
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah -Shallallahu 'Alaihi Wasallah- dan keluarganya.
Zina adalah salah satu perbuatan yang paling keji dan buruk. Ia termasuk dalam golongan dosa besar yang membinasakan. Tidaklah seorang hamba diuji dengan penyakit ini melainkan ia akan menderita di dunianya sebelum di akhiratnya. Jika maut menjemputnya saat ia sedang bermaksiat, maka ia akan menghadap Allah Ta'ala dengan membawa dosa yang sangat besar dan kesalahan yang nyata.
Semakin mudah jalan menuju zina, maka semakin besar pula ujiannya dan semakin sulit untuk bersabar darinya. Hal ini dapat mencemari masyarakat dan mendatangkan siksaan-Nya. Apabila pintu-pintu pernikahan ditutup dan orang-orang berlebih-lebihan dalam biaya pernikahan, maka hal yang haram akan menggantikan posisi yang halal.
Menghindari keharaman jauh lebih mudah daripada meninggalkannya setelah terlanjur terjerumus. Menjaga kesucian dari zina jauh lebih utama daripada sekadar bertobat darinya. Oleh karena itu, Allah Ta'ala melarang hamba-Nya mendekati sebab-sebab zina agar penghindaran tersebut benar-benar terwujud:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32).
Iffah (Kesucian Diri) Sebagai Benteng
Iffah (menjaga kehormatan) adalah benteng kokoh yang melindungi dari zina. Barangsiapa membentengi dirinya dengan iffah, ia akan selamat. Itulah sebabnya Allah memerintahkan iffah bagi mereka yang belum mampu menikah:
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ
"Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya." (QS. An-Nur: 33)
Iffah adalah menahan diri dari hal yang buruk. Ia tidak akan terwujud kecuali dengan hati yang selamat dan bersih dari hawa nafsu. Ketertarikan laki-laki kepada wanita dapat menaklukkannya, sebagaimana ketertarikan wanita kepada laki-laki juga dapat menaklukkannya.
Menjaga Pandangan: Pintu Kesucian
Mata adalah pintu masuk hawa nafsu ke dalam hati. Apa yang ditangkap oleh mata akan turun ke dalam hati. Pandangan memiliki sihir yang melampaui indahnya syair maupun kata-kata sastra. Jika seorang pria melihat wanita cantik (atau sebaliknya) dan tidak memalingkan pandangannya, maka setan akan hadir di antara mereka, menyampaikan pesan melalui mata, dan tidak akan meninggalkan mereka hingga keduanya terjerumus dalam keharaman—kecuali jika mereka segera menarik diri.
Oleh karena itu, perintah menjaga kemaluan digandangkan dengan perintah menundukkan pandangan (ghadhul bashar):
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ * وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya... Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya..." (QS. An-Nur: 30-31).
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallah bersabda:
زِنَا الْعَيْنَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ النُّطْقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ
"Zina kedua mata adalah dengan melihat, zina lisan adalah dengan berucap, jiwa berangan-angan dan berhasrat, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakan hal itu." (HR. al-Bukhari & Muslim).
Barangsiapa menundukkan pandangannya, hatinya akan merasa tenang. Sebaliknya, barangsiapa mengumbar pandangannya, hatinya akan menderita karena mengejar hawa nafsu. Menundukkan pandangan berlaku baik secara langsung di tempat umum, maupun terhadap gambar diam atau video yang kini tersebar di mana-mana. Orang yang terjaga adalah mereka yang dijaga oleh Allah sehingga ia mampu memalingkan pandangan.
Dari Jarir bin Abdullah RA, ia berkata:
سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِي أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِي
"Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pandangan yang tidak sengaja, maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku." (HR. Muslim)
Nabi ﷺ juga bersabda kepada Ali radhiyallahu ‘anhu:
يَا عَلِيُّ لَا تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ، فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الْآخِرَةُ
“Wahai Ali, janganlah engkau mengikuti satu pandangan dengan pandangan berikutnya. Karena pandangan pertama dimaafkan bagimu, sedangkan yang berikutnya tidak.” (HR. Abu Dawud)
Semua penekanan tentang menjaga pandangan ini bertujuan melindungi hati dari hawa nafsu, menyempurnakan diri dengan kesucian dari hal-hal haram, dan menjaga manusia agar tidak tercemar olehnya.
Teladan Nabi Yusuf ‘Alaihissalam
Karena pentingnya menjaga kesucian diri dari yang haram, Allah Ta‘ala menceritakan kepada kita kisah Nabi Yusuf ‘alaihis salam. Beliau dianugerahi separuh ketampanan sehingga para wanita terpesona oleh keelokan wajahnya:
فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ للهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ
“Maka ketika para wanita itu melihatnya, mereka kagum kepadanya dan melukai tangannya sendiri, seraya berkata: “Mahasempurna Allah, ini bukanlah manusia. Ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia”.”(QS. Yusuf: 31)
Namun kesucian dirinya lebih indah daripada ketampanannya, karena ketampanan bukan hasil usahanya, sedangkan kesucian dirinya adalah hasil perjuangannya setelah mendapat taufik dari Allah Ta‘ala.
Siapakah yang mampu menjaga diri seperti Yusuf ‘alaihis salam, ketika seorang wanita bangsawan menggodanya, sangat mencintainya, memiliki kedudukan, harta, dan kecantikan, sementara Yusuf berada pada puncak masa muda dan gejolak syahwat; pintu-pintu tertutup rapat dan wanita cantik itu memanggilnya, namun ia tetap menjaga diri dan berkata:
مَعَاذَ اللهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ
“Aku berlindung kepada Allah. Sesungguhnya tuanku telah memperlakukanku dengan baik. Sungguh orang-orang zalim tidak akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23)
Beliau lebih memilih kesendirian penjara, keterasingannya, dan terbelenggunya kebebasan daripada terjatuh dalam perbuatan keji yang hanya menyisakan penyesalan dan kesedihan:
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الجَاهِلِينَ * فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
“Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Jika Engkau tidak hindarkan tipu daya mereka dariku, tentu aku akan cenderung kepada mereka dan termasuk orang-orang yang bodoh.” Maka Tuhannya memperkenankan doanya dan menghindarkan tipu daya mereka darinya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Yusuf: 33–34)
Karena kejujuran hatinya, Allah mengabulkan doanya dan menampakkan kebenarannya melalui pengakuan wanita tersebut. Pada akhirnya, beliau mendapatkan kemuliaan dan kedudukan tinggi karena ketakwaan, kesabaran, dan merasa selalu diawasi oleh Allah.
Kesimpulan
Kisah Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam mengingatkan agar kita belajar tentang arti kesucian dan tetap teguh di tengah fitnah. Fitnah wanita adalah fitnah yang paling berat bagi laki-laki. Banyak orang yang sanggup menahan diri dari harta haram, namun hanya sedikit laki-laki yang benar-benar mampu menjaga kesucian diri di hadapan wanita yang cantik.
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallah bersabda:
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
"Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki selain dari wanita." (HR. Bukhari & Muslim). [PurWD/voa-islam.com]
+Pasang iklan
FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id
Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com
Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com
Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%.
Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com
