Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.602 views

Tubuhku Milikku, Paham Rusak yang Diselipkan pada RUU P-KS?

Oleh: Siti Rahmah

Lahirnya RUU P-KS adalah bentuk kegagalan berpikir. Masyarakat digiring untuk memiliki konsep pemikiran seperti yang diinginkan oleh kaum feminis yaitu memiliki otoritas penuh akan kehidupannya. Termasuk menjadikan tubuhnya adalah miliknya secara mutlak. Sehingga sebagai pemilik dia merasa bebas menentukan apapun yang diinginkan.  

Ide sesat ini terus menerus dikampanyekan, dengan harapan bisa menjadi opini umum yang kemudian diterima dan diakui keberadaannya. Tentu tidak mudah untuk memupuk pemikiran irasional ditengah kehidupan masyarakat religi terutama di Indonesia yang mayoritas muslim. Butuh upaya keras yang berkesinambungan untuk mewujudkan ide tersebut.

Segala upaya pun ditempuh, mulai dari mengkampanyekan, menyerang hukum-hukum  dan norma agama yang sensitif. Mereka menggugat hukum Islam yang terkait waris, kepemimpinan dalam keluarga, hukum poligami dan aturan berpakaian. Begitupun dengan hukum Islam yang menjelaskan tentang  masalah kedudukan dan pembagian peran dalam kehidupan. Seakan menjadi isu seksi untuk terus dikuliti dan dikebiri.

Selain itu, keragu-raguan terhadap aturan agama pun  terus diperjuangkan oleh kaum feminis. Langkah berikutnya yang lebih strategis yang kemudian mereka lakukan adalah menyerang dan membenturkan aturan agama Islam dengan membuat undang-undang. Tentu saja langkah ini mereka anggap sebagai langkah paling ampuh. Karena UU mampu mengikat seseorang dengan legal. Bila aturan yang sudah diamandemen dalam UU ini bersebarangan dengan  aturan agama yang diyakini maka UU inilah yang akan dimenangkan.

Inilah yang melatarbelakangi lahirnya berbagai UU yang sekilas seolah menguntungkan pihak perempuan yang mereka posisikan sebagai pihak lemah yang terzalimi. Sebagaimana akhir-akhir ini gencar opini RUU P-KS yang mereka klaim sebagai bentuk perlindungan untuk kaum wanita. Padahal sejatinya kaum feminis yang berkolaborasi dengan penguasa hendak mewujudkan kebebasan dalam pengaturan tubuh dan perilaku seksual terutama untuk perempuan.

Draft RUU ini mereka sebut sebagai "persetujuan" atau 'titik point' terpenting. Konsep ini tidak memandang perilaku seksual yang dilakukan sebagai halal atau haram dan baik atau buruk. Tapi terletak pada kerelaan, suka atau tidak suka. Jika perilaku seksual tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka maka tidak ada seorang pun yang berhak menggugatnya. Tidak norma agama, tidak juga negara pun dengan orangtuanya. Jangankan menggugat dan mengontrol, melakukan pengaturan pun tidak diperkenankan. Seorang perempuan bebas memilih pakaian seperti apa pun yang dia inginkan dan berperilaku seks dengan siapa pun, dimana pun sesuai kehendaknya.

Bisa disimpulkan RUU ini jika disahkan maka akan berpotensi melegalkan perzinahan. Karena perzinahan tidak dianggap kekerasan jika dilakukan  atas dasar suka sama suka. Begitupun RUU ini berpotensi menyuburkan perilaku LGBT, melegalkan perilaku prostitusi dan aborsi jika hal itu dilakukan atas kesadaran sendiri. Bahaya berikutnya adalah RUU ini berpontensi mengkriminalisasi hubungan seksual yang halal apabila dianggap sebagai pemaksaan.

Sekelumit masalah baru yang tentu sangat dahsyat jika RUU ini dilegalkan. Kerusakan masyarakat tidak dapat dielakkan jika ide khayalan ini sampai diberlakukan. Padahal bagi seorang muslim harusnya memahami bahwa manusia adalah makhluk yang Allah ciptakan dengan tujuan untuk beribadah. Sebagaimana firman-nya;

"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).

Sebagai pencipta tentunya Allah yang memiliki  otoritas untuk mengatur hidup manusia. Karena Allah yang paling mengetahui hakikat kebutuhan manusia. Sehingga ketika manusia berjalan sesuai dengan pengaturannya maka kemaslahatan dan keberlangsungan kehidupan akan tercapai. Berbeda jika aturan ini dicampakkan, kemudian manusia merasa paling berhak atas hidup dan tubuhnya. Dia merasa paling berhak membuat aturan untuk hidupnya. Dan sesungguhnya hal itu hanya akan menimbulkan kerusakan sosial.

Poin penting dari semua itu adalah bahwa seorang muslim wajib hukumnya terikat kepada hukum Allah. Ketaatan yang bukan semata-mata karena maslahat tapi keyakinan diri sebagai hamba yang mengabdi hanya kepada Rabb, yang mencipta dan paling berhak mengatur dirinya. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Nasruddin, Remaja Yatim Kritis Dibacok Preman Tak Dikenal. Ayo Bantu.!!!

Anak yatim ini kritis tak sadarkan diri dibacok preman tak dikenal saat bekerja sebagai penjaga warnet. Tubuhnya terkapar tak sadarkan diri, bersimbah darah terluka parah di bagian leher, punggung,...

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Sopir Pesantren Tahfizh Al-Qur'an Magelang Digerogoti Tumor Usus. Ayo Bantu..!!

Mantan preman yang jadi sopir pesantren ini tak bisa lagi mengantar jemput santri, para guru dan ustadz pesantren. Menderita tumor usus stadium 4, ia butuh biaya transport dan obat-obatan kemoterapi....

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Terancam Roboh, Mushalla Al-Fatihah Butuh Renovasi Total. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

Kondisi mushalla di pelosok Tasikmalaya ini sangat memprihatinkan, reyot dan tidak layak. Dihantam longsor, rusakanya semakin parah dan terancam roboh. Dibutuhkan dana 55 juta rupiah untuk renovasi...

Latest News
Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Papua Membara; Kedaulatan Meregang!

Jum'at, 23 Aug 2019 01:44

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

India Gunakan Lagu-lagu Patriotisme Pop Desak Umat Hindu untuk Klaim Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 22:03

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Suriah Klaim Buka Koridor Kemanusiaan Bagi Warga Sipil yang Melarikan Diri dari Idlib

Kamis, 22 Aug 2019 21:59

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

PM Pakistan: Tidak Ada Gunanya Dialog dengan India Terkait Kashmir

Kamis, 22 Aug 2019 21:55

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Pasukan GNA Rebut Kembali Posisi-posisi Penting di Selatan Ibukota Tripoli dari Milisi Haftar

Kamis, 22 Aug 2019 21:45

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

HRW Minta Myanmar dan Bangladesh Batalkan Pemulangan Rohingya ke Rakhine

Kamis, 22 Aug 2019 21:15

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Turki-AS Setuju untuk Luncurkan Fase Pertama Rencana Zona Aman Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 20:53

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Pengungsi Rohingya: Lebih Baik Mati Daripada Dipulangkan ke Myanmar

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Penyerangan Imam Musthafa Terhadap Aparat Polisi di Mapolsek Wonokromo Aksi Terorisme?

Kamis, 22 Aug 2019 20:45

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

AS: Kekerasan Brutal di Suriah Harus Dihentikan

Kamis, 22 Aug 2019 18:54

Peran Ibu dalam Mendidik Anak

Peran Ibu dalam Mendidik Anak

Kamis, 22 Aug 2019 18:22

Rezim Assad yang Didukung Rusia Mengepung Barat Laut Suriah

Rezim Assad yang Didukung Rusia Mengepung Barat Laut Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 17:50

NATO: 2 Tentara AS Terbunuh di Afghanistan

NATO: 2 Tentara AS Terbunuh di Afghanistan

Kamis, 22 Aug 2019 17:43

Ikuti Workshop Quantum Secret, Solusi Tarik Rizki yang Sempit

Ikuti Workshop Quantum Secret, Solusi Tarik Rizki yang Sempit

Kamis, 22 Aug 2019 17:08

PromoBox : Template Desain Keren dengan Teks Iklan Menjual, Pre Order Now!

PromoBox : Template Desain Keren dengan Teks Iklan Menjual, Pre Order Now!

Kamis, 22 Aug 2019 17:00

PBB Peringatkan 3 Juta Orang Berisiko Terkena Serangan di Barat Laut Suriah

PBB Peringatkan 3 Juta Orang Berisiko Terkena Serangan di Barat Laut Suriah

Kamis, 22 Aug 2019 16:37

Ekonom Abdalla Hamdok Jadi PM Sudan yang Baru dari Warga Sipil

Ekonom Abdalla Hamdok Jadi PM Sudan yang Baru dari Warga Sipil

Kamis, 22 Aug 2019 16:29

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Soal UAS dan FPI, HNW Tegur Media Ini Berkali-kali

Kamis, 22 Aug 2019 15:15

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Memperbaiki Negara Kita Agar Lebih Baik

Kamis, 22 Aug 2019 15:00

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Pidato Jokowi Dikritik karena Tak Singgung Perdagangan Orang

Kamis, 22 Aug 2019 14:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X