Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.363 views

Jaga Pilpres Dari Tangan-tangan Tak Siap Kalah

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Prabowo menang! Begitulah banyak yang sudah mulai berani membuat kesimpulan. Ada dua indikator yang mereka gunakan. Pertama, tak ada yang bisa melawan kekuatan rakyat.

Jokowi sedang berhadap-hadapan dengan rakyatnya sendiri. Rakyat yang kecewa atas tata kelola pemerintahannya yang tak sesuai janji dan ekspektasi. Kekecewaan itu yang membuat rakyat melimpahkan harapannya kepada Prabowo. Satu-satunya rival Jokowi di pilpres 2019.

Kampanye Prabowo selalu berlimpah massa. Kehadiran mereka digerakkan oleh harapan yang besar terhadap perubahan. Bagi mereka, Jokowi bukan lagi tempat yang tepat bagi rakyat menggantungkan harapan. Bodongnya janji politik, ketidakadilan hukum, rusaknya ekonomi, banjirnya pekerja asing, liberalnya impor yang mengakibatkan terancamnya kedaulatan pangan adalah sejumlah faktor mengapa banyak pemilih kemudian berpaling. Satu-satunya tempat berpaling adalah Prabowo.

Rakyat menghukum Jokowi. Kampanye Jokowi sepi, kecuali dihadiri oleh massa PDIP dan mereka yang digerakkan melalui kekuatan logistik. Selain  pengerahan massa dari aparat dan aparatur negara yang terintimidasi.

Satu persatu kepala desa dan polisi sudah mulai bernyali untuk bicara. Tatang, Kades Cidokom Rumpin Bogor mengaku diperintah atasan untuk memenangkan Paslon 01. Ajun Komisaris Sukman Azis, eks Kapolsek Pasirwangi Garut, juga mengakui bahwa dirinya dan kapolsek-kapolsek yang lain digerakkan untuk memenangkan 01. Ia mengeluh, baru kali ini polisi dilibatkan dalam kampanye.

Melanggar dong? Pihak mana yang berani memperkarakan? Laporan hanya tinggal laporan. Kendati demikian, cara-cara inkonstitusional yang sudah telanjang diketahui dan ditonton rakyat ini justru akan membuat rakyat makin antipati terhadap Jokowi. Ma'ruf Amin yang berlatar belakang ulama seharusnya menjadi kontrol terhadap praktek-praktek inkonstitusional ini, justru tak kelihatan fungsinya.

Selain kekuatan aparat dan kepala desa, Paslon 01 punya kekuatan logistik. Dalam sejarah, besarnya logistik tak akan mampu menghadapi kekuatan rakyat. Pilgub DKI adalah salah satu contohnya. Rakyat hanya ingin perubahan. Tak lebih dari itu!

Kedua, hijrahnya sejumlah elit ke Prabowo adalah bagian dari indikator adanya tanda-tanda kemenangan di kubu Prabowo. Erwin Aksa, pengusaha dari partai Golkar, adalah salah satunya. Tak sendiri, Erwin membawa 1000 pengusaha lainnya untuk dukung Prabowo. Erwin adalah contoh orang yang hijrah dengan terang-terangan. Kita tahu karakter pengusaha; termasuk Erwin dkk, membela yang bakal menang. Maka, pindahnya Erwin dkk diduga setelah mereka membaca arah angin yang mulai berubah. Dari mana tahunya? Tentu, mereka punya survei dan konsultan politik.

Sejumlah orang di lingkaran Jokowi, termasuk seorang jenderal, kabarnya juga secara diam-diam sedang merapat ke Prabowo. Bungkamnya Megawati ditandai oleh sejumlah elit sebagai kesadaran dan antisipasi akan potensi kekalahan Jokowi. Belum lagi pertemuan rahasia Sandi dengan K.H. Said Agil Siradj beberapa waktu lalu. Hanya orang bodoh yang tak mengkaitannya dengan urusan pilpres. Soal jatah menteri agamakah? Cukup mereka berdua saja yang tahu. Anda gak usah ikut-ikutan.

Debat Sabtu malam kemarin (30/3) seperti anti klimaks betapa Jokowi terlihat seperti sedang berada di ujung kekalahannya. Prabowo tampil dengan performa terbaiknya. Terlihat wawasan globalnya, matang dalam ideologi kebangsaan, ketegasan nasionalisme dan patriotismenya, serta kepercayaan dirinya keluar seolah seperti aura kemenangan sudah berada di genggamannya. Jauh jika dibandingkan dengan performa Prabowo di debat-debat sebelumnya.

Bukannya sejumlah lembaga survei telah memenangkan Jokowi? Lupakan para pelacur data itu. Jika anda tak percaya, tengoklah ke dapur survei mereka. Anda akan tahu, ternyata sejumlah lembaga survei tak lebih dari perusahaan yang sedang gigih ngejar laporan pendapatan tahunan, agar saat RUPS nanti surplus. Karena itu, jasa layanan mereka akan bergantung kepada siapa yang membayar dan bagaimana isi kontraknya.

Dinamika terakhir kampanye nampaknya membuat peluang Jokowi untuk comeback makin tipis. Operasi aparat dan mobilisasi para lurah serta ASN sudah mulai mendapatkan hadangan dan perlawanan dimana-mana. Dan rakyat memang harus menghalangi, karena itu inkonstitusional.

Tak menutup kemungkinan jika praktek-praktek inkonstitusional semacam ini terus dilakukan secara masif dan terang-terangan, akan memancing rakyat untuk melakukan sweeping dan persekusi. Ini bisa terjadi karena absennya Bawaslu dan tak netralnya aparat. Cara-cara inkonstitusional yang memalukan seperti ini mestinya segera dihentikan. Sebab, selain merusak proses demokrasi, juga justru akan membuat rakyat makin kehilangan simpati dan akhirnya menghakimi pemerintahan yang dipimpin Jokowi. Akibatnya, Jokowi bisa kalah makin telak di pilpres 2019 ini.

Telegram Kapolri agar aparat kepolisian netral itu sudah on the track. Datang di saat yang tepat. Tapi, jika di lapangan instruksi Kapolri tak berjalan, khawatir justru akan membuat oknum-oknum aparat malah berhadap-hadapan dengan rakyat yang ingin pilpres jurdil.

Ada yang bilang, Jokowi akan selamat dari kekalahan jika pemilu ditunda. Caranya? Dharurat sipil. Ini bahaya! Gak boleh terjadi. Karena itu, rakyat tak boleh terpancing.

Pilpres bukan perang ideologi. Bukan masalah Pancasila dan khilafah. Siapapun pemenangnya di pilpres ini, pancasila akan tetap tegak berdiri. NKRI tetap kokoh. Pihak yang menghadap-hadapkan pancasila vs khilafah itu hanya cari-cari celah untuk membenturkan kelompok satu dengan kelompok lainnya. Tak lebih dari provokator yang kehilangan narasi dan kehabisan strategi. Ini bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendorong terjadinya konflik. Disitulah dharurat sipil punya alasan untuk menunda pilpres. Waspada, dan jangan terprovokasi.

Masa pencoblosan tinggal 17 hari lagi. Masa tegang dan rawan. Provokator sedang mencari celah untuk mengganggu pemilu. Waspadalah... Waspadalah...

Tekad rakyat untuk mensukseskan pemilu yang jujur, adil dan aman harus terus terjaga, agar pemilu yang demokratis ini bisa menjadi warisan luhur untuk generasi yang akan datang. Jangan biarkan dirusak oleh tangan-tangan yang tak siap untuk kalah. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Hidup Sebatang Kara, Rumah Nenek Halimah Ludes Kebakaran. Ayo Bantu..!!

Di usia uzurnya Nenek Halimah makin rajin beribadah dan banyak ujian iman. Rumah gubuknya ludes terbakar. Dibutuhkan dana Rp 13 juta, untuk membangun rumah sederhana agar bisa istirahat dan khusyuk...

Latest News
Agar Ibadah Kita Diterima

Agar Ibadah Kita Diterima

Jum'at, 21 Feb 2020 22:52

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Direktur Pristac Sampaikan Konsep Pendidikan dalam Syair-syair Imam Syafi'i

Jum'at, 21 Feb 2020 21:46

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Umar bin Khatab pun Pernah Ditolak Pinangannya

Jum'at, 21 Feb 2020 21:07

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Dahulukan Akhlak Sebelum Prestasi, Benarkah?

Jum'at, 21 Feb 2020 20:38

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Laporan: Lebih 400 Orang Terinfeksi Virus Corona Baru di Penjara di Seluruh Cina

Jum'at, 21 Feb 2020 19:30

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Bebani Rakyat, PKS Tidak Setuju Penerapan Tarif Cukai Plastik

Jum'at, 21 Feb 2020 17:59

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Pemerintah Diminta Fasilitasi Diskusi Soal Omnibus Law

Jum'at, 21 Feb 2020 17:51

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Palestina Akan Ambil Tindakan Hukum Terkait Sikap Diskriminatif Amazon Terhadap Warganya

Jum'at, 21 Feb 2020 16:00

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Rezim Teroris Assad dan Rusia Bom 67 Fasilitas Medis di Barat Laut Suriah Sejak April 2019

Jum'at, 21 Feb 2020 15:15

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Polisi Tangkap Pria Penikam Muadzin yang Tengah Mengumandakan Adzan Ashar di Masjid London

Jum'at, 21 Feb 2020 14:30

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Yang Mempertentangkan Agama dengan Pancasila Sebenarnya Musuh Besar Pancasila

Jum'at, 21 Feb 2020 13:45

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kuwait Tangguhkan Perjalanan Ke dan Dari Iran Karena Khawatir Penyebaran Virus Corona

Jum'at, 21 Feb 2020 11:45

Saudi Cegat Rudal Balistik  Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Saudi Cegat Rudal Balistik Pemberontak Syi'ah Houtsi yang Menargetkan Kota dan Warga Sipil

Jum'at, 21 Feb 2020 11:15

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Hadir ke MUI, Ketua DPR: Draft RUU Omnibus Law Masih Bisa Diubah

Jum'at, 21 Feb 2020 10:56

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Ketum LIDMI: Wujudkan Indonesia Beradab Melalui Dakwah Kampus

Jum'at, 21 Feb 2020 09:53

Waspada Jebakan 2024

Waspada Jebakan 2024

Kamis, 20 Feb 2020 23:47

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI:  Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Terkait Omnibus Law, Wasekjen MUI: Kami Mampu Terbitkan 102 Juta Sertifikat Halal Pertahun

Kamis, 20 Feb 2020 22:09

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Tentara Turki dan Pejuang Oposisi Suriah Luncurkan Operasi Bersama Melawan Pasukan Assad di Idlib

Kamis, 20 Feb 2020 21:20

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Legislator PKS: Wacana Sertifikasi Khatib Bisa Memecah Belah Umat

Kamis, 20 Feb 2020 21:12

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Jaksa Penuntut Terorisme Jerman Sebut 'Motif Sayap Kanan' di Balik Penembakan Mematikan di Hanau

Kamis, 20 Feb 2020 20:55


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X