Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.626 views

New Normal Life, Covid19 Diperlakukan sebagaimana Istri?

 

Oleh: Diana Rahayu

Dunia belum beranjak membaik. Badannya masih nampak demam dan menggigil. Nafasnya sesak tersengal, berjuang untuk tetap hidup demi semua makhluk yang ada di dalamnya. Yah, sudah hampir satu kuartal dunia terinfeksi mikroorganisme parasit yang mematikan. Awal cerita invasi virus yang menyebar ke penjuru dunia, berasal hanya dari satu kota di salah satu wilayah dunia, pada akhir tahun lalu. Eating habit gila mereka yang suka mengkonsumsi semua spesies binatang liar dan menjijikkan, bahkan memakannya secara hidup-hidup inilah kemungkinan asal virus yang mendunia ini. Efeknya, alam mengirim balance of results, ketetapan atas keseimbangan dari hasil perbuatan manusia.

Ibarat “pasukan elit” Sang Maha Kuasa, mikroorganisme ini hanya dengan waktu sekedip mata mampu merontokan pertahanan manusia di seluruh penjuru dunia. Dia mampu menumbangkan  lebih 7,2 juta makhluk sempurna bernama manusia. Dan membunuh hampir setengah juta jiwa dari mereka. Tengok saja data dari Worldometers yang menyebutkan 7.215.514 kasus positif terinfeksi virus ini, dengan 409,073 orang meninggal dunia. (kompas.com 9/6/2020)

Tragisnya di Indonesia, invasi virus ini telah dengan sukses merangsek ke hampir seluruh propinsi di Indonesia. Strategi tempur virus ini sukses membuat penguasa negeri ini mati gaya. Bejibun aksi tangkisan untuk si virus tak mampu menghentikan ”invasi” nya. Hemmm, benar-benar pasukan super elit. Bagaimana tidak, dia mampu menumbangkan manusia dengan hitungan di atas 300-500 hingga 900 orang terinfeksi positif dan puluhan nyawa melayang tiap harinya. So, seberapa hebat “pasukan elit”Covid19 menginfeksi manusia, hingga tak mampu dilumpuhkan? Virus ini membuat para pemangku kebijakan mengibarkan bendera putih untuk berdamai dan menganggapnya like your wife, hingga pada ujung kepasrahan memberlakukan new normal life dalam waktu tak terbatas sampai vaksin.

Benarkah berdamai dengan Covid19 dengan new normal life, adalah pilihan normal untuk menyelesaikan pandemi? Pertama, perhatikan karakter virus ini. Oke secara sederhana kita bisa gambarkan bahwa karakter virus ini sebenarnya hampir mirip dengan virus flu. Hanya saja “dia” memunyai tingkat keunikan yang jauh lebih serius dari sekadar influenza. Saat dia masuk ke dalam sel tubuh kita lewat droplet yang terkontaminasi virus yang telah terhirup oleh kita, atau tersentuh tangan dan bagian tubuh kita, sehingga memungkinkannya berpindah masuk melalui selaput lendir mulut, hidung atau mata, saat itulah dia mulai membajak tubuh kita. 

Ya, dia membajak sistem imunitas kita. Virus ini mendirikan “pabrik virus” yang tak henti memuntahkan pasukan baru virus untuk menyerang lebih banyak sel. Di titik ini, terjadi kekacauan sistem kekebalan tubuh yang bereaksi secara berlebihan terhadap virus. Peradangan yang meluas di seluruh tubuh dan tak terkendalinya sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi kerusakan sel akan mengantarkan pada kegagalan multi-organ yang bisa membunuh manusia.

Juru bicara WHO Carla Drysdale menyatakan bahwa Covid19  adalah penyakit baru. Para ahli membutuhkan lebih banyak data epidemiologis untuk menentukan apakah seseorang telah kebal setelah infeksi. Tak bisa dibandingkan dengan influenza, Covid19 adalah virus unik dengan karakteristik unik. Dr Nathalie MacDermott, dari King's College London pun tak mampu menelisik bagaimana canggihnya Covid19 memicu ketidakseimbangan respon kekebalan tubuh, mengacaukannya sekaligus membuat adanya banyak peradangan, dan menjadikannya sebagai mesin pembunuh yang tak terkendali pada tingkat kegagalan multi-organ.

So, ajakan hidup berdamai dengan Covid19 dengan new normal life sebagai opsi untuk menghadapi kemelut pandemi yang tak kunjung berhenti bukanlah opsi yang normal. Bagaimana mungkin hal ini bisa diterima akal yang normal? Rakyat diminta dancing and sleeping with deadly virus, sementara vaksin belum ditemukan, dalam jangka waktu yang tak bisa diprediksi lagi. Ditambah tiadanya keseriusan negara dalam mengerahkan para ilmuwan untuk menemukan vaksin virus tersebut, sungguh ini adalah upaya 'pembantaian' terhadap rakyat sendiri. Miris!

Wajar saja jika Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mempertanyakan tentang nihilnya kebijakan negara dalam mendukung anggaran kemenristek. Alih-alih menambah anggaran dan memberi perintah kepada Kemenristek dan Kemenkes bersama lembaga lainnya untuk berkoordinasi dan fokus melakukan riset penemuan vaksin Covid19, yang terjadi malah mereka memotong anggaran di Kemenristekdikti sebesar Rp 40 Triliun melalui Perpres 54/2020. Akibatnya jelas, keputusan ini akan memperkecil ruang realokasi internal Kemenristek untuk mendukung riset penemuan vaksin karena hanya tersisa anggaran Rp 2 Triliun saja.  

Kosongnya dukungan pemerintah dalam riset penemuan vaksin, ditumpangi pula lontaran diksi serba kontroversi para pejabat negara. Dilanjut dengan kebijakan bertabrakan antar menteri terkait relaksasi PSBB, dan endingnya ditutup dengan keputusan new normal di tengah miskinnya edukasi yang memadai dan bertanggungjawab terkait Covid19. Ini semua ibarat mengantarkan rakyat pada jurang kematian. Negara membiarkan rakyatnya berjuang sendiri di tengah hutan ganas tanpa peralatan, perbekalan dan perlindungan, terutama para nakes yang harus siaga di garda terdepan peperangan melawan Covid19 dengan minimnya alat tempur yang tersedia. Hal tersebut menunjukkan secara telanjang wujud lepas tangan penguasa terhadap rakyat.

Robeknya fungsi pelayan dan tujuan profit oriented secara ekonomi di setiap pelayanan bagi rakyat, adalah watak asli sistem Kapitalis. Tak aneh jika di balik seruan berdamai dengan covid19 dan kebijakan new normal tercium aroma penyelamatan aset para kapitalis yang tak siap melarat. Roda ekonomi harus terus berputar, hanya supaya kaum papa tetap mempunyai uang sebatas untuk bisa membeli produk para kapitalis. Dagangan dijaga agar tidak basi dan mereka tak merugi di tengah pandemi, meski harus menenggelamkan banyak nyawa manusia.

Lepasnya peran negara dalam menyelamatkan rakyat pada sistem kapitalis sungguh berbanding terbalik dengan sistem Islam. Penguasa sebagai junnah (perisai) rakyat, yang menjaga setiap nyawa rakyat dengan penjagaan terbaik, terwujud sempurna dalam sistem Islam semata karena keimanan kepada Allah swt. Negara akan bersungguh-sungguh menghilangkan bahaya dari rakyat dan menjauhkannya dari kesengsaraan, karena menyadari adanya pertanggungjawaban di hadapan Allah swt.

Bergegas dan fokus mengambil keputusan penyelamatan umat tanpa memandang untung rugi adalah karakter yang lekat pada penguasa mukmin. Mereka akan mengerahkan sumber daya yang ada untuk menemukan vaksin, melakukan tes pada seluruh rakyat di wilayah terjangkit dan memisahkan yang sehat dari yang sakit. Tak lupa, penyiapan kebutuhan medis baik dokter dan sarananya dengan maksimal juga terus dilakukan. Pemimpin juga memenuhi kebutuhan pokok rakyat di wilayah yang dikarantina untuk sehingga rakyat tenang tinggal di dalam rumah sebagai upaya menghentikan penyebaran penyakit ke wilayah lain.

Bukan itu saja, upaya mobilisasi bantuan dari wilayah lain yang mampu juga dilakukan serta keteladanan sempurna para pejabat yang mengambil sikap menyamakan kondisinya dengan rakyat yang sedang kesulitan. Itu semua adalah potret kepemimpinan terbaik yang tersaji dalam panggung sejarah kekhilafahan Islam. Nyatanya, new normal life yang mengantarkan kehidupan normal rakyat dalam kesejahteraan hakiki hanya mewujud dalam sistem terbaik dari Dzat Yang Mahabaik yaitu sistem Islam. Wallahu’alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Latest News
Presiden Libanon Sebut Amonium Nitrat Sebagai Penyebab Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut

Presiden Libanon Sebut Amonium Nitrat Sebagai Penyebab Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Beirut

Rabu, 05 Aug 2020 11:16

Polisi Malaysia Gerebek Kantor Berita Al Jazeera di Kuala Lumpur

Polisi Malaysia Gerebek Kantor Berita Al Jazeera di Kuala Lumpur

Rabu, 05 Aug 2020 09:35

Sedikitnya 70 Orang Tewas 3000 Terluka Akibat Ledakan Dahsyat Yang Mengguncang Beirut Libanon

Sedikitnya 70 Orang Tewas 3000 Terluka Akibat Ledakan Dahsyat Yang Mengguncang Beirut Libanon

Rabu, 05 Aug 2020 08:27

Ini Loh Pak Masalahnya?

Ini Loh Pak Masalahnya?

Rabu, 05 Aug 2020 06:46

Seminar Menjadi Guru Hebat di Era Digital

Seminar Menjadi Guru Hebat di Era Digital

Rabu, 05 Aug 2020 06:00

Anis Harap Segera Terlaksana Pertemuan Manajemen Bumiputera dengan Nasabah

Anis Harap Segera Terlaksana Pertemuan Manajemen Bumiputera dengan Nasabah

Rabu, 05 Aug 2020 05:52

Iran Tangkap 19 Warga Negara Afghanistan Karena Mengibarkan Bendera Taliban

Iran Tangkap 19 Warga Negara Afghanistan Karena Mengibarkan Bendera Taliban

Selasa, 04 Aug 2020 21:20

Jamaah Haji Akan Dikarantina Selama 14 Hari Setelah Menunaikan Ibadah Haji

Jamaah Haji Akan Dikarantina Selama 14 Hari Setelah Menunaikan Ibadah Haji

Selasa, 04 Aug 2020 21:00

Laporan: Lebih Dari 1 Miliar Siswa Terpengaruh Oleh Penutupan Sekolah Akibat Virus Corona

Laporan: Lebih Dari 1 Miliar Siswa Terpengaruh Oleh Penutupan Sekolah Akibat Virus Corona

Selasa, 04 Aug 2020 20:05

Pejuang Oposisi Suriah Gagalkan Upaya Milisi Rusia yang Akan Menyusup ke Jabal Akrad

Pejuang Oposisi Suriah Gagalkan Upaya Milisi Rusia yang Akan Menyusup ke Jabal Akrad

Selasa, 04 Aug 2020 19:35

Pesawat Kargo Rusia Lakukan Pengiriman Persenjataan Baru ke Pasukan Haftar

Pesawat Kargo Rusia Lakukan Pengiriman Persenjataan Baru ke Pasukan Haftar

Selasa, 04 Aug 2020 19:05

Riset: 70% manusia sakit karena serangan 10 macam Sihir

Riset: 70% manusia sakit karena serangan 10 macam Sihir

Selasa, 04 Aug 2020 15:04

PKS: Demi Freeport, Pemerintah Jangan Langgar UU

PKS: Demi Freeport, Pemerintah Jangan Langgar UU

Selasa, 04 Aug 2020 11:36

Video Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Video Training Rizki: Ini Rahasia Milyarder Tarik Rizki, Intip Bocoran Triknya!

Selasa, 04 Aug 2020 11:22

Pemimpin Sejati Itu Memaafkan

Pemimpin Sejati Itu Memaafkan

Selasa, 04 Aug 2020 11:22

Ini 7 Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

Ini 7 Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

Selasa, 04 Aug 2020 09:52

Peretas Bisa Bobol Kode Sandi Zoom dalam Sekejap

Peretas Bisa Bobol Kode Sandi Zoom dalam Sekejap

Selasa, 04 Aug 2020 09:50

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Angka Pernikahan Dini Melejit saat Pandemi; Akar Masalah dan Solusi

Senin, 03 Aug 2020 22:09

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Ujicoba Vaksin Asal China, Netty Aher: Pastikan Vaksin Aman

Senin, 03 Aug 2020 20:31

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Cegah Nikah Dini atau Legalkan Seks Bebas?

Senin, 03 Aug 2020 19:59


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X