Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.454 views

Debat Kedua, mana Capres Lebih Jujur dan Pro Rakyat?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Debat kedua lebih bermutu, juga lebih seru. Ini diantaranya karena pertama, lebih berkualitasnya pertanyaan yang disiapkan. Kedua, tema dalam debat terkait masalah-masalah yang fundamental. Yaitu pangan, energi, hutan, lingkungan dan infrastruktur. Ketiga, kesiapan masing-masing capres.

Sebagai incumben, Jokowi siap data. Wajar, karena ada pengalaman. Dalam konteks ini, Jokowi "tampak" lebih menguasai.

Disisi lain, Prabowo lebih kuat di visi kerakyatan. Filosofi yang dijadikan dasar visinya adalah program untuk rakyat, bukan rakyat untuk program. Dalam bahasa yang lebih parsial Prabowo bilang: infrastruktur untuk rakyat, bukan rakyat untuk infrastruktur. Ekonomi untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Prabowo mengoreksi semua kebijakan Jokowi menggunakan ukuran dampaknya terhadap kesejahteraaan rakyat.

Keduanya, baik Prabowo maupun Jokowi punya kekuatan, juga kelemahan masing-masing.

Diantara kelebihan Jokowi adalah bahwa ia punya data. Dan data-data itu cukup lengkap. Apakah data-data itu valid? Ini yang mesti dikoreksi. Soal akurasi dan validitas data, Jokowi seringkali punya masalah. Disinilah kelemahan Jokowi. Dan rakyat paham itu.

Jokowi bilang sejak tiga tahun ini tak ada kebakaran hutan. Faktanya, media memberitakan hasil riset PKHL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ada 14.604,84 Ha hutan terbakar di tahun 2016. Di tahun 2017, hutan yang terbakar ada 12.127,49 Ha. Dan tahun 2018 ada 4.666.38 Ha.

Data Citra Landsat lebih parah lagi. 2016 ada 438.361 Ha. 2017 ada 165.482. Dan hingga Agustus 2018 ada 71.958 Ha lahan hutan terbakar. Kenapa dibilang tak ada kebakaran? Inilah yang dikritik keras diantaranya oleh Greenpeace Indonesia. Disinilah kelemahan Jokowi dari dulu. Overclaim. Suka ngasal.

Begitu juga ketika Jokowi bilang bahwa 2018 kita impor 180 ribu ton jagung. Sementara data BPS mengungkapkan bahwa impor jagung mencapai 737.228 ton. Lah? Kok beda? Lalu, dari mana data itu didapatkan?

Jokowi bilang tidak ada konflik dalam pembebasan tanah untuk pembangunan infrastruktur. Jawa Pos merilis ada 659 kasus konflik lahan di 2017. Diantaranya adalah konflik perluasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin.

Data yang diungkap Jokowi banyak terkonfirmasi salah. Apakah Jokowi lupa? Atau sengaja? Apapun faktornya, ini tak semestinya terjadi. Sebab, ia presiden dan juga calon presiden. Kesalahan data berbahaya, terutama ketika dijadikan referensi untuk program berikutnya. Maka, semua data-data itu sebaiknya memang perlu dicek ulang.

Prabowo memilih tidak banyak bicara soal angka. Ini yang harus dievaluasi timses Prabowo untuk debat berikutnya. Karena bisa menimbulkan persepsi negatif bagi publik. Prabowo akan dianggap tidak menguasai. Padahal, soal data dan angka, itu urusan tim debat dan mudah diakses. Tinggal googling, kebuka semuanya. Hanya soal mau atau tidak untuk mengungkapkannya. Tapi tetap perlu, karena debat adalah area merebut persepsi rakyat.

Prabowo kuat di aspek nasionalisme dan program kerakyatan. Inilah basis filosofi yang nampaknya ingin dijadikan prinsip dasar bagi semua program dan kebijakannya. Semua program yang diungkapkan Prabowo selalu diukur dari seberapa besar dampaknya bagi kesejahteraan rakyat.

Berulangkali Prabowo menegaskan semua program dan kebijakan harus diorientasikan untuk rakyat. Apakah itu terkait pangan, energi, infrastruktur, kebijakan masalah hutan dan lingkungan hidup mesti diukur sebesar apa keperuntukannya bagi kesejahteraan rakyat. Baik rakyat itu petani, nelayan, buruh atau pedagang yang saat ini seringkali dijadikan korban atas nama pembangunan infrastruktur.

Jika ukuran debat ini adalah visi dan orientasi kerakyatan, Prabowo unggul. Begitu juga soal kejujuran. Dalam konteks ini, Prabowo lebih jujur. Bahkan demi kejujuran itu Prabowo berani mengapresiasi dan mengakui prestasi lawan debat. Satu sisi ada yang kecewa. Tapi, ini adalah sikap kenegarawanan yang layak diapresiasi.

Dua kali Prabowo tidak memberi tanggapan karena menganggap narasi dan konsep kedua kandidat sudah dianggap cukup untuk jadi solusi program. Disini nampak orientasi Prabowo bukan pada debat itu sendiri, atau sekedar urusan kalah-menang dan memuaskan pendukung, tapi lebih pada program solutif bagi persoalan yang dihadapi bangsa. Pesan ini yang kuat.

Tapi, jika yang diukur adalah data, penampilan Jokowi "kelihatan" lebih menguasai. Dia incumben. Sayangnya, dan betul-betul sangat disayangkan, banyak data yang keliru. Ini di persepsi publik, bisa sangat fatal. Karena akan dianggap sebagai sebuah kebohongan yang hanya untuk sekedar mencari simpati rakyat. Sekedar untuk menang dalam debat.

Pelajaran yang bisa diambil dari debat kedua ini, sekaligus kritik kepada kedua capres, bahwa calon pemimpin, terutama pemimpin bangsa, mesti punya integritas kuat dan kompetensi yang memadai. Integritas titik fokusnya kepada kejujuran dan komitmen kerakyatan. Apapun program, harus pertama, berbasis  pada data yang benar. Tidak boleh ngasal, apalagi bohong. Kedua, harus berorientasi pada kepentingan rakyat. Terukur dampaknya bagi kesejahteraan rakyat, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Sementara kompetensi menuntut Paslon paham terhadap masalah dan punya solusi strategis untuk mengatasi masalah itu. Bukan sekedar hafal angka-angka, kendati itu tetap diperlukan.

Setelah debat ini, semua akan dikembalikan kepada rakyat. Tepatnya, para pemilih. Kepada siapa mereka lebih percaya?

Apakah debat ini punya pengaruh elektabilitas? Pasti! Berapa besar? Tentu survei yang akan mengukurnya. Yang perlu disadari bahwa variabel yang mempengaruhi elektabilitas bukan cuma debat. Debat hanya salah satunya.

Banyak variabel di luar debat yang ikut berkontribusi terhadap elektabilitas. Besar kecilnya, bergantung dinamika psikologis, sosiologis dan rasionalitas para pemilih.

Pengaruh elektabilitas akan sangat ditentukan oleh kecenderungan pemilih. Rakyat yang punya kecenderungan pada kejujuran, integritas dan komitmen kerakyatan, besar kemungkinan akan pilih Prabowo. Tapi jika pemilih lebih cenderung ke pembangunan infrastruktur, maka kemungkinan akan pilih incumben.

Namun demikian, integritas dan komitmen kerakyatan, bagaimanapun tetap jauh lebih urgen dan mendasar dalam menjaga kedaulatan bangsa terutama untuk jangka panjang, dari pada kompetensi. Sebab, kompetensi bisa diasistensi oleh para pakar dan tim ahli kepresidenan. Beda dengan integritas dan komitmen, karena ini menyangkut moral dan karakter personal pemimpin. Dalam konteks ini, Prabowo lebih unggul. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Farhan Syafero: Aktivis Dakwah Gugur Salah Tembak dalam Tragedi Berdarah Jakarta, Ayo Bantu.!!

Aktivis dakwah ini gugur di bulan suci Ramadhan saat siaga menjaga markas FPI dan rumah Habib Rizieq. Jasadnya terkapar bersimbah darah dengan lubang peluru menembus dada hingga punggung....

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Ditimpa Musibah Bertubi-tubi, Keluarga Muallaf Hidup Memprihatinkan, Ayo Bantu...!!!

Muallaf Evelyn harus berjuang keras menafkahi kelima anaknya, meski fisiknya rapuh mengidap kanker tiroid. Betapapun pahitnya hidup, ia tetap tegar mewujudkan mimpi anaknya yang hafal Al-Quran...

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan Penuh Berkah IDC Kembali Santuni Yatim Dhuafa

Dibulan yang penuh berkah ini Infaq Dakwah Center memberikan santunan kepada anak-anak yatim dhuafa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan acara buka bersama anak yatim dhuafa yang diadakan...

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Latest News
Pencermatan Ka’ban Pascasidang MK

Pencermatan Ka’ban Pascasidang MK

Senin, 17 Jun 2019 18:01

Fenomena Pembubaran Kajian

Fenomena Pembubaran Kajian

Senin, 17 Jun 2019 16:01

Apresiasi untuk (Ketua) MK

Apresiasi untuk (Ketua) MK

Senin, 17 Jun 2019 16:01

Liga Arab Desak Militer Sudan Segera Serahkan Kekuasaan ke Sipil

Liga Arab Desak Militer Sudan Segera Serahkan Kekuasaan ke Sipil

Senin, 17 Jun 2019 15:58

Istri PM Israel Dihukum karena Salahgunakan Dana Publik

Istri PM Israel Dihukum karena Salahgunakan Dana Publik

Senin, 17 Jun 2019 15:32

Israel Miliki Hampir 100 Hulu Ledak Nuklir

Israel Miliki Hampir 100 Hulu Ledak Nuklir

Senin, 17 Jun 2019 15:19

Halal bi Halal Salimah bersama Majelis Taklim dan Aa Gym

Halal bi Halal Salimah bersama Majelis Taklim dan Aa Gym

Senin, 17 Jun 2019 15:08

LPSK Siap Beri Perlindungan Para Saksi dan Ahli Sidang Sengketa Pilpres di MK

LPSK Siap Beri Perlindungan Para Saksi dan Ahli Sidang Sengketa Pilpres di MK

Senin, 17 Jun 2019 14:03

Ketika Hehamahua Sudah Teriak Moral, Dimana Tokoh yang Lain?

Ketika Hehamahua Sudah Teriak Moral, Dimana Tokoh yang Lain?

Senin, 17 Jun 2019 10:50

Ikuti Jejak NU dan Muhammadiyah, Persis Segera Produksi Film Layar Lebar

Ikuti Jejak NU dan Muhammadiyah, Persis Segera Produksi Film Layar Lebar

Senin, 17 Jun 2019 08:49

Militer Mali Klaim Pasukan Prancis dan Mali Tewaskan 20 Jihadis dalam Operasi di Akabar

Militer Mali Klaim Pasukan Prancis dan Mali Tewaskan 20 Jihadis dalam Operasi di Akabar

Ahad, 16 Jun 2019 22:45

50 Tahanan Palestina Lakukan Upaya Mogok Makan Baru di Penjara Israel

50 Tahanan Palestina Lakukan Upaya Mogok Makan Baru di Penjara Israel

Ahad, 16 Jun 2019 22:35

Erdogan: Sistem Pertahanan Rudal S-400 Akan Mulai Tiba Bulan Juli

Erdogan: Sistem Pertahanan Rudal S-400 Akan Mulai Tiba Bulan Juli

Ahad, 16 Jun 2019 22:15

Serangan Pemboman Al-Shabaab di Ibukota Somalia dan Perbatasan Kenya Tewaskan 18 Orang

Serangan Pemboman Al-Shabaab di Ibukota Somalia dan Perbatasan Kenya Tewaskan 18 Orang

Ahad, 16 Jun 2019 22:00

Mantan Presiden Omar al-Bashir Akan Dirujuk ke Pengadilan Setelah Masa Banding Satu Pekan

Mantan Presiden Omar al-Bashir Akan Dirujuk ke Pengadilan Setelah Masa Banding Satu Pekan

Ahad, 16 Jun 2019 21:31

Menjaga Persaudaraan sebagai Implementasi Nilai-nilai Ketaqwaan Pasca Ramadhan

Menjaga Persaudaraan sebagai Implementasi Nilai-nilai Ketaqwaan Pasca Ramadhan

Ahad, 16 Jun 2019 09:53

Waspada Narasi Toleransi

Waspada Narasi Toleransi

Ahad, 16 Jun 2019 08:25

[VIDEO] FLASHDISK HYPER-ISLAM PALING LENGKAP 32 GB, #HyperDisk Islami !!

[VIDEO] FLASHDISK HYPER-ISLAM PALING LENGKAP 32 GB, #HyperDisk Islami !!

Ahad, 16 Jun 2019 08:20

Yes, Kini Ada Perpustakaan Islam Apps dalam HP Android Kamu!

Yes, Kini Ada Perpustakaan Islam Apps dalam HP Android Kamu!

Ahad, 16 Jun 2019 07:53

Mantan Presiden Terguling Sudan akan Diadili Pekan Depan

Mantan Presiden Terguling Sudan akan Diadili Pekan Depan

Ahad, 16 Jun 2019 07:22


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X