Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.725 views

Akankah Pemilu Ulang?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Pilpres sudah usai. Tapi, ribut di media dan medsos belum kelar. Saling serang dan saling bully terus terjadi. Tidak saja di tingkat bawah, tapi juga di kalangan elitnya. Kemarahan rakyat jelas terbaca. Begitu juga emosi para tokohnya. People power jadi wacana yang terus menerus dimunculkan.

Meski belum ketahuan siapa pemenangnya, demo sudah dimulai. People Power sedang berjalan, kata Bachtiar Nasir, Ketua Majlis Pelayan Indonesia (MPI). Di Jawa Timur dimulai dari Madura dan Surabaya. Di Jawa Barat, dimulai dari Cileungsi dan mahasiswa UNPAD Bandung. Di Jakarta, dimulai oleh mahasiswa UIN dan demo di Bawaslu. Di Sumatera terjadi di Palembang.

Saling ancam bermuculan di media. Yang satu akan gelar ijtima' ulama III di Sentul. Satunya lagi akan menandinginya dengan ijtima ulama di Hotel Sultan Jakarta. Yang satu bilang people power, satunya lagi akan tembak mereka yang dianggap mengganggu pemilu.

Kedua belah pihak tak mau mengalah. Ingin jadi pemenang. Padahal, dalam setiap kompetisi, tak mungkin ada dua pemenang. Mesti salah satunya harus kalah. Jika keduanya tak mau mengalah, ini problem. Demokrasi terancam.

Dalam konteks pilpres, kompetisi yang tak berujung akan berbahaya untuk keutuhan sebuah bangsa. Karenanya, disinilah hukum diperlukan. Konstitusi menjadi wasit untuk menengahi sebuah perselisihan.

Problemnya, hukum dan konstitusi mulai tak dipercaya. Ternoda salah satunya oleh kecurangan dalam pilpres. Masif, terstruktur, sistematis, dan bahkan brutal, kata banyak pihak. Ini akibat dari terlalu seringnya politik terlibat dan melakukan intervensi terhadap hukum.

Sekarang, kita semua, seluruh rakyat Indonesia, menerima akibat dari semua praktek hukum yang seringkali dikendalikan oleh tangan-tangan politik.

Situasi sekarang, hukum tak lagi menjadi tempat yang nyaman bagi pihak oposisi untuk mengajukan sengketa pilpres. Kenapa gak nyaman? Oposisi tidak saja menduga, tapi meyakini bahwa aparat dan KPU berpihak ke penguasa. Bahkan dianggap terlibat terlalu jauh untuk memenangkan petahana. Pihak oposisi punya bukti-bukti yang bagi mereka sangat meyakinkan. Karena itu, melawan melalu jalur hukum itu percuma. Tak mungkin akan mendapat keadilan. Sebab, oposisi sedemikian yakin bahwa semua akses, jalur dan celah hukum telah dikuasai oleh petahana.

Nampaknya, oposisi memilih jalur politik. Apa itu? People power. People power itu artinya menurunkan kekuatan massa. Civil society, kata para aktivis HMI Ciputat. Turun jalan, demo dan melakukan tuntutan. Ini hak kebebasan berpendapat yang dilindungi UUD.

Tujuan people power?  Pressure KPU agar berhenti ikut terlibat dalam permainan di pilpres. Kalau KPU keluar dari lapangan permainan, maka oposisi berharap KPU berani mendiskualifikasi petahana dengan bukti-bukti kecurangan yang dikumpulkan oleh kubu oposisi.

Sebagai petahana yang menguasai aparat, khususnya polisi, tampaknya tak tinggal diam, apalagi menyerah. Dengan segala kekuatan yang dimiliki, kubu petahana akan melakukan perlawanan dengan semua kekuasaan yang dimiliki.  Mereka terus mencoba menggagalkan terjadinya people power. Kenapa? Karena akan mengganggu kekuasaannya.

Bagaimana cara menggagalkan people power? Bisa jadi, pertama, lobi para tokoh di tingkat elit oposisi. Rayu, ajak, atau bila perlu, "gebuk" sekalian. Gebuk dalam tanda kutip ya.

Atau kedua, bubarkan setiap kegiatan yang digunakan untuk merencanakan people power. Bila perlu, tangkap dengan tuduhan makar. Ini kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Zaman Orde Baru, itulah yang biasa terjadi. Ini dampak dari kekuasaan yang tak terkontrol. Apakah bisa terjadi di era reformasi? Tepatnya, apakah bisa terjadi di era Jokowi? Allahu A'lam.

Aksi dan reaksi ini rawan terjadi benturan yang melewati garis hukum dan konstitusi yang berlaku. Kekhawatiran rakyat semakin besar. Sebab, ada tanda-tanda yang kuat ke arah itu. Ngeri! Karena itu, mencegah lebih baik sebelum apa yang dikhawatirkan terjadi. Sebab, jika ini betul-betul terjadi, NKRI terancam.

Istilah Jokowi presiden Jawa dan Prabowo presiden Luar Jawa sudah mulai bergaung. Ditambah lagi statemen Mahfudz MD yang menyebut beberapa wilayah basis Prabowo adalah radikal. Makin ramai deh!

Semakin hari semakin rumit, meruncing, dan makin tajam saling ancamnya. Sementara tak ada dialog diantara elit di kedua kubu itu. Untuk mengatasi kebuntuan ini, pemilu ulang bisa jadi alternatif. Apa dasar hukumnya? Tanya para ahli hukum.

Sudah dibilang, hukum bagi oposisi tak akan dipercaya karena diyakini telah didesign untuk memenangkan petahana. Keyakinan ini begitu kuat di kubu oposisi. Dan mereka mengantongi banyak bukti. Nah...  Buntu kan?

Soal dasar hukum pemilu ulang, bisa menggunakan UU No 7/2017 pasal 416. Pasal ini mensyaratkan bahwa pemenang pilpres adalah peraih suara 50 + 1 persen dan mendapat suara 20 persen di lebih dari separuh wilayah provinsi. Tapi, lagi-lagi, undang-undang kita seringkali dilenturkan untuk menyesuaikan dengan selera dan kebutuhan penguasa.

Jika UU No 7/2017 itu tak cukup jadi dasar pemilu ulang, maka dibuat peraturan baru. Ini semata-mata karena keadaan dianggap sangat menghawatirkan.

Usulan pemilu ulang ini saya rasa baik. Enak di kedua belah pihak. Rakyat damai, NKRI tak terbelah. Tak perlu ada presiden Jawa dan presiden Luar Jawa. Semoga tahun depan orang Jakarta tak perlu urus visa untuk pergi ke Sumatera.

Kalau pemilu ulang, ada jaminan tak dicurangi lagi? Ingat, pilpres kemarin sudah memberi pengalaman. Jadi, pola, tempat dan pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam kecurangan sudah teridentifikasi. Rakyat akan lebih ketat mengawasi. Jangan khawatir! Pemilu ulang, itu win win Solution. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 29/4/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

Latest News
[VIDEO] Diabetes dan Cara Penanganannya || Part 2

[VIDEO] Diabetes dan Cara Penanganannya || Part 2

Kamis, 02 Jul 2020 10:58

Mengeja Hujan

Mengeja Hujan

Kamis, 02 Jul 2020 09:26

Jokowi Marah, Demo RUU HIP Gak Goyah

Jokowi Marah, Demo RUU HIP Gak Goyah

Kamis, 02 Jul 2020 08:25

Hamas: Seluruh Faksi Palestina Bersatu Melawan Rencana Aneksasi

Hamas: Seluruh Faksi Palestina Bersatu Melawan Rencana Aneksasi

Rabu, 01 Jul 2020 22:50

UEA Tekan AS untuk Lakukan Intervensi di Libya

UEA Tekan AS untuk Lakukan Intervensi di Libya

Rabu, 01 Jul 2020 22:39

Blessing In Disguise

Blessing In Disguise

Rabu, 01 Jul 2020 19:07

Terjadi Penistaan Agama Jika RUU HIP Disahkan

Terjadi Penistaan Agama Jika RUU HIP Disahkan

Rabu, 01 Jul 2020 18:27

Menag: Indonesia Tetap Berdiri di Belakang Perjuangan Palestina

Menag: Indonesia Tetap Berdiri di Belakang Perjuangan Palestina

Rabu, 01 Jul 2020 14:59

Rusia dan Turki Tingkatkan Penerbangan ke Libya Ketika Pertempuran Besar di Sirte Mendekat

Rusia dan Turki Tingkatkan Penerbangan ke Libya Ketika Pertempuran Besar di Sirte Mendekat

Rabu, 01 Jul 2020 14:45

Studi: Kurang Tidur Bikin Orang Jadi Lebih Mudah Marah

Studi: Kurang Tidur Bikin Orang Jadi Lebih Mudah Marah

Rabu, 01 Jul 2020 14:20

Hyppe, Media Sosial Asli Indonesia Siap Mendunia

Hyppe, Media Sosial Asli Indonesia Siap Mendunia

Rabu, 01 Jul 2020 14:06

Tidak Sekedar Program OPOP, Pengasuh Ponpes Harapkan Adanya Asosiasi Ekonomi Pesantren

Tidak Sekedar Program OPOP, Pengasuh Ponpes Harapkan Adanya Asosiasi Ekonomi Pesantren

Rabu, 01 Jul 2020 12:06

Pertamina Diminta Tinjau Ulang Rencana Penghapusan Premium, Pertalite, dan Solar Dengan CN 48

Pertamina Diminta Tinjau Ulang Rencana Penghapusan Premium, Pertalite, dan Solar Dengan CN 48

Rabu, 01 Jul 2020 11:58

Upaya PKS Berbuah Hasil. Subsidi Gas Melon Tidak Jadi Dicabut Malah Ditambah

Upaya PKS Berbuah Hasil. Subsidi Gas Melon Tidak Jadi Dicabut Malah Ditambah

Rabu, 01 Jul 2020 10:53

Sekjen Gelora:  KPU Perlu Buat Terobosan agar Pilkada Hemat Anggaran

Sekjen Gelora: KPU Perlu Buat Terobosan agar Pilkada Hemat Anggaran

Rabu, 01 Jul 2020 09:40

Beri Ruang Aturan Terkait Keluarga dan Kolaborasi Ilmu, PKS Apresiasi RUU Tentang Profesi Psikologi

Beri Ruang Aturan Terkait Keluarga dan Kolaborasi Ilmu, PKS Apresiasi RUU Tentang Profesi Psikologi

Rabu, 01 Jul 2020 08:24

Pendapat Hukum Dugaan Tindak Pidana Partai Pengusul RUU Haluan Ideologi Pancasila

Pendapat Hukum Dugaan Tindak Pidana Partai Pengusul RUU Haluan Ideologi Pancasila

Rabu, 01 Jul 2020 07:15

Ilmui Gempa, Kuatkan Iman

Ilmui Gempa, Kuatkan Iman

Rabu, 01 Jul 2020 06:55

Psikiater Muhammadiyah Bersatu Mendobrak Stigma Buruk Gangguan Jiwa

Psikiater Muhammadiyah Bersatu Mendobrak Stigma Buruk Gangguan Jiwa

Selasa, 30 Jun 2020 23:40

KH. Hilmi Aminuddin Meninggal Dunia

KH. Hilmi Aminuddin Meninggal Dunia

Selasa, 30 Jun 2020 22:46


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X

Rabu, 01/07/2020 06:55

Ilmui Gempa, Kuatkan Iman