Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.704 views

Presiden Mencabut Lampiran tentang Miras, Apa Maksudnya?

 

Oleh: Risimonia

Selasa (02/03/2021) presiden Jokowi resmi mencabut lampiran Perpres Nomor 10 Tahun 2021 terkait pembukaan investasi baru dalam industri miras. Alasannya presiden menerima masukan dari para ulama dan tokoh agama, baik MUI, NU, Muhammadiyah dan ormas lainnya, provinsi maupun daerah. Banyak pihak lega terhadap keputusan presiden, sehingga dapat meredam pro kontra yang memanas dalam seminggu terakhir.

Tapi sayangnya, banyak masyarakat yang tidak mengetahui titik perkara masalahnya. Dicabutnya lampiran tersebut bukan berarti investasi miras stop atau menjadi illegal. Ternyata tidak. Pelarangan izin investasi miras tersebut hanya berlaku bagi pihak yang baru ingin memulai investasi. Izin investasi miras dari pemerintah sebelumnya, tetap berlaku.

Mengutip penjelasan kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) yang dimuat dalam cnbcindonesia.com. Bahwa sejak Orde Lama sampai saat ini sudah ada 109 izin investasi miras pada 13 provinsi. Artinya miras masih dapat berkeliaran secara legal di negeri ini oleh pihak/perusahaan yang sudah mengantongi izin sebelum lampiran tersebut dicabut.

Tak ayal lagi maraknya kriminalitas akibat miras di negeri ini tidak akan terselesaikan. Karena memang hakikatnya legalitas miras tersebut dikeluarkan oleh pemerintah. Dengan berbagai dalih yang tak rasional. Misal menambah pendapatan negara atau mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Padahal pakar ekonomi dan kesehatan menjelaskan bahwa investasi miras lebih banyak mudharatnya. Bahkan sebenarnya biaya yang harus dikeluarkan negara untuk rehabilitasi dampak negatif miras lebih besar dibandingkan pendapatan yang diterima negara.

Miras Legal, Produk Sistem Demokrasi Kapitalis

Ekonom INDEF Enny Sri Hartati menanggapi segera dicabutnya lampiran, padahal baru beberapa hari diteken. Beliau mengatakan nampak kurang adanya koordinasi pemerintah dalam membuat kebijakan yang berdampak luas bagi masyarakat. Bahkan seorang wapres Ma’ruf Amin pun tak tahu menahu diterbitkannya Perpres tersebut. Menurut pengakuan, Beliau tidak dilibatkan sama sekali dalam penyusunannya. (www.tribunnews.com, 4/03/2021).

Ya inilah wajah demokrasi kapitalis. Katanya dalam demokrasi : Vox populei vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan. Tapi nyatanya keputusan pelegalan miras tersebut tak memakai persetujuan  atau diskusi dari wakil rakyat. Langsung diputuskan tanpa menunggu persetujuan rakyat. Ini menunjukkan bahwa demokrasi hanyalah slogan.

Sinyalisasi pesanan dari Perpres tersebut semakin meneguhkan bahwa yang berkuasa dalam sistem demokrasi bukanlah rakyat. Tapi para pemilik modal yang berkepentingan. Tak peduli dengan rusak dan merusaknya miras bagi masyarakat dan negara. Yang terpenting pundi-pundi uang mengalir dalam saku pemilik modal. Mirisnya pemerintah ‘tunduk’ pada pemilik modal tersebut. Menjalani kepentingan mereka dengan mengatasnamakan rakyat.

Urgensi Sistem Islam Kaffah 

Allah SWT berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya :Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung (QS. Al Maidah ayat 90).

Rasulullah SAW bersabda :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ» (رواه مسلم)

Artinya : Dari Ibnu Umar r.a. bahwasannya Nabi saw. bersabda, Setiap hal yang memabukkan itu khamr, dan setiap yang memabukkan itu haram(H.R. Muslim).

Ayat Al Quran dan hadits Rasulullah SAW  di atas menjelaskan keharaman miras secara qath’i. Dalam khasanah fikih Islam, para mujtahid dan ulama sudah sepakat terkait keharamannya (muttafaq fihi). Mengkonsumsi miras termasuk dosa besar. Bahkan dalam hadits Rasulullah SAW yang lain menjelaskan ada 10 golongan yang akan mendapat dosa dari miras. Artinya keharaman miras ini sudah final. Tapi mengapa negeri yang mayoritas muslim ini melegalkan miras dan berani mengerjakan larangan Allah SWT ?

Sekuler. Penerapan syari’at Islam di negeri ini hanya diafirmasi pada ibadah ritual, pernikahan dan kematian. Tapi terkait pengaturan kehidupan publik (ekonomi, sosial, pemerintahan, pergaulan, hukum, dan sebagainya) di‘mati suri’kan. Bahkan penyuaraannya dikriminalisasi. Padahal melaksanakan syari’at Allah SWT secara parsial adalah bentuk kekufuran. Miras dilegalkan karena dianggap memiliki nilai ekonomi, walaupun jelas keharamannya. Inilah watak kapitalis. 

Untuk hukum syara’ yang qath’i saja dalam sistem sekuler demokrasi kapitalis tidak diizinkan untuk diterapkan. Apatah lagi selain hukum yang qath’i. Apabila kondisi seperti ini dibiarkan, bukankah ini kemaksiatan sistemik ?

Kaum muslim butuh sistem Islam bukan demokrasi kapitalis, agar syari’at Islam terterapkan secara kaffah dalam kehidupan. Ini penting sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban seorang muslim dan ketaqwaan pada Allah SWT. Wallahu a’lam bish-shawabi. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Jumat Barokah: Mari Berbagi Wakaf Qur’an & Tebar Hidangan kepada Santri Pelosok Garut

Insya Allah besok Jum’at IDC berbagi Sedekah Jum’at dan Wakaf Mushaf Al-Qur'an kepada para Santri TPQ Masjid Al-Iman Garut. Mari berburu keberkahan sedekah Jumat dan wakaf Al-Qur'an....

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah  Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Kampung Peundeuy Banten Terhenti, Ayo Sedekah Jariyah.!!!

Pembangunan Mushalla Nurul Hikmah di Tangerang Banten ini terhenti karena terkendala biaya. Diperlukan biaya 30 juta rupiah untuk merampungkan agar ibadah dan syiar Islam makin semarak....

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Hijrah dari Gubuk Rombeng, Ayo Bangun Rumah Dakwah Ustadz Karita

Ustadz Karita dan Ustadzah Nurjanah totalitas berdakwah memajukan pendidikan agama di Leuwigede Indramayu. Karena keterbatasan ekonomi, mereka tinggal di gubuk dari karung bekas. Ayo Bantu..!!!...

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Ayo Wakaf Tempat Wudhu ke Masjid Al-Iman Talegong, Alirkan Pahala Abadi.!!

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah, ibadah dan pengajian warga Kampung Warung Gantung Talegong Garut, Jawa Barat. Namun sampai saat ini belum memiliki tempat wudhu. Ayo Wakaf..!!!...

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Latest News
MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

MUI Teken MoU Pembangunan RSIH dengan Wali Kota Hebron

Kamis, 02 Dec 2021 02:14

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Sederet Manfaat Olahraga Bagi Lansia

Rabu, 01 Dec 2021 23:07

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Harga Minyak Goreng Kian Melambung, Politisi PKS: Rakyat Berkabung

Rabu, 01 Dec 2021 22:27

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Dukung Anies, Elektabilitas Nasdem Naik

Rabu, 01 Dec 2021 19:26

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Kemenlu: Isu Palestina Jadi Jantung Kebijakan Luar Negeri Indonesia

Rabu, 01 Dec 2021 19:12

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

ASN Diganti Robot, Indonesia Tak Perlu Teknologi Luar

Rabu, 01 Dec 2021 18:55

Kongres Sejarawan Muhammadiyah Pertama Lahirkan 10 Rekomendasi

Kongres Sejarawan Muhammadiyah Pertama Lahirkan 10 Rekomendasi

Rabu, 01 Dec 2021 18:32

Tanda Kolesterol Tinggi Bisa Dilihat dari Perubahan Kulit

Tanda Kolesterol Tinggi Bisa Dilihat dari Perubahan Kulit

Rabu, 01 Dec 2021 18:04

Kemajuan Teknologi Tidak Bisa Serta Merta Menjadi Solusi, Terlebih dalam Urusan Agama

Kemajuan Teknologi Tidak Bisa Serta Merta Menjadi Solusi, Terlebih dalam Urusan Agama

Rabu, 01 Dec 2021 16:29

Al-Shabaab Serang Pangkalan Militer Ethiopia Di Baidoa Somalia

Al-Shabaab Serang Pangkalan Militer Ethiopia Di Baidoa Somalia

Rabu, 01 Dec 2021 15:34

Indonesia Jadi Produsen Mobil Listrik di 2022, Pengamat: Tren Pasar Berubah

Indonesia Jadi Produsen Mobil Listrik di 2022, Pengamat: Tren Pasar Berubah

Rabu, 01 Dec 2021 14:52

Pengadilan Libya Keluarkan Penglima Pemberontak Khalifa Haftar Dari Pencalonan Pilpres

Pengadilan Libya Keluarkan Penglima Pemberontak Khalifa Haftar Dari Pencalonan Pilpres

Rabu, 01 Dec 2021 14:45

Dari Guru yang Alim dan Uswah Hasanah, Lahirlah Para Ulama dan Generasi Khairu Ummah

Dari Guru yang Alim dan Uswah Hasanah, Lahirlah Para Ulama dan Generasi Khairu Ummah

Rabu, 01 Dec 2021 14:27

Arab Saudi Buka Bagian Konsuler Di Kedutaan Mereka Di Kabul

Arab Saudi Buka Bagian Konsuler Di Kedutaan Mereka Di Kabul

Rabu, 01 Dec 2021 14:00

Siapkan Kader, PP PERSIS Bekali Kafilah Du'at Angkatan XI

Siapkan Kader, PP PERSIS Bekali Kafilah Du'at Angkatan XI

Rabu, 01 Dec 2021 13:22

Ulama Adalah Pewaris Para Anbiya Sekaligus Warga Negara yang Harus Dilindungi

Ulama Adalah Pewaris Para Anbiya Sekaligus Warga Negara yang Harus Dilindungi

Rabu, 01 Dec 2021 12:20

Omnibus Tertabrak Bus

Omnibus Tertabrak Bus

Rabu, 01 Dec 2021 10:51

Berhenti Merokok Cegah PPOK dan Kanker Paru

Berhenti Merokok Cegah PPOK dan Kanker Paru

Rabu, 01 Dec 2021 10:25

Masyarakat Harus Waspada Saat Bertransaksi Digital

Masyarakat Harus Waspada Saat Bertransaksi Digital

Rabu, 01 Dec 2021 10:13

Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Abai Terhadap Perzinahan

Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 Abai Terhadap Perzinahan

Rabu, 01 Dec 2021 10:09


MUI

Must Read!
X