Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.135 views

Di MRT, Jokowi Kehilangan Simpati

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Saat ini, warga Jabodetabek sudah bisa menikmati transportasi publik Mode Raya Terpadu (MRT). Cukup 30 menit dari Lebak Bulus ke Bundaran HI. Kalau pakai mobil, bisa 1,5 jam. Hemat 1 jam. Lumayan, pakai banget.

Uji coba gratis MRT sudah dibuka tanggal 12-23 Maret. Diperpanjang lagi gratisnya hingga 31 Maret. Baru tanggal 1 April nanti bayar. Tentu atas ijin dan keputusan Anies Rasyid Baswedan, Gubernur DKI. Jokowi "dihaturi" untuk ikut uji coba. Selaku kepala negara, sekaligus sebagai mantan gubernur DKI. Bahkan Anies pun memberi panggung kepada Jokowi untuk meresmikannya. Sebuah bentuk "tatakrama" kapada seorang presiden dan mantan gubernur DKI 2012-2014. Mengingat MRT adalah proyek strategis nasional.

Jadi panggung capres nomor 01 dong? Anies gak ada urusannya dengan pilpres. Kerja sesuai schedule yang beberapa tahun sebelumnya sudah ditetapkan. Mungkin sebelum jadual pilpres ada. Disiplin dan komitmen mesti jadi prinsip seorang pejabat negara bekerja. Tak boleh terkontaminasi oleh kepentingan politik.

Usai uji coba, Jokowi dikerubuti sejumlah penumpang. Pak Jokowi...Pak Jokowi... Teriak mereka. Tak diketahui identas orang-orang yang teriak itu. Spontan, atau dipersiapkan. Menarik untuk diketahui siapa mereka. Kok? Biasanya gak seperti itu. Seringnya, kalau Jokowi dan Anies jalan bareng, teriakan yang sering keluar adalah Pak Anies...Pak Anies... Kali ini beda. Wajar kalau orang pada nanya: gak seperti biasanya?

Lalu selfie. Biasa, seperti yang publik sering lihat. Soal ini Pak Jokowi gak mau ketinggalan. Punya hobi tersendiri. Selfie sudah jadi kegemaran presiden ke-7 ini.

Seperti dalam video yang viral, Anies tampak dicuekin. Ketika ditanya;  kok bapak dicuekin? Enggak. Biasa saja, jawab Anies. Tak ada protes. Gak bilang: "akan saya lawan". Gak juga. Seorang pemimpin sejati gak boleh baper. Kata-katanya terukur. Mikir dulu sebelum bicara. Bukan bicara dulu baru mikir.

Di depan awak media, Jokowi meresmikan MRT. Dalam sambutannya Jokowi mengatakan bahwa MRT adalah keputusan politik dirinya bersama Ahok. Hah! Jokowi tak menyebut nama lain. Anies, yang "nyumangga-aken" atau memberi kesempatan dan penghormatan kepada Jokowi untuk meresmikan MRT, tak sekalipun disebut namanya sebagai orang yang ikut terlibat dalam proyek MRT. Apalagi gubernur-gubernur sebelumnya. Sutiyoso pun ikut hadir atas undangan Anies. Tak juga disebut namanya. Kok bisa? Bisa aja!

Jangan kaget. Itulah Pak Jokowi. Terlalu sibuk kerja kerja dan kerja. Sehingga lupa keringat orang lain. Yang diingat adalah kerja dan keringatnya sendiri. Bagus. Itu namnya fokus. Kerja memang harus fokus. Dan fokus Pak Jokowi seringkali hanya pada diri sendiri. Kurang terbiasa, dan mungkin tak sempat melihat kerja orang lain. Apalagi membaca gagasan dan rencana orang lain. Gak ada waktu. Sudah terbiasa fokus.

Beda Jokowi, beda Anies. Jangan dibandingkan. Keduanya punya fokus yang berbeda. Mungkin peradabannya juga berbeda.

Dalam sambutannya, Anies mengatakan "ijinkan kami mengucapkan terima kasih kepada para gubernur-gubernur sebelumnya yang ikut mengawal dan mendorong proses MRT ini." Kata "kami" saya kasih tanda untuk menunjukkan kelas peradaban dan adabnya sendiri. Seorang pemimpin mesti sering-sering menggunakan kata "kami". Di situ ada pengakuan atas kerja bersama dan kebersamaan. Pemimpin tidak sendiri bekerja, tapi banyak pihak yang terlibat dalam gagasan, perencanaan hingga pekerjaan. Itulah 'kelas peradaban" seorang pemimpin.

Anies lalu menyebut satu persatu nama gubernur sebelumnya, Pak Sutiyoso, Pak Fauzi Bowo, Pak Jokowi, Pak Basuki Tjahaja Purnama (BTP). Ketika nama BTP disebut, para pengunjung teriak Ahok...Ahok...Ahok... Dan Anies pun terdiam sejenak dengan tetap menjaga senyumnya. Reda, lalu Anies menyebut Djarot Saeful Hidayat.

Terjawab sudah siapa para pengunjung itu. Ahokers dan para pendukung Jokowi. Teriakan Ahok seolah jadi jawaban atas dugaan itu. Tentu, tak ada yang salah. Biasa aja.

Wajar jika sebelumnya publik bertanya: kenapa nama Jokowi dan Ahok bergema disitu. Tapi, ya Sudahlah. Namanya juga tahun politik. Apalagi beberapa hari lagi ada pemilihan presiden. Apa saja bisa dimanfaatkan jadi panggung politik.

Anies tetap sebut Djarot, meski yang bersangkutan memilih "plesiran" bersama keluarga dari pada hadir dalam serah terima jabatan gubernur DKI. Diserahkan ke sekda yang dipasrahi jabatan gubernur hanya untuk satu malam sebelum jabatan itu diterima Anies. Lagi-lagi, seperti itulah seharusnya peradaban yang dibangun seorang pemimpin.

Karena sikap dan karakter beradabnya ini orang sering memanggil Anies Gubernur Indonesia. Gubernur rasa presiden. Malah ada yang mengira Anies adalah presiden Indonesia. Sepertinya itu adalah harapan dan doa.

Jelang pilpres, MRT seperti yang diduga banyak pihak sebelumnya, akan dijadikan barang jualan oleh Jokowi. Ternyata benar. Dan itu sah-sah saja. Karena Jokowi punya andil dalam proyek MRT ini. Hanya saja kurang cerdas. Dengan mengakui seolah itu hanya karya Jokowi-Ahok, justru Jokowi kehilangan simpati dari rakyat.

Sehari setelah itu, tanggal 25 maret, harian kompas menurunkan tulisan bahwa MRT itu ide dan gagasan BJ. Habibi. Keputusan politik dan orang yang pertama kali memulai pekerjaan ini adalah Fauzi Bowo, gubernur DKI sebelum Jokowi. Nah...

Ini kronologi singkatnya. Tahun 2006, saat Sutiyoso gubernurnya, ada persetujuan pembiayaan dari gubernur Japan Bank For Internasional Corporation (JBIC) Kyosuke Sinozawa dan Dubes RI untuk Jepang Yusuf Anwar. 2008 PT. MRT berdiri. Gubernur DKI saat itu Fauzi Bowo. 2010 design MRT dikerjakan. 2011 tender konstruksi dibuat. 2012 Ground Breaking MRT Lebak Bulus-HI. Ini masih di era Fauzi Bowo. Lalu di era Jokowi konstruksi MRT mulai dikerjakan. 2017-2018 era gubernur Anies, finalisasi pembebasan lahan dilakukan. 2019 MRT dituntaskan oleh Anies dan diresmikan.

Kalau saja Jokowi singgung ini, dan sebagai presiden ia mengucapkan terima kasih kepada Anies Baswedan dan gubernur-gubernur DKI sebelumnya, maka MRT akan jadi poin buat Jokowi. Sayangnya, kesempatan ini dimanfaatkan secara salah. Setidaknya, public communication Jokowi tak dikelola dengan baik. Akhirnya, malah blunder. Sayang sekali.

Ibarat dagangan, MRT itu barang bagus. Sayang, cara Jokowi menjual kurang bagus. Kualitas branded, dijual murah ala pasar tradisional. Apa yang kemudian terjadi? Tulisan Kompas justru jadi tamparan pedas buat elektabilitas Jokowi. Satu masalahnya: karena Jokowi kurang terbiasa mengakui prestasi orang lain. Di sinilah Jokowi seringkali kehilangan simpati. [PurWD/voa-islam.com]

 

Jakarta, 25/3/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Mantan Napi Mujahidin Ingin Taubat dan Hijrah, Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Bebas dari penjara ia taubat dan hijrah, tapi kesulitan pekerjaan. Saat ekonomi terjepit, datang tawaran bisnis haram dari sesama mantan napi. Ia butuh dana 7,5 juta rupiah untuk modal usaha...

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Balita Ridho Ramdhani Mati-matian Berjuang Melawan Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Di usia balita ia harus berjuang mati-matian melawan tumor ganas yang bersarang di bokongnya. Setiap saat merintih tangis di pangkuan ayah bundanya. Ia harus dioperasi tapi terbentur biaya....

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Tak Punya Biaya, Remaja Sebatang Kara Terancam Putus Sekolah. Ayo Bantu.!!

Sejak balita Astrid Nuraini sudah hidup sebatang kara tanpa ayah, ibu dan saudara. Diasuh ibu angkat yang sudah lanjut usia, ia tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMA Islam karena terbentur biaya....

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya Cessar Dilunasi, Bayi Fauziah Pulang ke Ciamis. Semoga Jadi Wanita Shalihah Mujahidah Dakwah

Biaya persalinan cessar dilunasi, Ummi Nurhayati dan bayinya bisa pulang dari rumah sakit. Semoga para donatur berlimpah rizki, dan dede bayi ini kelak menjadi generasi mujahidah dakwah untuk...

Latest News
Trump Dibawa Pergi Sebentar dari Konferensi Pers Setelah Insiden Penembakan di Luar Gedung Putih

Trump Dibawa Pergi Sebentar dari Konferensi Pers Setelah Insiden Penembakan di Luar Gedung Putih

Selasa, 11 Aug 2020 21:45

Pentingnya Bersinergi Mengurai Polemik Sekolah Daring

Pentingnya Bersinergi Mengurai Polemik Sekolah Daring

Selasa, 11 Aug 2020 21:43

Lima Langkah Menyelamatkan Generasi Bangsa dari Kekerasan Seksual

Lima Langkah Menyelamatkan Generasi Bangsa dari Kekerasan Seksual

Selasa, 11 Aug 2020 21:19

Baku Tembak Di Penjara Mogadishu Tewaskan 2 Penjaga dan 6 Tahanan Al-Shabaab

Baku Tembak Di Penjara Mogadishu Tewaskan 2 Penjaga dan 6 Tahanan Al-Shabaab

Selasa, 11 Aug 2020 21:15

TNI dan Proyek Corona

TNI dan Proyek Corona

Selasa, 11 Aug 2020 21:06

Satu-satunya Penyeberangan Antara Gaza Dan Mesir Dibuka Setelah Berbulan-bulan Ditutup

Satu-satunya Penyeberangan Antara Gaza Dan Mesir Dibuka Setelah Berbulan-bulan Ditutup

Selasa, 11 Aug 2020 21:05

Masihkah Kita Layak Menyebut Pertumbuhan Ekonomi?

Masihkah Kita Layak Menyebut Pertumbuhan Ekonomi?

Selasa, 11 Aug 2020 21:00

Dewan Dakwah Jabar Bersama Ormas Islam Laporkan Penista Agama

Dewan Dakwah Jabar Bersama Ormas Islam Laporkan Penista Agama

Selasa, 11 Aug 2020 20:54

PBB: Facebook Belum Membagikan 'Bukti' Kejahatan Myanmar

PBB: Facebook Belum Membagikan 'Bukti' Kejahatan Myanmar

Selasa, 11 Aug 2020 20:53

Sekjen PBB Antonio Gutteres Serukan Penyelidikan Independen Untuk Ledakan Beirut

Sekjen PBB Antonio Gutteres Serukan Penyelidikan Independen Untuk Ledakan Beirut

Selasa, 11 Aug 2020 19:45

Ikuti Gratis, Webinar Cara Mudah Raih Sertifikat Halal Bagi UMKM

Ikuti Gratis, Webinar Cara Mudah Raih Sertifikat Halal Bagi UMKM

Selasa, 11 Aug 2020 14:10

Mengapa Butuh Waktu 11 Tahun Tangkap Djoko Tjandra?

Mengapa Butuh Waktu 11 Tahun Tangkap Djoko Tjandra?

Selasa, 11 Aug 2020 10:14

Menakar Arah Pendidikan Kita

Menakar Arah Pendidikan Kita

Selasa, 11 Aug 2020 09:46

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Menenukan Cahaya di Antara Kegelapan

Selasa, 11 Aug 2020 09:12

Ketuklah dengan Doa

Ketuklah dengan Doa

Selasa, 11 Aug 2020 08:42

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Jika Belum Siap 100 Persen, Kepala Daerah di Zona Hijau-Kuning Diharap Jangan Dulu Buka Sekolah

Selasa, 11 Aug 2020 08:29

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti Raih Gelar Guru Besar

Senin, 10 Aug 2020 21:50

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

BPOM: Ibu Harus Cermat Memilih Makanan untuk Bayi

Senin, 10 Aug 2020 21:30

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Trump Putuskan Blokir TikTok-WeChat dalam 45 Hari

Senin, 10 Aug 2020 21:25

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Tertunduk Lesu Di Minus 5,32

Senin, 10 Aug 2020 21:10


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X