak Mafianya Kenapa Bukan Kirim Polisi?

Jum'at, 22 Nov 2019 06:17

Jika Polisi Tak Proses Hukum, Kasus Sukmawati akan Digaungkan pada Reuni Akbar 212

Jika Polisi Tak Proses Hukum, Kasus Sukmawati akan Digaungkan pada Reuni Akbar 212

Kamis, 21 Nov 2019 22:08

Rindu untuk Gaza

Rindu untuk Gaza

Kamis, 21 Nov 2019 22:07

Saat Presiden Marah Soal Impor Cangkul, Ada Apakah?

Saat Presiden Marah Soal Impor Cangkul, Ada Apakah?

Kamis, 21 Nov 2019 21:50

Ustaz Yusuf Martak: Sukmawati Lakukan Penistaan Islam Tingkat Tinggi

Ustaz Yusuf Martak: Sukmawati Lakukan Penistaan Islam Tingkat Tinggi

Kamis, 21 Nov 2019 21:07


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X