Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.219 views

Menghormati Guru, Mengapa Susah Sekali?

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Alangkah menyenangkan, melihat murid sangat hormat kepada guru mereka. Di suatu kisah, ketika sang guru hendak berwudhu, sang murid menuangkan air wudu untuk gurunya. Di satu kisah yang lain, juga pernah didapati dua orang murid berebut sandal sang guru, agar beliau bisa dengan mudah memakai sandalnya kembali saat hendak pulang seusai mengajar. Alangkah menyejukkan mata, para murid begitu bergairah menimba ilmu dari sang guru, karena kebersamaannya dengan sang guru adalah kesempatan untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Bagi mereka, mendengarkan ilmu dari seorang guru meski sesaat melebihi kenikmatan membaca setumpuk buku.

Pada masa itu, seorang guru tidak dinilai karena bagus pakaiannya. Seorang Atha' bin Abi rabah adalah orang yang berpenampilan fisik sangat sederhana, dengan kulit hitam dan pakaian seadanya yang menunjukkan kemiskinannya. Tetapi karena keluasan ilmunya, dia dipilih oleh Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik dan puteranya sebagai tempat bertanya, menimba ilmu darinya. Bahkan beliau berpesan kepada puteranya untuk selalu bertaqwa dan mencari ilmu, karena tidaklah pernah Sulaiman bin Abdul Malik merasa hina di hadapan manusia, kecuali di hadapan Atha' bin Abi Rabah. Itu karena keluasan ilmu dan keikhlasannya dalam mengajarkan ilmu yang dimiliki.

Begitulah, Islam dengan penerapannya di bawah sistem Khilafah menghormati guru. Dua kisah tersebut sebagai contoh bagaimana Islam dengan sistem Khilafah memperlakukan guru.

Syahdan, adalah kisah putera Al Makmun dan putera Harun Ar Rosyid. Kedua Khalifah ini disamping menghormati guru dengan besarnya gaji, keduanya juga berhasil mendidik putera-puteranya dan masyarakatnya untuk menghormati guru. Sistem ini berhasil menciptakan manusia-manusia yang menghormati ilmu dan pemiliknya. Sungguh, hanya dengan ilmu manusia menjadi beradab dan karena pengajarnya, ilmu bisa menghantarkan generasi yang mencintai kemuliaan hidup dan berjuang untuk terus menjaga keberlangsungannya.

Guru dan Murid Masa Kini

Sangat jauh bila melihat apa yang terjadi dengan hubungan antara guru dan murid saat sekarang. Entah mulai sejak kapan gejala rusaknya hubungan ini, yang jelas sekarang nampak semakin parah. Kalau dulu di generasi X, Y, dan Z, sikap melecehkan guru biasanya dilakukan dengan menirukan gaya guru di belakang beliau, sekarang sudah berubah gaya tetapi semakin parah. Seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu, ada murid SMP menantang gurunya, murid memukul guru, murid memperkarakan guru, bahkan murid membunuh guru. Pelakunya memang hanya beberapa murid, tetapi mereka didukung penuh oleh teman-teman mereka dengan sorak sorai di belakangnya atau membiarkan aksi kurang ajar ini berlalu begitu saja.

Pakar pendidikan berpendapat bahwa rusaknya moral anak-anak kita dimulai dari keluarga mereka. Hal ini tidak sepenuhnya salah, tetapi menuding hanya orangtua yang bertanggungjawab atas kegagalan ini,  jelas jauh dari akar persoalan dan tidak akan menyelesaikan masalah. Karena moral anak-anak kita adalah hasil pendidikan dari semua pihak, orangtua, sekolah, masyarakat, dan negara dengan sistem pendidikan yang diberlakukan. Dan sebenarnya, dengan sistem pendidikan yang diadopsi oleh negara ini berjalanlah pendidikan di sekolah, di masyarakat, juga di rumah.

Sistem pendidikan kita berjalan di atas kehidupan sekular, maka tidaklah mengherankan agama tidak akan pernah dijadikan standar, termasuk dalam hal menghormati guru. Jelas tercermin pada saat menteri pendidikan menyikapi kasus murid menantang guru yang terjadi beberapa saat yang lalu. Dengan entengnya beliau menanggapi bahwa seharusnya sang guru berpenampilan lebih menarik, agar terlihat berwibawa di hadapan murid-muridnya. Solusi seperti ini jelas lahir karena memang dalam sistem pendidikan sekular tidak ada konsep pahala, ridlo Allah, juga adab atau moral dalam menimba ilmu.

Anak-anak kita dibesarkan dan dididik dengan konsep kebebasan seperti yang digagas oleh Jean Jacques Rousseau, seorang filsuf Perancis yang menginspirasi lahirnya sistem politik Demokrasi dan pemikiran edukasi modern dengan kebebasan di Eropa pada tahun 1770an. Pemikiran ini yang menjadi dasar sistem pendidikan dan kurikulum pendidikan negara-negara di dunia, termasuk di negeri kita. Dilengkapi oleh seperangkat hukum dan undang-undang yang melindungi anak-anak kita berperilaku bebas, termasuk bertindak tidak patut kepada guru-guru mereka. Konsekuensi rusaknya moral generasi sudah kita terima, janji lahirnya generasi cerdas dari sistem ini masih sekadar menjadi harapan. Dengan begitu, masihkah kita terus berangan-angan kosong dari sistem sekular ini? (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Sakit Stroke, Muallaf Mantan Hindu ini Hidup Sebatang Kara di Gubuk Lapuk. Ayo Bantu.!!

Nyaris sempurna ujian hidup muallaf Nyoman Kawi. Di usia senja, ia tak bisa mencari nafkah karena stroke telah mematikan separo tubuhnya. Hidup sebatang kara, ia tinggal di gubuk lapuk yang tidak...

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Guru SMP Islam & Mahasiswi Bahasa Arab Solo Terlindas Truk Kontainer. Ayo Bantu..!!!

Musibah dahsyat menimpa Ustadzah Juwariah. Terlindas truk kontainer, ia kritis tak sadarkan diri: tulang panggul remuk, tulang pubis patah, engsel tulang panggul bergeser (dislokasi), engkel...

Latest News
MUI Jabar Pertimbangkan untuk Haramkan Game PUBG

MUI Jabar Pertimbangkan untuk Haramkan Game PUBG

Kamis, 21 Mar 2019 12:56

BPN akan Undang Pemantau/Pengawas Pemilu 2019 dari Luar

BPN akan Undang Pemantau/Pengawas Pemilu 2019 dari Luar

Kamis, 21 Mar 2019 12:31

Tagar 17 April Good Bye Jokowi Posisi Teratas di Twitter

Tagar 17 April Good Bye Jokowi Posisi Teratas di Twitter

Kamis, 21 Mar 2019 11:37

Respon TKN Dianggap Merendahkan NU

Respon TKN Dianggap Merendahkan NU

Kamis, 21 Mar 2019 11:31

Radovan Karadzic Divonis Seumur Hidup atas Genosida dan Kejahatan Perang Terhadap Muslim Bosnia

Radovan Karadzic Divonis Seumur Hidup atas Genosida dan Kejahatan Perang Terhadap Muslim Bosnia

Kamis, 21 Mar 2019 11:05

Solusi Kartu Jokowi Recehan dan Pergantian Rezim

Solusi Kartu Jokowi Recehan dan Pergantian Rezim

Kamis, 21 Mar 2019 10:31

Ilusi Kesetaraan Gender

Ilusi Kesetaraan Gender

Kamis, 21 Mar 2019 10:18

Selandia Baru Akan Siarkan Adzan Hari Jum'at Melalui TV Nasional Demi Menghormati Umat Muslim

Selandia Baru Akan Siarkan Adzan Hari Jum'at Melalui TV Nasional Demi Menghormati Umat Muslim

Kamis, 21 Mar 2019 10:01

Saldo Moralitas Menag Lukman Hakim Menjadi Nol

Saldo Moralitas Menag Lukman Hakim Menjadi Nol

Kamis, 21 Mar 2019 09:19

Sekjen PDIP Sebut OKE OCE Gagal, Faktanya OKE OCE Sudah Berinvestasi Rp350 Milyar Selama 2018

Sekjen PDIP Sebut OKE OCE Gagal, Faktanya OKE OCE Sudah Berinvestasi Rp350 Milyar Selama 2018

Kamis, 21 Mar 2019 09:04

Ritual Adat Batui dalam Timbangan Aqidah Islam (Bagian Kelima-Selesai)

Ritual Adat Batui dalam Timbangan Aqidah Islam (Bagian Kelima-Selesai)

Kamis, 21 Mar 2019 08:30

Keberatan dengan Artikel Tirto.id, Jonru Kirim Hak Jawab

Keberatan dengan Artikel Tirto.id, Jonru Kirim Hak Jawab

Kamis, 21 Mar 2019 07:46

Menyucikan Kementerian Agama

Menyucikan Kementerian Agama

Kamis, 21 Mar 2019 07:44

Tuntunan Syariah dalam Membidik Arah Pemberdayaan Perempuan

Tuntunan Syariah dalam Membidik Arah Pemberdayaan Perempuan

Kamis, 21 Mar 2019 06:05

Perempuan Mulia

Perempuan Mulia

Kamis, 21 Mar 2019 05:33

Pemimpin Kita Itu Visioner, tapi (Maaf) Saya Mau Coblos Pak Prabowo Saja

Pemimpin Kita Itu Visioner, tapi (Maaf) Saya Mau Coblos Pak Prabowo Saja

Kamis, 21 Mar 2019 03:27

Perilaku Korupsi Politisi Harus Diakhiri

Perilaku Korupsi Politisi Harus Diakhiri

Kamis, 21 Mar 2019 01:20

Hadapi Pilpres, Din Syamsuddin: Warga Muhammadiyah Tak Boleh Netral

Hadapi Pilpres, Din Syamsuddin: Warga Muhammadiyah Tak Boleh Netral

Rabu, 20 Mar 2019 23:16

Islam Solusi Berantas Korupsi

Islam Solusi Berantas Korupsi

Rabu, 20 Mar 2019 23:08

Akan Ada Upaya Cipta Kondisi hanya Rakyat Mayoritas tak Sejalan dengan Jokowi?

Akan Ada Upaya Cipta Kondisi hanya Rakyat Mayoritas tak Sejalan dengan Jokowi?

Rabu, 20 Mar 2019 22:05


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X