Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.686 views

Resesi Mengintai di Balik Pandemi, Adakah Solusinya?

 

Oleh: Ragil Rahayu, SE*

Tak cukup dihajar pandemi, kini Indonesia menghadapi ancaman resesi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah direlaksasi namun publik tidak berbelanja maka Indonesia bisa jatuh ke jurang resesi. Dalam proyeksi Kemenkeu, dengan adanya biaya penanganan Covid-19 yang mulai tersalurkan dan PSBB yang direlaksasi namun dengan dukungan belanja maka kuartal III dan IV PDB bisa tumbuh 1,4% (cnbcindonesia, 22/6/2020).

Sri Mulyani dalam perbincangannya dengan Komisi XI DPR, Senin (22/6/2020) menyatakan, kalau kuartal III negatif,  secara teknis Indonesia bisa masuk ke zona resesi. Secara global, Bank Dunia memperkirakan ekonomi tumbuh negatif -5,2%. Indonesia, tidak terkecuali. Pada kuartal II-2020, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa kontraksi ekonomi nasional akan sebesar -3,1%. Jika dalam dua kuartal berturut-turut ekonomi Indonesia negatif maka sudah pasti masuk zona resesi.

Penyebab Resesi

Sebelum ada wabah corona, sebenarnya dunia sudah terancam krisis ekonomi. Pada 16 Oktober 2019, IMF menyatakan pertumbuhan ekonomi dunia berada pada laju terburuk sejak krisis keuangan global. IMF menuding perang dagang, ketidakpastian Brexit, dan krisis-krisis geopolitik lainnya sebagai penyebab lesunya pertumbuhan ekonomi dunia.

Indonesia juga sudah mengalami perlambatan ekonomi yang signifikan sejak triwulan I-2019. Namun dengan adanya wabah, krisis menjadi kian berat, lebih parah dibandingkan krisis 1998. Semua aspek terkena dampaknya.  Aktivitas produksi terpukul sehingga menyebabkan supply shock. Orang-orang kehilangan pendapatan dan pekerjaan sehingga menyebabkan demand shock.

Dalam sistem ekonomi kapitalisme, krisis ekonomi selalu terjadi mengikuti siklus sepuluh tahunan. Pada tahun 1998 terjadi krisis moneter. Sepuluh tahun kemudian, yakni pada 2008, dunia mengalami krisis finansial yang diawali kejatuhan Lehman Brothers. Kini di tahun 2020 krisis ekonomi datang lagi. Wabah corona memperparah krisis yang ada. Sehingga dibuat alibi tentang gagalnya sistem ekonomi kapitalis. Yang terjadi bukan hanya krisis tapi sampai level resesi. Jika  berlanjut, bisa berujung depresi.

New Normal Solusi Gagal

Demi memulihkan ekonomi dan menghindari krisis, pemerintah memutuskan untuk menjalankan kebijakan new normal. Sembilan sektor perekonomian ditetapkan dibuka untuk mempercepat recovery ekonomi. Diantaranya adalah pariwisata, pendidikan, restoran, akomodasi, rumah ibadah, transportasi dan lainnya. Sektor industri menyiapkan standar operasional untuk memasuki kehidupan normal baru.

Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan normal baru, pemerintah menambah anggaran penanganan pandemi Covid-19 hingga Rp 677,2 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 589,65 triliun ditujukan untuk pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Di antaranya, untuk bantuan perlindungan sosial Rp 203,9 triliun, insentif perpajakan Rp 123,01 triliun, restrukturisasi UMKM dan padat karya Rp 82,2 triliun serta subsidi bunga Rp 35,28 triliun.

Dengan adanya penambahan anggaran, maka defisit anggaran juga diperlebar menjadi 6,34% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp 1.039,2 triliun. Untuk menambal defisit, pemerintah menambah utang lagi. Utang luar negeri pun makin menggunung. Selain itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, di era new normal ini akan memperluas basis pajak (tax base) yang baru. Walhasil, utang dan pajak menjadi sumber satu-satunya untuk menambal defisit.

Masalahnya, kebijakan new normal dilakukan secara prematur. Yakni saat kurva penularan virus Corona masih terus menanjak. Konsekuensinya, angka infeksi virus akan terus menanjak dan bakal memukul perekonomian. Alhasil, waktu pemulihan ekonomi akan semakin lama. Belum juga new normal berlangsung optimal, jumlah orang yang terpapar virus Corona terus bertambah. Data terakhir, jumlah yang terpapar bisa tembus lebih dari 1.000 orang per hari.

Angka ini berpotensi bertambah karena aktivitas masyarakat meningkat pasca new normal. Mal dan pasar diserbu pengunjung. Demikian juga dengan tempat hiburan. Peningkatan aktivitas masyarakat ini tak disertai dengan peningkatan kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan. Jika hal ini terus berlangsung, new normal akan gagal. Ekonomi tidak membaik, justru nyawa rakyat jadi korban.

Sistem Ekonomi Islam Tahan Krisis

Sistem ekonomi kapitalisme memang rentan krisis. Ibarat orang, kapitalisme itu sakit-sakitan. Ini dikarenakan pondasi ekonominya rapuh. Sebab, pondasi sistem ekonomi kapitalisme itu memang dibangun dari struktur ekonomi yang semu, yakni ekonomi sektor non-riil. Bukan ekonomi yang sesungguhnya, yaitu ekonomi sektor riil. Sistem ekonomi seperti ini, dengan hanya isu yang kecil saja, balon ekonomi ini bisa meledak sewaktu-waktu. Apalagi jika dilanda oleh isu yang besar seperti wabah virus Corona seperti saat ini.

Sistem Ekonomi Islam  adalah sistem yang tahan krisis karena berdasarkan pada ekonomi riil. Dalam Islam, pengaturan ekonomi harus diawali dengan menata pembagian kepemilikan ekonomi secara benar. Pembagian kepemilikan dalam ekonomi Islam itu ada tiga, yaitu: kepemilikan individu, kepemilikan umum dan kepemilikan negara.

Pembagian kepemilikan ini sangat penting agar tidak terjadi hegemoni ekonomi, yakni pihak yang kuat menindas yang lemah. Seperti pencaplokan kepemilikan umum oleh swasta, baik asing maupun lokal. Contohnya, seperti pencaplokan sektor tambang, gas, minyak bumi, kehutanan, sumberdaya air, jalan umum, pelabuhan laut, bandara dan sebagainya oleh swasta. Akibatnya, ekonomi para kapitalis menjadi kuat, menggurita dan menguasai negara.

Jika pembagian kepemilikan ini sudah tegas dan benar, Sistem Ekonomi Islam akan mengatur bagaimana pembangunan dan pengembangan ekonomi yang benar, yaitu harus bertumpu pada pembangunan sektor ekonomi riil dan bukan sektor ekonomi non riil. Dengan itu insya Allah krisis ekonomi tidak akan terjadi lagi.

Pilar terakhir dari ekonomi Islam adalah distribusi harta kekayaan oleh individu, masyarakat, maupun negara. Ekonomi Islam menjamin seluruh rakyat Indonesia akan terpenuhi semua kebutuhan dasarnya. Sistem Ekonomi Islam juga menjamin bagi seluruh rakyatnya untuk dapat meraih pemenuhan kebutuhan sekunder dan tersiernya.

Adapun terkait wabah, negara tidak akan ambil untung dalam melayani warganya.  Negara akan menggunakan pemasukan dari pos fai' dan kharaj untuk mendanai penyelesaian wabah. Dalam kondisi darurat wabah, negara bisa menggerakkan semua kemampuan negara, semisal industri berat (militer) untuk membuat APD, ventilator atau alat medis lainnya secara massal.  Anggaran yang semula masuk kategori “sunah”bagi negara, atau bahkan “fardhu”namun tidak mendesak, bisa dialokasikan untuk penanganan wabah.

Bila uang yang dimiliki masih juga belum cukup, negara bisa meminjam kepada warga yang aghniya’. Negara bisa mengumpulkan donasi atau bahkan pajak sementara, untuk bersama-sama menyelamatkan rakyat yang terdampak wabah. Negara tidak akan mengambil utang luar negeri karena ribawi dan sekaligus mengancam kedaulatan negara. Negara juga tidak akan menarik pajak permanen yang memberatkan semua rakyat.

Demikianlah solusi Islam dalam mencegah krisis ekonomi dan sekaligus mengatasi wabah. Semoga umat makin sadar kebaikan sistem Islam dan berjuang mewujudkannya demi kehidupan yang sejahtera dan diberkahi Allah. Aamiin. Wallahu a'lam bishshawab. (rf/voa-islam.com)

*) Pengamat Ekonomi

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Setelah Nadiem Minta Maaf, Lalu Apa?

Setelah Nadiem Minta Maaf, Lalu Apa?

Rabu, 05 Aug 2020 23:52

PM India Modi Letakan Batu Pertama Pembangunan Kuil Hindu Di Lokasi Masjid Babri Yang Dihancurkan

PM India Modi Letakan Batu Pertama Pembangunan Kuil Hindu Di Lokasi Masjid Babri Yang Dihancurkan

Rabu, 05 Aug 2020 22:33

Usai Joko Tjandra Tertangkap, Kapan Menangkap Joko-Joko lain yang masih Buron?

Usai Joko Tjandra Tertangkap, Kapan Menangkap Joko-Joko lain yang masih Buron?

Rabu, 05 Aug 2020 22:10

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Resesi akan PHK 10 Juta! Ikuti Segera Training 2 hari Bisnis Kuliner

Rabu, 05 Aug 2020 21:17

Tarik Ribuan Pembeli dengan Animasi 2D Keren di Produk Anda

Tarik Ribuan Pembeli dengan Animasi 2D Keren di Produk Anda

Rabu, 05 Aug 2020 18:23

Petinggi Partai Kristen Libanon Tewas dalam Ledakan di Pelabuhan Beirut

Petinggi Partai Kristen Libanon Tewas dalam Ledakan di Pelabuhan Beirut

Rabu, 05 Aug 2020 15:45

Qatar Akan Kirim Rumah Sakit Lapangan Untuk Bantu Korban Ledakan di Beirut Libanon

Qatar Akan Kirim Rumah Sakit Lapangan Untuk Bantu Korban Ledakan di Beirut Libanon

Rabu, 05 Aug 2020 14:05

Presiden Libanon Sebut Amonium Nitrat Sebagai Penyebab Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut

Presiden Libanon Sebut Amonium Nitrat Sebagai Penyebab Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut

Rabu, 05 Aug 2020 11:16

Polisi Malaysia Gerebek Kantor Berita Al Jazeera di Kuala Lumpur

Polisi Malaysia Gerebek Kantor Berita Al Jazeera di Kuala Lumpur

Rabu, 05 Aug 2020 09:35

Sedikitnya 70 Orang Tewas 3000 Terluka Akibat Ledakan Dahsyat Yang Mengguncang Beirut Libanon

Sedikitnya 70 Orang Tewas 3000 Terluka Akibat Ledakan Dahsyat Yang Mengguncang Beirut Libanon

Rabu, 05 Aug 2020 08:27

Ini Loh Pak Masalahnya?

Ini Loh Pak Masalahnya?

Rabu, 05 Aug 2020 06:46

Seminar Menjadi Guru Hebat di Era Digital

Seminar Menjadi Guru Hebat di Era Digital

Rabu, 05 Aug 2020 06:00

Anis Harap Segera Terlaksana Pertemuan Manajemen Bumiputera dengan Nasabah

Anis Harap Segera Terlaksana Pertemuan Manajemen Bumiputera dengan Nasabah

Rabu, 05 Aug 2020 05:52

Iran Tangkap 19 Warga Negara Afghanistan Karena Mengibarkan Bendera Taliban

Iran Tangkap 19 Warga Negara Afghanistan Karena Mengibarkan Bendera Taliban

Selasa, 04 Aug 2020 21:20

Jamaah Haji Akan Dikarantina Selama 14 Hari Setelah Menunaikan Ibadah Haji

Jamaah Haji Akan Dikarantina Selama 14 Hari Setelah Menunaikan Ibadah Haji

Selasa, 04 Aug 2020 21:00

Laporan: Lebih Dari 1 Miliar Siswa Terpengaruh Oleh Penutupan Sekolah Akibat Virus Corona

Laporan: Lebih Dari 1 Miliar Siswa Terpengaruh Oleh Penutupan Sekolah Akibat Virus Corona

Selasa, 04 Aug 2020 20:05

Pejuang Oposisi Suriah Gagalkan Upaya Milisi Rusia yang Akan Menyusup ke Jabal Akrad

Pejuang Oposisi Suriah Gagalkan Upaya Milisi Rusia yang Akan Menyusup ke Jabal Akrad

Selasa, 04 Aug 2020 19:35

Pesawat Kargo Rusia Lakukan Pengiriman Persenjataan Baru ke Pasukan Haftar

Pesawat Kargo Rusia Lakukan Pengiriman Persenjataan Baru ke Pasukan Haftar

Selasa, 04 Aug 2020 19:05

Riset: 70% manusia sakit karena serangan 10 macam Sihir

Riset: 70% manusia sakit karena serangan 10 macam Sihir

Selasa, 04 Aug 2020 15:04

6 in 1 Quranic Quantum Healing atasi Depresi masalah hidup Anda

6 in 1 Quranic Quantum Healing atasi Depresi masalah hidup Anda

Selasa, 04 Aug 2020 13:00


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X