Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.255 views

Sekolah Dibuka di Zona Hijau, Orangtua Galau

 

Oleh:

Hasni Tagili, M. Pd. || Praktisi Pendidikan Konawe, Sulawesi Tenggara

 

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah mengumumkan bolehnya sekolah yang berada di zona hijau (sejumlah 92 kabupaten/kota atau 6% dari keseluruhan sekolah di Indonesia) untuk melakukan belajar tatap muka bersyarat.

Adapun syarat yang dimaksud adalah pengisian daftar periksa kesiapan sesuai protokol kesehatan, zona kota/kabupaten mesti berada di zona hijau, mendapatkan izin dari pemerintah daerah, dan mendapatkan izin dari orangtua siswa (Kontan.co.id, 15/06/2020). 

Di Sulawesi Tenggara sendiri, hanya ada satu daerah yang masuk kategori zona hijau. Daerah tersebut adalah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) yang hingga saat ini (berdasarkan informasi gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Sultra) pada 21 Juni 2020 pukul 15.00 WITA, tidak terdapat kasus positif Covid-19. 

Meski di Sulawesi Tenggara proses pendidikan masih dalam tahap sosialisasi pendaftaran peserta didik baru (PPDB), namun Plt. Dikbud Sultra, Asrun Lio, sudah mengimbau agar sekolah bersiap menghadapi new normal khususnya di daerah zona hijau (Kendaripos.co.id, 22/06/2020).

 

Khawatir Jadi Klaster Baru

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengadakan survei terhadap 61.913 orang tua siswa, 19.296 guru, dan 64.386 peserta didik di 514 kabupaten/kita di 34 provinsi di Indonesia. Berdasarkan survei tersebut, 85,5% orang tua khawatir jika sekolah dibuka kembali. 

Mayoritas orang tua siswa tersebut menyarankan agar pembelajaran tahun ajaran 2020/2021 di zona hijau tetap dilakukan secara daring di tengah pandemi Covid-19. Alasannya, masih ada kemungkinan risiko penularan Covid-19 bisa datang dari murid yang berasal dari zona lainnya (Republika.co.id, 17/06/2020).

Bambang, salah satu wali murid asal Jakarta Selatan, mengaku khawatir. Ia mengatakan bahwa ketentuan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang memungkinkan siswa bersekolah di luar zona tempat tinggalnya dengan melalui jalur prestasi memungkinkan risiko penularan jika suatu zona yang dianggap telah aman dari Covid-19 akan melanjutkan pembelajaran secara tatap muka. 

Senada, wali murid asal Bekasi, Jawa Barat, Prihartono, juga sepakat agar proses belajar mengajar secara tatap muka sebaiknya dilakukan ketika wabah Covid-19 sudah dapat dikendalikan. Pasalnya, saat anak-anak kemungkinan tertular virus SARS-CoV-2, mereka cenderung tidak menunjukkan gejala. Sehingga, guru menganggap proses belajar mengajar dapat dilanjutkan, sementara penularan terus berlangsung selama proses tersebut. 

Ia khawatir jika pembelajaran secara tatap muka tetap dilakukan, hal itu akan memicu terbentuknya klaster penularan baru di lingkungan yang sebelumnya dianggap aman.

 

Kritik Konstruktif

Menyikapi kebijakan ini, dipandang perlu untuk melakukan kritik konstruktif melalui beberapa poin. Pertama, pemerintah tidak boleh menganulir kecemasan yang dirasakan oleh orang tua. Sebaliknya, mewadahi kecemasan tadi agar menemukan solusi terbaik. Sebab, mayoritas survei menunjukkan hasil yang sama. Orang tua galau anaknya kembali ke sekolah meski berada di zona hijau. 

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melalui survei yang dilakukan pada 6-8 Juni ini, mayoritas responden keberatan sekolah dibuka kembali. Sebanyak 55,1% responden mengatakan sekolah belum memenuhi kebutuhan pokok dalam menghadapi kenormalan baru. Salah satu kendala terberatnya ialah pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan. Mereka tidak yakin dapat memenuhi segala kebutuhan tersebut dalam sebulan (Mediaindonesia.com, 21/06/2020). 

Survei FSGI ini mendapati bahwa para orang tua resah, khawatir, dan cemas. Sebab, data terakhir menunjukkan masih tingginya angka penambahan kasus baru pasien Covid-19, khususnya di usia anak. Menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) per 18 Mei 2020, terdapat 3.324 anak yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP); sebanyak 129 anak berstatus PDP meninggal dunia; sementara jumlah anak yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 584 anak; kemudian 14 anak diantaranya meninggal dunia dengan status positif virus corona.

Kedua, pedoman yang dikeluarkan oleh Mendikbud berfokus pada pembukaan sekolah di zona hijau yang persentasenya hanya 6 persen. Padahal, 94 persen sekolah di Indonesia masih harus menjalankan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang masih menyimpan banyak masalah. 

Berdasarkan survei FSGI, keberlangsungan PJJ masih menemui berbagai macam kendala, seperti tidak adanya internet hingga konten pembelajaran yang tidak mendukung PJJ. Terkait hal ini, FSGI mendorong agar dibuat pendampingan atau pelatihan khusus terkait PJJ daring. Hal ini penting karena pada tahun ajaran baru sebagian besar sekolah akan menjalankan PJJ, sehingga harus dibuat sistem yang berkualitas. 

Ketiga, kegiatan belajar mengajar saat ini memang sebaiknya masih dilakukan secara daring atau tidak tatap muka. Mengingat, 80 persen wilayah Indonesia masih berada di zona kuning, oranye dan merah (KOM). Mayoritas wilayah Nusantara yang berada di zona KOM juga memiliki resiko bagi zona hijau. Artinya, pembelajaran dengan metode daring masih menjadi alternatif terbaik di tengah pandemi saat ini.

 

Edukasi Sistemik

Menerapkan kebijakan belajar tatap muka di zona hijau tentu tetap berisiko. Dalam konstelasi sistem kapitalisme, ia ibarat buah simalakama. Tak belajar di sekolah mereka tak mendapat pendidikan. Sedangkan jika memperhitungkan keselamatan, mereka terdampak tak mendapatkan pendidikan yang layak. 

Berbeda dengan sistem pendidikan yang digagas oleh Islam. Dimana di masa pandemi, diutamakan pembelajaran jarak jauh, proses belajar dan mengajar tetaplah akan dilakukan dengan senang hati. Guru akan berusaha kreatif menyajikan kurikulum secara baik. Siswa pun siap menerima ilmu. Inilah yang membedakan dengan proses pembelajaran selama ini. Kurikulum yang sangat padat serta nihil dari aspek ruhiyah tentu dirasakan sebagai beban. 

Dalam Islam, pendidikan dipandang sebagai instrumen untuk menghasilkan pemikir. Ya, pendidikan dipandang sebagai upaya sadar, terstruktur, terprogram, dan sistematis. Upaya tersebut tertuang ke dalam beberapa poin. Pertama, pembentukan kepribadian Islam harus dilakukan pada semua jenjang pendidikan yang sesuai dengan proporsinya melalui berbagai pendekatan. Salah satu di antaranya adalah dengan menyampaikan pemikiran (tsaqofah) Islam kepada para siswa. 

Kedua, kurikulum dibangun berlandaskan akidah Islam, sehingga setiap pelajaran dan metodologinya disusun selaras dengan asas itu. Pun, sarana dan prasarana pendidikan diselenggarakan secara memadai. 

Ketiga, ilmu-ilmu terapan diajarkan sesuai dengan tingkat kebutuhan dan tidak terikat dengan jenjang pendidikan tertentu (formal). Di tingkat perguruan tinggi, kebudayaan asing dapat disampaikan secara utuh bukan dengan tujuan untuk dilaksanakan, melainkan untuk dijelaskan cacat-celanya dan ketidaksesuaiannya dengan fitrah manusia. 

Terpenting, dalam Islam, negaralah yang berkewajiban untuk mengatur segala aspek yang berkenaan dengan sistem pendidikan yang diterapkan. Bukan hanya persoalan yang berkaitan dengan kurikulum, akreditasi sekolah/PT, metode pengajaran, dan bahan-bahan ajarnya, tetapi juga mengupayakan agar pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah dan memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan. Termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi. 

Rasulullah Saw. bersabda, “Seorang imam (khalifah/kepala negara) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas urusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari dan Muslim). 

Sehingga, fokus pemerintah yang lebih memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan tadi tidak akan mengakibatkan orang tua siswa galau berkepanjangan. Wallahu 'alam bisshowab.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Rabu, 23 Sep 2020 05:24

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Selasa, 22 Sep 2020 22:15

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Selasa, 22 Sep 2020 22:13

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 21:21

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Selasa, 22 Sep 2020 21:15

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Selasa, 22 Sep 2020 21:00

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Selasa, 22 Sep 2020 20:18

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Selasa, 22 Sep 2020 18:19

Pasangan Didin Hafidhuddin dan Adian Husaini Pimpin Dewan Dakwah

Pasangan Didin Hafidhuddin dan Adian Husaini Pimpin Dewan Dakwah

Selasa, 22 Sep 2020 18:07

Ikhwanul Muslimin Akan Ambil Bagian Dalam Pemilu di Yordania

Ikhwanul Muslimin Akan Ambil Bagian Dalam Pemilu di Yordania

Selasa, 22 Sep 2020 17:45

Gara-Gara ''New Normal'', Indonesia Gak Kunjung Normal

Gara-Gara ''New Normal'', Indonesia Gak Kunjung Normal

Selasa, 22 Sep 2020 16:18

Wah, Ada Ngabaliniyah

Wah, Ada Ngabaliniyah

Selasa, 22 Sep 2020 14:00

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah tentang Penanganan Covid-19

Pernyataan Pers PP Muhammadiyah tentang Penanganan Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 09:57

Kasus Positif Harian Tembus 4.000, Anggota Komisi IX Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Kasus Positif Harian Tembus 4.000, Anggota Komisi IX Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

Selasa, 22 Sep 2020 08:50

Legislator: Pemerintah Lamban Soal Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Legislator: Pemerintah Lamban Soal Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan

Selasa, 22 Sep 2020 07:47

Banyak Desakan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Diminta Lakukan Analisis Serius

Banyak Desakan Pilkada Serentak Ditunda, KPU Diminta Lakukan Analisis Serius

Selasa, 22 Sep 2020 06:57

Bedah Buku 'Bau Amis Komunis' Karya Rizal Fadillah

Bedah Buku 'Bau Amis Komunis' Karya Rizal Fadillah

Selasa, 22 Sep 2020 06:35

Polisi Tuki Tahan 14 Warga Negara Asing Yang Diduga Terkait Islamic State

Polisi Tuki Tahan 14 Warga Negara Asing Yang Diduga Terkait Islamic State

Senin, 21 Sep 2020 21:20

Protes Menentang Pemerintahan Abdel Fattah Al-Sisi Terjadi di Seluruh Mesir

Protes Menentang Pemerintahan Abdel Fattah Al-Sisi Terjadi di Seluruh Mesir

Senin, 21 Sep 2020 18:45

Honduras Akan Relokasi Kedutaan Besar Mereka Ke Yerusalem Sebelum Akhir Tahun

Honduras Akan Relokasi Kedutaan Besar Mereka Ke Yerusalem Sebelum Akhir Tahun

Senin, 21 Sep 2020 17:45


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X