Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.870 views

Prabowo dan Upaya Merebut ''Kedaulatan Rakyat''

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Defacto, Prabowo-Sandi menang. Begitulah pengakuan Badan Pemenangan Nasional (BPN). Datanya? Dari hitungan BPN dan TNI Angkatan Darat yang katanya bocor. Para pendukung Prabowo-Sandi, hampir di seluruh wilayah, mengamini. Keyakinan ini dikuatkan oleh maraknya perampokan C1 serta penghilangan kotak dan surat suara. Jika kubu Jokowi-Ma'ruf merasa menang sesuai quick count, mengapa praktek-praktek perampokan C1 dan penghilangan surat suara masih masif terjadi? Ini pertanyaan, sekaligus kejanggalan yang logis.

Dalam situasi seperti ini jika Prabowo-Sandi tetap "dipecundangi," kabarnya ada wilayah yang mau memisahkan diri dari NKRI. Wow! Ngeri!

Saat ini, problemnya bukan soal menang-kalah. Tapi lebih pada proses pemilu yang curang. Bahkan kecurangan itu dianggap telah melampaui batas wajar. Istilah populernya: kecurangan dilakukan secara sistematis, masif dan terstruktur. Ada yang menambah satu lagi istilah yaitu: brutal.

Pengerahan aparat, logistik BUMN, Kepala Daerah, Kepala dinas, camat dan lurah untuk bekerja bagi Paslon tertentu adalah bentuk Kecurangan secara struktural. Dan institusi-institusi yang seharusnya netral itu digerakkan secara masif dan sistematis. Belum lagi kecurigaan rakyat terhadap KPU punya banyak bukti dan argumentasi yang logis. Sebagian data kecurangannya ada di Bawaslu.

Pemilu kali ini juga dianggap "brutal". Kok brutal? Mungkin karena ada adegan-adegan brutal yang mewarnai pemilu. Ribuan KPPS ikut jadi juru kampanye dan nyoblos sisa surat suara. Mereka menghalangi pendukung Paslon tertentu ikut nyoblos. 6,7 juta surat suara tidak didistribusikan. Terjadi perampokan C1. Pembakaran gedung tempat penyimpanan kotak suara. Kabarnya juga terjadi pemotongan tangan seseorang yang telah mencoblos 100 surat suara. Itu semua masuk katagori brutal. Apakah 119 KPPS mati adalah bagian dari brutalisme itu?  Perlu dicek: apakah kematian mereka murni karena kelelahan, atau ada faktor lainnya juga.

Kecurangan yang sedemikian parah dianggap telah merampas kedaulatan rakyat. Kedaulatan untuk memiliki hak memilih tanpa diintimidasi, ditakut-takuti, dihalangi dan dicurangi. Perampasan terhadap kedaulatan rakyat ini telah menyulut kemarahan para pendukung Prabowo-Sandi di hampir semua wilayah. Terutama Jawa Barat, Madura, Aceh, Sumatera, Sulsel dan sebagian Kalimantan. Tidak saja di masyarakat bawah, tapi juga para ulama dan tokoh-tokohnya.

Video yang viral di medsos tentang pernyataan para tokoh dan ulama Solo Raya yang siap jihad dan mati Sahid sepertinya bukan main-main. Bukan membela Prabowo, kata mereka di video itu. Tapi membela negara yang kedaulatan rakyatnya telah dirampas.

Ada yang nanya: kalau Prabowo-Sandi dikalahkan di KPU, kenapa gak ke MK? Bukankah itu jalur konstitusional? Inilah masalahnya. Mereka sudah tak lagi percaya terhadap MK. Jika aparat dan media yang super body saja bisa dikuasai dan dikendalikan, apalagi cuma KPU dan MK? Pikiran inilah yang ada di benak hampir seluruh pendukung Prabowo.

Kepercayaan rakyat, dalam konteks ini adalah para pendukung Prabowo kepada institusi-institusi itu, nampaknya sudah sangat tipis, kalau tidak dibilang hilang sama sekali. Sejarah panjang hubungan mereka dengan aparat, terutama kepolisian yang tak pernah harmonis menguatkan pandangan ini.

Oleh para pendukung, Prabowo didesak untuk mengambil kembali kedaulatan rakyat yang telah dirampas itu. Setujukah Prabowo? Sepertinya ia satu langkah dengan para pendukungnya: rebut kembali kedaulatan rakyat yang telah dirampas oleh segala bentuk perampokan suara di pilpres.

Indikasinya? Prabowo tak menerima tawaran pihak Jokowi untuk bertemu. Tentu dengan berbagai alasan sebagai alibinya. No kompromi! No negosiasi! Kabarnya, jika Prabowo sampai terima, ia akan ditinggalkan para pendukungnya, dan mereka akan bergerak sendiri.

Seluruh tokoh, ulama dan jutaan pendukung tak mengijinkan Prabowo menemui pihak yang dianggap telah merampas kedaulatan rakyat di pemilu itu. 

Apakah berarti akan terjadi people power? Banyak prediksi mengatakan bahwa 99,9 persen akan terjadi. Sebuah gerakan massa, yang jika betul akan terjadi, maka jumlahnya bisa ratusan ribu, bahkan jutaan. Bila Reuni 212 saja bisa berkumpul 13 jutaan massa, apalagi situasi hangat-hangat sedap seperti sekarang.

People power, itu tak berarti negatif. Bukan aksi anarki dan melanggar konstitusi. Tapi bisa dalam bentuk aksi damai. Seperti aksi damai 411 dan 212 misalnya. Kendati damai, ini akan cukup membuat panik sebuah kekuasaan jika dilakukan dalam waktu lama. Misal, jutaan orang duduki istana, gedung DPR, kawasan Monas atau jalan-jalan protokol selama sebulan saja, maka ini akan jadi masalah besar. Apalagi jika ada salah respon dan keliru perhitungan operasi aparat, maka bisa berpotensi menaikkan eskalasi kemarahan massa. Lebih parah lagi jika Paslon 01 juga menghadirkan para pendukungnya untuk diadu dan dibenturkan dengan pendukung 02. Ini akan lebih parah lagi. Jika ini terjadi, gak terbayang berapa banyak yang akan jadi korban. Dan kita tahu, para pendukung 02 sangat militan dan siap sahid di medan pertempuran ini jika harus mati.

Siapa yang jamin jika gerakan people power itu tak membuat aparat gerah? Tak sabar, apalagi stress karena terlalu lama bertugas, maka bisa jadi bumerang buat semuanya. Disinilah kematangan, kedewasaan, dan kearifan para elit bangsa dibutuhkan. Tentu, demi bangsa dan negara. Bukan demi Paslon.

Lalu, apa tuntutan people power dari para pendukung Prabowo-Sandi? Satu narasi yang keluar: untuk merebut kembali kedaulatan rakyat yang telah dirampas oleh pihak-pihak yang telah melakukan kecurangan sistematis, masif, terstruktur dan brutal di pemilu. Dan substansi dari memperjuangkan kedaulatan rakyat ini adalah mendiskualifikasi Paslon yang telah dianggap melakukan kecurangan itu. Yaitu Paslon 01.

Mungkinkah KPU mengabulkan tuntutan itu? Hampir pasti tidak. Kita semua tahu KPU itu seperti apa. Disinilah ketegangan akan terjadi. Ketegangan inilah yang harus diwaspadai agar tak menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan dan berdampak destruktif untuk bangsa dan negara di masa depan. [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 24/4/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Berapa Lama Ma'ruf Amin Jadi Wapres Jokowi?

Berapa Lama Ma'ruf Amin Jadi Wapres Jokowi?

Senin, 19 Aug 2019 16:31

Presiden Terguling Sudan Omar Al-Bashir Tiba di Pengadilan untuk Menghadapi Dakwaan Korupsi

Presiden Terguling Sudan Omar Al-Bashir Tiba di Pengadilan untuk Menghadapi Dakwaan Korupsi

Senin, 19 Aug 2019 16:15

UAS Dituduh, Haikal Hassan Bereaksi

UAS Dituduh, Haikal Hassan Bereaksi

Senin, 19 Aug 2019 12:17

Mengambinghitamkan Agama (Umat) Islam di Ekonomi?

Mengambinghitamkan Agama (Umat) Islam di Ekonomi?

Senin, 19 Aug 2019 12:17

Hak Jawab Pemkot Bekasi Terkait Artikel Voa Islam: Wali Kota Bekasi Terpapar Paham Radikal

Hak Jawab Pemkot Bekasi Terkait Artikel Voa Islam: Wali Kota Bekasi Terpapar Paham Radikal

Senin, 19 Aug 2019 11:22

Gibraltar Tolak Permintaan AS untuk Menahan Kapal Tanker Minyak Iran

Gibraltar Tolak Permintaan AS untuk Menahan Kapal Tanker Minyak Iran

Senin, 19 Aug 2019 10:31

Setelah Bandara Sipil, Kini Giliran Kebun Binatang di Tripoli yang Dibombardir Oleh Pasukan Haftar

Setelah Bandara Sipil, Kini Giliran Kebun Binatang di Tripoli yang Dibombardir Oleh Pasukan Haftar

Senin, 19 Aug 2019 10:30

India Tangkap Setidaknya 4000 Orang di Kashmir Sejak Pencabutan Status Otonomi Khusus

India Tangkap Setidaknya 4000 Orang di Kashmir Sejak Pencabutan Status Otonomi Khusus

Senin, 19 Aug 2019 09:30

MUI: Kasus GKI Yasmin Sudah Selesai, Relokasi!

MUI: Kasus GKI Yasmin Sudah Selesai, Relokasi!

Senin, 19 Aug 2019 09:12

Perlu Diaudit: Kekayaan Para Mantan Presiden, Wapres, Menteri, Dirut BUMN

Perlu Diaudit: Kekayaan Para Mantan Presiden, Wapres, Menteri, Dirut BUMN

Senin, 19 Aug 2019 08:28

Isu Radikal Untungkan Para Pemburu Rente? Dahnil Singgung Mahfud

Isu Radikal Untungkan Para Pemburu Rente? Dahnil Singgung Mahfud

Senin, 19 Aug 2019 06:17

Kemerdekaan RI Tak Diberikan Gratis oleh Penjajah

Kemerdekaan RI Tak Diberikan Gratis oleh Penjajah

Senin, 19 Aug 2019 05:17

Puluhan Ribu Orang di Hong Kong Kembali Gelar Aksi Demo

Puluhan Ribu Orang di Hong Kong Kembali Gelar Aksi Demo

Senin, 19 Aug 2019 03:51

Mahfud oh Mahfud

Mahfud oh Mahfud

Senin, 19 Aug 2019 02:03

Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri dalam Pernikahan di Kabul

Puluhan Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri dalam Pernikahan di Kabul

Senin, 19 Aug 2019 01:40

Pasukan Israel Bunuh 3 Warga Palestina di Dekat Pagar Gaza

Pasukan Israel Bunuh 3 Warga Palestina di Dekat Pagar Gaza

Senin, 19 Aug 2019 00:47

India Kembali Berlakukan Jam Malam di Kashmir

India Kembali Berlakukan Jam Malam di Kashmir

Ahad, 18 Aug 2019 23:43

Kemampuan Jokowi Pindah Ibu Kota Dipertanyakan

Kemampuan Jokowi Pindah Ibu Kota Dipertanyakan

Ahad, 18 Aug 2019 23:17

Bebas Penjajahan Secara Total, Mungkinkah?

Bebas Penjajahan Secara Total, Mungkinkah?

Ahad, 18 Aug 2019 23:16

Belajar Arti Kemerdekaan dari Bilal

Belajar Arti Kemerdekaan dari Bilal

Ahad, 18 Aug 2019 23:01


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X