Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.293 views

Pilpres Deadlock, Ini Solusinya

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Beberapa daerah telah tuntas merekapitulasi suara. Sejumlah media sudah umumkan hasilnya. Tapi, tak semua pihak setuju dengan hasil itu. Sejumlah saksi tak mau tanda tangan. Artinya? Tak mengakui. Rekapitulasi dipertanyakan akurasi dan kejujurannya.

Isu kecurangan terus merebak. TSM menjadi kata sandi yang semakin populer di telinga publik. TSM itu terstruktur, sistematis dan masif. Ada yang bilang malah TSMB. B itu brutal. Itulah potret pemilu kali ini menurut sejumlah pihak.

Kata TSM atau TSMB menyebar seperti obat kuat yang memompa semangat mereka yang prihatin dan kecewa atas proses pemilu kali ini. Demo dan protes terjadi dimana-mana. Satu-persatu kecurangan dibuka datanya. Foto, situng dan video yang diduga sebagai indikasi kecurangan dipertontonkan ke publik lewat medsos. Medsos menjadi ruang satu-satunya yang tersisa bagi rakyat untuk mengekspresikan kekecewaan. Di saat televisi mati suri dan media mainstream tiarap, medsos menjadi ruang terbuka dimana setiap anak bangsa bisa leluasa berinteraksi. Memposting dan mengakses informasi.

Kendati rekapitulasi suara di KPU Pusat belum tuntas, masing-masing paslon telah mengklaim sebagai pemenang. Ucapan selamat datang kepada kedua belah pihak, baik dalam bentuk baliho, video maupun pajangan bunga. Klaim ini telah meramaikan suasana, bahkan menciptakan ketegangan.

Isu kecurangan yang dianggap sudah masuk dalam level TSM atau TSMB ini membuat sebagian rakyat menuntut agar KPU dikartu merah dan salah satu paslon didiskualifikasi. Pasalnya, KPU dan salah satu paslon "dicurigai oleh mereka" berkomplot untuk mengalahkan paslon yang lain. Ditambah lagi kematian hampir 600 petugas pemilu yang makin memperkuat kecurigaan, dugaan, dan tuduhan itu. Potensi korbannya masih bisa terus bertambah jumlahnya. Karena yang berbaring sakit kabarnya masih ribuan orang.

Sejumlah tokoh, termasuk Rizal Ramli, menganggap pemilu kali ini paling buruk di sepanjang sejarah demokrasi di negeri ini. Kematian ratusan petugas pemilu adalah tragedi nasional. Sambil menunggu ucapan duka dari "sang presiden" sebagai kepala negara, amburadulnya proses pemilu memang layak jadi keprihatinan masional.

Yang lebih memprihatinkan lagi adalah bahwa KPU telah kehilangan legitimasi dari rakyat. Dampak yang mungkin akan terjadi: apapun hasil pilpres, tak diterima rakyat. Ini bahaya! Lampu kuning, dan hampir lampu merah!

Kalau rakyat tak akui KPU, artinya presiden yang diumumkan KPU juga tak diterima rakyat. Ini tentu tak kondusif bagi presiden terpilih, siapapun itu, untuk menjalankan pemerintahan kedepan. Sebab, dimungkinkan akan terus ada ketegangan-ketegangan selama pemerintah tidak mampu meyakinkan rakyatnya. Apalagi jika komunikasi politik pemerintah dengan rakyat buruk. Ini hampir bisa dipastikan akan mendorong gelombang ketegangan semakin besar sebagaimana yang selama ini terjadi.

Untuk mengurai ketegangan ini ada tiga alternatif yang bisa dijadikan pilihan dan solusi. Pertama, rekapitulasi ulang suara hasil pilpres. Gagasan ini juga diusulkan oleh M.H. Ainun Najib, budayawan kawakan asli Jombang yang tinggal di Jogja.

KPU perlu melakukan rekapitulasi ulang secara nasional, dan disiarkan semua televisi. Data-data KPU, terutama C1 ditampilkan. Semua C1 Plano dipasang kembali di setiap TPS dan masyarakat melihatnya langsung sambil melakukan koreksi terhadap proses rekapitulasi nasional. Ini ruang bagi semua rakyat untuk melakukan pencocokan dan verifikasi. Ada media teleconference yang disiapkan KPU. Melalui video call misalnya, KPU bisa langsung cek ke petugas KPPS terkait dengan TPS yang sedang dihitung suaranya. Itu soal teknis, dan sangat mudah untuk bisa dilakukan. Hanya sedikit butuh waktu, karena jumlah TPS ada 800 ribu lebih.

Ini kesempatan bagi setiap paslon, terutama 01 untuk menepis tuduhan kecurangan yang selama ini diarahkan kepadanya. Mestinya tak ada yang keberatan, khususnya paslon 01 untuk melakukan perhitungan ulang secara nasional.

Kalau gagasan ini tak disepakati, maka pemilu ulang bisa jadi alternatif kedua. Apakah tak terjadi kecurangan TSM atau TSMB lagi sebagaimana yang dituduhkan dan dikhawatirkan banyak pihak selama ini? Belajar dari pemilu saat ini, segala sesuatunya lebih mudah untuk diantisipasi. Tentu, petugas pemilunya harus diganti. Kok diganti? Ah, pakai nanya lagi!

Kalau cara kedua deadlock? Maka kemungkinan ketiga yang akan terjadi. Apa itu? Adu kuat massa. Ini sulit dihindari. Rakyat sering menyebutnya dengan istilah "people power". Dan sekarang sedang berjalan. Demo merebak dimana-mana. Tidak saja di Jakarta, tapi di banyak wilayah. Aceh, Sumut, Surabaya, Madura, Ciamis, Semarang dan sejumlah daerah yang lain sudah pecah. Kekecewaan, bahkan kemarahan massa sepertinya tak mudah untuk diredam. Adu kuat ini akan berhenti jika alternatif pertama atau kedua disepakati.

Kalau saja terjadi adu massa, tragedi 1998 terbuka untuk terulang kembali. Benturan pendukung Sidang Istimewa yang dikendalikan oleh Pamswakarsa dengan yang menolak Sidang Istimewa pernah melukai sejarah bangsa ini. Sejumlah nyawa melayang yang seharusnya tak perlu terjadi. Sekali lagi, tak perlu terjadi.

Tentu, kita semua tak ingin 1998 terulang kembali di 2019. Karenanya, alternatif pertama atau kedua perlu jadi renungan dan dipikirkan bersama. Tundukkan ego dan redam ambisi. Ini untuk dan demi masa depan bangsa ini. Jika alternatif ketiga yang dipilih, kita gak tahu apa yang akan terjadi untuk Indonesia kedepan.  [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 13/5/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan Parah, Yatim Santri Tahfizh Qur’an ini Patah Kaki. Ayo Bantu..!!

Sudah 10 hari Maymunah terbaring menahan perihnya patah tulang paha akibat kecelakaan. Ia harus menjalani pencangkokan dan pengobatan tulang selama 60 hari dengan biaya 9,6 juta. Ayo bantu.!!...

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Latest News
Israel Mulai Bangun Barikade Baru di Sepanjang Sisi Timur Jalur Gaza

Israel Mulai Bangun Barikade Baru di Sepanjang Sisi Timur Jalur Gaza

Selasa, 25 Jun 2019 18:37

Kuwait Akan Boikot Konferensi di Bahrain, Tolak Normalisasi Hubungan  dengan Israel

Kuwait Akan Boikot Konferensi di Bahrain, Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel

Selasa, 25 Jun 2019 17:35

Terkait Ini, RR Nilai Jokowi Dikibuli

Terkait Ini, RR Nilai Jokowi Dikibuli

Selasa, 25 Jun 2019 17:25

Menyoal Hakim MK

Menyoal Hakim MK

Selasa, 25 Jun 2019 17:10

PKS Loloskan Delapan Kader Perempuan di Senayan, Naik 700 Persen dari Periode Lalu

PKS Loloskan Delapan Kader Perempuan di Senayan, Naik 700 Persen dari Periode Lalu

Selasa, 25 Jun 2019 15:44

Sistem Zonasi PPDB Kisruh, FPKS Minta Mendikbud Bertanggung Jawab

Sistem Zonasi PPDB Kisruh, FPKS Minta Mendikbud Bertanggung Jawab

Selasa, 25 Jun 2019 14:57

8 Anak Yatim Pejuang IS Terkenal Asal Australia Dikeluarkan dari Sebuah Kamp di Suriah

8 Anak Yatim Pejuang IS Terkenal Asal Australia Dikeluarkan dari Sebuah Kamp di Suriah

Selasa, 25 Jun 2019 14:30

Kader Muhammadiyah Bangkalan Raih Medali Emas di Kancah Internasional

Kader Muhammadiyah Bangkalan Raih Medali Emas di Kancah Internasional

Selasa, 25 Jun 2019 13:42

Masjid Ramah Anak

Masjid Ramah Anak

Selasa, 25 Jun 2019 13:37

Habib Rizieq Akan Beri Sambutan pada Aksi PA 212 di Depan Mahkamah Konstitusi

Habib Rizieq Akan Beri Sambutan pada Aksi PA 212 di Depan Mahkamah Konstitusi

Selasa, 25 Jun 2019 12:35

Literasi dan Keislaman

Literasi dan Keislaman

Selasa, 25 Jun 2019 11:37

Muhammadiyah Pasca Pemilu 2019

Muhammadiyah Pasca Pemilu 2019

Selasa, 25 Jun 2019 11:35

Usai Morowali, Relawan FPI Sulteng Bantu Korban Banjir di Konawe Sulawesi Tenggara

Usai Morowali, Relawan FPI Sulteng Bantu Korban Banjir di Konawe Sulawesi Tenggara

Selasa, 25 Jun 2019 11:27

Merajut Mahabbah, Menggapai Sakinah dengan Kembali pada Islam Kaffah

Merajut Mahabbah, Menggapai Sakinah dengan Kembali pada Islam Kaffah

Selasa, 25 Jun 2019 10:04

Jokowi Pernah Teken Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama Dengan BUMN

Jokowi Pernah Teken Peraturan Anak Perusahaan BUMN Sama Dengan BUMN

Selasa, 25 Jun 2019 09:10

Arah Pendidikan Kita, Mau Dibawa Kemana?

Arah Pendidikan Kita, Mau Dibawa Kemana?

Selasa, 25 Jun 2019 08:02

Zonasi

Zonasi

Selasa, 25 Jun 2019 04:21

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Bius Game Online Dalam Kacamata Islam

Selasa, 25 Jun 2019 00:43

Bola Panas di Ruang RPH MK

Bola Panas di Ruang RPH MK

Senin, 24 Jun 2019 23:19

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Pintu Maskapai Asing Dibuka Menambah Derita Maskapai Dalam Negeri

Senin, 24 Jun 2019 22:56


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X