Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.123 views

Pandemi Diprediksi Masih 7 Tahun Lagi, Adakah Solusi Pasti?

 

Oleh: Shita Ummu Bisyarah

     Pandemi Covid-19 di Indonesia tak kunjung menemui usainya. Grafik yang masih terus menerus meroket tajam bahkan belum menemui puncaknya menandakan pandemi ini masih akan lama kita lalui. Tercatat di laman worldometers.com sebanyak 1,157,837 jiwa telah terinveksi virus mematikan ini dengan kematian 31,556. Lebih parahnya Indonesia masuk peringkat 3 kematian nakes terbanyak di dunia. IDI mengumumkan sebanyak 647 nakes meninggal akibat terinfeksi Covid-19 per 28 Januari 2021.

     Sungguh yang tertera dalam angka - angka yang berbaris rapi itu adalah manusia bukan angka statistik biasa. Terlihat bagaimana penanganan pandemi di Indonesia maupun global dunia gagal total. Mengorbankan jutaan nyawa manusia bahkan dokter yang berusaha menyelamatkan mereka.

     Angin segar datang dengan ditemukannya vaksin di berbagai negara. Bahkan vaksin - vaksin yang dikembangkan banyak negara ini satu per satu telah mengumumkan hasil uji klinis fase 3 nya dengan angka efikasi yang spektakuler. Tercatat Pfizer, Moderna, AstraZeneca memiliki efikasi lebih dari 90% dan sinovac 65.3%. Vaksin - vaksin ini terbukti dapat membentuk antibodi terhadap virus Corona ini.

     Namun lagi-lagi masalah birokrasi. Vaksin pertama yang diproduksi habis diborong negara yang memiliki modal besar. Dilansir dari cnbcindonesia.com (18/09/2020) bahwa lembaga amal international, Oxfam mengatakan 51% vaksin Covid-19 potensial telah di pesan oleh negara kaya (read : maju). Negara kaya ini setara dengan 13% populasi dunia.

     Parahnya lagi vaksinasi Indonesia berjalan sangat lambat. Dilansir dari cnbcindonesia.com (01/02/2021) Indonesia hanya melakukan vaksinasi pada 42.804 orang per hari, padahal targetnya 900.000 orang per hari. Dengan lambatnya vaksinasi ini pastilah akan lambat juga terbentuk herd imunity. Lalu kapan pandemi di Indonesia akan berakhir ketika vaksinasi berjalan sangat lambat seperti ini?

     Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Bloomberg, Johns Hopkins University menghitung berapa lama herd imunity akan tercapai dengan kecepatan imunisasi yang seperti sekarang ini. Dalam research tersebut disimpulkan bahwa dunia akan tercipta kekebalan global  pada 7 tahun kedepan dengan data kecepatan vaksinasi saat ini 4,5 juta dosis per day (data per 5 Februari 2021 pukul 21.00 waktu setempat).

     Negara-negara yang "kaya" dan menyiapkan vaksinasinya sejak awal dengan memesan vaksin dan mengedukasi masyarakat nya, mereka bisa mencapai herd imunity lebih cepat. Seperti Israel, Saudi Arabia yang hanya membutuhkan waktu 2 bulan, Inggris 6 bulan, Amerika 11 bulan, Prancis 3.8 tahun, Brazil 3.9 tahun, China 5.5 tahun. Sedangkan negara - negara "miskin" diprediksi lebih lama mencapai herd imuniti karena lambatnya proses vaksinasi. Sebut saja India, Rusia, Indonesia membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk mencapainya. Bisa jadi jika birokrasi lebih lambat lagi maka pandemi juga lebih lama mereda.

     Dari penelitian ini dapat kita lihat betapa ketimpangan sosial ekonomi antara negara kaya dan negara miskin sangat gamblang adanya. Negara kaya bisa menebas habis vaksin dan hampir tidak menyisakan untuk negara miskin. Hal ini sangat wajar sekali terjadi di iklim kapitalisme. Kapitalisme dengan tolok ukur perbuatannya yakni materialisme jelas meniscayakan manusia berbuat berdasarkan untung rugi belaka. Ekonomi adalah aspek nomor satu, sedang nyawa manusia tak jadi prioritas utamanya. Paradigma seperti inilah yang membuat penanganan pandemi global carut marut tak kunjung usai. Kapitalis telah gagal menangani pandemi, karena keegoisan pribadi atas nama ekonomi.

     Hal ini berbeda jauh dengan paradigma ideologi Islam. Islam memandang bahwa nyawa manusia sangatlah berharga sebagaimana sabda Rosul

“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani)

     Paradigma seperti inilah yang akan membangun prinsip Islam dalam membuat peraturan. Karena nyawa manusia lebih berharga daripada sebesar apapun nilai dunia, maka sistem kesehatan dinilai sebagai kebutuhan pokok umat. Sehingga negara wajib memberikannya secara gratis dan cuma-cuma. Hal ini tentu saja didukung sepenuhnya oleh sistem ekonomi dan politik Islam berikut sekumpulan konsep sahihnya. Sistem pendidikan sebagai pilar utama membentuk masyarakat yang hidup sehat, politik riset dan industri dilandaskan pada paradigma shahih Islam, sementara pembiayaan berbasis baitul mal dengan anggaran bersifat mutlak.

     Apabila terjadi pandemi maka negara yang menerapkan Islam akan menerapkan secara sungguh - sungguh 3 prinsip dasar yang diajarkan Syariat dalam menangani pandemi. Pertama pengambilan kebijakan lockdown sesegera mungkin. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah saw, “Apabila kalian mendengarkan wabah di suatu tempat maka janganlah memasuki tempat itu, dan apabila terjadi wabah sedangkan kamu sedang berada di tempat itu maka janganlah keluar darinya.” (HR Imam Muslim).

     Ke-dua mengisolasi orang yang sakit memisahkannya dengan yang sehat. Sabda Rasulullah SAW, “Sekali-kali janganlah orang yang berpenyakit menular mendekati yang sehat.”(HR Imam Bukhari).

     Ke-tiga Pengobatan yang sakit segera hingga sembuh. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obat, diadakan-Nya bagi tiap-tiap penyakit obatnya maka berobatlah kamu, tetapi janganlah berobat dengan yang haram.”

     Dengan paradigma dan prinsip seperti itu mudah saja bagi negara dalam menyelesaikan wabah. Seperti melakukan screening epidemiology ( pemeriksaan yang cepat dan akurat terhadap semua orang dengan gejala klinis serta melakukan contac tracking dengan teknologi GPS yang sudah maju seperti sekarang). Bisa diprediksi hanya dalam waktu kurang dari 12 jam bahkan bisa dipilah mana orang yang terinfeksi dan mana yang sehat karena orang - orang Islam adalah manusia yang taat pada syariat. Sehingga bisa dilaksanakan 3 prinsip yang sudah dijelaskan di atas.

     Begitulah Islam sebagai sistem kehidupan yang sohih dengan seperangkat aturan yang kompleks serta paradigma yang mulia sehingga bisa menjadi solusi setiap problematika dunia. Sangat layak Islam diterapkan sebagai pengatur alam, bukan kapitalis yang terbukti gagal hingga jutaan nyawa melayang. Karena Islam hadir tak hanya menjadi rahmat bagi kaum muslim tapi rahmat bagi seluruh alam. Wallahualambissawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Rumah Dakwah Ustadz Sukarman Reyot Terancam Roboh, Ayo Bantu!

Sungguh prihatin kondisi rumah Ustadz Ahmad Sukarman ini. Rumah tinggal yang difungsikan sebagai markas pengajian ini sangat tidak layak, rapuh dan reyot terancam roboh....

Latest News
Anggota Kongres AS Dari Partai Republik Tunda Bantuan Sebesar 75 Juta USD Untuk Palestina

Anggota Kongres AS Dari Partai Republik Tunda Bantuan Sebesar 75 Juta USD Untuk Palestina

Sabtu, 10 Apr 2021 21:35

AS dan Israel Khawatir Tentang Potensi Kemanangan Hamas Dalam Pemilu Palestina

AS dan Israel Khawatir Tentang Potensi Kemanangan Hamas Dalam Pemilu Palestina

Sabtu, 10 Apr 2021 21:15

Arab Saudi Akan Denda 10.000 Riyal Jemaah Yang Melakukan Umrah Ramadhan Tanpa Izin

Arab Saudi Akan Denda 10.000 Riyal Jemaah Yang Melakukan Umrah Ramadhan Tanpa Izin

Sabtu, 10 Apr 2021 20:42

Kemitraan Sushi Halaliciouz, Resep untuk Raih 20-30 Juta/bulan

Kemitraan Sushi Halaliciouz, Resep untuk Raih 20-30 Juta/bulan

Sabtu, 10 Apr 2021 14:15

Reseller Siomay Mojang, kini Rp. 950rb raih omset puluhan juta

Reseller Siomay Mojang, kini Rp. 950rb raih omset puluhan juta

Sabtu, 10 Apr 2021 14:05

Darwin Akui Kesesatan 'Teori Evolusi' Jelang Akhir Hayatnya

Darwin Akui Kesesatan 'Teori Evolusi' Jelang Akhir Hayatnya

Sabtu, 10 Apr 2021 14:00

Perjuangan Perguruan Tinggi Islam Melanjutkan Misi Hatta-Natsir

Perjuangan Perguruan Tinggi Islam Melanjutkan Misi Hatta-Natsir

Sabtu, 10 Apr 2021 13:55

Ternyata Hadits ''Berpuasalah, Kamu Akan Sehat'' Dhaif

Ternyata Hadits ''Berpuasalah, Kamu Akan Sehat'' Dhaif

Sabtu, 10 Apr 2021 11:53

Ditolak Kemenkumham, Moeldoko Berpeluang Menang di PTUN

Ditolak Kemenkumham, Moeldoko Berpeluang Menang di PTUN

Sabtu, 10 Apr 2021 08:32

Tokoh MUI Serukan Umat Munculkan Natsir-Natsir Baru

Tokoh MUI Serukan Umat Munculkan Natsir-Natsir Baru

Sabtu, 10 Apr 2021 05:05

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Sabtu, 10 Apr 2021 00:28

Hantu itu Bernama Radikalisme

Hantu itu Bernama Radikalisme

Jum'at, 09 Apr 2021 23:47

Mencegah Menjadi Jahiliyah, Carilah Ilmu Yang Benar

Mencegah Menjadi Jahiliyah, Carilah Ilmu Yang Benar

Jum'at, 09 Apr 2021 22:28

Umat Islam Harus Teladani Integritas dan Intelektualitas Mohammad Natsir

Umat Islam Harus Teladani Integritas dan Intelektualitas Mohammad Natsir

Jum'at, 09 Apr 2021 22:02

Jika Doa Semua Agama Dibacakan, Umat Islam Sebaiknya Keluar Ruangan!

Jika Doa Semua Agama Dibacakan, Umat Islam Sebaiknya Keluar Ruangan!

Jum'at, 09 Apr 2021 21:44

Peringati Mosi Integral Natsir, Yudi Latif: M. Natsir Pemimpin Muslim dan Nasionalis yang Kuat

Peringati Mosi Integral Natsir, Yudi Latif: M. Natsir Pemimpin Muslim dan Nasionalis yang Kuat

Jum'at, 09 Apr 2021 20:17

Nol Satu Nol Dua di Pelaminan

Nol Satu Nol Dua di Pelaminan

Jum'at, 09 Apr 2021 20:10

Pasukan Assad Serang Kendaraan Warga Sipil Dengan Rudal, 4 Orang Tewas 2 Anak Terluka

Pasukan Assad Serang Kendaraan Warga Sipil Dengan Rudal, 4 Orang Tewas 2 Anak Terluka

Jum'at, 09 Apr 2021 16:30

Tunisia Tangguhkan Shalat Isya Dan Tarawih Di Masjid

Tunisia Tangguhkan Shalat Isya Dan Tarawih Di Masjid

Jum'at, 09 Apr 2021 15:32

Laporan: Jenderal UEA Tidak Dapat Menjadi Presiden Interpol Karena Sejarah Pelanggaran HAM

Laporan: Jenderal UEA Tidak Dapat Menjadi Presiden Interpol Karena Sejarah Pelanggaran HAM

Jum'at, 09 Apr 2021 14:35


MUI

Must Read!
X