Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.165 views

Debat Kedua, mana Capres Lebih Jujur dan Pro Rakyat?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Debat kedua lebih bermutu, juga lebih seru. Ini diantaranya karena pertama, lebih berkualitasnya pertanyaan yang disiapkan. Kedua, tema dalam debat terkait masalah-masalah yang fundamental. Yaitu pangan, energi, hutan, lingkungan dan infrastruktur. Ketiga, kesiapan masing-masing capres.

Sebagai incumben, Jokowi siap data. Wajar, karena ada pengalaman. Dalam konteks ini, Jokowi "tampak" lebih menguasai.

Disisi lain, Prabowo lebih kuat di visi kerakyatan. Filosofi yang dijadikan dasar visinya adalah program untuk rakyat, bukan rakyat untuk program. Dalam bahasa yang lebih parsial Prabowo bilang: infrastruktur untuk rakyat, bukan rakyat untuk infrastruktur. Ekonomi untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Prabowo mengoreksi semua kebijakan Jokowi menggunakan ukuran dampaknya terhadap kesejahteraaan rakyat.

Keduanya, baik Prabowo maupun Jokowi punya kekuatan, juga kelemahan masing-masing.

Diantara kelebihan Jokowi adalah bahwa ia punya data. Dan data-data itu cukup lengkap. Apakah data-data itu valid? Ini yang mesti dikoreksi. Soal akurasi dan validitas data, Jokowi seringkali punya masalah. Disinilah kelemahan Jokowi. Dan rakyat paham itu.

Jokowi bilang sejak tiga tahun ini tak ada kebakaran hutan. Faktanya, media memberitakan hasil riset PKHL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ada 14.604,84 Ha hutan terbakar di tahun 2016. Di tahun 2017, hutan yang terbakar ada 12.127,49 Ha. Dan tahun 2018 ada 4.666.38 Ha.

Data Citra Landsat lebih parah lagi. 2016 ada 438.361 Ha. 2017 ada 165.482. Dan hingga Agustus 2018 ada 71.958 Ha lahan hutan terbakar. Kenapa dibilang tak ada kebakaran? Inilah yang dikritik keras diantaranya oleh Greenpeace Indonesia. Disinilah kelemahan Jokowi dari dulu. Overclaim. Suka ngasal.

Begitu juga ketika Jokowi bilang bahwa 2018 kita impor 180 ribu ton jagung. Sementara data BPS mengungkapkan bahwa impor jagung mencapai 737.228 ton. Lah? Kok beda? Lalu, dari mana data itu didapatkan?

Jokowi bilang tidak ada konflik dalam pembebasan tanah untuk pembangunan infrastruktur. Jawa Pos merilis ada 659 kasus konflik lahan di 2017. Diantaranya adalah konflik perluasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin.

Data yang diungkap Jokowi banyak terkonfirmasi salah. Apakah Jokowi lupa? Atau sengaja? Apapun faktornya, ini tak semestinya terjadi. Sebab, ia presiden dan juga calon presiden. Kesalahan data berbahaya, terutama ketika dijadikan referensi untuk program berikutnya. Maka, semua data-data itu sebaiknya memang perlu dicek ulang.

Prabowo memilih tidak banyak bicara soal angka. Ini yang harus dievaluasi timses Prabowo untuk debat berikutnya. Karena bisa menimbulkan persepsi negatif bagi publik. Prabowo akan dianggap tidak menguasai. Padahal, soal data dan angka, itu urusan tim debat dan mudah diakses. Tinggal googling, kebuka semuanya. Hanya soal mau atau tidak untuk mengungkapkannya. Tapi tetap perlu, karena debat adalah area merebut persepsi rakyat.

Prabowo kuat di aspek nasionalisme dan program kerakyatan. Inilah basis filosofi yang nampaknya ingin dijadikan prinsip dasar bagi semua program dan kebijakannya. Semua program yang diungkapkan Prabowo selalu diukur dari seberapa besar dampaknya bagi kesejahteraan rakyat.

Berulangkali Prabowo menegaskan semua program dan kebijakan harus diorientasikan untuk rakyat. Apakah itu terkait pangan, energi, infrastruktur, kebijakan masalah hutan dan lingkungan hidup mesti diukur sebesar apa keperuntukannya bagi kesejahteraan rakyat. Baik rakyat itu petani, nelayan, buruh atau pedagang yang saat ini seringkali dijadikan korban atas nama pembangunan infrastruktur.

Jika ukuran debat ini adalah visi dan orientasi kerakyatan, Prabowo unggul. Begitu juga soal kejujuran. Dalam konteks ini, Prabowo lebih jujur. Bahkan demi kejujuran itu Prabowo berani mengapresiasi dan mengakui prestasi lawan debat. Satu sisi ada yang kecewa. Tapi, ini adalah sikap kenegarawanan yang layak diapresiasi.

Dua kali Prabowo tidak memberi tanggapan karena menganggap narasi dan konsep kedua kandidat sudah dianggap cukup untuk jadi solusi program. Disini nampak orientasi Prabowo bukan pada debat itu sendiri, atau sekedar urusan kalah-menang dan memuaskan pendukung, tapi lebih pada program solutif bagi persoalan yang dihadapi bangsa. Pesan ini yang kuat.

Tapi, jika yang diukur adalah data, penampilan Jokowi "kelihatan" lebih menguasai. Dia incumben. Sayangnya, dan betul-betul sangat disayangkan, banyak data yang keliru. Ini di persepsi publik, bisa sangat fatal. Karena akan dianggap sebagai sebuah kebohongan yang hanya untuk sekedar mencari simpati rakyat. Sekedar untuk menang dalam debat.

Pelajaran yang bisa diambil dari debat kedua ini, sekaligus kritik kepada kedua capres, bahwa calon pemimpin, terutama pemimpin bangsa, mesti punya integritas kuat dan kompetensi yang memadai. Integritas titik fokusnya kepada kejujuran dan komitmen kerakyatan. Apapun program, harus pertama, berbasis  pada data yang benar. Tidak boleh ngasal, apalagi bohong. Kedua, harus berorientasi pada kepentingan rakyat. Terukur dampaknya bagi kesejahteraan rakyat, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Sementara kompetensi menuntut Paslon paham terhadap masalah dan punya solusi strategis untuk mengatasi masalah itu. Bukan sekedar hafal angka-angka, kendati itu tetap diperlukan.

Setelah debat ini, semua akan dikembalikan kepada rakyat. Tepatnya, para pemilih. Kepada siapa mereka lebih percaya?

Apakah debat ini punya pengaruh elektabilitas? Pasti! Berapa besar? Tentu survei yang akan mengukurnya. Yang perlu disadari bahwa variabel yang mempengaruhi elektabilitas bukan cuma debat. Debat hanya salah satunya.

Banyak variabel di luar debat yang ikut berkontribusi terhadap elektabilitas. Besar kecilnya, bergantung dinamika psikologis, sosiologis dan rasionalitas para pemilih.

Pengaruh elektabilitas akan sangat ditentukan oleh kecenderungan pemilih. Rakyat yang punya kecenderungan pada kejujuran, integritas dan komitmen kerakyatan, besar kemungkinan akan pilih Prabowo. Tapi jika pemilih lebih cenderung ke pembangunan infrastruktur, maka kemungkinan akan pilih incumben.

Namun demikian, integritas dan komitmen kerakyatan, bagaimanapun tetap jauh lebih urgen dan mendasar dalam menjaga kedaulatan bangsa terutama untuk jangka panjang, dari pada kompetensi. Sebab, kompetensi bisa diasistensi oleh para pakar dan tim ahli kepresidenan. Beda dengan integritas dan komitmen, karena ini menyangkut moral dan karakter personal pemimpin. Dalam konteks ini, Prabowo lebih unggul. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
MUI Jabar Pertimbangkan untuk Haramkan Game PUBG

MUI Jabar Pertimbangkan untuk Haramkan Game PUBG

Kamis, 21 Mar 2019 12:56

BPN akan Undang Pemantau/Pengawas Pemilu 2019 dari Luar

BPN akan Undang Pemantau/Pengawas Pemilu 2019 dari Luar

Kamis, 21 Mar 2019 12:31

Tagar 17 April Good Bye Jokowi Posisi Teratas di Twitter

Tagar 17 April Good Bye Jokowi Posisi Teratas di Twitter

Kamis, 21 Mar 2019 11:37

Respon TKN Dianggap Merendahkan NU

Respon TKN Dianggap Merendahkan NU

Kamis, 21 Mar 2019 11:31

Radovan Karadzic Divonis Seumur Hidup atas Genosida dan Kejahatan Perang Terhadap Muslim Bosnia

Radovan Karadzic Divonis Seumur Hidup atas Genosida dan Kejahatan Perang Terhadap Muslim Bosnia

Kamis, 21 Mar 2019 11:05

Solusi Kartu Jokowi Recehan dan Pergantian Rezim

Solusi Kartu Jokowi Recehan dan Pergantian Rezim

Kamis, 21 Mar 2019 10:31

Ilusi Kesetaraan Gender

Ilusi Kesetaraan Gender

Kamis, 21 Mar 2019 10:18

Selandia Baru Akan Siarkan Adzan Hari Jum'at Melalui TV Nasional Demi Menghormati Umat Muslim

Selandia Baru Akan Siarkan Adzan Hari Jum'at Melalui TV Nasional Demi Menghormati Umat Muslim

Kamis, 21 Mar 2019 10:01

Saldo Moralitas Menag Lukman Hakim Menjadi Nol

Saldo Moralitas Menag Lukman Hakim Menjadi Nol

Kamis, 21 Mar 2019 09:19

Sekjen PDIP Sebut OKE OCE Gagal, Faktanya OKE OCE Sudah Berinvestasi Rp350 Milyar Selama 2018

Sekjen PDIP Sebut OKE OCE Gagal, Faktanya OKE OCE Sudah Berinvestasi Rp350 Milyar Selama 2018

Kamis, 21 Mar 2019 09:04

Ritual Adat Batui dalam Timbangan Aqidah Islam (Bagian Kelima-Selesai)

Ritual Adat Batui dalam Timbangan Aqidah Islam (Bagian Kelima-Selesai)

Kamis, 21 Mar 2019 08:30

Keberatan dengan Artikel Tirto.id, Jonru Kirim Hak Jawab

Keberatan dengan Artikel Tirto.id, Jonru Kirim Hak Jawab

Kamis, 21 Mar 2019 07:46

Menyucikan Kementerian Agama

Menyucikan Kementerian Agama

Kamis, 21 Mar 2019 07:44

Tuntunan Syariah dalam Membidik Arah Pemberdayaan Perempuan

Tuntunan Syariah dalam Membidik Arah Pemberdayaan Perempuan

Kamis, 21 Mar 2019 06:05

Perempuan Mulia

Perempuan Mulia

Kamis, 21 Mar 2019 05:33

Pemimpin Kita Itu Visioner, tapi (Maaf) Saya Mau Coblos Pak Prabowo Saja

Pemimpin Kita Itu Visioner, tapi (Maaf) Saya Mau Coblos Pak Prabowo Saja

Kamis, 21 Mar 2019 03:27

Perilaku Korupsi Politisi Harus Diakhiri

Perilaku Korupsi Politisi Harus Diakhiri

Kamis, 21 Mar 2019 01:20

Hadapi Pilpres, Din Syamsuddin: Warga Muhammadiyah Tak Boleh Netral

Hadapi Pilpres, Din Syamsuddin: Warga Muhammadiyah Tak Boleh Netral

Rabu, 20 Mar 2019 23:16

Islam Solusi Berantas Korupsi

Islam Solusi Berantas Korupsi

Rabu, 20 Mar 2019 23:08

Akan Ada Upaya Cipta Kondisi hanya Rakyat Mayoritas tak Sejalan dengan Jokowi?

Akan Ada Upaya Cipta Kondisi hanya Rakyat Mayoritas tak Sejalan dengan Jokowi?

Rabu, 20 Mar 2019 22:05


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X