Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.162 views

Ha... Kontrak Surveinya 52%?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Survei abal-abal! Bohongi publik! Cari duit dengan cara ngapusi! Itulah kira-kira kalimat "marah" rakyat terhadap sejumlah lembaga survei. Pasalnya, sejumlah lembaga survei "terlalu sering" tak tepat prediksi. Margin errornya 2,5-5%, fakta errornya ada yang di atas 20%. Jauh melampaui margin error yang dihitungnya sendiri. Yang error surveinya, atau orangnya? Begitulah kira-kira bahasa yang sampai ke kita.

Parah! Anehnya, pasca pemilu, mereka ngilang. Tak ada sepatah kata maaf ke publik. Padahal, saat rilis hasil survei, mereka bersemangat! Sebanyak-banyaknya undang awak media. Masif ciptakan opini. Bila perlu, buatin meme plus puisi. Biar makin mantab dan makin sedap. Giliran surveinya keliru, bersembunyi. Tak tercium lagi bau surveinya oleh media.

Kasus ini terjadi diantaranya di Pilgub Jawa Tengah 2018. Sudirman Said-Siti Fauziyah dalam survei beberapa lembaga, elektabilitasnya 13-22,6%. Faktanya 41,22%. Besar sekali margin errornya. Dan di pilgub Jawa Barat 2018, elektabilitas Sudrajat-Saikhu berdasarkan banyak lembaga survei, hasilnya 6,1-10,7%. Faktanya 28,74%. Juga di putaran pertama Pilgub DKI Jakarta 2017.

Hasil survei LSI Denny JA, AHY-Silvi akan jadi pemenang di putaran pertama Pilgub DKI. Faktanya, AHY-Silvi tersingkir lebih awal, karena hanya dapat 17,02%. Sementara Anies 39,95% dan Ahok 42,99%.

Rakyat bertanya-tanya: lembaga-lembaga survei yang "langganan salah" itu bener gak surveinya? Bertahap mulai tak percaya. Kalau rakyat tak percaya, ini akan jadi hukuman terberat bagi lembaga-lembaga survei itu.

Tapi, kok masih tetap laku? Maksudnya "laku"? Kenapa masih ada yang berminat untuk teken kontrak dengan lembaga-lembaga survei itu? Ini hanya soal bagaimana cara menjual dan meyakinkan client. Cas cis cus, transaksi ditanda tangani. Anda juga bisa melakukan itu. Keahlian ilmu marketing berperan disini. Apalagi jika lembaga survei itu mau nuruti hasil pesanan -dan pandai menghibur- pihak yang membayar, tentu akan lebih laku. Soal harga? Ah, mau tahu aja! Begitulah kira-kira apatisme publik yang terbaca hampir setiap hari di medsos. Ya, namanya juga publik. Beragam pendapat. Wajar! Gak usah ambil hati!

Lepas dari sejumlah lembaga survei "yang dicurigai" telah menjual diri dengan mengabaikan integritas dan kompetensi keilmuannya, masih ada lembaga-lembaga survei yang punya nurani. Tetap berbisnis, tapi tak mengorbankan prinsip-prinsip moral dan komitmen keilmuan yang mereka miliki. Ojo gebyah uyah, kata orang Jawa. Jangan dipukul rata.

Yang harus dipahami publik, bahwa lembaga survei berhak salah. Itu prinsip. Namanya juga manusia. Ikhtiarnya tak selalu sama dengan pikiran Tuhan. Karena itu, keliru dalam survei itu hal biasa. Jangan dikutuk, jangan dilaknat, jangan pula dibully. Tetapi, harus dengan catatan: pertama, selama kesalahan itu tak disengaja dan bukan bagian dari rekayasa politis. Bukan pula pesanan -atau hanya untuk menghibur- si pemberi kontrak. Jika kesalahan itu "human error biasa, harus dimaafkan.

Moso’ kesalahan sampai 20% lebih? Sekali lagi, kalau itu tak disengaja, kata maaf tetap berlaku.  Ini hanya soal keteledoran data, atau kesalahan metode pengambilan sample. Salah responden! Belum tentu terkait kapasitas dan kompetensi. Mungkin lagi apes. Atau kemampuannya hanya segitu? Artinya, gak kredibel. Jangan buru-buru menyimpulkan!  Tetap "husnudhan".

Kedua, kesalahannya tidak terus menerus. Tidak selalu berulang-ulang. Dan hasilnya "tidak sering" terlampau jauh melesetnya.

Jika dua catatan ini tak ditabrak, survei-survei itu harus dihargai sebagai bagian dari ijtihad ilmiah dalam dunia sosial, khususnya politik. Kita mesti pandai apresiasi pihak yang mau merawat tradisi ilmiah dalam kajian sosial-politik di Indonesia.

Survei di DKI salah. Lanjut di Jateng dan Jabar, salah lagi. Salahnya fatal. Gimana mau memaafkan? Sabar! Kita kasih kesempatan sekali lagi untuk survei pilpres. Ini "the last opportunity". Kesempatan terakhir sebelum didiskualifikasi. Kalau masih salah, dan kesalahannya fatal, maka anda boleh bilang "aneh dan lugu (lucu dan wagu) kalau masih percaya sama mereka.” Yang lebih aneh lagi adalah pihak yang masih mau kerjasama dengan mereka. Jangan bilang "dungu". Hindari kata itu supaya tak kena delik aduan. Hati-hati! Lagi musim orang diadukan. Kecuali jika anda ada di pihak kekuasaan, aman!

Yang menjadi masalah, bahkan ini sangat serius, kalau kesalahan itu disengaja dan menjadi bagian dari kontrak politik. Sengaja didesign untuk membangun opini kemenangan Paslon tertentu. Ini sudah menyangkut soal integritas. Jika terbukti, ini akan jadi sebuah kesalahan fatal! Apapun alasannya, ini perilaku tak beradab. Sebab, pertama, mencemari dunia ilmiah. Kedua, menipu publik. Lembaga atau orang seperti ini mesti dikutuk sebagai "pelaku kebohongan publik". Layak untuk dikritik keras dan dicabut ijin penelitiannya.

Santer kabar, ada sejumlah survei yang diantara isi kontraknya adalah memasang hasil survei 52% untuk Paslon tertentu. Pokoknya minimal 52%. Mau ditambah berapa lebihnya terserah. Kalau ada "koma"-nya akan lebih meyakinkan. Seolah-olah bener dan serius. Yang penting hasil minimalnya 52%. Walaupun faktanya di bawah 52%. Abaikan fakta itu! Karena, yang dibutuhkan bukan fakta, tapi "penggiringan opini".

Fakta hanya diperlukan untuk melihat sebaran suara berbasis wilayah, identitas pemilih, dan isu apa yang paling berpengaruh. Dari peta itu, strategi dibuat. Termasuk juga bagaimana membuat isu dan permainan opini yang tepat. Tapi hasil survei? Tetap harus disimpan. Keluarin yang hoax. Ini juga bagian dari strategi.

Gawat! Kalau "ilmu pengetahuan" sudah tunduk pada -dan menjadi budak- kepentingan politik, maka peradaban akan berada di ujung kehancuran. Dalam jangka panjang, masyarakat akan hidup tanpa moral, karena diasah maindsednya terus menerus oleh kebohongan. Kelak akan tiba saatnya orang tak lagi bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Salah benar sudah dianggap tak penting lagi. Ini mengingatkan kita pada ungkapan Hitler yang sangat populer: "kebenaran adalah kesalahan yang terulang seribu kali". Bahaya!

Kalau kontrak 52% itu nyata, kebohongan publik oleh lembaga-lembaga survei ini benar adanya dan terbukti, maka dunia survei di Indonesia betul-betul telah rusak. Sain menjadi alat politik yang akan menebar virus kebiadaban. Sungguh benar-benar tak  bermoral. Semoga ini tak benar. [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 13/3/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
Gus Wafi dan PPP Poros Mbah Moen

Gus Wafi dan PPP Poros Mbah Moen

Senin, 18 Mar 2019 22:15

Prabowo Sandi Tak Ingin Terbitkan Kartu-kartu 'Sakti'

Prabowo Sandi Tak Ingin Terbitkan Kartu-kartu 'Sakti'

Senin, 18 Mar 2019 21:27

Komitmen Prabowo-Sandi Hapus UN

Komitmen Prabowo-Sandi Hapus UN

Senin, 18 Mar 2019 19:27

Janji Ma’ruf seperti Janji Manis Jokowi

Janji Ma’ruf seperti Janji Manis Jokowi

Senin, 18 Mar 2019 17:27

Free Konsultasi Quantum Healing, Sel Penyakit Pun Bunuh Diri

Free Konsultasi Quantum Healing, Sel Penyakit Pun Bunuh Diri

Senin, 18 Mar 2019 17:00

Jihadis Terkait Al-Qaidah Kuasai Pangkalan Militer Mali di Kota Dioura

Jihadis Terkait Al-Qaidah Kuasai Pangkalan Militer Mali di Kota Dioura

Senin, 18 Mar 2019 16:45

Satu Kartu (KTP) untuk Semua

Satu Kartu (KTP) untuk Semua

Senin, 18 Mar 2019 15:27

Polisi Australia Geledah 2 Rumah yang Terkait dengan Teroris Pembantai Muslim di Selandia Baru

Polisi Australia Geledah 2 Rumah yang Terkait dengan Teroris Pembantai Muslim di Selandia Baru

Senin, 18 Mar 2019 15:15

Masya Allah, Ini 10 Manfaat Ajaib 'Quranic Quantum Healing', Tanpa Obat, Operasi, Jin dan Dukun!

Masya Allah, Ini 10 Manfaat Ajaib 'Quranic Quantum Healing', Tanpa Obat, Operasi, Jin dan Dukun!

Senin, 18 Mar 2019 13:53

Mau Sehat ? Baca terus Al Quran, Sel Kanker pun Bunuh Diri

Mau Sehat ? Baca terus Al Quran, Sel Kanker pun Bunuh Diri

Senin, 18 Mar 2019 13:00

Gagalnya Perempuan sebagai Ibu, Apakah Penyebabnya?

Gagalnya Perempuan sebagai Ibu, Apakah Penyebabnya?

Senin, 18 Mar 2019 12:17

QLOAN (1) : Menarik Rizki dan Impian tanpa Korupsi dan Dukun

QLOAN (1) : Menarik Rizki dan Impian tanpa Korupsi dan Dukun

Senin, 18 Mar 2019 12:13

Korban Terbesar Terorisme adalah Umat Islam, Benarkah?

Korban Terbesar Terorisme adalah Umat Islam, Benarkah?

Senin, 18 Mar 2019 11:42

Innalillahi, Ibunda Ustaz Abdul Somad Meninggal Dunia

Innalillahi, Ibunda Ustaz Abdul Somad Meninggal Dunia

Senin, 18 Mar 2019 10:58

PM Australia Bela Remaja yang Timpuk Kepala Senator Anning dengan Telur

PM Australia Bela Remaja yang Timpuk Kepala Senator Anning dengan Telur

Senin, 18 Mar 2019 10:40

Pakistan Berikan Penghargaan atas Keberanian Warganya yang Tewas dalam Pembantaian Christchurch

Pakistan Berikan Penghargaan atas Keberanian Warganya yang Tewas dalam Pembantaian Christchurch

Senin, 18 Mar 2019 10:30

Sejuta Orang Lebih Tandatangani Petisi Tuntut Senator Fraser Anning Dipecat

Sejuta Orang Lebih Tandatangani Petisi Tuntut Senator Fraser Anning Dipecat

Senin, 18 Mar 2019 10:28

Suami yang Istrinya Tewas dalam Pembantaian di Masjid Christchurh Maafkan Teroris Brenton Tarrant

Suami yang Istrinya Tewas dalam Pembantaian di Masjid Christchurh Maafkan Teroris Brenton Tarrant

Senin, 18 Mar 2019 09:45

Ma'ruf Amin Pamer Tiga Kartu Sakti, Sandiaga Bungkam dengan Kartu Super Canggih

Ma'ruf Amin Pamer Tiga Kartu Sakti, Sandiaga Bungkam dengan Kartu Super Canggih

Senin, 18 Mar 2019 07:03

Will 'The Eggboy' akan Dihadiahi Jalan-jalan ke Turki

Will 'The Eggboy' akan Dihadiahi Jalan-jalan ke Turki

Ahad, 17 Mar 2019 22:59


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X