Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.539 views

New Normal Life, Covid19 Diperlakukan sebagaimana Istri?

 

Oleh: Diana Rahayu

Dunia belum beranjak membaik. Badannya masih nampak demam dan menggigil. Nafasnya sesak tersengal, berjuang untuk tetap hidup demi semua makhluk yang ada di dalamnya. Yah, sudah hampir satu kuartal dunia terinfeksi mikroorganisme parasit yang mematikan. Awal cerita invasi virus yang menyebar ke penjuru dunia, berasal hanya dari satu kota di salah satu wilayah dunia, pada akhir tahun lalu. Eating habit gila mereka yang suka mengkonsumsi semua spesies binatang liar dan menjijikkan, bahkan memakannya secara hidup-hidup inilah kemungkinan asal virus yang mendunia ini. Efeknya, alam mengirim balance of results, ketetapan atas keseimbangan dari hasil perbuatan manusia.

Ibarat “pasukan elit” Sang Maha Kuasa, mikroorganisme ini hanya dengan waktu sekedip mata mampu merontokan pertahanan manusia di seluruh penjuru dunia. Dia mampu menumbangkan  lebih 7,2 juta makhluk sempurna bernama manusia. Dan membunuh hampir setengah juta jiwa dari mereka. Tengok saja data dari Worldometers yang menyebutkan 7.215.514 kasus positif terinfeksi virus ini, dengan 409,073 orang meninggal dunia. (kompas.com 9/6/2020)

Tragisnya di Indonesia, invasi virus ini telah dengan sukses merangsek ke hampir seluruh propinsi di Indonesia. Strategi tempur virus ini sukses membuat penguasa negeri ini mati gaya. Bejibun aksi tangkisan untuk si virus tak mampu menghentikan ”invasi” nya. Hemmm, benar-benar pasukan super elit. Bagaimana tidak, dia mampu menumbangkan manusia dengan hitungan di atas 300-500 hingga 900 orang terinfeksi positif dan puluhan nyawa melayang tiap harinya. So, seberapa hebat “pasukan elit”Covid19 menginfeksi manusia, hingga tak mampu dilumpuhkan? Virus ini membuat para pemangku kebijakan mengibarkan bendera putih untuk berdamai dan menganggapnya like your wife, hingga pada ujung kepasrahan memberlakukan new normal life dalam waktu tak terbatas sampai vaksin.

Benarkah berdamai dengan Covid19 dengan new normal life, adalah pilihan normal untuk menyelesaikan pandemi? Pertama, perhatikan karakter virus ini. Oke secara sederhana kita bisa gambarkan bahwa karakter virus ini sebenarnya hampir mirip dengan virus flu. Hanya saja “dia” memunyai tingkat keunikan yang jauh lebih serius dari sekadar influenza. Saat dia masuk ke dalam sel tubuh kita lewat droplet yang terkontaminasi virus yang telah terhirup oleh kita, atau tersentuh tangan dan bagian tubuh kita, sehingga memungkinkannya berpindah masuk melalui selaput lendir mulut, hidung atau mata, saat itulah dia mulai membajak tubuh kita. 

Ya, dia membajak sistem imunitas kita. Virus ini mendirikan “pabrik virus” yang tak henti memuntahkan pasukan baru virus untuk menyerang lebih banyak sel. Di titik ini, terjadi kekacauan sistem kekebalan tubuh yang bereaksi secara berlebihan terhadap virus. Peradangan yang meluas di seluruh tubuh dan tak terkendalinya sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi kerusakan sel akan mengantarkan pada kegagalan multi-organ yang bisa membunuh manusia.

Juru bicara WHO Carla Drysdale menyatakan bahwa Covid19  adalah penyakit baru. Para ahli membutuhkan lebih banyak data epidemiologis untuk menentukan apakah seseorang telah kebal setelah infeksi. Tak bisa dibandingkan dengan influenza, Covid19 adalah virus unik dengan karakteristik unik. Dr Nathalie MacDermott, dari King's College London pun tak mampu menelisik bagaimana canggihnya Covid19 memicu ketidakseimbangan respon kekebalan tubuh, mengacaukannya sekaligus membuat adanya banyak peradangan, dan menjadikannya sebagai mesin pembunuh yang tak terkendali pada tingkat kegagalan multi-organ.

So, ajakan hidup berdamai dengan Covid19 dengan new normal life sebagai opsi untuk menghadapi kemelut pandemi yang tak kunjung berhenti bukanlah opsi yang normal. Bagaimana mungkin hal ini bisa diterima akal yang normal? Rakyat diminta dancing and sleeping with deadly virus, sementara vaksin belum ditemukan, dalam jangka waktu yang tak bisa diprediksi lagi. Ditambah tiadanya keseriusan negara dalam mengerahkan para ilmuwan untuk menemukan vaksin virus tersebut, sungguh ini adalah upaya 'pembantaian' terhadap rakyat sendiri. Miris!

Wajar saja jika Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mempertanyakan tentang nihilnya kebijakan negara dalam mendukung anggaran kemenristek. Alih-alih menambah anggaran dan memberi perintah kepada Kemenristek dan Kemenkes bersama lembaga lainnya untuk berkoordinasi dan fokus melakukan riset penemuan vaksin Covid19, yang terjadi malah mereka memotong anggaran di Kemenristekdikti sebesar Rp 40 Triliun melalui Perpres 54/2020. Akibatnya jelas, keputusan ini akan memperkecil ruang realokasi internal Kemenristek untuk mendukung riset penemuan vaksin karena hanya tersisa anggaran Rp 2 Triliun saja.  

Kosongnya dukungan pemerintah dalam riset penemuan vaksin, ditumpangi pula lontaran diksi serba kontroversi para pejabat negara. Dilanjut dengan kebijakan bertabrakan antar menteri terkait relaksasi PSBB, dan endingnya ditutup dengan keputusan new normal di tengah miskinnya edukasi yang memadai dan bertanggungjawab terkait Covid19. Ini semua ibarat mengantarkan rakyat pada jurang kematian. Negara membiarkan rakyatnya berjuang sendiri di tengah hutan ganas tanpa peralatan, perbekalan dan perlindungan, terutama para nakes yang harus siaga di garda terdepan peperangan melawan Covid19 dengan minimnya alat tempur yang tersedia. Hal tersebut menunjukkan secara telanjang wujud lepas tangan penguasa terhadap rakyat.

Robeknya fungsi pelayan dan tujuan profit oriented secara ekonomi di setiap pelayanan bagi rakyat, adalah watak asli sistem Kapitalis. Tak aneh jika di balik seruan berdamai dengan covid19 dan kebijakan new normal tercium aroma penyelamatan aset para kapitalis yang tak siap melarat. Roda ekonomi harus terus berputar, hanya supaya kaum papa tetap mempunyai uang sebatas untuk bisa membeli produk para kapitalis. Dagangan dijaga agar tidak basi dan mereka tak merugi di tengah pandemi, meski harus menenggelamkan banyak nyawa manusia.

Lepasnya peran negara dalam menyelamatkan rakyat pada sistem kapitalis sungguh berbanding terbalik dengan sistem Islam. Penguasa sebagai junnah (perisai) rakyat, yang menjaga setiap nyawa rakyat dengan penjagaan terbaik, terwujud sempurna dalam sistem Islam semata karena keimanan kepada Allah swt. Negara akan bersungguh-sungguh menghilangkan bahaya dari rakyat dan menjauhkannya dari kesengsaraan, karena menyadari adanya pertanggungjawaban di hadapan Allah swt.

Bergegas dan fokus mengambil keputusan penyelamatan umat tanpa memandang untung rugi adalah karakter yang lekat pada penguasa mukmin. Mereka akan mengerahkan sumber daya yang ada untuk menemukan vaksin, melakukan tes pada seluruh rakyat di wilayah terjangkit dan memisahkan yang sehat dari yang sakit. Tak lupa, penyiapan kebutuhan medis baik dokter dan sarananya dengan maksimal juga terus dilakukan. Pemimpin juga memenuhi kebutuhan pokok rakyat di wilayah yang dikarantina untuk sehingga rakyat tenang tinggal di dalam rumah sebagai upaya menghentikan penyebaran penyakit ke wilayah lain.

Bukan itu saja, upaya mobilisasi bantuan dari wilayah lain yang mampu juga dilakukan serta keteladanan sempurna para pejabat yang mengambil sikap menyamakan kondisinya dengan rakyat yang sedang kesulitan. Itu semua adalah potret kepemimpinan terbaik yang tersaji dalam panggung sejarah kekhilafahan Islam. Nyatanya, new normal life yang mengantarkan kehidupan normal rakyat dalam kesejahteraan hakiki hanya mewujud dalam sistem terbaik dari Dzat Yang Mahabaik yaitu sistem Islam. Wallahu’alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Bayi Ramadhan ini Butuh Biaya Persalinan, Ayo Bantu..!!!

Maryanti tak bisa khusyuk beribadah Ramadhan karena kondisinya kritis. Persalinan di rumah sakit berjalan lancar, namun tagihan 4,5 juta rupiah tak mampu dibayar oleh keluarga kuli serabutan...

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Kisah Haru Ustadz Ismail, Guru Al-Qur’an Disabilitas Butuh Motor Dakwah. Ayo Bantu..!!

Terlahir disabilitas tanpa kaki dan tangan yang sempurna, ia tetap tegar berdakwah dan bekerja mencari nafkah sebagai tukang las di bengkel berat. Ia butuh sepeda motor roda tiga untuk berdakwah....

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Rumah Ambruk Diterjang Banjir, Kakek Tuna Netra ini Tinggal di Jembatan, Ayo Bantu..!!!

Sudah 21 hari Kakek Jaman mengungsi ke jembatan di tengah sawah Karangharja Bekasi. Rumah bambu yang dihuni sejak tahun 1985 itu roboh diterjang banjir akibat jebolnya tanggul Citarum....

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla Al-Mubarok Ambruk Diterjang Hujan, Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini ambruk tak kuat menahan gempuran hujan deras. Kegiatan ibadah dan syiar mushalla pun terhenti. Ayo bantu renovasi supaya pada bulan Ramadhan warga bisa shalat jamaah, tarawih dan...

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Abdurrahman, Balita Pejuang Tumor Mata Menangis Bercucuran Darah. Ayo Bantu.!!

Belum genap berusia 2 tahun, bocah imut mungil ini harus menjalani hidup dengan dahsyatnya penyakit tumor ganas di. Hari-harinya dipenuhi tangis bersimbah darah yang mengucur dari luka matanya...

Latest News
Utusan AS: Dukungan Mematikan Iran Untuk Pemberontak Syi'ah Houtsi Ancam Upaya Pedamaian Di Yaman

Utusan AS: Dukungan Mematikan Iran Untuk Pemberontak Syi'ah Houtsi Ancam Upaya Pedamaian Di Yaman

Kamis, 22 Apr 2021 22:45

Ahli Tasawuf Terkemuka Aljazair Dihukum 3 Tahun Penjara Karena Penistaan Terhadap Islam

Ahli Tasawuf Terkemuka Aljazair Dihukum 3 Tahun Penjara Karena Penistaan Terhadap Islam

Kamis, 22 Apr 2021 22:35

Saudi Tahan Istri Dan Menantu Mantan Pemimpin Senior Hamas Yang Dipenjara Mohamed Al-Khodari

Saudi Tahan Istri Dan Menantu Mantan Pemimpin Senior Hamas Yang Dipenjara Mohamed Al-Khodari

Kamis, 22 Apr 2021 22:00

Mandi Untuk Membersihkan Diri dari Kotoran adalah Sunnah

Mandi Untuk Membersihkan Diri dari Kotoran adalah Sunnah

Kamis, 22 Apr 2021 20:13

Irlandia Selidiki Facebook untuk Kasus Data Bocor

Irlandia Selidiki Facebook untuk Kasus Data Bocor

Kamis, 22 Apr 2021 19:58

Riset: 87% Anak Indonesia Sudah Bermedia Sosial

Riset: 87% Anak Indonesia Sudah Bermedia Sosial

Kamis, 22 Apr 2021 16:18

Ketua Dewan Pertimbangan Hidayatullah Dr Abdul Mannan Meninggal Dunia

Ketua Dewan Pertimbangan Hidayatullah Dr Abdul Mannan Meninggal Dunia

Kamis, 22 Apr 2021 16:15

KSI Rasa Komunis

KSI Rasa Komunis

Kamis, 22 Apr 2021 14:52

Peluang dan Tantangan Pengusaha Muslimah di Indonesia

Peluang dan Tantangan Pengusaha Muslimah di Indonesia

Kamis, 22 Apr 2021 14:40

Pencerahan Barat Menjauhkan Manusia dari Agama, Islam Mendekatkan Manusia dengan Agama

Pencerahan Barat Menjauhkan Manusia dari Agama, Islam Mendekatkan Manusia dengan Agama

Kamis, 22 Apr 2021 14:30

Bagi Jokowi Pancasila Itu Penting?

Bagi Jokowi Pancasila Itu Penting?

Kamis, 22 Apr 2021 12:11

Adu Cepat Menangkap JPZ yang Ngaku Nabi ke-26

Adu Cepat Menangkap JPZ yang Ngaku Nabi ke-26

Kamis, 22 Apr 2021 11:48

Inilah Moment Paling Istimewa di Ramadhan

Inilah Moment Paling Istimewa di Ramadhan

Kamis, 22 Apr 2021 11:17

Muslimah Wahdah Tebar Ifthar di Seluruh Penjuru Nusantara

Muslimah Wahdah Tebar Ifthar di Seluruh Penjuru Nusantara

Kamis, 22 Apr 2021 10:18

Legislator PKS Siap Bersinergi dengan Dewan UKM DKI Jakarta

Legislator PKS Siap Bersinergi dengan Dewan UKM DKI Jakarta

Kamis, 22 Apr 2021 09:18

Itikaf (Bagian Satu)

Itikaf (Bagian Satu)

Kamis, 22 Apr 2021 08:28

Konferensi Perdamaian Afghanistan Di Istanbul Ditunda Menyusul Penolakan Taliban Untuk Hadir

Konferensi Perdamaian Afghanistan Di Istanbul Ditunda Menyusul Penolakan Taliban Untuk Hadir

Rabu, 21 Apr 2021 21:45

Putra Mendiang Idriss Deby Itno Ditunjuk Sebagai Presiden Baru Republik Chad

Putra Mendiang Idriss Deby Itno Ditunjuk Sebagai Presiden Baru Republik Chad

Rabu, 21 Apr 2021 21:30

Beberapa Hal Terkait Witir

Beberapa Hal Terkait Witir

Rabu, 21 Apr 2021 21:26

Jerman Akan Tarik Tentaranya Dari Afghanistan Pada Awal Juli

Jerman Akan Tarik Tentaranya Dari Afghanistan Pada Awal Juli

Rabu, 21 Apr 2021 21:15


MUI

Must Read!
X