Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.435 views

Sriwedari dan Ambruknya Benteng Jokowi

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Solo itu kota asal Jokowi. Dikenal pula sebagai kandang banteng. Solo juga identik dengan PDIP dan warna merah. Dari Solo Jokowi ke Jakarta. Tepatnya ke balaikota, lalu ke istana.

Semua berawal dari Solo. Kota kecil dengan penduduk sekitar 300 ribu saat Jokowi jadi walikota. Dan di Solo ini nama Jokowi cemerlang sebagai walikota. Dua periode, kendati tak tuntas.

Mobil Esemka juga lahir dari Solo. Soal tak jadi diproduksi, itu hal lain. Sudah 12 tahun belum ada kabarnya. Itu bukan urusan presiden, kata Jokowi. Yang jelas, dengan naik mobil Esemka, Jokowi bisa sampai ke Jakarta. Apakah mobil Esemka hanya didesign khusus untuk mengantarkan Pak Jokowi ke Jakarta? Entahlah. Silahkan tanyakan sendiri. Itu di luar kapasitas saya untuk menjelaskan.

Ini semua adalah cerita lama. Nostalgia masa lalu. Jokowi dielu-elukan masyarakat Solo. Putra daerah yang sukses jadi gubernur DKI, lalu presiden dengan modal mobil Esemka. Bagaimana dengan sekarang?

Cerita Jokowi 2019 sepertinya tak seindah dulu. 2010 sukses menjabat kedua kalinya sebagai walikota Solo. 2012, berhasil duduk sebagai gubernur DKI. Dan 2014, memenangkan pilpres. Setiap dua tahun, Jokowi naik posisinya. Luar biasa. 2019?

Di 2019, heroisme Jokowi nampaknya sudah mulai redup. Gelombang pujian tak lagi segenap gempita tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya Jokowi banjir para pemuja, tahun 2019 ini Jokowi banjir para pencela. "Aku akan lawan" kata Jokowi. Kepada siapa? Tentu kepada para pencela itu. Siapa mereka? Rakyat yang kecewa terhadap kepemimpinannya.

Sepinya pengunjung di acara kampanye Jokowi itu tanda, Jokowi sudah benar-benar redup. Eranya sudah selesai. Masyarakat Solo seolah ingin mengatakan: Pak Jokowi, cukup sampai disini. Kami tak lagi menginginkanmu.

Kesimpulan ini tentu hasil analisis setelah melihat jumlah massa di acara kampanye Jokowi begitu sepi. Jokowi orang Solo, pernah jadi Walikota Solo. Tapi kenapa sepi pengunjung ketika kampanye? Ini boleh jadi indikator bahwa masyarakat Solo tak lagi mendukung Jokowi. Bener tidaknya analisis ini, tetap yang paling akurat adalah hasil "real count" setelah pencoblosan 17 April nanti.

Sehari setelah Jokowi kampanye di Solo, giliran Prabowo berkampanye. Bagaimana jumlah massanya? Jika dibanding kampanye Jokowi, massa Prabowo jauh lebih besar.

Di kampanye Prabowo, turut hadir sejumlah jenderal, para ketua dan pengurus partai koalisi, dan juga para ulama, diantaranya Ustadz Bachtiar Nasir. Selain Habib Rizieq, Ketua Majlis Pelayan Indonesia (MPI) ini tercatat oleh sejarah sebagai inisiator 212 dan salah satu penggerak massa paling sukses. Ada Ustadz Sambo, guru spiritual Prabowo, Ustadz Yusuf Martak, ketua GNPF dan Adhyaksa Dault, Komandan LASKAR TPS, mantan menpora dan KaKwarnas. Dihadiri pula oleh ulama-ulama lokal Solo yang satu persatu disebutkan namanya oleh Prabowo. Jumlahnya cukup banyak.

Hadir pula mantan Wagub Jateng, yang juga kader PDIP, Rustiningsih. Dalam sambutannya, Rustiningsih bercerita tentang "banteng-banteng tua" (kader-kader PDIP senior) yang sudah beralih dukungan ke 02. Ini artinya terjadi migrasi dukungan di Jateng; dari Jokowi ke Prabowo.

Jika tanggal 9 April kampanye Jokowi di Solo sepi, maka tanggal 10 April, kampanye Prabowo membludak. Jumlahnya bahkan lebih dua kali lipat dari massa Jokowi.

Kalau lihat angka, nilai 10 memang lebih tinggi dan lebih sempurna dari nilai 9. Ah, ini hanya bercanda. Supaya anda gak terlalu tegang membaca. Saya juga gak paham soal "misteri angka".

Dalam kampanyenya di Sriwedari Solo, Jokowi didampingi Megawati, ketua umum PDIP. Juga Puan Maharani. Jokowi juga membawa Ian Kasela, band Radja dan Nella kharisma, penyanyi dangdut. Ibarat tim, ini lengkap. Ada presiden, ketum partai terbesar, menko, dan juga artis. Apakah tim yang lengkap ini berhasil menghadirkan massa yang besar? Ternyata tidak. Malah boleh jadi, jika Jokowi tak hadir, massa akan lebih banyak. Karena mereka ingin nonton Ian Kasela, dan berjoget bersama Nella Kharisma. Karena Jokowi hadir, jadi sepi.

Sepinya massa yang hadir di kampanye Jokowi di Solo ini merupakan tamparan keras terhadap kubu Jokowi. Bagaimana mungkin di kandang sendiri, putra daerah tak mendapat sambutan dan dukungan meriah dari masyarakatnya. Seharusnya, hadirnya Jokowi sebagai presiden dan capres menjadi kebanggaan masyarakat Solo. Ini putra daerah loh.

Kalau ini terjadi di tempat lain, tidak ada masalah. Tapi, ini terjadi di daerah sendiri. Tempat lahir, besar dan berkarir Jokowi. Tempat dimana Jokowi menjadi terkenal dan akhirnya bisa ke Jakarta. Kenapa masyarakat Solo tak bangga dengan putra daerahnya sendiri? Kenapa masyarakat Solo tak mau hadir di kampanye Jokowi? Apa yang salah dengan Jokowi? Apa dosa Jokowi? Kok gue jadi ikutan kesel ya? Hehehe...

Sepinya massa kampanye Jokowi tidak saja akan jadi beban bagi Jokowi dan timsesnya, tapi akan memviralkan pengaruh terhadap persepsi dan pilihan politik publik. Kalau di kandang sendiri kalah massa, bagaimana di kandang orang lain? Begitulah kira-kira persepsi yang akan terbentuk di kepala publik.

Ibarat main sepakbola, kalah di kandang sendiri itu memalukan. Begitu juga di dunia politik. Itu bisa merontokkan dukungan kepada Jokowi secara nasional.

2012 masyarakat Solo mengelu-elukan Jokowi. Suara ini nyaring dan didengar oleh publik secara nasional. Dan akhirnya, Jokowi pun diterima rakyat Indonesia. Berawal jadi gubernur DKI, lalu presiden. Super cepat dan super mudah. Ini semua berawal dari suara masyarakat Solo sebagai juru iklannya Jokowi.

Suara itu sekarang tak terdengar lagi. Kalau toh terdengar, suara itu sudah berubah. Bukan lagi Jokowi, tapi Prabowo. Suara Prabowo lebih nyaring. Setidaknya di Sriwedari saat kampanye. Apakah suara ini juga didengar oleh publik secara nasional? Boleh jadi iya.

Melihat jumlah massa kampanye antara Prabowo dan Jokowi, masyarakat Solo nampaknya telah beralih dukungan ke Prabowo. Apakah ini pesan sekaligus peringatan bahwa benteng Jokowi di Solo sudah benar-benar ambruk? [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 11/4/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Mushalla Annur Garut Sudah Rampung 60 Persen, Masih Dibutuhkan Dana 20 Juta Lagi, Ayo Bantu.!!

Pembangunan mushalla sudah rampung 60 persen dari pondasi hingga kubah. Masih kekurangan dana 20 juta rupiah untuk finishing agar berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan aqidah, markas dakwah...

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Korsleting Listrik, Pesantren Nurul Hidayah Banten Ludes Terbakar, Ayo Bantu.!!!

Musibah kebakaran menghanguskan kamar santri, mushaf Al-Qur'an, kitab kuning, pakaian, alat tulis dsb. Diperlukan dana 25 juta rupiah untuk membangun asrama santri berupa rumah panggung dari...

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya Selesai Dibangun, Total Biaya 66 Juta Rupiah

Alhamdulillah mushalla yang hampir roboh dan tidak layak, selesai dibangun permanen. Total dana yang disalurkan sebesar Rp 66.813.500 semoga jadi amal jariyah, pahala terus mengalir tiada akhir...

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Masya Allah.!! Keluarga Yatim Aktivis Tak Punya Rumah, Dievakuasi ke Wisma Tahfizh IDC Solo

Ditinggal sang ayah menghadap Ilahi, keluarga yatim aktivis dakwah ini tinggal di rumah kayu yang berdiri diatas tanah milik orang lain. Karena tanah ini akan dipakai oleh pemiliknya, terpaksa...

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Terancam Diamputasi, Ayo Bantu..!!

Sudah tiga puluh lima hari Khanza (5) meringkuk di atas tempat tidur. Tubuh santri Taman Al-Quran ini melepuh terluka bakar 40 persen. Tangan kirinya terancam diamputasi karena hangus tak berbentuk....

Latest News
ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

ABC News Dikecam Karena Tayangkan Video Palsu Serangan Turki pada Warga Sipil di Suriah Utara

Selasa, 15 Oct 2019 10:30

Melihat Amerika Dari Dekat

Melihat Amerika Dari Dekat

Selasa, 15 Oct 2019 09:26

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Pasif Sikapi Kasus Pendemo Wafat, KontraS Minta Kompolnas Dibubarkan

Selasa, 15 Oct 2019 09:04

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Fenomena Laki-laki Berhijab dan Bercadar, MIUMI Kota Bekasi: Hukumnya Haram

Selasa, 15 Oct 2019 07:30

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Menakar Penggunaan Kaidah Fiqih dalam Diskursus UU KPK

Selasa, 15 Oct 2019 06:14

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

DPR Baru, Apa Kabar RUU Bermasalah?

Selasa, 15 Oct 2019 02:25

Korupsi dalam Pandangan Islam

Korupsi dalam Pandangan Islam

Senin, 14 Oct 2019 21:45

Viral Crosshijaber: Krisis Pendidikan Fitrah Seksualitas

Viral Crosshijaber: Krisis Pendidikan Fitrah Seksualitas

Senin, 14 Oct 2019 21:19

Fenomena Hijrah

Fenomena Hijrah

Senin, 14 Oct 2019 19:37

Dzikrullah: Nutrisi yang Menyehatkan Hati

Dzikrullah: Nutrisi yang Menyehatkan Hati

Senin, 14 Oct 2019 17:34

Para Akademisi Desak Jokowi Segera Keluarkan Perppu KPK

Para Akademisi Desak Jokowi Segera Keluarkan Perppu KPK

Senin, 14 Oct 2019 16:59

Turki Penuhi 30% Permintaan Listrik Setiap Tahun dari Pembangkit Tenaga Air, Angin dan Panas Bumi

Turki Penuhi 30% Permintaan Listrik Setiap Tahun dari Pembangkit Tenaga Air, Angin dan Panas Bumi

Senin, 14 Oct 2019 16:30

Alumni IPB Bantu Korban Gempa Ambon

Alumni IPB Bantu Korban Gempa Ambon

Senin, 14 Oct 2019 14:45

Saudi Sebut Tidak Terlibat dalam Dugaan Serangan Kapal Tanker Minyak Iran di Laut Merah

Saudi Sebut Tidak Terlibat dalam Dugaan Serangan Kapal Tanker Minyak Iran di Laut Merah

Senin, 14 Oct 2019 14:30

Pemuda Kesatria, Putra dari Wanita Mulia

Pemuda Kesatria, Putra dari Wanita Mulia

Senin, 14 Oct 2019 13:42

Prancis Pastikan Keamanan Personel Militer dan Sipil dari Suriah Utara Setelah AS Tarik Pasukan

Prancis Pastikan Keamanan Personel Militer dan Sipil dari Suriah Utara Setelah AS Tarik Pasukan

Senin, 14 Oct 2019 13:35

YPG 'Bebaskan' Ratusan Tahanan Islamic State (IS) dari Kamp Tahanan Ayn Al-Issa

YPG 'Bebaskan' Ratusan Tahanan Islamic State (IS) dari Kamp Tahanan Ayn Al-Issa

Senin, 14 Oct 2019 10:45

Rakernas MUI Tetapkan Kyai Ma'ruf Lanjut hingga Munas 2020, MUI Sumbar Tak Setuju

Rakernas MUI Tetapkan Kyai Ma'ruf Lanjut hingga Munas 2020, MUI Sumbar Tak Setuju

Senin, 14 Oct 2019 10:32

Manfaatkan Produk dalam Negeri, Kekuatan Pertahanan Turki Tidak Terpengaruh oleh Embargo Senjata

Manfaatkan Produk dalam Negeri, Kekuatan Pertahanan Turki Tidak Terpengaruh oleh Embargo Senjata

Senin, 14 Oct 2019 09:45

Tingkat Pengangguran Tinggi dan Ancaman Bonus Demografi

Tingkat Pengangguran Tinggi dan Ancaman Bonus Demografi

Senin, 14 Oct 2019 09:36


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Sabtu, 12/10/2019 08:09

Radikalisme Jadi Kambing Hitam