Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.060 views

Bangladesh Berupaya Pulangkan 3.000 Rohingya ke Myanmar

DHAKA, BANGLADESH (voa-islam.com) - Bangladesh akan bekerja dengan badan pengungsi PBB untuk memastikan apakah lebih dari 3.000 pengungsi Rohingya akan menerima tawaran Myanmar untuk pulang, kata para pejabat, hampir dua tahun setelah tindakan keras militer memicu eksodus mereka.

Lebih dari 730.000 Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine ke kamp-kamp di Bangladesh setelah serangan pimpinan militer pada Agustus 2017 - bergabung dengan 200.000 yang sudah ada di sana - tetapi hampir tidak ada yang secara sukarela kembali meskipun negara-negara menandatangani kesepakatan pemulangan tahun lalu.

"Ini akan menjadi latihan bersama yang dipimpin oleh UNHCR," Abul Kalam, komisioner Pengungsi dan Pemulihan Bangladesh, mengatakan kepada kantor berita Reuters, Senin (19/8/2019).

Dewan Keamanan PBB akan membahas rencana pemulangan terbaru di balik pintu tertutup pada hari Rabu atas permintaan Prancis, Inggris, Amerika Serikat, Jerman dan Belgia, kata para diplomat.

Myanmar telah membebaskan 3.450 orang untuk melakukan perjalanan pulang dari daftar lebih dari 22.000 pengungsi yang disediakan oleh Bangladesh, juru bicara pemerintah Zaw Htay mengatakan pada konferensi pers di ibukota Naypyitaw pada hari Jum'at.

"Kami telah bernegosiasi dengan Bangladesh untuk menerima 3.450 orang ini pada 22 Agustus," katanya, seraya menambahkan mereka akan dibagi menjadi tujuh kelompok untuk dipulangkan.

Menurut Kalam, pejabat Bangladesh dan Myanmar berencana untuk memulangkan 300 Rohingya setiap hari.

Kalam mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa semua persiapan telah dilakukan dan ia "optimis" tentang proses pemulangan yang dijadwalkan akan dimulai pada hari Kamis.

"Tidak ada yang akan dipaksa untuk kembali kecuali mereka sukarela," klaimnya setelah pertemuan dengan pejabat Myanmar di Cox's Bazar di Bangladesh tenggara, tempat para pengungsi tinggal di kamp-kamp yang luas.

Perhatian pada keamanan

Upaya sebelumnya untuk membujuk Rohingya untuk kembali ke Rakhine telah gagal karena ditentang oleh para pengungsi, takut akan penganiayaan saat kembali.

Upaya terakhir pada bulan November 2018 untuk mengembalikan 2.260 Rohingya gagal setelah protes, karena para pengungsi menolak untuk meninggalkan kamp tanpa jaminan keselamatan mereka.

Bangladesh dan Mynamar menandatangani kesepakatan repatriasi pada November 2017, dengan rencana untuk mengembalikan para pengungsi dalam waktu dua tahun.
Investigator PBB menyerukan pendekatan yang lebih keras terhadap pelanggaran Myanmar

Dorongan baru itu menyusul kunjungan bulan lalu ke kamp-kamp oleh pejabat tinggi dari Myanmar yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Permanen Myint Thu.

Zaw Htay mengatakan para pejabat telah memeriksa daftar itu untuk menentukan apakah para pengungsi itu tinggal di Myanmar dan apakah mereka terlibat dalam serangan terhadap militer.

Kalam mengatakan Myanmar dan para pejabat PBB akan bertemu dengan pengungsi yang dipilih pada hari Selasa untuk mendorong mereka kembali ke negara bagian Rakhine.

Sebuah kelompok advokasi Rohingya yang berbasis di Belanda menyatakan keprihatinan mendalam atas "pemulangan prematur"tersebut.

"Myanmar sejauh ini gagal menyajikan kepada masyarakat Rohingya sebuah rencana pemulangan yang jelas, transparan, strategis dan tulus dari hampir satu juta orang Rohingya [yang] selamat dari genosida Myanmar," kata Dewan Rohingya Eropa dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.

"Pemulangan tidak mungkin dilakukan sementara masih ada penganiayaan genosida terhadap Rohingya di negara bagian Rakhine seperti pembatasan pergerakan, mata pencaharian dan pendidikan. Ratusan Rohingya masih dikurung di kamp-kamp pengungsi internal."

Hari Ahad akan menandai ulang tahun kedua penumpasan yang memicu eksodus massal ke kamp-kamp Bangladesh.

PBB telah menyebut serangan itu sebagai "contoh buku teks tentang pembersihan etnis" dengan tentara dituduh melakukan pemerkosaan, pembunuhan dan pembakaran desa-desa Rohingya.

Rohingya, minoritas Muslim terutama yang tinggal terutama di negara bagian Rakhine, tidak diakui sebagai kelompok etnis di Myanmar, meskipun telah tinggal di sana selama beberapa generasi. Mereka telah ditolak kewarganegaraannya dan dianggap tidak memiliki kewarganegaraan. (st/AJE)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Wakaf Speaker Mushalla Gunung Sri Tasikmalaya, Dapatkan Pahala yang Terus Mengalir

Sudah 13 tahun mushalla ini menjadi sentral dakwah di kampung Gunung Sri, Tasikmalaya. Namun mushalla ini belum memiliki alat pengeras suara. Diperlukan dana 5 juta rupiah. Ayo Bantu....

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Ayo Bantu Yatim Piatu Anna Puspita, Peluang Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Sejak balita ia ditinggal wafat sang ayah, menyusul sang ibunda wafat dua tahun silam. Segala kesulitan, kesedihan dan keruwetan hidup, kini harus dipikul sendiri. ...

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Danang Remaja Yatim Kritis Digerogoti Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!

Lengkap sudah ujian hidup remaja yatim asal Indramayu ini. Terlahir yatim sejak balita, ia dibesarkan tanpa belaian kasih ayah dan ibu. Kini di usia remaja, ia diuji dengan penyakit tumor ganas...

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Masya Allah... Mushalla Al-Hidayah Mojosari Lapuk Terancam Ambruk. Ayo Bantu..!!

Mushalla berumur 80 tahun ini didirikan Kyai Asmuri pada zaman penjajahan Belanda sebagai markas ibadah dan perjuangan pemuda kampung Mojosari Sragen. Kini kondisinya lapuk, reyot, dan keropos...

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Hijrah Memeluk Islam, Muallaf Calon Dokter Diterpa Banyak Ujian. Ayo Bantu Biaya Kuliah.!!

Sejak hijrah dari Kristen, Maria terbuang dari keluarga besar dengan berbagai tuduhan dan fitnah keji. Tanpa dukungan keluarga, mahasiswi kedokteran Universitas Brawijaya ini butuh biaya kuliah...

Latest News
RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

RUU Ketahanan Keluarga, Harapan Perbaikan dan Upaya Tambal Sulam

Jum'at, 28 Feb 2020 19:48

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Komunitas Muslim India di Medan Serukan Demonstrasi Bela Kehormatan Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 19:16

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Chairul Tanjung Tularkan Semangat Interpreneurship kepada Peserta KUII VII

Jum'at, 28 Feb 2020 18:40

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Omnibus Law: RUU Cilaka, Nasib Buruh Celaka?

Jum'at, 28 Feb 2020 17:55

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Ustaz Fadlan: Jangan Pecah Belah Umat dengan Stigma Sinis dan Tendesius kepada Sesama Ormas Islam

Jum'at, 28 Feb 2020 16:41

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Sistem Sekuler Kapitalis Suburkan Masyarakat Stress

Jum'at, 28 Feb 2020 16:20

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Mardani Minta Pemerintah India Selesaikan Konflik Horizontal

Jum'at, 28 Feb 2020 15:06

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Ratusan Massa Aksi KAMMI Geruduk Istana Tuntut Cabut RUU Cipta Kerja

Jum'at, 28 Feb 2020 14:54

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Sila Pertama adalah Bukti Agama Penguat Pancasila Bukan Musuh

Jum'at, 28 Feb 2020 10:27

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Tanggapi Kepala BPIP, Ketua Komisi Yudisial: Pancasila Itu Bersumber dari Agama

Jum'at, 28 Feb 2020 09:26

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Sohibul Iman Berikan Tiga Catatan Penting Terkait Omnibus Law kepada Airlangga

Jum'at, 28 Feb 2020 07:25

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

DPR Desak Dewan Pers Turunkan Satgas Anti Kekerasan Jurnalis

Jum'at, 28 Feb 2020 05:42

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Masjid Tanpa Khatib adalah Musholla, Khatib Tanpa Masjid adalah Da;i

Jum'at, 28 Feb 2020 05:09

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Di atas Kondisi Apa Kita Meninggal Dunia?

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Ada 2.500 Jemaah Umrah Indonesia Hari Ini yang Berangkat ke Saudi

Kamis, 27 Feb 2020 23:10

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kematian Pasien Terduga Virus Corona di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Transparan!

Kamis, 27 Feb 2020 22:19

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Jepang Dapat 'Lampu Hijau' Ekspedisi ke Mars

Kamis, 27 Feb 2020 21:40

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Tragedi Susur Sungai, Tiga Guru Digunduli

Kamis, 27 Feb 2020 21:38

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Menikahkan Si Kaya dengan Miskin, Solusi Pengentasan Kemiskinan?

Kamis, 27 Feb 2020 21:25

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Instagram Uji Coba Stiker Komentar di Stories

Kamis, 27 Feb 2020 21:19


Hijab Syari Terbaru 2020

Must Read!
X