Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.144 views

Jokowi Sulit Menang

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Ternyata, pilpres kali ini super rumit. Luar biasa kompleks. Menguras energi dan memporak-porandakan emosi. Kendati pilpres hanya diikuti dua Paslon, tapi badai persoalan yang dihadapi sungguh sangat tidak sederhana.

Quick count memang sudah diumumkan. Bahkan oleh berbagai lembaga survei. Tapi sayangnya, rakyat tak percaya. Karena lembaga yang mengumumkan hasil quick count hanya berasal dari -dan dibiayai oleh-  satu kubu paslon. Tak mungkin netral. Jadi, otomatis tak diakui, bahkan tak dianggap oleh kubu sebelah beserta hampir seluruh pendukungnya. Ini saja, sudah menimbulkan masalah.

Sekarang bergantung ke KPU. Secara hukum, begitulah bunyi dari amanat konstitusionalnya. Tapi, KPU sendiri bermasalah. Dari awal, jauh sebelum pencoblosan, KPU dianggap berpihak ke salah satu kubu.

Masalah itu dimulai dari 17,5 DPT ganda dan invalid yang tak terselesaikan. Soal debat, KPU berulangkali mendapat tuduhan cenderung memberi keuntungan kepada Paslon 01. Lalu temuan Bawaslu terkait ribuan petugas KPPS yang tidak netral. Bahkan berperan sebagai timses yang mengarahkan para pemilih mencoblos Paslon tertentu. Adanya surat suara yang dicoblos secara massal di luar tempat dan waktu pencoblosan. Banyaknya kasus kotak suara yang berada di luar tempat yang seharusnya (kantor kecamatan). Ditemukan ribuan kotak suara di ruko, rumah, hotel bahkan kantor media massa yang sebagian dalam keadaan tak tersegel dan surat suaranya hilang.

Ratusan ribu masalah terbongkar dan berpotensi mendelegitimasi KPU.  Bahkan sangat layak dijadikan bukti oleh MK untuk mendelegitimasi salah satu Paslon yang melakukan kecurangan secar luar biasa itu. Agar di kemudian hari tak lagi ada capres-cawapres yang leluasa merusak demokrasi di pilpres.

Kalau 02 menang, sesuai data yang didapat 02 dari Mabes TNI AD yang bocor dan data dari BPN sendiri, persoalan relatif bisa diminimalisir, karena 02 adalah pihak yang selama ini paling merasa dirugikan. Kalau saja ada tuntutan ke MK karena faktor kecurangan, tak akan banyak pengaruhnya terhadap kemenangan. Sebab, kalau toh ada kecurangan, tak terlalu signifikan. Dimanapun, oposisi tak punya banyak akses dan kekuatan untuk melakukan Kecurangan. Meski kecurangan tetap ada saja, namanya juga pemilu. Tapi, tak akan banyak pengaruhnya. Beda dengan petahana. Pemegang kekuasaan selalu punya akses dan kekuatan untuk curang. Bahkan punya peluang untuk menggagalkan pemilu, jika mau. Hanya people power yang bisa menghalangi jika petahana ingin menggagalkan pemilu.

Bagaimana jika yang menang itu 01? Banyak kendala. Akan ada tuntutan di MK terkait kecurangan yang begitu masif. Bawaslu menyebut ada 121.993 laporan kasus. Ada 4.859 KPPS yang sekaligus jadi timses untuk mengarahkan pemilih nyoblos Paslon tertentu. 6,7 juta surat suara yang tak terdistribusikan kepada pemilih. 3.066 TPS menutup jadual pencoblosan sebelum waktunya. Sehingga banyak pemilih kecewa karena gak bisa nyoblos. Ada 860 TPS dimana KPPS mencoblos sendiri sisa surat suara. Ini baru temuan Bawaslu. Belum temuan masyarakat yang belum terlaporkan ke Bawaslu.

01 akan dihadang oleh masalah kecurangan yang diduga sangat sistematis, masif dan terstruktur, karena melibatkan struktur aparat, jajaran birokrasi hingga KPPS. Kalimat yang sempat dipopulerkan kubu Prabowo pada pilpres 2014 ini seperti mendapatkan pembuktiannya di pilpres 2019 kali ini.

Kecurangan ini, jika bukti-buktinya cukup, bisa berujung pada diskualifikasi Paslon 01. Atau minimal pemilu ulang.

Kalau saja faktor di atas ini bisa dilewati, kubu 01 masih harus berhadapan dengan tuntutan pasal 416 No 17/2017. Bahwa "pasangan calon terpilih adalah pasangan calon yang memperoleh suara lebih dari 50% (lima puluh persen) dalam jumlah suara dalam pemilu presiden dan wakil presiden dengan sedikitnya 20% (dua puluh persen) suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari 1/2 (setengan) jumlah provinsi di Indonesia."

Pasal 416 UU no 17/2017 ini berlaku, kata Otto Hasibuan, pengacara kondang itu. Jika UU ini diberlakukan, maka 01 tak punya ruang untuk bisa memenangkan pilpres kali ini, karena dipastikan tak sampai menang 20% di lebih dari 1/2 provinsi.

Sementara 02 punya peluang di KPU. Jika kalah di KPU, masih punya peluang untuk menang di MK jika bisa membuktikan secara meyakinkan C1 yang dimiliki. Dan 02 juga punya cukup alasan untuk menuntut MK "mendiskualifikasi 01" atas semua kecurangan yang sistematis, masif dan terstruktur.

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah kemarahan massa di bawah akibat adanya kecurangan pemilu yang dianggap melampui batas wajar. Bahkan dalam katagori luar biasa dan bisa dianggap extra ordinary crime. Secara politik ini telah mendorong terakumulasinya kemarahan sosial yang ready untuk melakukan perlawanan. Kemarahan rakyat di bawah seperti tak terbendung. Mereka hanya butuh satu komando untuk bergerak. Ada komando, booommm... Meledak. Ini sangat berbahaya. Karena bisa tak terkendali. Kekecewaan mereka terhadap rezim Jokowi seperti sudah menjadi bola salju yang siap diledakkan.

Karena itu, butuh kearifan para elit bangsa agar bersama-sama menjaga demokrasi di pilpres ini dengan kejujuran dan moral. Bukan dengan melampiaskan ambisi dan keserakahan untuk menang yang akibatnya bisa membuat suasana politik tak terkendali. [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 22/4/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

Latest News
Pondok Gontor Tabayyun Santri Terpapar Covid-19, Walisantri Diminta Tenang

Pondok Gontor Tabayyun Santri Terpapar Covid-19, Walisantri Diminta Tenang

Selasa, 07 Jul 2020 22:08

Skandal Politik Pilpers

Skandal Politik Pilpers

Selasa, 07 Jul 2020 22:00

[VIDEO] PKI Tak Terlibat Perumusan Pancasila

[VIDEO] PKI Tak Terlibat Perumusan Pancasila

Selasa, 07 Jul 2020 21:26

Laporan: Kasus Infeksi Virus Corona Telah Melebihi 11,6 Juta Orang di Seluruh Dunia

Laporan: Kasus Infeksi Virus Corona Telah Melebihi 11,6 Juta Orang di Seluruh Dunia

Selasa, 07 Jul 2020 20:50

AS Tinjau Pelarangan Aplikasi Media Sosial Cina, Termasuk TikTok

AS Tinjau Pelarangan Aplikasi Media Sosial Cina, Termasuk TikTok

Selasa, 07 Jul 2020 20:35

[VIDEO] Siapakah Ahli Qur'an Itu?

[VIDEO] Siapakah Ahli Qur'an Itu?

Selasa, 07 Jul 2020 20:33

Pesan Pahlawan Nasional KH Noer Ali: Santri Attaqwa Belajarlah Organisasi di  PII

Pesan Pahlawan Nasional KH Noer Ali: Santri Attaqwa Belajarlah Organisasi di PII

Selasa, 07 Jul 2020 19:15

[VIDEO] Arie Untung: Rezeki Tak Melulu Soal Saldo

[VIDEO] Arie Untung: Rezeki Tak Melulu Soal Saldo

Selasa, 07 Jul 2020 18:19

Kentut Tidak Bersuara dan Tidak Bau, Shalat Batal?

Kentut Tidak Bersuara dan Tidak Bau, Shalat Batal?

Selasa, 07 Jul 2020 15:00

Turki Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Baru ke Libya Setelah Serangan di Pangkalan Al-Watiya

Turki Kerahkan Sistem Pertahanan Udara Baru ke Libya Setelah Serangan di Pangkalan Al-Watiya

Selasa, 07 Jul 2020 14:15

Pembantu MBS Saud Al-Qahatani Ancam Putra Khashoggi 6 Bulan Sebelum Pembunuhan Ayahnya

Pembantu MBS Saud Al-Qahatani Ancam Putra Khashoggi 6 Bulan Sebelum Pembunuhan Ayahnya

Selasa, 07 Jul 2020 13:00

Saudi Umumkan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19 Selama Haji 2020

Saudi Umumkan Protokol Kesehatan Untuk Mencegah Penyebaran COVID-19 Selama Haji 2020

Selasa, 07 Jul 2020 12:30

Fenomena Partai Semangka Pascapenolakan RUU HIP di Negeri +62

Fenomena Partai Semangka Pascapenolakan RUU HIP di Negeri +62

Selasa, 07 Jul 2020 11:48

Mengapa Anies Keluarkan Pergub Baru Reklamasi?

Mengapa Anies Keluarkan Pergub Baru Reklamasi?

Selasa, 07 Jul 2020 01:59

Pasar Modal Indonesia Diambang Kiamat

Pasar Modal Indonesia Diambang Kiamat

Senin, 06 Jul 2020 23:56

Apa yang Dibaca Saat Sujud Sahwi? Ini Jawaban Syaikh Bin Bazz

Apa yang Dibaca Saat Sujud Sahwi? Ini Jawaban Syaikh Bin Bazz

Senin, 06 Jul 2020 23:01

Yang Bermasalah Itu Kalian, Bukan Pancasila

Yang Bermasalah Itu Kalian, Bukan Pancasila

Senin, 06 Jul 2020 22:51

Somalia Tolak Tawaran 'Konyol' UEA untuk Berperang di Yaman

Somalia Tolak Tawaran 'Konyol' UEA untuk Berperang di Yaman

Senin, 06 Jul 2020 22:45

Laporan: Otoritas Saudi Minta Pembayaran 15 Miliar USD dari Mantan Putra Mahkota Bin Nayef

Laporan: Otoritas Saudi Minta Pembayaran 15 Miliar USD dari Mantan Putra Mahkota Bin Nayef

Senin, 06 Jul 2020 22:25

Turki Bersumpah Balas Serangan di Pangkalan Al-Watiya Libya yang Merusak Sistem Pertahanan Mereka

Turki Bersumpah Balas Serangan di Pangkalan Al-Watiya Libya yang Merusak Sistem Pertahanan Mereka

Senin, 06 Jul 2020 22:02


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X