Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.234 views

Racun Misoginis dalam Liberalisasi Budaya

 

Oleh:

Ainul Mizan, Pemerhati Sosial Politik

 

SEORANG artis, Tara Basro melalui akun media sosialnya, menampilkan beberapa foto dirinya yang berpose sensual. Bahkan di antara foto tersebut, terdapat pose foto tanpa busana di akun twitternya. Pada fotonya tersebut terdapat caption, "Worthy of Love" dan "Percaya sama diri sendiri" (www.kompas.com, 6 Maret 2020). 

Unggahan tersebut menuai kontroversi. Humas Kominfo, Ferdinandus Setu menilai foto Tara Basro tersebut termasuk menampilkan ketelanjangan. Tambahnya, Tara Basro telah melanggar UU ITE pasal 27 ayat 1. 

ICJR (Institute for Criminal Justice Reform) mendesak agar Kominfo mencabut pernyataannya. Menurutnya, Kominfo telah menyebarkan rasa ketakutan dalam berekspresi. Imbuhnya, yang dilakukan Tara Basro itu bermuatan pesan melawan body shaming. Perempuan harus percaya pada dirinya. 

Bahkan aktivis perempuan, Tunggal Pawestri menyatakan pandangan Kominfo termasuk misoginis dan menyalahkan tubuh perempuan. 

Anehnya, pada tanggal 5 Maret 2020, Menkominfo  menganulir pernyataan humasnya. Menurutnya, unggahan Basro tidak melanggar kesusilaan. Itu hanyalah bagian dari ekspresi seni. 

Framing misoginis seolah menjadi hantu yang harus dihindari. Framing misoginis dipakai untuk menyudutkan pihak - pihak yang berusaha membatasi kebebasan ekspresi bagi perempuan. 

Sementara pandangan misoginis merupakan pandangan kebencian terhadap perempuan. Hal demikian kebanyakan dimiliki laki - laki, walaupun ada juga perempuan yang memiliki pandangan misoginis. Bersikap sombong, egois dan kompetitif terhadap perempuan merupakan beberapa sikap dari orang misoginis. 

Framing misoginis ini digunakan sebagai tameng guna menciptakan sosok perempuan yang merdeka dan bebas tanpa batasan - batasan yang tidak nyaman. Bahkan aturan agama tidak terlepas dari framing misoginis. Jika sudah demikian, tidak ada lagi yang mereka takuti.

Beberapa aturan agama (Islam) yang dituduh misoginis di antaranya kepemimpinan laki - laki atas perempuan, perempuan tidak boleh menjadi kepala negara, hak waris perempuan separoh dari laki - laki dan lainnya. Aturan - aturan tersebut dianggap lebih menguntungkan laki - laki. Lantas, mereka menuduh para ahli fiqih kebanyakan laki - laki. Jadi susah melepaskan pandangan misoginis dari aturan agama yang dihasilkannya. 

Padahal jika ditela'ah lebih jujur, justru Islam telah mengangkat harkat dan martabat perempuan. Ambil contoh salah satu hadits Nabi yang menyatakan bahwa, "Surga itu berada di bawah telapak kaki seorang ibu." 

Bukankah ini adalah kemuliaan bagi seorang perempuan? 

Islam memberikan hak kepada perempuan untuk berpendidikan, bersosialisasi, termasuk hak waris dan lainnya. 

Islam telah memberikan kewajiban dan larangan yang sama antara laki - laki dan perempuan sebagai hamba Allah. Keduanya berkewajiban melaksanakan sholat, puasa, zakat dan lainnya. Keduanya juga dilarang melakukan perbuatan dosa dan maksiat. 

Pada aspek gender, Islam memberikan kekhususan kepada perempuan. Adanya kewajiban menyusui anak, mengasuhnya, masa nifas termasuk masa iddah. Bukankah aturan - aturan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap keberadaan perempuan? 

Berbeda sekali dengan jaman Yunani dan Romawi kuno akan sikapnya terhadap perempuan. Pada abad 4 SM Psedo-Demosthenes menyatakan di depan majelis warga negara, “kita harus memiliki pelacur untuk kesenangan, selir untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari, dan pasangan kita untuk memberi kita anak-anak yang sah dan menjadi penjaga setia rumah kita”. 

Cukup kiranya kutipan Demosthenes memberikan gambaran akan nasib perempuan waktu itu. Betul - betul perempuan tidak berharga hanya berkutat di kasur, sumur dan dapur. Mereka tidak memiliki hak - hak sosial. Semestinya peradaban Yunani dan Romawi kuno yang layak disebut misoginis. 

Dengan framing misoginis ini, mereka ingin menciptakan sosok perempuan yang baru. Perempuan yang bebas berekspresi dan berkarya seni, bahkan walau harus menampilkan ketelanjangan. Semuanya dibalut demi profesionalitas. 

Terbersit satu pertanyaan, Kalau begitu, model masyarakat yang bagaimana yang ingin mereka wujudkan? Sementara para perempuannya dibolehkan untuk berpose sensual dan telanjang kalau diperlukan, demi menunjang sebuah pesan atau target yang ingin dicapainya. 

Adapun yang terjadi dalam sebuah masyarakat yang bebas nilai atau sekuler, adalah kerusakan demi kerusakan.Tingginya angka kejahatan seksual  termasuk pemerkosaan, menghiasi kehidupan masyarakatnya. 

Seperti dilangsir oleh style.tribunnews.com, edisi 7 Maret 2019, bahwa terdapat 10 negara yang angka pemerkosaannya tertinggi di dunia. Di antaranya adalah berikut ini. 

Di Amerika Serikatnya, 1 dari 3 orang perempuan mengalami pemerkosaan. Sekitar 19,3 persen perempuan, paling tidak pernah mengalami sekali tindakan pemerkosaan dalam hidupnya. 

Di tahun 2017, Swedia termasuk peringkat ke-2 negara yang tingkat pemerkosaannya tinggi. 1 dari 4 orang perempuan mengalami pemerkosaan. 

Sedangkan Afrika Selatan menduduki peringkat pertama tingginya angka pemerkosaan. Sekitar 500 ribu kasus dilaporkan tiap tahunnya. Menyusul kemudian ada Kanada, Australia, Finlandia, Zimbabwe dan lainnya. 

Sementara itu di Indonesia, di tahun 2017 terdapat kasus kekerasan terhadap perempuan (termasuk pemerkosaan) sebanyak 348.446 kasus. Tentunya ini hanyalah fenomena gunung es. Buktinya, sampai perlu ada regulasi guna menangani tindak kekerasan terhadap perempuan ini melalui RUU PKS (pemberantasan Kekerasan Seksual). Belum lagi kasus perzinaan. 

Demikianlah potret masyarakat yang meminggirkan norma agama dalam mengatur pergaulan antara laki - laki dan perempuan. Kebebasan yang didewakan telah menjerumuskannya ke dalam dekadensi moral yang akut. Alih - alih memperbaiki, framing misoginis adalah racun yang ditebarkan untuk menghambat aktifitas dakwah, amar makruf nahi munkar. 

Oleh karena itu, untuk mewujudkan masyarakat yang bersih berhias keimanan dan ketaqwaan adalah yang pertama, menggusur asas sekulerisme dalam kehidupan. Framing misoginis akan subur di dalam masyarakat yang sekuler. Selanjutnya, negara mengadopsi Sistem Islam tentang pergaulan laki - laki dan perempuan dalam masyarakat. Dan akan lebih sempurna kemaslahatan terwujud, tatkala negara mempunyai political will untuk menerapkan hukum Islam secara paripurna.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Kisah Pilu Mbah Siti, Sang Ahli Ibadah Hidup di Bilik Reyot Bantaran Sungai. Ayo Bantu.!!

Nenek renta ahli ibadah ini hidup seorang diri di bilik reyot Bengawan Solo. Bila hujan seisi rumah kebocoran air. Di malam hari, ia menggigil kedinginan diserang angin malam karena dindingnya...

Hidup Sebatang Kara, Muallaf  Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hidup Sebatang Kara, Muallaf Suliatin Diterpa Berbagai Ujian Hidup, Ayo Bantu.!!

Hijrah menjadi Muslimah, mantan Kristen Pantekosta ini ditimpa banyak ujian mulai dari keluarga hingga kerasnya pekerjaan. Hidup sebatang kara, ia bekerja keras sebagai buruh pembuat batu bata. ...

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Kista Membahayakan Kehamilan, Teh Imas Ummu Zahra Harus Harus Dikiret. Ayo Bantu.!!

Teh Imas mengalami gangguan kehamilan karena mengidap kista. Janinnya tak berkembang, yang dalam medis disebut IUGR (intrauterine growth restriction). Ia harus dikiret karena membahayakan nyawa....

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Latest News
UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

UMK 2021 Depok Tertinggi ke-4 di Jawa Barat

Selasa, 24 Nov 2020 09:03

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

MUI Berhasil Pertahankan ISO 9001:2015 untuk Ketiga Kalinya

Selasa, 24 Nov 2020 08:06

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Tahun Depan, Imam Besar dan Imam Masjid Besar di Kabupaten Garut Dapat Insentif

Senin, 23 Nov 2020 22:31

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Munas X MUI Momentum Pergantian Kepemimpinan di Level Pusat

Senin, 23 Nov 2020 21:12

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Hadiri Maulid Nabi, Anis Ajak Perkokoh Silaturrahim dan Sinergi

Senin, 23 Nov 2020 20:29

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Penulis Arab Boikot Penghargaan Buku Bergengsi UEA Sebagai Protes Normalisasi dengan Israel

Senin, 23 Nov 2020 20:01

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Plt Bupati Kudus: Muhammadiyah Konsisten Beri Solusi

Senin, 23 Nov 2020 19:05

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

518 Peserta Ikuti MTQ Ke-52 Tingkat Kabupaten Bekasi

Senin, 23 Nov 2020 18:56

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Andalkan Utang Luar Negeri, Mustahil Menjadi Negara Mandiri

Senin, 23 Nov 2020 17:57

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Peserta Luring Munas X MUI Jalani Tes Swab

Senin, 23 Nov 2020 17:42

Ratusan Peserta akan Hadir di Munas X MUI Luring dan Daring

Ratusan Peserta akan Hadir di Munas X MUI Luring dan Daring

Senin, 23 Nov 2020 16:41

Rezim Teroris Assad Siksa Hingga Tewas 98 Orang di Daraa Suriah

Rezim Teroris Assad Siksa Hingga Tewas 98 Orang di Daraa Suriah

Senin, 23 Nov 2020 15:30

HOW DEMOCRACIES DIE

HOW DEMOCRACIES DIE

Senin, 23 Nov 2020 14:31

Menerima Bantuan Biaya Nikah dari Orang Tua yang Bekerja di Bank

Menerima Bantuan Biaya Nikah dari Orang Tua yang Bekerja di Bank

Senin, 23 Nov 2020 14:21

Erdogan: Turki Telah Deportasi Hampir 9000 Pejuang Asing

Erdogan: Turki Telah Deportasi Hampir 9000 Pejuang Asing

Senin, 23 Nov 2020 13:45

Sumedang Luncurkan Magrib Mengaji Online, Undang Aa Gym, Yusuf Mansur hingga Sandiaga Uno

Sumedang Luncurkan Magrib Mengaji Online, Undang Aa Gym, Yusuf Mansur hingga Sandiaga Uno

Senin, 23 Nov 2020 08:17

Wakaf Produktif : Panen Cabe Mingguan untuk Operasional Pesantren 2 tahun

Wakaf Produktif : Panen Cabe Mingguan untuk Operasional Pesantren 2 tahun

Senin, 23 Nov 2020 07:40

Sultra Gelar MTQ Virtual

Sultra Gelar MTQ Virtual

Ahad, 22 Nov 2020 23:54

Gubernur Sumsel: Manajemen Transparan Kunci Berkembangnya Masjid

Gubernur Sumsel: Manajemen Transparan Kunci Berkembangnya Masjid

Ahad, 22 Nov 2020 23:30

Ini Dia Cara Quran & Sains Atasi Kecanduan Game, Narkoba dan Internet Negatif

Ini Dia Cara Quran & Sains Atasi Kecanduan Game, Narkoba dan Internet Negatif

Ahad, 22 Nov 2020 22:44


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X