Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.085 views

Bangga dengan Bendera Tauhid

BENDERA Tauhid masih saja dipermasalahkan keberadaannya hingga mendapatkan "perhatian khusus" untuk di investigasi. Respon yang serius dan cepat terhadap pengibaran atau kepemilikan Bendera Tauhid yang dirasa "mengusik" penguasa rupanya menimbulkan banyak pertanyaan di tengah umat. Ada apa gerangan dengan bendera yang bertuliskan lafadz Lâ ilâha illallâh Muhammad Rasûlullâh? Begitu menakutkankah simbol Islam itu? Salahkah generasi Islam menunjukkan rasa bangganya dengan mengibarkannya?

Kecurigaan yang sangat besar terhadap Bendera Tauhid telah mengusik perasaan umat Islam. Mengibarkan atau memiliki Bendera Tauhid menjadi hal yang harus diwaspadai dengan dalih bisa melahirkan bibit radikalisme yang akan menghancurkan negeri. Mengapa tudingan radikalisme itu selalu dialamatkan kepada umat Islam? Dan kepada Bendera Tauhid? Bahkan kepada ajaran Islam yang lainnya mulai dari jilbab, niqob, jenggot hingga politik Islam?

Generasi Islam yang dekat dengan atribut agamanya akan dicurigai dan dianggap berbahaya. Akhirnya, mereka akan phobia dengan agamanya sendiri. Sungguh ini mengerikan! Bisa saja sebagian Muslim tanpa sadar mengidap sindrom Islamphobia ini lalu memunculkan rasa takut dan benci pada ajaran dan simbol-simbol Islam.

Justru seharusnya kita risau bila mereka bangga dengan budaya hedonis-sekular yang mengarahkan mereka pada kebebasan bersikap tanpa batasan agama dan norma. Karena itu, kita perlu membekali generasi Islam dengan akidah Islam yang kokoh dan senantiasa mendekatkan mereka dengan ajaran Islam. Bukan malah menjauhkan mereka dari jati diri mereka sebagai seorang Muslim.

 

Bangga dengan Bendera Rasulullah

Sudah semestinya kita merasa bangga dengan generasi muda yang mencintai agamanya sendiri. Bukan justru sibuk membuat ketakutan pada mereka. Suatu hal yang wajar jika generasi muda bangga dengan ar-Rayah dan al-Liwa yang merupakan simbol tauhid. Ar-Rayah dan al-Liwa adalah simbol yang sangat penting sebagai tanda persamaan pendapat umat dan persatuan hati umat Islam. Keduanya mengekspresikan makna-makna mendalam yang lahir dari ajaran Islam.

Banyak hadits shahih atau minimal hasan yang menjelaskan seputar ar-Rayah dan al-Liwa ini. Rayah Rasulullah saw. berwarna hitam dan Liwa-nya berwarna putih. Tertulis di situ Lâ ilâha illallâh Muhammad Rasûlullâh (HR Abu Syaikh al-Ashbahani dalam Akhlâq an-Nabiy saw.). Seperti dinyatakan oleh Imam Muhammad asy-Syaibani dalam As-Siyar al-Kabîr dan oleh Imam as-Sarakhsi dalam Syarh as-Siyar al-Kabîr, Liwa kaum Muslim selayaknya berwarna putih dan Rayah mereka berwarna hitam sebagai bentuk peneladanan kepada Rasulullah saw.

Terkait tulisan dan khat serta ukuran, itu hanyalah perkara teknis saja. Dalam sejarahnya hal tersebut tidak diatur secara rinci. Tentu tidaklah bijak jika persoalan teknis ini dijadikan argumetasi untuk menolak ar-Rayah dan al-Liwa.

Ar-Rayah dan al-Liwa merupakan lambang akidah Islam karena di dalamnya tertulis kalimat tauhid: Lâ ilâha illallâh Muhammad Rasûlullâh. Kalimat inilah yang membedakan Islam dan kekufuran. Kalimat ini pula yang akan menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat. Kalimat tauhid adalah harga bagi surga. Rasulullah saw. pernah bersabda: Siapa saja yang akhir ucapannya (sebelum wafat) adalah Lâ ilâha illallâh maka dia pasti masuk surga (HR Abu Dawud). Kita pun berharap dimatikan dan dibangkitkan kelak dengan kalimat kebanggaan ini.

Karena itu,  Ar-Rayah dan al-Liwa harus diagungkan dan dijunjung tinggi. Sebab keduanya merupakan syiar Islam yang seharusnya menggantikan syiar-syiar jahiliah yang menceraiberaikan kaum Muslim dalam sekat-sekat ashabiyah. Allah Swt. berfirman: Demikianlah (perintah Allah). Siapa saja yang mengagungkan syiar-syiar Allah, sungguh itu timbul dari ketakwaan kalbu (TQS. al-Hajj [22]: 32).

 

Kalimat Tauhid, Kalimat Mulia yang Didakwahkan Para Ulama

Kalimat tauhid merupakan kalimat agung yang mampu membebaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allah Swt. Kalimat tauhid adalah pemisah antara pejuang yang haq dan pengasong kebathilan. Perhatikanlah perjuangan Sayidina Ja’far bin Abi Thalib dalam perang Mu'tah, ketika tangan kanannya putus, ia genggam bendera tauhid bertuliskan "Laa ilaaha Illallah Muhammadur Rasulullah", di tangan kirinya.

Ketika tangan kirinya putus, ia rangkul bendera itu dengan kedua lengannya. Ia tidak rela melihat bendera Rasulullah saw. itu jatuh. Ia terluka dengan delapan puluh tusukan di bagian depan tubuhnya. Semua luka itu ada di bagian depan tubuhnya. Mengapa? Karena beliau maju terus pantang mundur mempertahankan Bendera Tauhid agar tetap berkibar. Semoga Allah meridhoinya.

Bendera Tauhid juga telah ada sejak lama dalam sejarah bangsa. Pengelola laman Jejak Islam Bangsa, Beggi Rizkiansyah bahkan mengatakan, bendera dengan lafadz kalimat tauhid bukan fenomena baru dalam sejarah terbentuknya Indonesia. Ia juga mengatakan bahwa bendera dengan kalimat tauhid dipakai sebagai bendera resmi sebuah negara atau kerajaan di Sumatera.

Seorang da'i, guru bangsa, sekaligus pejuang kemerdekaan, Habib Ali Bin Abdurrahman Al-Habsyi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Habib Ali Kwitang, meminta para santrinya memasang Bendera Tauhid di mimbar acara Maulid yang ia selenggarakan. Majelis Taklim yang dibina Habib Ali sejak 1911 itu selalu dipadati ribuan muhibbin dari Jakarta dan sekitarnya. Dia menganggap, agama perlu diamalkan, bukan untuk diperdebatkan, apalagi saling memusuhi sesama kaum Muslim. Banyak yang mengatakan, inilah sebabnya majelis taklim Kwitang bertahan hampir satu abad.

Indonesia sebagai negeri dengan penduduk Muslim terbesar di dunia sudah seharusnya dapat melindungi dan menjamin ajaran Islam, dakwah Islam dan eksistensi simbol-simbol Islam dari upaya potensi dugaan kriminalisasi. Karena kalimat Lâ ilâha illallâh Muhammad Rasûlullâh merupakan ciri keagungan Islam dan sebagai identitas umat Islam yang tak layak kita alergi dengannya. WalLâhu alam bi ash-shawâb.

Mastufah, S. Kom

Ibu Rumah Tangga Peduli Generasi Muda

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

Ayo Berbagi untuk Yatim, Jompo dan Lansia. Raih Peluang Surga dan Amalan Jihad.!!

IDC akan menggelar santunan yatim, jompo dan lansia bertepatan dengan peresmian Mushalla Al-Fatihah Tasikmalaya. Mari berjihad bersama Yatim dan dhuafa, peluang masuk surga bersama Nabi sedekat...

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

[Sakit Langka] Sekujur Kulit Luka Mengelupas, Ustadzah Maula Tak Bisa Berdakwah, Ayo Bantu.!!

Pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatut Tholabah Purbalingga ini diuji Allah dengan penyakit langka. Kulit di sekujur tubuhnya mengelupas, bersisik, luka bernanah, gatal dan nyeri cekot-cekot....

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Pekan Ketiga IDC Serahkan Bantuan 29 Juta, Khaulah Bayi Prematur Masih Kristis. Ayo Bantu..!!

Di pekan ketiga IDC sudah serahkan donasi 29 juta rupiah untuk biaya perawatan Khaulah Kamilah. Bayi prematur anak ustadz aktivis dakwah ini masih dirawat intensif inkubator di rumah sakit Anna...

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

Sudah 6 hari Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Terlahir prematur nafasnya terganggu, paru-paru belum sempurna, dan infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren dan aktivis...

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

IDC Tuntas Bangun Mushalla Korban Gempa Banjarnegara, Donasi 74 Juta Rupiah Sudah Disalurkan

Alhamdulillah... Mushalla Al-Muhaimin Kasinoman korban gempa Banjarnegara, kembali berdiri dengan gagah setelah dibangun dari program Wakaf IDC sebesar 74 juta rupiah...

Latest News
Pasukan Darat Rusia Berkumpul di Pedesaan Selatan Idlib Diduga untuk Serangan Baru

Pasukan Darat Rusia Berkumpul di Pedesaan Selatan Idlib Diduga untuk Serangan Baru

Senin, 16 Sep 2019 19:15

Muhammadiyah Palangkaraya Inisiasi Mobil Oksigen Hadapi Karhutla

Muhammadiyah Palangkaraya Inisiasi Mobil Oksigen Hadapi Karhutla

Senin, 16 Sep 2019 18:57

Iran Bantah Tuduhan AS Terkait Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Iran Bantah Tuduhan AS Terkait Serangan Fasilitas Minyak Saudi

Senin, 16 Sep 2019 18:53

Pria Singapura Ditangkap di Bawah ISA Karena Sediakan Uang untuk Keperluan Jihadis

Pria Singapura Ditangkap di Bawah ISA Karena Sediakan Uang untuk Keperluan Jihadis

Senin, 16 Sep 2019 18:30

KAMMI Desak Jokowi, KPK, dan DPR Duduk Bersama Selesaikan Polemik KPK

KAMMI Desak Jokowi, KPK, dan DPR Duduk Bersama Selesaikan Polemik KPK

Senin, 16 Sep 2019 18:12

Arab Saudi Berusaha Pulihkan Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Arab Saudi Berusaha Pulihkan Produksi Minyak Pasca Serangan Drone

Senin, 16 Sep 2019 17:50

Tempo Tonjok Pinokio

Tempo Tonjok Pinokio

Senin, 16 Sep 2019 17:13

2 Warga AS Ditangkap di New Delhi karena Terbangkan Drone Dekat Istana Kepresidenan

2 Warga AS Ditangkap di New Delhi karena Terbangkan Drone Dekat Istana Kepresidenan

Senin, 16 Sep 2019 16:44

Tanggapi Niat Israel untuk Caplok Wilayah Tepi Barat, Turki: Israel Jadi Rasis dan Apartheid

Tanggapi Niat Israel untuk Caplok Wilayah Tepi Barat, Turki: Israel Jadi Rasis dan Apartheid

Senin, 16 Sep 2019 15:15

Memasang Bendera Setengah Tiang Lagi, Perlukah?

Memasang Bendera Setengah Tiang Lagi, Perlukah?

Senin, 16 Sep 2019 15:11

Selamat Jalan KPK...

Selamat Jalan KPK...

Senin, 16 Sep 2019 14:40

Dinilai Kampanyekan Liberalisme, Tagar #BoikotFilmTheSantri Bergema di Jagad Twitter

Dinilai Kampanyekan Liberalisme, Tagar #BoikotFilmTheSantri Bergema di Jagad Twitter

Senin, 16 Sep 2019 14:30

2 Kelompok Pemberontak Sudan Sepakat Lanjutkan Protes

2 Kelompok Pemberontak Sudan Sepakat Lanjutkan Protes

Senin, 16 Sep 2019 14:15

Natsir, A Hassan, dan Persatuan Islam

Natsir, A Hassan, dan Persatuan Islam

Senin, 16 Sep 2019 14:01

Shut Down KPK?

Shut Down KPK?

Senin, 16 Sep 2019 13:30

Layanan Internet di Jayapura dan Daerah Lainnya di Papua Dibuka Kembali

Layanan Internet di Jayapura dan Daerah Lainnya di Papua Dibuka Kembali

Senin, 16 Sep 2019 10:45

Kemenag akan Hapus Materi Perang di Kurikulum Madrasah

Kemenag akan Hapus Materi Perang di Kurikulum Madrasah

Senin, 16 Sep 2019 08:15

Greater Adria, Benua Tersembunyi di Bawah Eropa

Greater Adria, Benua Tersembunyi di Bawah Eropa

Senin, 16 Sep 2019 01:00

Pemerintahan Trump Bergerak untuk Larang Rokok Elektrik

Pemerintahan Trump Bergerak untuk Larang Rokok Elektrik

Senin, 16 Sep 2019 00:00

Jerman akan Terima 25% Migran yang Diselamatkan dari Italia

Jerman akan Terima 25% Migran yang Diselamatkan dari Italia

Ahad, 15 Sep 2019 23:54


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 13/09/2019 14:13

Orkestra Pemberantasan Korupsi