Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.630 views

Pengantin Pesanan, Beginikah Perempuan Diperlakukan?

 

Oleh: Fatimah Azzahra, S. Pd

 

"Wanita dijajah pria sejak dulu

Dijadikan perhiasan sangkar kumadu" (sabda alam)

Lagu di atas adalah salah satu lagu pemberontakan atas 'penjajahan' yang terjadi menimpa wanita. Sehingga kini bermunculan banyak gerakan emansipasi wanita, mendobrak adat menomorduakan wanita. Kesetaraan gender pun semakin didengungkan.

Benarkah wanita terjajah oleh pria? Terjajah oleh adat patriarki? Atau terjajah oleh gendernya?

Belum lama ini diberitakan 29 perempuan WNI menjadi korban pengantin pesanan di Cina. Ada 29 perempuan dan keluarganya ini dijanjikan akan dinikahi oleh orang kaya di Cina sana. Mereka dijanjikan penghidupan yang layak untuk sang perempuan dan keluarga di kampung halaman.

Awalnya memang mereka dapat sejumlah uang. Tapi sesampainya di Tiongkok sana, perempuan-perempuan ini mendapatkan perilaku yang tidak menyenangkan dari suami dan keluarganya. Mulai dari pemaksaan melayani suami padahal sedang datang bulan atau sakit. Pemaksaan bekerja dengan jam panjang di pabrik dengan upah yang dikuasai suami dan keluarganya. Hingga dihukum tidur di luar rumah tanpa bantal dan selimut juga tak diberi makan 3-5 hari jika melawan.

Ya, tidak ada hubungan kekeluargaan. Yang nampak justru lebih kepada perbudakan dan eksploitasi. Mana ada suami yang tega istrinya diperlakukan seperti itu? Mana ada mertua yang sejahat itu kecuali di sinetron? Sayangnya ini bukan sinetron, ini kenyataan pahit yang harus dihadapi sekitar 29 perempuan WNI yang jadi korban pengantin pesanan. Tiga diantaranya alhamdulillah berhasil kabur dan sudah berada di Indonesia, 26 orang sisanya masih dalam jeratan suaminya di Cina. Dan ternyata, fenomena pengantin pesanan ini tidak hanya menimpa negeri zamrud khatulistiwa saja. Negara-negara ASEAN lainnya ternyata juga mengalaminya. 

Fenomena ini terjadi disinyalir karena populasi perempuan di Cina yang lebih sedikit dari laki-lakinya, enggannya perempuan Cina untuk menikah, ditambah biaya 'mahar' yang mahal jika menikah dengan perempuan Cina. Adanya fenomena pengantin pesanan ini akan lebih dipermudah lagi transaksinya dalam balutan proyek One Belt One Road yang digagas Cina. Semua bentuk transaksi dari dan ke Cina akan sangat dipermudah, termasuk transaksi manusia.

Fenomena yang termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang ini terjadi karena cara pandang terhadap perempuan. Perempuan dipandang sebagai barang komoditas yang bisa diperjualbelikan. Inilah kacamata ala kapitalisme. Semuanya bisa dijual, semuanya termasuk komoditas asal menguntungkan si penjual. Ada supply, ada demand. Ada permintaan ada penawaran. Tak ada pertimbangan halal haram, atau bahkan Ridho Allah. Yang ada hanya untung rugi.

Inilah derita perempuan yang sesungguhnya terjadi. Kejadian ini bukan karena patriarki, juga bukan karena adat. Tapi karena kapitalisme yang memandang perempuan sebagai komoditas, tak ada bedanya dengan boneka, dan barang lainnya.

Beda halnya dengan Islam, Islam memandang perempuan sebagai makhluk mulia, tonggak peradaban dengan tugas utama ummu wa robbatul bayt: ibu dan pengurus rumah tangga. Dari rahimnya lahir generasi-generasi berkualitas yang diasuh dengan pondasi keimanan. Sehingga tak heran lahir generasi terbaik yang melegenda hingga kini. Seperti Imam Syafi'i, Muhammad Al Fatih, Umar bin Abdul Aziz, dan banyak lagi. Ada peran besar ibunda yang mendidik mereka. 

Jadi, yang seharusnya diperjuangkan bukanlah penghapusan patriarki, adat atau yang senada dengan hal tersebut. Tapi, yang harus dihapuskan adalah penerapan sistem kapitalisme. Ialah yang menjadi racun pemikiran, yang menggerakkan aktivitas manusia dengan landasan materi semata. Semua ditimbang dalam untung rugi ala manusia, ala pengusaha. Dan ini bertentangan dengan aturan dari Allah. Sehingga wajar jika kesengsaraan yang hadir. Akankah aturan seperti ini yang diinginkan untuk mengatur hidup kita? Wallahu'alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

IDC Tunaikan Beasiswa Muallaf Maria di Universitas Brawijaya Malang

Alhamdulillah, kini Maria muallaf mahasiswi Universitas Brawijaya bisa bernafas lega. Yayasan IDC menyalurkan amanah dari para donatur, sebesar Rp 66.648.300 untuk membantu beasiswa pendidikan...

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Latest News
Lockdown: Simalakama antara Penyakit dan Kelaparan

Lockdown: Simalakama antara Penyakit dan Kelaparan

Ahad, 29 Mar 2020 02:51

Ulama Syi'ah Irak Muqtada Al-Sadr Salahkan Pernikahan Sejenis Sebagai Penyebab Pandemi Corona

Ulama Syi'ah Irak Muqtada Al-Sadr Salahkan Pernikahan Sejenis Sebagai Penyebab Pandemi Corona

Sabtu, 28 Mar 2020 22:00

Turki Evakuasi 5.800 Pencari Suaka dari Perbatasan Yunani

Turki Evakuasi 5.800 Pencari Suaka dari Perbatasan Yunani

Sabtu, 28 Mar 2020 21:50

Corona dan Problematika Mudik

Corona dan Problematika Mudik

Sabtu, 28 Mar 2020 21:09

Fraksi PKS Tagih Janji Jokowi Tangguhkan Cicilan Rakyat Kecil

Fraksi PKS Tagih Janji Jokowi Tangguhkan Cicilan Rakyat Kecil

Sabtu, 28 Mar 2020 20:51

Pertempuran Kembali Berkobar di Libya Meski Ancaman Virus Mematikan Cina

Pertempuran Kembali Berkobar di Libya Meski Ancaman Virus Mematikan Cina

Sabtu, 28 Mar 2020 19:45

Turki Karantina Selusin Wilayah Dalam Rangka Memerangi Virus Corona

Turki Karantina Selusin Wilayah Dalam Rangka Memerangi Virus Corona

Sabtu, 28 Mar 2020 19:25

Pasukan Tempur Mulai Melawan Jokowi

Pasukan Tempur Mulai Melawan Jokowi

Sabtu, 28 Mar 2020 18:43

Ombudsman: Pejabat Negara yang Undang Liputan Media Saat Darurat Corona Maladministrasi

Ombudsman: Pejabat Negara yang Undang Liputan Media Saat Darurat Corona Maladministrasi

Sabtu, 28 Mar 2020 17:50

Update 28 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1155 Positif, 59 Sembuh, 102 Meninggal

Update 28 Maret 2020 Infografik Covid-19: 1155 Positif, 59 Sembuh, 102 Meninggal

Sabtu, 28 Mar 2020 16:48

Kematian Corona di Indonesia Tertinggi di Dunia, Komisi XI: Awalnya Ada yang Jumawa dan Remehkan

Kematian Corona di Indonesia Tertinggi di Dunia, Komisi XI: Awalnya Ada yang Jumawa dan Remehkan

Sabtu, 28 Mar 2020 15:42

PKS Minta PLN Siaga Selama Darurat Corona

PKS Minta PLN Siaga Selama Darurat Corona

Sabtu, 28 Mar 2020 14:50

Lebih 375 Masjid dan Fasilitas Shalat di Inggris Ditutup Menyusul Penyebaran Wabah Virus Corona

Lebih 375 Masjid dan Fasilitas Shalat di Inggris Ditutup Menyusul Penyebaran Wabah Virus Corona

Sabtu, 28 Mar 2020 13:30

Presiden Lempar Handuk?

Presiden Lempar Handuk?

Sabtu, 28 Mar 2020 13:19

Kebijakan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

Kebijakan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

Sabtu, 28 Mar 2020 12:40

Tuhan itu Peduli dan Tidak Tidur

Tuhan itu Peduli dan Tidak Tidur

Sabtu, 28 Mar 2020 11:41

Pemerintah Buka Rekening Donasi untuk Corona, Legislator: Lucu, Jadi Terbalik-balik

Pemerintah Buka Rekening Donasi untuk Corona, Legislator: Lucu, Jadi Terbalik-balik

Sabtu, 28 Mar 2020 10:21

Fatwa Lengkap MUI Tentang Pengurusan Jenazah Muslim yang Terinfeksi Corona

Fatwa Lengkap MUI Tentang Pengurusan Jenazah Muslim yang Terinfeksi Corona

Sabtu, 28 Mar 2020 09:59

Corona Kembalikan Perempuan pada Fitrahnya sebagai Ibu

Corona Kembalikan Perempuan pada Fitrahnya sebagai Ibu

Sabtu, 28 Mar 2020 08:42

Ikuti Jejak Anies, Pengusaha Pemuda Muhammadiyah Banyumas Hibahkan Hotel untuk Tenaga Kesehatan

Ikuti Jejak Anies, Pengusaha Pemuda Muhammadiyah Banyumas Hibahkan Hotel untuk Tenaga Kesehatan

Sabtu, 28 Mar 2020 07:27


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X