Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.633 views

Aborsi Aman, Mesti Dilegalkan?

 

Oleh:

Mila Ummu Tsabita, Pegiat Komunitas Muslimah Lit-Taghyir  

 

PEMERINTAH siapkan layanan aborsi aman sesuai aturan.  Itu tajuk yang tertulis di laman suarasurabaya.net (19/2). Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kirana Pritasari membenarkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan layanan aborsi aman, yang diperbolehkan oleh peraturan perundang-undangan.  “Kami sedang menyiapkan peraturan yang lebih operasional.  Untuk beberapa rumah sakit , terutama rumah sakit pendidikan.  Sudah ada tim untuk melakukan aborsi aman yang terpadu, termasuk layanan konseling oleh psikolog dan psikiater,” jelasnya.

Peraturan yang mana yang beliau maksud?  Kalau merujuk UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, sebenarnya melarang praktik aborsi.  Dikecualikan apabila terdapat indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia kehamilan dini dan hamil akibat perkosaan yang menyebabkan trauma bagi korban.

Dalam PP nomor 61 tahun 2014 tentang kesehatan reproduksi, juga mengatur batas usia kehamilan yang diperbolehkan melakukan aborsi.  Dalam pasal 31 menyatakan  bahwa aborsi boleh dilakukan apabila kehamilan paling lama 40 hari dihitung sejak hari pertama haid terakhir.

Aborsi sendiri adalah tindakan penghentian kehamilan dengan cara tertentu sebelum janin dapat hidup di luar rahim ibunya. Yaitu pada usia janin kurang dari 20 minggu dan berat badan janin kurang dari 500 gram. Terkait aborsi karena indikasi  medis atau membahayakan nyawa ibu maka tidak ada yang mempersoalkan.   Namun ketika aborsi dibolehkn untuk kasus perkosaan, ini yang menimbulkan polemik.  Karena masalah seperti ini memang sensitif, pro-kontra terjadi.  Yang dikhawatirkan pada awalnya hanya untuk kasus perkosaan, selanjutnya siapa yang bisa menebak yang akan terjadi? Benar juga ya.  Soalnya di Indonesia, sudah biasa peraturan dilanggar.  Begini cara pandang kelompok pro-life.

Tapi bagi pihak pro-choice pendukung hak aborsi,  tubuh perempuan adalah otoritasnya dan janin adalah bagian dari tubuh mereka.  Jadi, adalah hak perempuan untuk memilih melanjutkan atau menggugurkan janinnya. (kumparan.com, 17/9/2018).  Inilah yang ingin diperjuangkan mereka juga di RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS), yang masih mandeg di DPR RI. Karena menurut Koalisi Perempuan “Inisiatif RUU penghapusan kekerasan seksual di DPR ini sebetulnya harapan baru bagi korban (kekerasan seksual)”. (bbc.com, 30/1)     

Di Indonesia, kasus aborsi terbilang cukup tinggi.  Berdasarkan perkiraan BKKBN, ada sekitar 2 juta kasus/tahun.  Sebagian besar di antaranya adalah aborsi yang tidak aman. Ini hanya perkiraan, karena kasus yang terbongkar tentu lebih sedikit dari kejadian yang sesungguhnya.  Bisa membayangkan, jika aborsi kemudian dilegalkan walaupun dengan catatan “karena perkosaan”?  Lalu bagaimana pandangan Islam terkait persoalan sensitif ini ?

Aborsi dan Rusaknya Interaksi Sosial

Sebenarnya, anak yang dikandung tak punya salah apapun. Setiap anak terlahir di dunia ini dalam keadaan suci, bersih dan tak bernoda.   Nabi Saw bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?”  (HR. Bukhari)

Lalu mengapa dia harus di-aborsi ?  Sungguh Allah telah mencela tindakan aborsi, dalam firmannya :  “ Ketika bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apa mereka dibunuh ? “ ( TQS. At Takwir : 8-9).

Fakta yang menyakitkan ini telah jamak terjadi, bahkan lebih buruk dari perilaku jaman jahiliyah.  Di mana bayi perempuan dikubur hidup-hidup. Kini, anak yang seharusnya dianggap amanah dari Allah SWT kepada orangtua dan biasanya diharapkan menjadi anak yang sholeh, penyejuk mata, malah jadi dianggap beban.  Karena kehadiran anak justru di saat berada dalam berbagai “kondisi” yang tak diinginkan. 

Apalagi akhir-akhir ini marak terjadi kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak-anak,  baik itu dilakukan oleh orang lain atau keluarga terdekat mereka. Bahkan dilakukan oleh keluarga sedarah (incest) . Sungguh keadaan yang amat miris dan sangat mengkhawatirkan. Bagaimana juga jika korban perkosaan malah hamil?  Selain itu kasus kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) akibat pergaulan bebas juga tinggi.  Hal ini jelas membuktikan bahwa kondisi egara keluarga dan masyarakat  dalam kondisi sangat “parah”.

Seperti kasus perkosaan kepada gadis (18 tahun) penyandang disabilitas (mental) oleh ayah, kakak dan adik kandung korban.  Perkosaan sudah berlangsung  satu tahun, di rumah mereka di Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.  (tribunnews.com, 24/2/2019). Kalau seandainya si korban hamil, maka aborsi akan “dianggap” sebagai solusi.

Atau pada kasus lain yang menimbulkan pro-kontra tahun lalu, ketika seorang perempuan korban pemerkosaan dijadikan tersangka dalam kasus aborsi.  Dia pun sempat merasakan dinginnya ruang tahanan.    Kasus ini menyita perhatian organisasi perlindungan anak di dunia, termasuk Lembaga Perlindungan Khusus Anak (LPKA) di Indonesia.  (jawapos.com , 03/08/2018).  Karena kakak korban dijatuhi pidana penjara karena terbukti melakukan pemerkosaan terhadap adiknya.  Sedangkan adiknya  yang notebene sebagai korban, juga dijatuhi vonis karena telah terbukti melakukan abors dan  telah melanggar UU Perlindungan Anak.

Saat itu, banyak elemen dan aliansi dari masyarakat yang menganggap hal ini sangatlah tidak adil khususnya bagi korban. Mereka juga menilai bahwa korban pemerkosaan boleh melakukan tindakan aborsi karena kehamilan tidak diinginkan (KTD), agar tidak menyebabkan trauma yang berkepanjangan.

Apakah aborsi adalah masalah yang berdiri sendiri?  Tentu tidak.  Sungguh ini menjadi Potret buram kondisi masyarakat kekinian. Dalam sistem sekuler-kapitalis yang penuh dengan kebebasan, kerusakan moral remaja, juga rusaknya interaksi antar anggota keluarga menjadi sulit dihindari.  Maraknya konten porno yang bisa diakses kapan saja, juga  pengawasan yang semakin ”longgar”, baik dari orangtua atau aparat telah ikut menambah persoalan ini semakin ruwet.  Sistem hukum yang lemah,  bahkan malah membedakan prilaku perzinaan karena suka sama suka, dengan perkosaan turut menyumbang persoalan di negri ini.

Jadi kasus kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) baik itu akibat perkosaan atau incest  hanyalah dampak dari perilaku manusia yang menganggap “enteng” hubungan seksual tanpa ikatan yang sah, atau yang tak sesuai Syara’. Tapi kadang rasa malu, tidak siap bertanggung jawab, atau alasan lainnya telah mendorong pada tindakan aborsi.  Bahkan kadang berujung maut pada si ibu, karena persalinan yang tidak “aman”. 

Maka, apakah dengan dibolehkannya aborsi bagi korban perkosaan akan menyelesaikan masalah? Kalau ternyata prilaku yang menyumbang tingginya kasus KTD tak segera diselesaikan?  Belum lagi, angka aborsi cukup tinggi ketika belum dilegalkan, lalu bagaimana ketika negara justru memfasilitasi?   Khawatirnya, angkanya akan naik fantastis.  Naudzubillah.

 

Menuntaskan Masalah dengan Islam

Islam menetapkan bahwa orang tua harus mampu melindungi anak dan senantiasa menjauhkan diri dari bahaya fisik dan psikis serta pemikiran.   Selain keluarga, masyarakat dan egara juga mempunyai andil dan tanggung jawab yang besar untuk melindungi anak-anak kita dari tindakan kejahatan.  Termasuk bagaimana aturan interaksi di dalam keluarga (hayatul khas) yang manjauhkan munculnya naluri seksual di antara saudara sedarah atau mahrom (incest).  Juga bagaimana aturan antar anggota masyarakat, yang saling bekerja sama dalam hal yang umum saja, dijauhkan dari hubungan spesial yang bebas sebagaimana terjadi saat ini.

Semua aturan interaksi di keluarga dan masyarakat bisa diterapkan, dengan memperbaiki egara kehidupan dengan Islam.   Untuk itu diperlukan peran dari keluarga, sekolah, masyarakat dan egara.  Semua unsur ini akan bertanggung jawab dalam membentuk life style masyarakat yang dibangun berdasarkan Islam.  Semuanya juga bekerja sama untuk mewujudkan kehidupan dan lingkungan yang kondusif untuk perkembangan para remaja, agar selalu disibukkan dengan hal yang positif.  Jauh dari unsur sensualitas dan pornografi.

Dalam hal persoalan kerusakan pergaulan di masyarakat (termasuk di kalangan remaja) , maka peran negara sangat lah besar.  Negara wajib turun tangan menerapkan pengaturan interaksi laki-laki dan perempuan dengan Islam.  Juga pemberian sanksi yang keras bagi pelaku zina, incest, dan penyimpangan seksual lainnya. Juga bagaimana jaminan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, seperti bagaimana menyediakan rumah yang layak huni dan memenuhi standar pengaturan ruang privat sesuai Islam. Sehingga mampu mencegah tindakan incest di tengah masyarakat. Termasuk pengaturan media agar tetap edukatif, bukan merusak generasi.

Negara pun harus menerapkan sanksi yang tegas bagi para pelaku kriminal (maksiat).  Terkait aborsi, menurut Islam adalah dosa atau tindakan kriminal.  Karena tindakan menghilangkan jiwa manusia yang terpelihara darahnya. Tindakan ini , diberi sanksi diyat (tebusan) yang ukurannya sama dengan diyat ghurrah, yaitu sepersepuluh diyat  manusia dewasa. 

Allah berfirman : “ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan sesuatu (sebab) yang benar .” (TQS. Al An’am : 151).

Abu Hurayrah berkata : “ Rasulullah telah menetapkan bagi janin seorang wanita Bani Lahyan yang digugurkan, kemudian meninggal dengan diyat ghurrah, baik budak lelaki atau pun budak perempuan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bentuk minimal janin yang gugur dan mewajibkan diyat ghurrah , adalah sudah tampak wujud manusia, seperti punya jari, tangan atau kaki.

Jadi, Allah telah mencela tindakan aborsi, dalam firmannya :  “ Ketika bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apa mereka dibunuh ? “ ( TQS. At Takwir : 8-9).

Sehingga ibu, ayah bahkan dokter, termasuk korban perkosaan pun haram melakukan aborsi.  Apalagi  ketika janin pada fase pembentukan, juga ketika telah ditiupkan ruh padanya, atau berusia lebih dari 40 hari.  Kecuali kehamilan ibu bermasalah berdasarkan indikasi medis dari seorang dokter yang adil (bukan fasik).  Bukan dokter atau bidan yang memang dengan sengaja memfasilitasi kejahatan.

Lalu bagaimana nasib anak itu ketika ibunya dalam “kondisi tidak stabil” dampak dari perkosaan, tetap diharuskan melanjutkan kehamilan tersebut?   Solusinya, ketika dia telah lahir adalah dipelihara oleh pihak keluarga ibu.  Karena hak pengasuhan dalam Islam ada pada ibu.  Ketika ibu dalam kondisi yang “menghalangi”-nya mengurus sang buah hati, maka kerabat terdekat dari pihak ibulah yang berhak mengasuh, seperti nenek dari anak tersebut, bibi anak tersebut, dst.  Berdasarkan sabda Rasul Saw. : “Bibi (saudara perempuan ibu) kedudukannya sama seperti ibu.” (HR. Bukhari).

Sungguh,  legalisasi aborsi adalah melegalkan tindakan kejahatan (kriminal) .  Aborsi bukanlah  solusi tuntas terhadap maraknya kasus pemerkosaan yang berujung pada kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) .  Hanya dengan mengubah pola hidup di tengah masyarakat dengan Islam , maka persoalan perkosaan, incest, KTD dan masalah gaul salah yang  lain, bisa tuntas.  Sehingga masalah aborsi (tidak aman) mampu ditekan. Insha Allah.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
MUI Jabar Pertimbangkan untuk Haramkan Game PUBG

MUI Jabar Pertimbangkan untuk Haramkan Game PUBG

Kamis, 21 Mar 2019 12:56

BPN akan Undang Pemantau/Pengawas Pemilu 2019 dari Luar

BPN akan Undang Pemantau/Pengawas Pemilu 2019 dari Luar

Kamis, 21 Mar 2019 12:31

Tagar 17 April Good Bye Jokowi Posisi Teratas di Twitter

Tagar 17 April Good Bye Jokowi Posisi Teratas di Twitter

Kamis, 21 Mar 2019 11:37

Respon TKN Dianggap Merendahkan NU

Respon TKN Dianggap Merendahkan NU

Kamis, 21 Mar 2019 11:31

Radovan Karadzic Divonis Seumur Hidup atas Genosida dan Kejahatan Perang Terhadap Muslim Bosnia

Radovan Karadzic Divonis Seumur Hidup atas Genosida dan Kejahatan Perang Terhadap Muslim Bosnia

Kamis, 21 Mar 2019 11:05

Solusi Kartu Jokowi Recehan dan Pergantian Rezim

Solusi Kartu Jokowi Recehan dan Pergantian Rezim

Kamis, 21 Mar 2019 10:31

Ilusi Kesetaraan Gender

Ilusi Kesetaraan Gender

Kamis, 21 Mar 2019 10:18

Selandia Baru Akan Siarkan Adzan Hari Jum'at Melalui TV Nasional Demi Menghormati Umat Muslim

Selandia Baru Akan Siarkan Adzan Hari Jum'at Melalui TV Nasional Demi Menghormati Umat Muslim

Kamis, 21 Mar 2019 10:01

Saldo Moralitas Menag Lukman Hakim Menjadi Nol

Saldo Moralitas Menag Lukman Hakim Menjadi Nol

Kamis, 21 Mar 2019 09:19

Sekjen PDIP Sebut OKE OCE Gagal, Faktanya OKE OCE Sudah Berinvestasi Rp350 Milyar Selama 2018

Sekjen PDIP Sebut OKE OCE Gagal, Faktanya OKE OCE Sudah Berinvestasi Rp350 Milyar Selama 2018

Kamis, 21 Mar 2019 09:04

Ritual Adat Batui dalam Timbangan Aqidah Islam (Bagian Kelima-Selesai)

Ritual Adat Batui dalam Timbangan Aqidah Islam (Bagian Kelima-Selesai)

Kamis, 21 Mar 2019 08:30

Keberatan dengan Artikel Tirto.id, Jonru Kirim Hak Jawab

Keberatan dengan Artikel Tirto.id, Jonru Kirim Hak Jawab

Kamis, 21 Mar 2019 07:46

Menyucikan Kementerian Agama

Menyucikan Kementerian Agama

Kamis, 21 Mar 2019 07:44

Tuntunan Syariah dalam Membidik Arah Pemberdayaan Perempuan

Tuntunan Syariah dalam Membidik Arah Pemberdayaan Perempuan

Kamis, 21 Mar 2019 06:05

Perempuan Mulia

Perempuan Mulia

Kamis, 21 Mar 2019 05:33

Pemimpin Kita Itu Visioner, tapi (Maaf) Saya Mau Coblos Pak Prabowo Saja

Pemimpin Kita Itu Visioner, tapi (Maaf) Saya Mau Coblos Pak Prabowo Saja

Kamis, 21 Mar 2019 03:27

Perilaku Korupsi Politisi Harus Diakhiri

Perilaku Korupsi Politisi Harus Diakhiri

Kamis, 21 Mar 2019 01:20

Hadapi Pilpres, Din Syamsuddin: Warga Muhammadiyah Tak Boleh Netral

Hadapi Pilpres, Din Syamsuddin: Warga Muhammadiyah Tak Boleh Netral

Rabu, 20 Mar 2019 23:16

Islam Solusi Berantas Korupsi

Islam Solusi Berantas Korupsi

Rabu, 20 Mar 2019 23:08

Akan Ada Upaya Cipta Kondisi hanya Rakyat Mayoritas tak Sejalan dengan Jokowi?

Akan Ada Upaya Cipta Kondisi hanya Rakyat Mayoritas tak Sejalan dengan Jokowi?

Rabu, 20 Mar 2019 22:05


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X