Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.826 views

Novel Baswedan dan Sisi Kelam Keadilan

PERSIDANGAN kasus penyiraman terhadap Novel Baswedan berhasil menarik perhatian masyarakat. Bagaimana tidak? Setelah pencarian pelaku selama hampir tiga tahun lamanya, dua terdakwa atas nama Kadir Mahulette dan Rony Bugis hanya dituntut hukuman satu tahun penjara.

Dalam pertimbangan surat tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2020), jaksa menyebut kedua terdakwa tidak sengaja menyiramkan air keras ke bagian wajah Novel. Menurut jaksa, kedua terdakwa hanya ingin menyiramkan cairan keras ke badan Novel.

Jaksa menyebut dakwaan primer yang didakwakan dalam kasus ini juga tidak terbukti. Oleh karena itu, jaksa hanya menuntut kedua terdakwa dengan dakwaan subsider yang melanggar Pasal 353 ayat 2 KUHP juncto  Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Dalam pertimbangannya, JPU menilai hal yang memberatkan bagi kedua terdakwa adalah mencedarai institusi Polri. Sedangkan, hal yang meringankan adalah keduanya mengakui perbuatan, kooperatif selama persidangan, dan telah mengabdi sebagai anggota Polri. (detikNews 11/6)

Menanggapi hal ini, Direktur Kantor Hukun Lokaturu Hariz Azhar menilai bahwa persidangan tersebut kental akan nuansa rekayasa dan mengesankan konflik kepentingan mengingat posisi kedua terdakwa yang notabene anggota polisi dan didampingi oleh pengacara yang juga anggota Polri. Haris pun menyebut Rahmat dan Ronny sekadar boneka dalam kasus Novel untuk menutupi fakta sebenarnya. Pendapatnya ini merujuk kepada keterangan tim advokasi Novel Baswedan sebelumnya yang mengatakan kedua terdakwa tak mirip dengan ciri-ciri pelaku menurut korban.

Sejalan dengan Haris, tim advokasi Novel Baswedan, Kurnia, menilai tuntutan tersebut mengonfirmasi dugaan Tim Advokasi bahwa persidangan kasus Novel ini merupakan "sandiwara hukum" untuk melindungi pelaku dengan memberi hukuman "alakadarnya". Sekaligus juga untuk menutup dugaan keterlibatan auktor intelektualis dan tidak lepas dari kepentingan elit mafia korupsi dan kekerasan. (Kompas 12/6)

Sudah sejak lama keadilan susah dicari di negeri ini. Dan peradilan terhadap Novel Baswedan pada akhirnya semakin membuka mata publik betapa realisasi adil hanyalah ilusi di rezim demokrasi. Bahkan, sila ke lima dari Pancasila yang digadang sebagai falsafah negara ini nyatanya tak mampu menjadikan hukum sebagai benteng terakhir terwujudnya keadilan. Hal ini karena fungsi hukum telah berpindah haluan sebagai manifestasi kepentingan segelintir orang, terlebih bagi penguasa yang powernya mampu mengendalikan jalannya peradilan. Belum lagi praktik jual beli perkara yang menjadikan penegakan hukum sebagai ladang basah untuk meraup lebih banyak keuntungan.

Kasus peradilan terhadap Novel Baswedan ini tak hanya mongorek sisi kelam keadilan, tapi juga menyempurnakan bukti bahwa semua aspek kekuasaan demokrasi baik legislatif, eksekutif maupun yudikatif telah gagal memberantas korupsi. Birokrasi yang ada justru membuka celah korupsi makin menggurita. Dan apa yang menimpa penyidik KPK tak bisa dipungkiri karena kiprahnya dalam mengungkap kasus kasus besar yang melibatkan para mafia.

Segala kekacauan yang terjadi ini harusnya mampu menyadarkan manusia bahwa tak ada yang baik dari diterapkannya hukum manusia. Selain rentan pada ketidakadilan dan tidak menjerakan hingga membuka peluang bagi yang lain untuk melakukan kejahatan yang sama, sistem sekuler yang ada juga membuat manusia gampang terjerat hawa nafsu dalam memutuskan perkara.

Kondisi yang berbeda tentu akan ditemui tatkala Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Karena dengannya, keimanan dan ketaqwaan akan selalu dijadikan pijakan bagi setiap individu muslim dalam melakukan tindakan. Termasuk ketika berhukum, maka dengan kesadaran penuh ia tidak akan mengambil hukum selain hukum yang telah ditetapkan oleh Allah. Ia tidak akan berani membuat tandingan karena sadar akan keterbatasan akalnya yang hanya sebagai manusia.

Lebih lanjut, Islam juga mengatur sistem sanksi/uqubat yang fungsinya tak hanya sebagai pencegah manusia dari perbuatan dosa yang sama (zawajir), tapi juga sebagai penebus sanksi ketika di akhirat (jawabir). Adapun uqubat sendiri dibagi menjadi empat macam yang didasarkan pada jenis pelanggaran, yakni hudud, jinayat, ta'zir dan mukhalafat. Terkait kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan ini, maka berlaku atas pelaku sanksi jinayat dengan sanksi diyat. Adapun kadarnya, maka besarnya bergantung pada kerusakan fungsi organ. Jika ia merusak salah satu organ yang berpasangan, maka kadar diyat yang harus dibayar adalah setengahnya, yakni 50 ekor unta.

Dari sini jelaslah bahwa hanya sistem persanksian yang dihadirkan Islam yang mampu menciptakan keadilan sekaligus rasa aman di tengah tengah masyarakat. Nyawa tidak akan dipandang sebelah mata, namun sesuatu yang berharga yang harus dijaga.*

Maya A || Tinggal di Gresik, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla Reyot di Pelosok Garut Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

Mushalla kayu di pelosok Garut ini menyedihkan. Dindingnya reyot, rapuh, dan keropos bisa roboh setiap saat. Dibutuhkan dana 50 juta rupiah untuk renovasi total bangunan permanen dan diperluas....

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Wakaf Air: IDC Salurkan 11 Juta untuk Tandon Air & Perlengkapan Sumur PTQ Az Zuman Klaten

Program Wakaf Sumur IDC telah menyalurkan dana 11 Juta rupiah untuk kebutuhan tandon air, pompa air dan perlengkapan sumur di Pesantren Tahfidz Quran (PTQ) Az Zuman, Jambu Kulon, Ceper, Klaten....

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Wakaf Sumur: IDC Salurkan Tandon Air 2200 Liter dan Pipanisasi ke Masjid Al-Huda Plupuh Sragen

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan wakaf. Semoga menjadi pahala yang berlipat-lipat dan terus mengalir tak terbatas umur, seiring banyaknya warga yang memanfaatkan wakaf tersebut untuk kemaslahatan...

Latest News
Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2022

Sabtu, 25 Sep 2021 12:49

Kasus Covid-19 di Singapura Melonjak, Indonesia Perlu Waspada

Kasus Covid-19 di Singapura Melonjak, Indonesia Perlu Waspada

Sabtu, 25 Sep 2021 08:16

Hubungan Ilmu dan Amal

Hubungan Ilmu dan Amal

Jum'at, 24 Sep 2021 23:00

Luhut Konflik dengan Aktivis, Legislator Minta Jokowi Beri Peringatan

Luhut Konflik dengan Aktivis, Legislator Minta Jokowi Beri Peringatan

Jum'at, 24 Sep 2021 21:25

Kenya Larang Film Yang Menganjurkan Pernikahan Sesama Jenis

Kenya Larang Film Yang Menganjurkan Pernikahan Sesama Jenis

Jum'at, 24 Sep 2021 21:15

Menteri Pertahanan Taliban Tegur Keras Komandan, Perintahkan Usir Para 'Pejuang Jahat'

Menteri Pertahanan Taliban Tegur Keras Komandan, Perintahkan Usir Para 'Pejuang Jahat'

Jum'at, 24 Sep 2021 20:45

Erdogan: AS Dukung Kelompok Teroris Lebih Dari Yang Diperkirakan

Erdogan: AS Dukung Kelompok Teroris Lebih Dari Yang Diperkirakan

Jum'at, 24 Sep 2021 20:15

Menelisik Dua Surat Terbuka PATI

Menelisik Dua Surat Terbuka PATI

Jum'at, 24 Sep 2021 19:55

TNI-Polri Harus Mawas Diri

TNI-Polri Harus Mawas Diri

Jum'at, 24 Sep 2021 19:52

Israel Berhentikan Sementara Kepala Penjara Gilboa Terkait Kaburnya 6 Pejuang Palestina

Israel Berhentikan Sementara Kepala Penjara Gilboa Terkait Kaburnya 6 Pejuang Palestina

Jum'at, 24 Sep 2021 19:04

Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Bertemu Dubes Saudi, Plt Dirjen Lobi Jemaah Umrah Indonesia Bisa Diberangkatkan

Jum'at, 24 Sep 2021 13:12

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Selamatkan Lembaga Pendidikan dari Framing Terkait Radikalisme

Jum'at, 24 Sep 2021 10:29

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Anies Dituding Pembohong, Senator: Mungkin karena Hasil Survei Selalu Bagus

Jum'at, 24 Sep 2021 10:28

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Dua Tim Robotic MAN 2 Kota Makassar Juara Asean Robotic Day 2021

Jum'at, 24 Sep 2021 08:18

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Islamic Center PERSIS Resmi Dibangun, KH. Aceng Zakaria: Representasi PERSIS di Ibu Kota Jakarta

Kamis, 23 Sep 2021 23:53

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Komunis Itu Radikal dan Intoleran

Kamis, 23 Sep 2021 22:35

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

NB Bak Pembuka Kran yang Tersumbat

Kamis, 23 Sep 2021 22:25

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

MIUMI Aceh: Pernyataan Semua Agama Benar Sesat dan Menyesatkan

Kamis, 23 Sep 2021 21:50

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Estonia Ancam Tarik Pasukan Jika Mali Lanjutkan Kesepakatan Dengan Tentara Bayaran Rusia

Kamis, 23 Sep 2021 20:16

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di  Laut China Selatan

Anis Matta: Indonesia Harus Punya Skenario Hadapi Perang Supremasi AS-China di Laut China Selatan

Kamis, 23 Sep 2021 20:11


MUI

Must Read!
X