Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.866 views

Pilpres Deadlock, Ini Solusinya

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Beberapa daerah telah tuntas merekapitulasi suara. Sejumlah media sudah umumkan hasilnya. Tapi, tak semua pihak setuju dengan hasil itu. Sejumlah saksi tak mau tanda tangan. Artinya? Tak mengakui. Rekapitulasi dipertanyakan akurasi dan kejujurannya.

Isu kecurangan terus merebak. TSM menjadi kata sandi yang semakin populer di telinga publik. TSM itu terstruktur, sistematis dan masif. Ada yang bilang malah TSMB. B itu brutal. Itulah potret pemilu kali ini menurut sejumlah pihak.

Kata TSM atau TSMB menyebar seperti obat kuat yang memompa semangat mereka yang prihatin dan kecewa atas proses pemilu kali ini. Demo dan protes terjadi dimana-mana. Satu-persatu kecurangan dibuka datanya. Foto, situng dan video yang diduga sebagai indikasi kecurangan dipertontonkan ke publik lewat medsos. Medsos menjadi ruang satu-satunya yang tersisa bagi rakyat untuk mengekspresikan kekecewaan. Di saat televisi mati suri dan media mainstream tiarap, medsos menjadi ruang terbuka dimana setiap anak bangsa bisa leluasa berinteraksi. Memposting dan mengakses informasi.

Kendati rekapitulasi suara di KPU Pusat belum tuntas, masing-masing paslon telah mengklaim sebagai pemenang. Ucapan selamat datang kepada kedua belah pihak, baik dalam bentuk baliho, video maupun pajangan bunga. Klaim ini telah meramaikan suasana, bahkan menciptakan ketegangan.

Isu kecurangan yang dianggap sudah masuk dalam level TSM atau TSMB ini membuat sebagian rakyat menuntut agar KPU dikartu merah dan salah satu paslon didiskualifikasi. Pasalnya, KPU dan salah satu paslon "dicurigai oleh mereka" berkomplot untuk mengalahkan paslon yang lain. Ditambah lagi kematian hampir 600 petugas pemilu yang makin memperkuat kecurigaan, dugaan, dan tuduhan itu. Potensi korbannya masih bisa terus bertambah jumlahnya. Karena yang berbaring sakit kabarnya masih ribuan orang.

Sejumlah tokoh, termasuk Rizal Ramli, menganggap pemilu kali ini paling buruk di sepanjang sejarah demokrasi di negeri ini. Kematian ratusan petugas pemilu adalah tragedi nasional. Sambil menunggu ucapan duka dari "sang presiden" sebagai kepala negara, amburadulnya proses pemilu memang layak jadi keprihatinan masional.

Yang lebih memprihatinkan lagi adalah bahwa KPU telah kehilangan legitimasi dari rakyat. Dampak yang mungkin akan terjadi: apapun hasil pilpres, tak diterima rakyat. Ini bahaya! Lampu kuning, dan hampir lampu merah!

Kalau rakyat tak akui KPU, artinya presiden yang diumumkan KPU juga tak diterima rakyat. Ini tentu tak kondusif bagi presiden terpilih, siapapun itu, untuk menjalankan pemerintahan kedepan. Sebab, dimungkinkan akan terus ada ketegangan-ketegangan selama pemerintah tidak mampu meyakinkan rakyatnya. Apalagi jika komunikasi politik pemerintah dengan rakyat buruk. Ini hampir bisa dipastikan akan mendorong gelombang ketegangan semakin besar sebagaimana yang selama ini terjadi.

Untuk mengurai ketegangan ini ada tiga alternatif yang bisa dijadikan pilihan dan solusi. Pertama, rekapitulasi ulang suara hasil pilpres. Gagasan ini juga diusulkan oleh M.H. Ainun Najib, budayawan kawakan asli Jombang yang tinggal di Jogja.

KPU perlu melakukan rekapitulasi ulang secara nasional, dan disiarkan semua televisi. Data-data KPU, terutama C1 ditampilkan. Semua C1 Plano dipasang kembali di setiap TPS dan masyarakat melihatnya langsung sambil melakukan koreksi terhadap proses rekapitulasi nasional. Ini ruang bagi semua rakyat untuk melakukan pencocokan dan verifikasi. Ada media teleconference yang disiapkan KPU. Melalui video call misalnya, KPU bisa langsung cek ke petugas KPPS terkait dengan TPS yang sedang dihitung suaranya. Itu soal teknis, dan sangat mudah untuk bisa dilakukan. Hanya sedikit butuh waktu, karena jumlah TPS ada 800 ribu lebih.

Ini kesempatan bagi setiap paslon, terutama 01 untuk menepis tuduhan kecurangan yang selama ini diarahkan kepadanya. Mestinya tak ada yang keberatan, khususnya paslon 01 untuk melakukan perhitungan ulang secara nasional.

Kalau gagasan ini tak disepakati, maka pemilu ulang bisa jadi alternatif kedua. Apakah tak terjadi kecurangan TSM atau TSMB lagi sebagaimana yang dituduhkan dan dikhawatirkan banyak pihak selama ini? Belajar dari pemilu saat ini, segala sesuatunya lebih mudah untuk diantisipasi. Tentu, petugas pemilunya harus diganti. Kok diganti? Ah, pakai nanya lagi!

Kalau cara kedua deadlock? Maka kemungkinan ketiga yang akan terjadi. Apa itu? Adu kuat massa. Ini sulit dihindari. Rakyat sering menyebutnya dengan istilah "people power". Dan sekarang sedang berjalan. Demo merebak dimana-mana. Tidak saja di Jakarta, tapi di banyak wilayah. Aceh, Sumut, Surabaya, Madura, Ciamis, Semarang dan sejumlah daerah yang lain sudah pecah. Kekecewaan, bahkan kemarahan massa sepertinya tak mudah untuk diredam. Adu kuat ini akan berhenti jika alternatif pertama atau kedua disepakati.

Kalau saja terjadi adu massa, tragedi 1998 terbuka untuk terulang kembali. Benturan pendukung Sidang Istimewa yang dikendalikan oleh Pamswakarsa dengan yang menolak Sidang Istimewa pernah melukai sejarah bangsa ini. Sejumlah nyawa melayang yang seharusnya tak perlu terjadi. Sekali lagi, tak perlu terjadi.

Tentu, kita semua tak ingin 1998 terulang kembali di 2019. Karenanya, alternatif pertama atau kedua perlu jadi renungan dan dipikirkan bersama. Tundukkan ego dan redam ambisi. Ini untuk dan demi masa depan bangsa ini. Jika alternatif ketiga yang dipilih, kita gak tahu apa yang akan terjadi untuk Indonesia kedepan.  [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 13/5/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Korban Tabrak Lari,  Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Korban Tabrak Lari, Istri Aktivis Dakwah Tergolek Remuk Tulang, Ayo Bantu!!!

Saat hendak membantu orang tertimpa musibah, Ummu Qisthi jadi korban tabrak lari mobil pickup. Empat bulan pasca operasi tulang remuk, kondisinya memburuk dan lukanya mengeluarkan nanah...

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Gunungsari Butuh Masjid. Ayo Bantu Amal Jariyah.!!!

Sudah 4 tahun Pesantren Tahfiz Al-Qur’an ini mendidik para yatim dan kaum dhuafa tanpa memungut biaya. Mereka butuh masjid, anggaran dana 160 juta rupiah. Sisihkan harta, dapatkan istana di...

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Latest News
Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Resesi Tak Teralakkan, Anis Minta Pemerintah Bantu Masyarakat dan Dunia Usaha

Rabu, 23 Sep 2020 21:29

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Pejabat Afghanistan: Tahanan Taliban Yang Dibebaskan Pemerintah Kembali Lagi Ke Medan Perang

Rabu, 23 Sep 2020 21:05

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Peran Ibu Mendidik dengan Kasih Sayang, Bukan Penjagal Akibat Kesal

Rabu, 23 Sep 2020 20:28

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Ancaman Corona di Momen Pilkada

Rabu, 23 Sep 2020 19:58

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Palestina Sebut Israel Rusak 100.000 Alat Tes Swab Virus Corona

Rabu, 23 Sep 2020 19:45

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Modus Menyerang Soeharto Untuk Bangkitkan PKI

Rabu, 23 Sep 2020 19:30

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

Rabu, 23 Sep 2020 18:40

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Sedikitnya 28 Tewas Dalam Bentrokan Antara Pejuang IS dan Pasukan Pro-Assad di Utara Raqq

Rabu, 23 Sep 2020 17:45

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Perwakilan Hamas dan Fatah Akan Bertemu di Turki untuk Bahas Rekonsiliasi Antar-Palestina

Rabu, 23 Sep 2020 17:15

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Kemenag Disarankan Kerjasama dengan Ormas Islam Terkait Program Sertifikat Penceramah

Rabu, 23 Sep 2020 15:00

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Alhamdulillah, Saudi Akan Cabut Larangan Umrah Mulai Oktober

Rabu, 23 Sep 2020 11:29

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Angka Covid-19 Masih Tinggi, Persis: Tunda Pilkada Dahulukan Keselamatan Jiwa

Rabu, 23 Sep 2020 11:00

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Alhamdulillah, Inilah Nakhoda Baru Dewan Dakwah

Rabu, 23 Sep 2020 05:24

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Saudi Akan Cabut Pembatasan Ibadah Umrah Secara Bertahap

Selasa, 22 Sep 2020 22:15

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Doa-doa Saat Turun Hujan Sesuai Kebutuhan

Selasa, 22 Sep 2020 22:13

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Dilema Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19

Selasa, 22 Sep 2020 21:21

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Studi: Memiliki Flu Melipat Gandakan Risiko Kematian Akibat Virus Corona

Selasa, 22 Sep 2020 21:15

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Pasukan Keamanan Palestina Tangkap Pendukung Mantan Pejabat Fatah Mohammed Dahlan

Selasa, 22 Sep 2020 21:00

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Biadab! Cina Paksa Muslim Uighur Latihan Minum Minuman Keras

Selasa, 22 Sep 2020 20:18

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Pemimpin yang Dibenci Rakyat

Selasa, 22 Sep 2020 18:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X