Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.421 views

Kesetaraan Gender, Diperjuangan oleh Siapa untuk Siapa?

 

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Peringatan hari perempuan Internasional tanggal 8 Maret sudah berlalu. Namun ambisi para feminis tidak pernah berhenti untuk menjadikan dunia memposisikan perempuan setara dengan laki-laki dalam semua sisi kehidupan. Dengan tema, "I am Generation Equality:Realizing Women's Rights" atau  "Saya Generasi Setara:Menyadari  Hak Perempuan", feminis tetap dengan targetnya planet 50:50 untuk kesetaraan perempuan se-dunia. Menurut mereka, setelah 25 tahun konferensi Beijing  dengan komitmen Beijing Platform for Action, yang disepakati untuk diratifikasi  oleh 189 negara belum berhasil mewujudkan kesetaraan gender secara 'kaffah'.

Ujung Kesetaraan Gender

Capaian yang menunjukkan bahwa masalah perempuan sudah bisa diatasi dengan baik, seperti Angka Kematian ibu yang turun hingga 38% sejak tahun 2000 dan angka partisipasi pendidikan tersier perempuan yang bahkan melebihi pria secara global, belum juga memuaskan para feminis dunia. Rupanya yang terus menjadi kegeraman mereka, dengan dalih lambatnya negara-negara di dunia mewujudkan kesetaraan gender, adalah menjadikan perempuan memiliki hak penuh atas dirinya. Mereka menamakannya hak asasi bagi perempuan, seperti hak penuh atas badan, reproduksi, dan hak publiknya.

Inti dari tuntutan mereka adalah kebebasan atas diri perempuan, sebagai wujud kehidupan sekular. Hasilnya, mereka menganggap bahwa budaya patriarki-lah yang telah menjadi penghalang perempuan meraih kesetaraan. Budaya patriarki yang mereka maksud adalah budaya yang lahir dari syariat Islam. Mereka menganggap peran seorang istri yang diatur dalam syariat Islam, dengan menjalani tugas domestik yang menghadirkan keharmonisan dalam keluarganya, adalah salah satu bentuk kesenjangan gender.

Upaya feminis melepaskan perempuan dari kehidupannya dengan menjalani fitrahnya, tidak akan pernah tercapai. Mengurus rumah, melayani suami, mengasuh anak, secara fitrah telah melekat dalam diri perempuan. Perempuan yang tidak mau berpaling dari fitrahnya, pasti menginginkan kehidupan yang tentram, harmonis, dengan menjalani tugasnya sebagai seorang ibu dan istri dalam rumah tangganya. Bila pun dia terpaksa keluar rumah untuk membantu perekonomian keluarga atau untuk berperan dalam kehidupan masyarakat, dia tak pernah bisa melepaskan sosoknya sebagai seorang ibu dan istri.

Semarah apapun kaum feminis se-dunia karena belum terpenuhinya hak yang setara untuk perempuan, tetap saja  kebebasan yang diberikan oleh sistem sekular, tidak pernah bisa menjadikan perempuan bahagia. Bahkan, permasalahan tak kunjung reda mendera perempuan. Dengan kebebasan yang dimiliki, perempuan hanya menjadi sosok yang mudah untuk dilecehkan dan menjadi korban kekerasan. Sebutlah kebebasan akan tubuh dan reproduksi, yang menjadikan perempuan menemui banyak masalah dan penderitaan. Perempuan hanya menjadi objek kepuasan seksual, pasangan selingkuh, terperangkap dalam prostitusi, model segala produk kepornoan, dan kekerasan seksual. Tak terbayang, semakin besarnya masalah yang akan dihadapi oleh perempuan bila kebebasan mutlak atas nama kesetaraan gender telah diraih.

Tuduhan bahwa kesenjangan peran antara laki-laki dan perempuan di dalam rumah, yang menjadi penghalang bagi perempuan berdaya secara ekonomi dan berakibat kemiskinan, nampak tidak berpijak pada akar masalah sebenarnya. Kaum feminis tutup mata, bahwa perempuan keluar rumah untuk bekerja bukan semata karena dorongan kesetaraan. Mereka terpaksa bekerja, karena kehidupan kapitalis menjadikan kehidupan yang semakin sulit, yang memaksa para perempuan ikut berperan untuk keberlangsungan pemenuhan kehidupan keluarga setiap harinya.

Padahal setiap saat, dilema selalu menghantuinya. Urusan rumah ditinggalkannya, karena sebagian besar waktu disita oleh pekerjaan di luar rumah dan kelelahan sesampai di rumah. Pemberdayaan ekonomi dengan tetap menjadikan perempuan di rumah, tetap tidak mampu menjadikan perempuan lebih fokus kepada fitrahnya. Anak-anak yang 'lepas' dari tangannya dan dibesarkan oleh gawai di tangan mungil mereka, dididik oleh media sosial yang hampir tanpa sensor menyuguhkan kepornoan dan kekerasan. Jelas, itu bukan pilihan hidup seorang perempuan.

Peran sebagai seorang istri pun terancam kelanggengannya. Hubungan suami istri yang berjalan tidak sebagaimana mestinya, sering berujung perceraian. Bahkan hal menyakitkan bisa jadi mereka hadapi, ketika mendapati putri kesayangannya menjadi 'mangsa' ayah tiri bahkan ayah kandung  mereka dengan alasan ketiadaan istri dalam hubungan intim suami istri. Kalau sudah begini peliknya, masihkah terus bertahan bahwa kesetaraan gender sebagai solusi atas segala masalah perempuan? Mendorong perempuan setara, menemui masalah, diselesaikan dengan kesetaraan, lahir masalah yang lebih pelik, dan terus begitu. Menjadi lingkaran setan.

Islam Memanusiakan dan Memuliakan Perempuan

Buruk wajah, cermin dibelah. Begitu peribahasa yang mewakili kemarahan feminis kepada ajaran Islam, yang dianggap sebagai penghalang terwujudnya kesetaraan di dunia. Islam telah sempurna mengatur perempuan. Bukan semata hak mereka sebagai manusia dipenuhi dengan sebaik-baiknya, kemuliaan mereka juga dijunjung tinggi. Dengan diturunkannya Islam, perempuan diposisikan sebagai manusia, bahkan sama dengan laki-laki. Disaat ajaran yang lain menghinakan perempuan, Islam dengan jelas memberikan hak-haknya sebagai manusia dan kemuliaannya.

Sebelum Islam diturunkan, bangsa Yunani dan Romawi sebagai bangsa besar pada saat itu, memposisikan perempuan sebagai makhluk hina. Perempuan hanya dijadikan pemuas nafsu, tidak memiliki hak apapun, bahkan hak hidup. Perempuan hanya menjadi harta kepemilikan bagi ayah dan suami mereka, bukan untuk dilindungi tetapi untuk dimanfaatkan dan diperas tenaganya bahkan bila dianggap membawa sial, mereka akan dibunuh.

Islam datang dengan kesempurnaan ajarannya. Perempuan memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum Syara'. Dia diberi kesempatan untuk berkiprah di tengah-tengah  masyarakat untuk memberi manfaat. Dalam menjalani fitrahnya sebagai ibu, Islam memberikan perempuan perlindungan penuh dan menjaga kemuliaannya. Sehingga, tidak pernah kita dengar tuntutan kesetaraan mumcul di saat penerapan Islam kaffah, yang berlangsung hampir 1400 tahun lamanya.

Tuntutan kesetaraan muncul saat sistem sekular liberal diterapkan, dengan ketidakadilannya kepada perempuan. Bila sudah begini, masihkah sistem rusak seperti ini dipertahankan? Sungguh, hanya orang berpikir yang bisa memutuskan dengan waras bahwa Islam saja yang layak untuk diperjuangan dan diterapkan. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Latest News
Hatice Cengiz Gugat Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Hatice Cengiz Gugat Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Rabu, 21 Oct 2020 14:05

Warga Tolak Pendirian Gereja Jemaat Allah Mojolaban Sukoharjo

Warga Tolak Pendirian Gereja Jemaat Allah Mojolaban Sukoharjo

Rabu, 21 Oct 2020 09:58

Indonesia Rekor Utang Terbanyak, DPR: Lewati Batas Aman yang Direkomendasikan IMF

Indonesia Rekor Utang Terbanyak, DPR: Lewati Batas Aman yang Direkomendasikan IMF

Rabu, 21 Oct 2020 09:29

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Ulama dan Pemimpin Muslim Filipina Kecam Rencana Militer Untuk Mengawasi Madrasah

Selasa, 20 Oct 2020 22:35

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Kemunafikan Eropa: Kata-kata Kosong Untuk Palestina, Senjata Mematikan Untuk Israel

Selasa, 20 Oct 2020 22:15

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Kepala Mossad Sebut Israel dan Arab Saudi Pelihara Hubungan Perdamaian Tidak Resmi

Selasa, 20 Oct 2020 21:15

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

AS Cantumkan Pebisnis Batu Permata Di Australia Dalam Daftar Teroris yang Ditunjuk Global

Selasa, 20 Oct 2020 20:45

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Koalisi Advokat Bersiap Somasi Menteri Kesehatan

Selasa, 20 Oct 2020 19:41

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

PKS: Setahun Jokowi, Semua Ambyar!

Selasa, 20 Oct 2020 17:59

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Satu Tahun Pemerintahan Jokowi, Anis: Kinerja Bidang Ekonomi Belum Memuaskan

Selasa, 20 Oct 2020 17:26

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Hasil Survei: 40% Gen-Z Inginkan Jaringan Stabil

Selasa, 20 Oct 2020 09:33

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Mau Tanya, Video Kawal Jogging dan Helikopter Itu Hoax Apa Tidak?

Selasa, 20 Oct 2020 07:02

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Menteri Toleransi UEA Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Inggris

Senin, 19 Oct 2020 21:43

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Ayah, Sosok Tegar yang Layak Mendapatkan Surga

Senin, 19 Oct 2020 21:32

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Islamic State Bidik Negara Teluk, Serukan Serang Kepentingan Ekonomi Saudi

Senin, 19 Oct 2020 21:18

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Penghargaan sebagai Negara Pengutang, Malu atau Bangga?

Senin, 19 Oct 2020 21:09

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Falsafah: Hikmah yang Terbatas

Senin, 19 Oct 2020 20:05

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Masjid-masjid di Gaza Kembali Dibuka Setelah Ditutup Beberapa Pekan karena Pandemi Corona

Senin, 19 Oct 2020 16:45

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Ngabalin Ditunggangi ISIS

Senin, 19 Oct 2020 15:35

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

PP Hima Persis Kecam Penangkapan Serampangan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa

Senin, 19 Oct 2020 14:20


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X