Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.029 views

Sekolah Ibu untuk Perempuan, Perlukah?

Oleh: Fatimah Azzahra, S.Pd 

Tingginya angka perceraian di Kabupaten Bandung Barat, membuat pemerintah mencetuskan ide mengadakan  sekolah ibu. Program sekolah ibu ini sudah terlebih dulu diterapkan di kota Hujan, Bogor. Sekolah Ibu di Bogor didirikan berawal dari keresahan masyarakat akan fenomena sosial, salah satunya yaitu tingginya angka perceraian. Sekolah Ibu di Bogor berjalan mulai pertengahan Juli 2018. Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat, Hengky Kurniawan, mendapat banyak testimoni dari Para Peserta Sekolah Ibu bahwa setelah mengikuti Sekolah Ibu mereka lebih mudah berkomunikasi dan memahami suami dan anak-anak. Sehingga keharmonisan dalam rumah tangga terbangun (detik.com, 30/12/2018).

Kontroversi mulai terjadi karena pernyataan sang wakil bupati yang seolah menyalahkan ibu sebagai penyebab perceraian. Komisioner Komnas Perempuan, Riri Khariroh, menanggapi wacana Hengky. Menurutnya, program ‘Sekolah Ibu’ sangat patriarki. “Secara tidak langsung bahwa ujung tombak masalah perceraian adalah perempuan, sehingga yang harus sekolah adalah para ibu,” katanya (idntimes.com, 31/12/2018).

Pengambilan entri poin yang sensitif, perceraian, disinyalir menjadi awal mula kontroversi program sekolah ibu ini. Dengan adanya sekolah ibu, para ibu bisa lebih memahami suami dan anak-anak sehingga angka perceraian bisa ditekan. Ini logika yang muncul. Dan akhirnya terkesan bahwa ibulah sumber utama terjadinya perceraian. Padahal, faktanya banyak sekali alasan terjadinya perceraian, termasuk KDRT yang dilakukan suami. Wajar, akhirnya jika program ini menuai pro kontra.

Kebutuhan Sekolah bagi Ibu

            Ummu madrasatul ula, ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi anak-anaknya. Mendidik satu wanita sama dengan mendidik satu generasi. Wanita itu tiang negara. Apabila wanitanya baik, maka baik pula suatu negara. Begitu penting peran wanita bagi peradaban, bagi negara, bagi generasi. Sayangnya, hal ini kurang ditopang oleh ilmu yang memadai tentang menjalani peran tersebut. Banyak sekolah, perguruan tinggi yang mengajarkan ilmu saintek, tapi masih sedikit ilmu bagi wanita dalam menjalani peran fitrahnya sebagai istri, sebagai ibu.

            Dengan kesadaran masih kurangnya ilmu dan institusi yang mengadakan pendidikan bagi para ibu dan calon ibu, banyak orang, public figure yang akhirnya mengadakan sekolah orangtua. Parenting kini ramai dijumpai. Mulai dari metode A, B, hingga Z. Bahkan program sekolah orangtua atau sekolah bagi para ibu yang online pun ramai peminat. Ada Intitut Ibu Profesional yang digagas oleh Ibu Septi Peni Wulandani dan suami. Ada Kelas Belajar Jadi Suami/Istri oleh Kang Ulum dan The Pepew. Ada Bengkel Diri yang digagas oleh Ummu Balqis. Belum lagi parenting offline.

            Ramainya peminat sekolah tentang rumah tangga ini, khususnya sekolah bagi para ibu, ini menjadi salah satu bukti kesadaran akan penting dan perlunya pendidikan bagi para orangtua. Untuk keberlangsungan menjalankan perannya sebagai istri/suami, sebagai orangtua, juga sebagai anak.

Harapan vs Kenyataan

            Harapan yang terbesit dengan adanya sekolah-sekolah semacam sekolah ibu ini bisa menjadikan kehidupan rumah tangga lebih harmonis, lebih kokoh. Sayangnya, banyak faktor yang melatarbelakangi perpecahan dalam rumah tangga. Memang, istri memiliki peran besar. Tapi, peran suami pun tak kalah besar. Karena istri itu makmum, sedangkan suami itu imam. Imamlah yang harus membimbing makmum agar lebih baik lagi.

            Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung, Abdul Manaf, mayoritas penyebab perceraian didorong dua persoalan besar yang sering dialami dalam gugatan perceraian yakni persoalan ekonomi dan perselisihan yang tidak berkesudahan dalam membina mahligai rumah tangga. “Sekarang ini tampaknya trennya soal ekonomi. Sebagian besar istri-istri pada menggugat. Mohon maaf, pada umumnya kurangnya tanggung jawab (suami) menjadi penyebab tingginya angka perceraian,” ungkapnya.

            Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK, Venny Octarini Siregar  pun menambahkan, berdasarkan data LBH APIK, lebih fokus pada perceraian akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurutnya, kekerasan dalam rumah tangga tak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi termasuk psikis, seksual, dan ekonomi. Itu sebabnya banyak dari pihak perempuan/istri yang berani mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama.  (hukumonline.com, 18/6/2018).

            Angka perceraian yang kian meningkat tentu membuat kita prihatin. Istri mana yang mau menjadi janda? Semua istri pasti berharap kehidupan rumah tangganya bisa berlangsung hingga ke surga. Tapi, jika pembenahan hanya dilakukan disatu sisi. Menitik beratkan pada istri. Alangkah beratnya beban istri. Ketika mengalami KDRT ia harus menahannya demi terhindar dari status broken home. Fisik terluka, mental menderita. Akankah ibu yang mengalami hal ini bahagia dalam mendidik anak-anaknya? Di kasus lain, suami tak bertanggung jawab. Tak mampu memberikan nafkah. Sehingga istri yang maju ambil peran. Demi sesuap nasi untuk buah hati tersayang. Juga pendidikan agar masa depan anak cemerlang. Tapi, akhirnya lelah fisik terkuras untuk mengais rupiah. Kurang optimal membersamai  anak di masa emasnya. Suami pun keenakan. Dan banyak lagi kasus lainnya.

            Harapan kita semua saat menikah adalah mahligai rumah tangga ini akan kokoh berlayar mengarungi samudera kehidupan. Tetap bersama hingga Allah mempertemukan kembali di surga. Tapi, tak semua kasus bisa seperti itu. Justru dibolehkannya perceraian dalam agama menjadi satu solusi bagi kemelut rumah tangga yang tak berkesudahan.

Berbagi Beban Ibu

            Alangkah beratnya beban ibu jika ia yang harus mencari nafkah, ia juga yang harus menjadi penanggung jawab pendidikan buah hatinya. Alangkah berat beban ibu, jika hanya ia yang harus sabar menahan deraan derita fisik dan mental. Butuh bantuan suami, butuh bantuan ayah dari buah hati. Karena ibu tetap makmum bagi ayah. Imamlah yang harus memimpin.

            Disamping itu, butuh juga dukungan keluarga terdekat. Bukan dengan hinaan, cacian, makian, atau nasihat sinis. Tapi empati dan pelukan. Saling menguatkan. Masyarakat pun ambil bagian dengan keluarga untuk membentuk lingkungan yang positif. Peduli pada sesama, bukan kepo atau mau ngurusin urusan orang. Tapi, bentuk kepedulian dengan saling mengingatkan pada kebaikan, mencegah dari kemunkaran.

           Tak berhenti disitu, negara sebagai pemangku kebijakan pun punya peran yang besar. Memberikan edukasi bagi para suami istri tentang peran dan kewajibannya. Menelurkan kebijakan yang pro dalam menjalani kewajiban para suami istri tersebut. Misalnya, suami wajib memberikan nafkah pada keluarganya. Maka, negara harus membuka peluang kerja bagi para suami, para lelaki agar bisa memenuhi kebutuhan ini. Bukan sebaliknya, seperti saat ini, dunia kerja justru lebih mudah menerima wanita.

Sekolah Ibu ala Islam, Perlu!

            Tak salah mengadakan program Sekolah Ibu, bagus dan perlu diapresiasi. Namun, tak cukup sampai disana. Jika non pemerintah bisa membuat program yang serupa dengan sekolah ibu. Harusnya pemerintah one step ahead, bisa lebih dari itu. Memasukan kurikulum tanggung jawab, memahami peran sebagai perempuan dan laki-laki, suami istri ke dalam pendidikan formal. Mengeluarkan kebijakan yang memudahkan suami istri menjalani peran dan fungsinya secara optimal, dan lain sebagainya.

            Lihatlah catatan tinta sejarah. Bagaimana Rasul dan para sahabat dalam mendidik generasi. Hingga Aisyah siap menjadi istri bahkan di usia belia. Fathimah ridho hidup sederhana dengan bimbingan suami, walau ayahnya seorang kepala negara dan Rasul. Inilah hasil pendidikan dalam binaan Islam. Akankah generasi emas ini kembali? Semua pilihan ada di tangan kita. Maukah kita kembali memeluk Islam secara kaffah atau masih setengah-setengah?

Wallahu’alam bish shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Greater Adria, Benua Tersembunyi di Bawah Eropa

Greater Adria, Benua Tersembunyi di Bawah Eropa

Senin, 16 Sep 2019 01:00

Pemerintahan Trump Bergerak untuk Larang Rokok Elektrik

Pemerintahan Trump Bergerak untuk Larang Rokok Elektrik

Senin, 16 Sep 2019 00:00

Jerman akan Terima 25% Migran yang Diselamatkan dari Italia

Jerman akan Terima 25% Migran yang Diselamatkan dari Italia

Ahad, 15 Sep 2019 23:54

Remaja menjadi Pelopor, Why Not?

Remaja menjadi Pelopor, Why Not?

Ahad, 15 Sep 2019 23:39

Imran Khan Tidak Kesampingkan Penggunaan Senjata Nuklir Jika Perang Dengan India Terjadi

Imran Khan Tidak Kesampingkan Penggunaan Senjata Nuklir Jika Perang Dengan India Terjadi

Ahad, 15 Sep 2019 23:15

Angkatan Udara Libya Hancurkan Ruang Operasi Utama Pasukan Haftar di Al-Jufra

Angkatan Udara Libya Hancurkan Ruang Operasi Utama Pasukan Haftar di Al-Jufra

Ahad, 15 Sep 2019 22:30

Pejuang Perlawanan Palestina Tembak Jatuh Pesawat Tak Berawak Israel

Pejuang Perlawanan Palestina Tembak Jatuh Pesawat Tak Berawak Israel

Ahad, 15 Sep 2019 22:01

Rakyat Tunisia Menuju ke TPS untuk Memilih Presiden Baru

Rakyat Tunisia Menuju ke TPS untuk Memilih Presiden Baru

Ahad, 15 Sep 2019 21:22

Daging Impor Tak Wajib Halal, Halal Institute Minta Permendag Dicabut

Daging Impor Tak Wajib Halal, Halal Institute Minta Permendag Dicabut

Ahad, 15 Sep 2019 21:22

Pengemudi Ojol Ngaji Bareng Hidayatullah Jakarta Selatan

Pengemudi Ojol Ngaji Bareng Hidayatullah Jakarta Selatan

Ahad, 15 Sep 2019 20:51

Saudi untuk Sementara Kurangi Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Saudi untuk Sementara Kurangi Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Ahad, 15 Sep 2019 20:10

Negara-negara Arab Kutuk Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Negara-negara Arab Kutuk Serangan Terhadap Fasilitas Minyak Saudi

Ahad, 15 Sep 2019 19:51

Di Solo Ada Pesantren Khusus Lansia

Di Solo Ada Pesantren Khusus Lansia

Ahad, 15 Sep 2019 19:36

AS Salahkan Iran karena Serang Fasilitas Minyak Saudi

AS Salahkan Iran karena Serang Fasilitas Minyak Saudi

Ahad, 15 Sep 2019 18:01

Konferensi Tahunan Pengawas Nuklir akan Dimulai Senin

Konferensi Tahunan Pengawas Nuklir akan Dimulai Senin

Ahad, 15 Sep 2019 17:43

Pasukan Haftar Serang Bandara Internasional di Tripoli

Pasukan Haftar Serang Bandara Internasional di Tripoli

Ahad, 15 Sep 2019 16:31

Karhutla, Kesalahan yang Terus Dibiarkan?

Karhutla, Kesalahan yang Terus Dibiarkan?

Ahad, 15 Sep 2019 16:17

Kisah Pilot Ditolak Halus Tiga Kali Anies Baswedan

Kisah Pilot Ditolak Halus Tiga Kali Anies Baswedan

Ahad, 15 Sep 2019 07:26

Anies Baswedan Gelar Nobar Lenong Betawi Bersama Bang Japar

Anies Baswedan Gelar Nobar Lenong Betawi Bersama Bang Japar

Ahad, 15 Sep 2019 06:46

Kristen Radikal

Kristen Radikal

Ahad, 15 Sep 2019 06:36


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X