Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.373 views

Membendung Islam Kaffah dengan Moderasi Sejarah Islam, Mungkinkah?

 

Oleh: Fety Andriani S.Si

Kampanye moderasi Islam kian masif digalakkan. Bermacam-macam rupa dan jalan namun bermuara pada tujuan yang sama yakni membumikan Islam moderat. Dunia pendidikan adalah aspek yang potensial untuk mempercepat dan berpengaruh besar dalam menyukseskan moderasi Islam. Oleh karenanya kampanye Islam moderat kerap menyasar dunia pendidikan.

Ada beberapa catatan yang menjadi bukti kuatnya upaya moderasi Islam pada sistem pendidikan Indonesia. Istilah jihad dalam buku pelajaran dipelintir lalu dihapus. Bab khilafah dalam pelajaran Fikih dihapus dan dimasukkan ke dalam pelajaran Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI). Muktamar di salah satu Perguruan Tinggi di Jawa Timur juga merekomendasikan Tafsir Maqashidi berbasis Islam moderat.  Kini dalam pelajaran SKI, pembahasan sejarah kejayaan Islam hendak dikaitkan dengan Islam iklusif, toleran dan moderat. Tidak lama setelahnya umat muslim Indonesia juga kembali dikejutkan dengan dihapusnya frasa agama pada peta jalan pendidikan.

Kementerian Agama (Kemenag) meminta para guru madrasah mengampu mata pelajaran SKI untuk menyampaikan sejarah kejayaan Islam secara komprehensif. Hal ini dimaksudkan untuk membentuk generasi muda muslim yang moderat. Kejayaan Islam dikaitkan dengan praktik Islam yang inklusif, terbuka dan toleran. Islam digambarkan sebagai agama “ramah” dan moderat (sindonews.com).

Permintaan Kemenag untuk menyampaikan sejarah Islam dengan komprehensif dinilai tidak sejalan dengan tujuannya untuk memoderasi. Hakikatnya sejarah Islam tidak akan disampaikan secara komprehensif dan utuh. Sebabnya adalah patokan moderasi telah mengerangkeng penyampaian sejarah Islam. Ajaran-ajaran Islam yang diterapkan dan tercatat dalam sejarah emas Islam namun bertentangan dengan moderasi akan dihapus dan disembunyikan. Sebagaimana kata perang/ jihad yang dihapus dan ajaran khilafah yang dimarginalkan.

Bila sejarah kejayaan Islam dibahas secara utuh maka tidak terlepas dari titik awal peradaban Islam yang gemilang yaitu daerah seluas Madinah. Kemudian wilayah kekuasaan Islam terus berekspansi melalui dakwah dan jihad. Tidak mungkin ada jihad tanpa ada komando dari amirul jihad (yang ditunjuk oleh khalifah) atau dipimpin langsung oleh khalifah. Sedangkan khalifah dan amirul jihad adalah istilah yang khas dan merupakan bagian dari struktur negara Islam yakni khilafah. Namun penggunaan istilah jihad dan khilafah telah dibatasi. Gambaran jihad dan khilafah pun kerap dimonsterisasi.

Disadari atau tidak, penguasa telah menciptakan blunder. Ingin memoderasi Islam dan generasi muslim tapi tidak pernah terlepas dari bayang-bayang ajaran Islam yang mereka cap radikal dan intoleran. Secara substansi, Islam moderat adalah Islam sekular. Sungguh aneh ketika pegiat Islam moderat hendak memadupadankan Islam dan sekularisme. Padahal keduanya ibarat air dan minyak yang tidak akan pernah menyatu. Islam menghendaki penerapannya secara menyeluruh sedangkan sekularisme menghendaki Islam dijauhkan dari penganutnya dalam mengatur kehidupannya.

Para pengusung Islam moderat mempromosikan Islam sebagai agama ramah. Tentunya kata ramah yang dimaksud adalah ramah terhadap Barat, tidak anti Barat dan yang terpenting adalah ramah terhadap ide sekularisme. Barat menyebarkan ide Islam moderat untuk menjauhkan kaum muslimin dari penerapan Islam kaffah. Sebagian besar syariat Islam yang berkaitan dengan politik Islam dijauhkan dari umat. Akhirnya Islam hanya dipahami seputar ibadah ritual dan diterapkan secara parsial.

Islam moderat sejatinya adalah produk dari paham sekularisme, sama halnya seperti Islam liberal dan Islam nusantara. Islam liberal lebih dulu booming namun aliran ini tidak memiliki pengaruh yang besar. Lalu beralih ke Islam nusantara yang konsepnya tidak jelas. Kampanye Islam nusantara meredup dan perbincangannya mulai ditinggalkan. Tersisa Islam moderat yang pembahasannya masih hangat. Karena pada dasarnya merupakan ide yang cacat, jika tidak mampu bertahanmaka dengan sendirinya akan hilang dari pembahasan. Hingga begitu seterusnya akan muncul aliran-aliran lainnya.

Inilah pangkal masalah sebenarnya, sekularisme. Selama pemahaman ini mendominasi maka kejayaan Islam itu hanya akan menjadi cerita di masa lampau dan angan-angan di masa depan. Bahkan untuk sekadar menceritakan sejarah tidak akan pernah objektif dan terbuka. Oleh karenanya tidak cukup mengkritik dan menolak kelompok atau aliran Islam yang baru muncul. Namun harus ada upaya untuk mencabut sekularisme hingga ke akar-akarnya.

Upaya mencabut paham sekularisme yang melekat pada tubuh umat harus diimbangi dengan upaya penanaman paham yang shahih. Berkebalikan dengan upaya mereka yang menanamkan Islam moderat dengan menjauhkan pemahaman Islam kaffah, maka harus dikembalikan Islam yang murni, jernih, dan tidak tercampur dengan fikroh gharbiyyah(ide Barat). Islam harus diterapkan secara kaffah bukan setengah-setengah. Sudah sangat jelas bahwa sesungguhnya Allah SWT memerintahkan penerapan Islam kaffah.

Sebagaimana firmannya “Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu” (TQS. Al-Baqarah : 208).

Dalam ayat lain Allah berfirman “Apakah kamu beriman kepada sebagia Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian di antaramu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang amat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (TQS. Al-Baqarah : 85).

Dua ayat tersebut cukuplah menjadi dalil bahwasanya Islam wajib diterapkan secara sempurna aturan-aturannya di dalam kehidupan. Wajib bagi muslim untuk menolak sekularisme dan Islam moderat. Ketika menyadari bahwa Islam belum diterapkan secara kaffah maka seharusnya ada dorongan dalam diri muslim untuk mengupayakan penerapannya. Lalu bagaimanakah cara menerapkannya? Tentudengan mencontoh apa-apa yang pernah dilakukan Rasulullah Saw. Wallahu a’lam bishshawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Politisi PKS: Tak Impor Beras tahun 2021, Presiden Jokowi Kembali Lakukan Kebohongan Publik

Jum'at, 03 Dec 2021 09:16

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Warga Jakarta Berlimpah Subsidi

Jum'at, 03 Dec 2021 08:54

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Membangun Visi Pendidikan yang Benar

Jum'at, 03 Dec 2021 08:39

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Tak Sekadar Lolos ke Senayan, Partai Gelora Targetkan Menang Pemilu 2024

Jum'at, 03 Dec 2021 08:22

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Menilik Makna Ahlul Sunah Wal Jamaah Anti Radikalisme

Kamis, 02 Dec 2021 15:21

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Pornografi Menghantui Generasi, Sampai Kapan?

Kamis, 02 Dec 2021 15:03

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Jurnalis Sebut Media Lakukan Bias dalam Pemberitaan Penjajahan Israel di Palestina

Kamis, 02 Dec 2021 12:24

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Pasukan Iran Terlibat Pertempuran Sengit Dengan Taliban Di Perbatasan

Kamis, 02 Dec 2021 12:15

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Taliban Dan Junta Militer Myanmar Tidak Diizinkan Di PBB Untuk Saat Ini

Kamis, 02 Dec 2021 10:27

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Kamis, 02 Dec 2021 02:14

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Rabu, 01 Dec 2021 23:07

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Rabu, 01 Dec 2021 22:27

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Rabu, 01 Dec 2021 19:26

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Rabu, 01 Dec 2021 19:12

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

Rabu, 01 Dec 2021 18:55

Kongres Sejarawan Muhammadiyah Pertama Lahirkan 10 Rekomendasi

Kongres Sejarawan Muhammadiyah Pertama Lahirkan 10 Rekomendasi

Rabu, 01 Dec 2021 18:32

Tanda Kolesterol Tinggi Bisa Dilihat dari Perubahan Kulit

Tanda Kolesterol Tinggi Bisa Dilihat dari Perubahan Kulit

Rabu, 01 Dec 2021 18:04

Kemajuan Teknologi Tidak Bisa Serta Merta Menjadi Solusi, Terlebih dalam Urusan Agama

Kemajuan Teknologi Tidak Bisa Serta Merta Menjadi Solusi, Terlebih dalam Urusan Agama

Rabu, 01 Dec 2021 16:29

Al-Shabaab Serang Pangkalan Militer Ethiopia Di Baidoa Somalia

Al-Shabaab Serang Pangkalan Militer Ethiopia Di Baidoa Somalia

Rabu, 01 Dec 2021 15:34

Indonesia Jadi Produsen Mobil Listrik di 2022, Pengamat: Tren Pasar Berubah

Indonesia Jadi Produsen Mobil Listrik di 2022, Pengamat: Tren Pasar Berubah

Rabu, 01 Dec 2021 14:52


MUI

Must Read!
X