Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.980 views

Persekusi, Sekenario Apalagi Ini?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Persekusi! Kalimat ini mendadak populer sejak gaung #2019GantiPresiden muncul. Mereka yang kontra penguasa diidentifikasi, lalu dipersekusi. Ada Ustadz Abdussomad, Ustadz Bachtiar Nasir, Tengku Zulkarnain, Neno Warisman, Mardani Ali Sera, Rocky Gerung, dan sejumlah nama lainnya. Mereka masuk list dan daftar orang-orang yang harus dipersekusi. Dianggap berbahaya bagi suara petahana. Tentu tidak di semua tempat.

Sempat berhenti beberapa bulan. Persekusi sepi sejak capres-cawapres ditetapkan. Sekarang kumat lagi. Korbannya orang-orang itu. Pelakunya punya latar belakang yang tak jauh beda dengan kelompok-kelompok sebelumnya. Polanya mirip. Orang duga: sutradaranya sama.

Neno Rabu lalu (6/3) menghadapi persekusi. Dicegat di bandara Lombok oleh sejumlah orang tak dikenal. Tapi, persekusi gagal. Karena dihalau oleh masyarakat setempat. Mirip kasus Neno saat dipersekusi di Pekan Baru, Riau.

Di hari yang sama, Rocky Gerung diancam oleh sejumlah orang. Datang ke panitia penyelenggara dan siap perang jika Rocky Gerung dipaksakan datang untuk ngisi acara seminar di Universitas Muhammadiyah Jember Jawa Timur. Si pengancam sudah kirim surat ke Polres, Banser dan MUI Jember. Tak diketahui, itu surat pemberitahuan atau ijin. Ijin apa juga tak diketahui. Semoga bukan ijin untuk perang. Kok ke Banser juga? Apakah gak salah alamat? Terserah anda berimajinasi.

"Karena situasi tak kondusif, mengancam keamanan dan rawan konflik sosial, maka aparat kemudian melarang Rocky Gerung." Biasanya begitu nanti endingnya.  Ah, itu sih lagu lama. Yang melanggar siapa, yang dilarang siapa. Kebolak-balik.

Viral di medsos bahwa pelaku yang ancam perang adalah oknum kader partai pendukung petahana. Posisinya sekarang sedang nyaleg. Tetap masih harus diklarifikasi, benar tidak "si penabuh genderang perang" itu oknum partai. Kalau bener, ya gak perlu kaget.

Yang pasti, persekusi akhir-akhir ini sudah mulai jadi budaya. Ini bahaya! Pertama, merusak demokrasi. Menebar rasa takut kepada masyarakat. Dakwah dan forum-forum ilmiah terasa terintimidasi. Kampus dan majlis ta'lim tak lagi jadi mimbar bebas untuk mengekspresikan pikiran dan pendapat rakyat.

Kedua, ini akan memicu konflik sosial. Masyarakat yang terlalu lama merasa tertekan dan terintimidasi, mereka hanya butuh waktu untuk meledak. Sekali ada trigger, kemarahan itu akan tumpah. Seperti bom waktu, nunggu momentum dan hilangnya kesabaran. Soal ini, lengkap dijelaskan dalam teori konfliknya Marx, Lewis Coser dan Jonathan Turner. Silahkan baca!

Diam tak berarti takut. Diam itu menghitung kekuatan dan mengukur dampak sosialnya untuk bangsa dan negara. Tapi, kalkulasi rasional itu bisa hilang seketika jika triggernya kuat. Orde Lama dan Orde Baru sudah mengalami itu. PKI yang dalam sejarah Indonesia pernah menebar teror dimana-mana, akhirnya dibantai habis setelah G 30S PKI terjadi. Itulah trigger.

Persekusi Neno dan Rocky yang sempat berhenti, lalu muncul lagi jelang akhir masa kampanye menyisakan satu pertanyaan penting: ada apa? Adakah ini hanya bagian dari kepanikan seperti persekusi-persekusi sebelumnya? Atau ini berada dalam design strategi baru? Ini yang harus dibedah, bahkan diwaspadai. Bicara apa yang ada di balik persekusi lebih menarik dan penting, dari pada sekedar membahas persekusinya sendiri.

Prabowo-Sandi untuk saat ini menguat dukungannya. Sejumlah survei, meski tak dirilis di media, menyebut sudah terjadi crossing. Suara Prabowo-Sandi menyalib Jokowi-Ma'ruf. Dengan sendirinya, kelompok pendukung Prabowo-Sandi sudah jadi mayoritas. Psikologi mayoritas akan merasa lebih kuat. Ini membuat mereka lebih mudah dipancing keluar untuk melawan setiap orang "yang dianggap" mengganggu mereka. Kalau ini berhasil, maka akan terjadi benturan dua kelompok anak bangsa.

Ada kekhawatiran bahwa sekenario membenturkan dua kelompok pendukung capres-cawapres sedang dimainkan oleh pihak-pihak tertentu. Takutnya begitu. Tentu, ini melibatkan sutradara yang terlatih, berpengalaman dan punya jam terbang tinggi. Tujuannya? Chaos. Kalau sudah chaos, pemilu bisa ditunda.

Menghayal! Boleh jadi. Tapi, segala kemungkinan bisa terjadi dalam dunia politik. Sebuah dunia yang paling sulit ditebak ujung ceritanya. Unpredictable. Inilah yang membuat penasaran dan menggoda banyak orang untuk ikut terlibat dalam permainan.

Coba perhatikan! Setelah sekian lama adem ayem. Neno kampanye sana-sini aman. Begitu juga Rocky Gerung, bebas ngisi ceramah di kampus-kampus. Mendadak, persekusi muncul lagi setelah sekian bulan beristirahat. Adakah hubungannya dengan elektabilitas petahana yang terus turun? Bukankah persekusi itu justru semakin membuat elektabilitas petahana semakin terpuruk? Tidakkah rakyat semakin tak simpati dengan model persekusi? Dan rakyat yang punya hak pilih, kenapa dibuat kecewa? Atau ada sekenario lain? Sekenario membatalkan pemilu? Inilah yang harus diwaspadai jelang akhir masa kampanye ini. Salah langkah, rawan! Semua bisa berantakan! [PurWD/voa-islam.com]

Jakarta, 7/3/2019

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Latest News
Harga Bawang Putih Naik, Rakyat Menjerit

Harga Bawang Putih Naik, Rakyat Menjerit

Senin, 20 May 2019 14:28

Membedah Persoalan Sebab Kematian Mendadak Petugas Pemilu Dari Perspektif Keilmuan

Membedah Persoalan Sebab Kematian Mendadak Petugas Pemilu Dari Perspektif Keilmuan

Senin, 20 May 2019 13:20

Amien Rais Dipanggil Polisi sebagai Saksi Kasus Makar People Power

Amien Rais Dipanggil Polisi sebagai Saksi Kasus Makar People Power

Senin, 20 May 2019 13:16

Dituduh Makar, Lieus Sungkharisma Diciduk Polda Metro Jaya

Dituduh Makar, Lieus Sungkharisma Diciduk Polda Metro Jaya

Senin, 20 May 2019 12:19

Dana Zakat Seharusnya Dikelola Siapa?

Dana Zakat Seharusnya Dikelola Siapa?

Senin, 20 May 2019 11:40

Solusi Stabilitas Harga Pangan Ada di Tangan Penguasa

Solusi Stabilitas Harga Pangan Ada di Tangan Penguasa

Senin, 20 May 2019 10:47

Proyek OBOR China, Indonesia Terancam Terbakar?

Proyek OBOR China, Indonesia Terancam Terbakar?

Senin, 20 May 2019 09:55

Setop Stigma Negatif pada People Power

Setop Stigma Negatif pada People Power

Senin, 20 May 2019 06:01

Polisi adalah Aparat Negara, Bukan Alat Politik Rezim

Polisi adalah Aparat Negara, Bukan Alat Politik Rezim

Senin, 20 May 2019 04:01

Pasukan India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir

Pasukan India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir

Senin, 20 May 2019 01:39

Hendropriyono Tuding Pendukung Prabowo Mulai Ompong

Hendropriyono Tuding Pendukung Prabowo Mulai Ompong

Ahad, 19 May 2019 23:37

Bus Pariwisata Jadi Sasaran Serangan Bom di Mesir

Bus Pariwisata Jadi Sasaran Serangan Bom di Mesir

Ahad, 19 May 2019 23:14

Titik Balik Otoritarian di Rezim Jokowi

Titik Balik Otoritarian di Rezim Jokowi

Ahad, 19 May 2019 23:01

Pengacara Eggi Minta People Power 2014 Diusut

Pengacara Eggi Minta People Power 2014 Diusut

Ahad, 19 May 2019 22:33

Meski Juara, Kursi PDIP Rontok di DKI Jakarta

Meski Juara, Kursi PDIP Rontok di DKI Jakarta

Ahad, 19 May 2019 22:33

Dewan Militer Sudan Lanjutkan Pembicaraan dengan Para Demonstran

Dewan Militer Sudan Lanjutkan Pembicaraan dengan Para Demonstran

Ahad, 19 May 2019 21:42

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 7,9 Persen

BI: Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 7,9 Persen

Ahad, 19 May 2019 21:41

Pasukan Irak Klaim Tangkap Komandan Daesh di Mosul

Pasukan Irak Klaim Tangkap Komandan Daesh di Mosul

Ahad, 19 May 2019 21:14

Ulama Nigeria Sebut Kesenjangan Ekonomi Penyebab Ketidakstabilan Negara Itu

Ulama Nigeria Sebut Kesenjangan Ekonomi Penyebab Ketidakstabilan Negara Itu

Ahad, 19 May 2019 21:06

Meningkatnya Ancaman Kebebasan Berpendapat

Meningkatnya Ancaman Kebebasan Berpendapat

Ahad, 19 May 2019 21:01


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X