Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.835 views

Menolak Lupa, Dimana Keadilan Untuk Siyono?

Oleh : Fitriani, S.Sos

11 Maret 2019 tepat tiga tahun Siyono dikembalikan ke rumahnya setelah tewas ditangan Densus 88.  Belum lepas ingatan kita, Siyono  diduga melakukan tindak pidana terorisme. 

Seorang warga dusun Brengkungan, desa pogung, kecamatan Cawas Klaten, Jawa tengah meninggal dunia pada saat masih dalam penahanan oleh aparat Densus 88.

Beliau ditangkap masih dalam pakaian shalat berjamaah, tanpa mengetahui kemana dia akan dibawa. Setelah penangapan tersebut, keluarga dikejutkan dengan kabar Siyono telah meninggal. Kepolisian menyatakan Siyono meninggal karena kelelahan akibat berkelahi dengan polisi di dalam mobil.

Namun keterangan kepolisian tersebut menimbulkan kejanggalan. Yang menjadi pertanyaan adalah Bagaimana mungkin seorang tahanan yang tangannya diborgol matanya ditutup bisa berkelahi dengan Densus 88. Lalu kepolisian membuat alasan lain yakni kepala siyono terbentur sudut mobil karena berkelahi.

Di Indonesia, pembunuhan di luar pengadilan atau Extrajudcial kiliing memang masih asing terdengar, namun ternyata dalam praktiknya di Indonesia sudah sering terjadi. Salah satu kasusnya ya kasus Siyono ini.

Menurut Mahrus Ali dalam bukunya yang berjudul “Hukum Pidana Terorisme” Ciri-ciri dari Extrajudcial kiliing adalah sebagai tindakan-tindakan, apapun bentuknya, yang menyebabkan seseorang mati tanpa melalui proses hukum dan putusan pengadilan yang dilakukan oleh aparat negara berdasarkan pengertian sederhana ini, terdapat beberapa ciri penting extrajudicial killing, yaitu (1) melakukan tindakan yang menimbulkan kematian; (2) dilakukan tanpa melalui proses hukum yang sah; (3) pelakunya adalah aparat negara; (4) tindakan yang menimbulkan kematian tersebut tidak dilakukan dalam keadaan membela diri atau melaksanakan perintah undang-undang.

Tindak pidana terorisme termasuk dalam kategori Tindak Pidana Luar biasa, karena sifat inilah memang sudah selayaknya dilakukan upaya-upaya yang luar biasa pula untuk memberantasnya (extraordinary measures). Namun pada faktanya, tidak ada upaya dari negara untuk melakukan extraordinary measures untuk mencari keadilan bagi Siyono.

Di mana keadilan negeri ini untuk seorang Siyono?  Dimana keadilan untuk istri dan anak-anaknya ? Negara absen? Ketika negra absen Komnas HAM meminta bantuan kepada Muhammadiyah, sebagai "Ibu" Negara. Muhammadiyah membantu dan diinisiasilah autopsi terhadap jenazah Siyono untuk mencari kebenaran. Proses autopsi, melibatkan 9 dokter foreksik Muhammadiyah yang luar biasa ruhul ikhlas dan ruhul jihadnya.

Kini, kasus Siyono belum tuntas secara hukum. Meskipun, fakta melalui autopsi telah Komnas HAM, Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah ungkap, dimana semua yang disebutkan oleh polisi dan Densus 88 terkait dengan penyebab kematian Siyono semuanya tidak benar. Proses hukum pidana terus akan kita tagih, dan dugaan suap sebesar 100 juta juga akan diproses. Setelah tiga tahun mandeg pengusutan kasus tersebut, keluarga almarhum yang diwakili oleh tim kuasa hukum Muhammadiyah telah resmi mengajukan gugatan pra peradilan ke Pengadilan Negeri Klaten (28/2) terhadap Kepolisian dalam hal ini Polres Klaten. 

Adapun alasan gugatan ini karena kasus tersebut diduga ditutup atau dihentikan secara diam-diam dan tanpa memberitahukan kepada keluarga almarhum,”  ungkap Virgo Sulianto Gohardi, Wakil Sekretaris Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam keterangan tertulis yang diterima Voa Islam, Kamis (28/2/2019) sore.

Namun uang itu, lanjut Virgo, tidak digunakan oleh istri almarhum malah uang yang masih terbungkus kertas coklat itu serahkan ke PP Muhammadiyah yang diterima Busyro Muqoddas pada sekitar akhir  Maret 2016 lalu. Uang sebesar Rp100 juta itu dianggap sebagai upaya agar kasus kematian almarhum Siyono tidak dipermasalahkan atau sebagai upaya tutup mulut. 

Juga bisa diartikan sebagai bagian gratifikasi yang oleh PP Muhammadiyah kemudian uang itu dilaporkan ke KPK untuk menelusuri aliran uang itu dan mengungkap siapa pelaku pemberian uang gratifikasi tersebut,” kata Virgo.

Lagi-lagi KPK pun tak kunjung mengungkap kasus ini. Pihak kuasa hukum mengaku berkali-menanyakan mengenai kelanjutan pengaduan tersebut tapi KPK seolah bungkam dan tidak ada titik terang siapa dibalik kasus tersebut. Sekali lagi, dimana keadilan untuk Siyono?

Inilah buah sistem kapitalisme nyawa manusia dinilai dengan materi bahkan mendapatkan keadilan untuk sebuah nyawapun jauh dari kata adil. Ini sangat berbeda dengan islam. Islam sangat menghargai dan menghormati nyawa manusia dan melarang membunuh tanpa haq.

Seseorang yang diduga melakukan kejahatan tidak dapat dijatuhkan sanksi kepadanya sebelum Hakim memutuskan bahwa orang tersebut bersalah.  Islam menganggap dosa besar orang yang mencabut nyawa orang lain. Oleh karena itu, Islam memberikan perumpamaan, bahwa membunuh seseorang berarti membunuh seluruh umat manusia.

 Dari Abdullah bin Amru dai Nabi SAW, beliau bersabda “Sungguh lenyapnya dunia lebih ringan disisi Allah daripada pembunuhan seorang muslim” (HR an-Nasa’i, at-Tirmidzi dan al Baihaqi).  Dalam QS Al Maidah Allah berfirman “Barangsiapa membunuh seseorang bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena berbuat kerusakan dibumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia”. 

Dalam Riwayat dari Abdullah bin Umar ra. Ia menuturkan Nabi SAW, bersabda” ..... Demi zat yang jiwa Muhammad ada digenggaman tangan-Nya. Sungguh kehormatan seorang mukmin lebih agung disis Allah dari kamu baik menyangkut harta maupun darahnya, dan agar kami hanya berprasangka baik kepada dirinya” (HR Ibnu Majah).

Bagi pembunuh  dalam islam akan dihukum bunuh karena hukum qisas berlaku sebagaimana “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu untuk melaksanakan qisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh….” (Qs. al-Baqarah: 178). Jika pihak keluarga tidak menuntut hukum qisas, maka pelaku akan diminta untuk membayar Diyat.

Besar diyat mughaladzah menurut madzhab Syafiiyah dan salah satu riwayat dalam madzhab Hambali senilai 100 ekor onta, dengan rincian: 30 onta hiqqah (onta betina dengan usia masuk tahun keempat), 30 onta jadza’ah (onta betina dengan usia masuk tahun kelima), dan 40 onta induk yang sudah pernah beranak satu yang sedang hamil. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 21/51).

Itulah  hukum islam yang sangat menghargai nyawa seorang muslim dengan aturan yang tegas dan memberikan efek jera.  Saudaraku, marilah kita kembali kepada aturan Allah SWT kita bina umat dengan ketakwan di semua lini kehidupan.

Kita kembali kepada aturan yang memanusiakan manusia yaitu hukum aturan yg di perintahkan oleh Allah SWT yang berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang bisa membuat jera pada pelakunya dengan menegakan Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Balita Anak Aktivis Dakwah Melepuh Tercebur Air Mendidih. Ayo Bantu..!!

Di hari raya Idul Fitri yang ceria, Ibrahim justru merintih perih di bangsal Rumah Sakit. Tubuh mungil balita anak aktivis dakwah media ini melepuh tercebur air mendidih di halaman tetangganya....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Semakin Berkah, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC menerima zakat fitrah Rp 40.000 hingga 51.000 per-jiwa, disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan yatim, aktivis Islam, dan dhuafa terdampak pandemi...

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Rumah Yatim Piatu Santri Tahfizh Qur’an ini Doyong Terancam Ambruk. Ayo Bantu...!!

Debby Silvana dan Melani Silvana menjadi yatim saat sedang butuh belaian kasih orang tua. Kini mereka tinggal di rumah triplek yang reyot dan doyong terancam roboh. Ayo Bantu bedah rumah yatim.!!...

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Dede Bayi Calon Mujahidah Islam Lahir dengan Operasi Cessar. Ayo Bantu.!!

Ayo bantu dede bayi ini, kekurangan biaya persalinan cessar di Rumah Sakit Banjar sebesar 5 juta rupiah. Sang ayah adalah aktivis Islam, dikenal pendekar bela diri yang sedang terkendala ekonomi....

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Masuk Islam Satu Keluarga, Rudy Chow Liung Kehilangan Pekerjaan. Ayo Bantu Khitan dan Modal Usaha.!!

Hijrah memeluk Islam, Rudy Chow tinggalkan bisnis peralatan sembahyang Vihara. Ia jadi pengangguran dan ekonominya ambruk....

Latest News
Denny Siregar Teror Santri Penghafal Alqur’an

Denny Siregar Teror Santri Penghafal Alqur’an

Sabtu, 04 Jul 2020 23:11

Lebih dari 40 Petempur Tewas dalam Bentrokan Antara Pasukan Suriah dan Pejuang IS di Homs

Lebih dari 40 Petempur Tewas dalam Bentrokan Antara Pasukan Suriah dan Pejuang IS di Homs

Sabtu, 04 Jul 2020 22:35

Menlu Pakistan  Shah Mahmood Qureshi Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona

Menlu Pakistan Shah Mahmood Qureshi Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona

Sabtu, 04 Jul 2020 22:18

Turki: UEA Sedang Lakukan Kampanye Untuk Mendominasi Timur Tengah dan Afrika Utara

Turki: UEA Sedang Lakukan Kampanye Untuk Mendominasi Timur Tengah dan Afrika Utara

Sabtu, 04 Jul 2020 21:45

Jihadis Prancis Divonis 30 Tahun Penjara Karena Mengawasi Eksekusi 2 Tahanan di Suriah

Jihadis Prancis Divonis 30 Tahun Penjara Karena Mengawasi Eksekusi 2 Tahanan di Suriah

Sabtu, 04 Jul 2020 21:28

Wakil Ketua FPKS: Penerimaan Negara dari Freeport Jeblok

Wakil Ketua FPKS: Penerimaan Negara dari Freeport Jeblok

Sabtu, 04 Jul 2020 21:26

Jangan Terjebak Isu Reshuffle

Jangan Terjebak Isu Reshuffle

Sabtu, 04 Jul 2020 21:09

Tidak Ada Negara Lain Selain AS yang Mendukung Rencana Pencaplokan Wilayah Palestina

Tidak Ada Negara Lain Selain AS yang Mendukung Rencana Pencaplokan Wilayah Palestina

Sabtu, 04 Jul 2020 18:20

Kasus Kematian Akibat Virus Corona Melonjak di Oman, Bahrain, Sudan dan Kuwait

Kasus Kematian Akibat Virus Corona Melonjak di Oman, Bahrain, Sudan dan Kuwait

Sabtu, 04 Jul 2020 18:00

[VIDEO] Bagaimana Cara Mendakwahi Pemerintah?

[VIDEO] Bagaimana Cara Mendakwahi Pemerintah?

Sabtu, 04 Jul 2020 10:52

Ada Apa dengan Big Data?

Ada Apa dengan Big Data?

Sabtu, 04 Jul 2020 10:37

Ribuan Massa di Bogor Hadiri Apel Siaga Tolak RUU HIP

Ribuan Massa di Bogor Hadiri Apel Siaga Tolak RUU HIP

Jum'at, 03 Jul 2020 20:35

Sabtu – Senin ini, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Dzulqo’dah 1441 H

Sabtu – Senin ini, Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Dzulqo’dah 1441 H

Jum'at, 03 Jul 2020 20:13

Abdulmanap Nurmagomedov, Ayah dari Juara UFC Khabib, Meninggal Karena komplikasi COVID-19

Abdulmanap Nurmagomedov, Ayah dari Juara UFC Khabib, Meninggal Karena komplikasi COVID-19

Jum'at, 03 Jul 2020 19:46

Turki Sebut Prancis Harus Meminta Maaf Terkait Insiden Angkatan Laut di Mediterania

Turki Sebut Prancis Harus Meminta Maaf Terkait Insiden Angkatan Laut di Mediterania

Jum'at, 03 Jul 2020 18:00

Fatah dan Hamas Berjanji Untuk Bersatu Melawan Rencana Aneksasi Tepi Barat Oleh Israel

Fatah dan Hamas Berjanji Untuk Bersatu Melawan Rencana Aneksasi Tepi Barat Oleh Israel

Jum'at, 03 Jul 2020 17:05

Dari New Normal ke New Indonesia

Dari New Normal ke New Indonesia

Jum'at, 03 Jul 2020 16:47

Virus Corona Diduga Menyebar di Kedutaan Besar AS di Riyadh Saudi, Lusinan Karyawan Jatuh Sakit

Virus Corona Diduga Menyebar di Kedutaan Besar AS di Riyadh Saudi, Lusinan Karyawan Jatuh Sakit

Jum'at, 03 Jul 2020 15:00

Warna Mega dalam Peta JalanTrisila dan Ekasila

Warna Mega dalam Peta JalanTrisila dan Ekasila

Jum'at, 03 Jul 2020 12:15

Pelajaran Etika dari Kehidupan Hidup Umar ibnu al-Khattab

Pelajaran Etika dari Kehidupan Hidup Umar ibnu al-Khattab

Jum'at, 03 Jul 2020 11:08


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X