Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
22.452 views

Rahasia Tazkiyatun Nafs

Oleh:

KH Bachtiar Nasir

 

Surat Asy-Syam ayat 9

قَدۡ اَفۡلَحَ مَنۡ زَكّٰٮهَا

"Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)."

Kata "Qad" pada ayat 9 surat Asy Syam yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti "sungguh telah". Ada penegasan di situ. Sangat beruntung, siapa atau orang yang menyucikan jiwanya. Kata "hā" ini, dhamir yang ada di ayat 7 surat Asy Syam. Pada ayat 9 dikatakan, sungguh sangat telah beruntung orang yang telah mensucikan jiwa itu. Kalau ayat 10, dan sungguh telah merugilah orang yang mengotori jiwa itu.

Jadi kalau kita berbicara jiwa, di dalam terminologi Islam yaitu jasad dan ruh. Walaupun tekanan pada ayat ini terkait penyucian jiwa.

Saya kemarin sempat bertanya kepada para sahabat, apa jadinya jika kita bercermin di cermin yang retak? Imam Ghazali menggambarkan orang-orang yang kotor jiwanya seperti orang-orang yang bercermin di cermin yang retak.

Objek wajah kita dicermin itu tidak beraturan. Saya juga pernah bercermin di cermin yang retak. Bibir tidak simetris. Hidung di mana, mata bagaimana.

Orang-orang yang jiwanya kotor, maka memandang sesuatu yang baik menjadi buruk. Celakanya ada intervensi syaitan di situ. Syaitan secara khusus, ada yang bekerja mengambil strategi yang paling strategis yaitu merusak jiwa, sebagai pusat sistem manusia yang bernama kalbu. Kalbunya dirusak.

Kalau kita lihat di surat An-Nas, yang memberikan waswas. Waswas bukan dalam arti bahasa Indonesia. Al waswasah. Yang kerjanya "yuwas wisu", itu adalah syaitan. Nama lain dari waswas adalah syaitan yang tentu bekerja merusak kalbu kita.

Ketika kalbu kita kotor, yang buruk dipandang baik, yang salah dipandag benar, yang batil dipandang haq dan seterusnya. Bayangkan kalau ada diantara kita yang hidup dengan cara pandang seperti itu dalam kehidupan sehari-hari. Begitu banyak orang yang dibutakan oleh harta, dibutakan oleh tahta, dibutakan oleh LGBT.

Ketika kita dibutakan, objek yang kita tangkap dengan kalbu yang kotor itu menjadi kacau balau. Begitu pula di Tanah Suci ini, memandang bagaimana itu kain ihram. Kalau kita tidak sampai pada tingkatan batin, maka ia akan seperti kain handuk. Yang satu menjadi selendang yang satu jadi sarung. Namun bila hati kita bersih, maka kita akan memandang sebagai simbolisasi kain kafan.

Beginilah Allah membimbing kita dalam berjalan menjumpai-Nya. Dibersihkan dulu kita dari cinta dunia. Dimajinasikan-Nya diri kita bahwa perjumpaan dengan Allah di dunia ini memang hanya melalui kalbu tanpa bisa menjumpai Dzat Allah, kalau mau berjumpa maka harus melalui kematian. Maka orang-orang yang sedang berihram tidak lagi harus dikafani bila wafat dalam haji karena kain ihramnya sudah mewakili kafannya.

Jadi kita benar-benar dilatih untuk "mati" sebelum mati. Menikmati kematian sebelum mati. Sehingga kita tidak perlu takut mati. Karena kematian sejatinya akan membuat kita kembali berjumpa dengan orang-orang yang telah wafat mendahului kita, yang pernah kita cintai dan pernah kita tangisi kematiannya. Itulah bila mata hati yang memandang kematian. Lebih dari itu, kematian adalah proses awal kehidupan. Tidak akan ada kehidupan tanpa ada kematian.

Dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan. Kedua kata ini tidak dapat dipisahkan karena kematian dan kehidupan adalah hal yang saling berkaitan. Contohnya adalah kehidupan kita. Kehidupan kita berasal dari benda mati, sesuatu yang tidak bernyawa. Dari tanah kemudian bertransformasi menjadi mani. Dari benda mati yang tidak memiliki unsur kehidupan sebelumnya.

Jadi, tidak ada yang sebenarnya perlu ditakuti dari kematian. Bahan baku dari kehidupan adalah kematian. Kematian kita hari ini adalah titik awal kehidupan yang akan datang. Bahkan kalau kita menatap dengna mata hati. maka kematian adalah perjumpaan dengan Sang Kekasih.

Dialah Allah yang tidak akan boleh ada nama yang serupa dengan miliknya. Lafaz Jalallah adalah lafaz milik-Nya dengan segala dimensi kehebatannya. Alif lam lam ha menjadi Allah. Menjadi nama yang Allah sendiri menamakan diri-Nya dengan nama itu. Yang ketika nama itu disebutkan, maka tunduklah semua ciptaan-Nya di alam ini. Tak peduli siapa pun dan apa pun akan tunduk pada hukumnya. Allah, lalu disebutkan salah satu sifat-Nya. Laa Ilaaha Illahu.

Tidak ada siapapun di dunia ini ini pantas disembah. Kita menghambakan diri dengan tawakal hanya kepada Allah. Di sini Allah mengajarkan manusia untuk mensucikan jiwa kita dengan satu kalimat dalam Alquran: Tauhid. Dzat yang paling mulia. Paling agung. Dan bila kita sampai pada tingkatan tersebut maka kita akan menafikkan yang lain selain Dia. Lafaz Jalallah adalah induk dari semua nama-Nya. Allah kemudian menamakannya dengan Asmaul Husna. Milik-Nya lah semua nama yang indah itu.

Mereka yang memahami Asmaul Husna pasti akan mencintai-Nya karena mereka tahu betul, siapa Yang memilikinya pastilah sesuatu Yang Mahatinggi. Yang tiada apapun yang bisa menyetarai-Nya. Bersyukurlah bila kita termasuk orang-orang yang mencintai Asma-Nya.

Tazkiyatun nafs adalah mengosongkan jiwa dari segala sesuatu yang selain Allah lalu mengisinya dengan nama Allah. Lalu mengisinya dengan ayat-ayat-Nya dan asma-Nya.

Untuk apa kalbu diciptakan? Untuk diisi dengan nama-nama-Nya. Untuk ditempatkan di dalamnya Al-Qur'an.

Maka, itulah tazkiyatun nafs. Apa indikatornya? Di dalam hati kita hanya ada satu keyakinan: iyyakana'budu waiyya kanasta'in. Itulah intinya. Hanya kepada-Mu saja kami mengabdi dan hanya kepada-Mu memohon pertolongan.

Dua itu harus selalu ada dalam hati. Bila itu dijaga maka berarti ayat-ayat Allah sudah ada di dalam hati kita. Itulah proses tazkiyah yang luar biasa yang akan membuat diri kita/ kalbu kita akan semakin terang.

Mana hamba mana yang dihamba. Kepada siapa mahluk itu pantas menghamba. Dari itulah manusia akan mengetahui kepada siapa mesti memohon pertolongan, bukan kepada yang lain. Misalnya melihat orang yang cantik atau tampan, maka yang keluar dari hati dan lisannya adalah Allahu Jamiil. Allah Yang Mahaindah. Bukan lagi pujian yang lain. Dan tidak lagi menghambakan diri pada si tampan. Begitu pula bila bertemu dengan si kaya, maka ia akan mengatakan bahwa Allahu Ghoniyy dan dia tidak akan menghambakan diri pada si kaya dan kekayaannya. Begitu pula bila ada orang yang berkuasa, maka dia akan mengatakan Allahu 'Aziiz. Dan, dia tidak akan menghambakan diri pada penguasa dan kekuasaan.

Kalau ini sudah masuk maka kehidupan manusia akan sangat bahagia. Iyya kana'budu waiyya kanasta'iin adalah bentuk aplikatif dari laa ilaaha illallahu.

Ini yang disebut sebagai orang yang beruntung di ayat ini. Barang siapa yang mensucikan dirinya. Mengisi kalbu dengan asma-Nya. Dan di balik nama-Nya ada sifat-Nya yang indah. Husna adalah bentuk superlatif dari Hasan. Kesempurnaan keindahan. Yang jika nama itu kita sebut, maka terbukalah semua perbendaharaan langit.

Surat Thaha ayat 5:


اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى

Allah Ar-Rahman telah melimpahkan segala kasih sayang-Nya. Bahkan energi yang Anda miliki hari ini menjalani aktivitas kehidupan adalah energi yang berasal dari Al-Muhyi dan Al-Mumiit. Allah Yang menghidupkan dan mematikan. Hari ini adalah Jumat, maka siapa yang meringankan kaki Anda untuk menghamba kepada-Nya, maka Dialah yang membimbing dengan kasih sayang-Nya.

Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Milik-Nyalah Ka'bah di bumi dan Ka'bah di langit yang merupakan tempat malaikat bertawaf. Milik-Nyalah air zamzam yang hingga hari ini abadi memancar. Di tanah yang tadinya tandus dan gersang. Allah lah yang mengkuasai segala rahasia yang ada di langit dan di bumi.

Milik Allah apa yang ada di antara langit dan bumi. Dia yang mengatur semua benih yang bertumbuh menjadi pohon dan apapun yang ada bersamanya. Inilah proses tazkiyatun nafs, perjalanan menjumpai Allah.

Sungguh beruntunglah orang-orang yang telah meyucikan jiwanya. Mengosongkan dari kotoran-kotoran jiwa. Caranya dengan memasukkan pembersih jiwa yaitu Asmaul Husna. Maka akan bersih kalbu, sehingga kita bisa menangkap objek. Yang halal adalah halal, yang haram adalah haram. Haq adalah haq. Yang bathil adalah bathil. Yang Khaliq adalah Khaliq, yang mahluk adalah mahluk. Jika itu sudah ada, maka yang selanjutnya hadir adalah kebahagiaan-kebahagiaan di dunia dan akhirat.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Tsaqofah lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
KH Jeje Zaenudin Terpilih Ketum Persis, Ini Harapan Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang

KH Jeje Zaenudin Terpilih Ketum Persis, Ini Harapan Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang

Selasa, 27 Sep 2022 12:39

Innalillahi, Ulama Berpengaruh Syaikh Yusuf Al-Qaradawi Meninggal Dunia

Innalillahi, Ulama Berpengaruh Syaikh Yusuf Al-Qaradawi Meninggal Dunia

Senin, 26 Sep 2022 18:41

CIA Ungkap Model Rumah Tempat Persembunyian Pemimpin Al-Qaidah Syaikh Al-Zawahiri Di Afghanistan

CIA Ungkap Model Rumah Tempat Persembunyian Pemimpin Al-Qaidah Syaikh Al-Zawahiri Di Afghanistan

Senin, 26 Sep 2022 15:15

Akmal: Sekolah Pemikiran Islam Hadir Menyiapkan Individu Intelektual

Akmal: Sekolah Pemikiran Islam Hadir Menyiapkan Individu Intelektual

Senin, 26 Sep 2022 12:13

Ramai-Ramai Menjegal Anies dengan Politik Identitas

Ramai-Ramai Menjegal Anies dengan Politik Identitas

Senin, 26 Sep 2022 08:23

KH Jeje Zaenudin Terpilih sebagai Ketua Umum PP Persis 2022-2027

KH Jeje Zaenudin Terpilih sebagai Ketua Umum PP Persis 2022-2027

Senin, 26 Sep 2022 07:53

1.500 Penghafal Qur’an Ikuti Lomba Tahfidz Nasional Online Yayasan Amaliah Astra

1.500 Penghafal Qur’an Ikuti Lomba Tahfidz Nasional Online Yayasan Amaliah Astra

Senin, 26 Sep 2022 07:47

Ketum PP PERSISTRI: Imbangi Melek Teknologi dengan Pondasi Agama yang Kuat

Ketum PP PERSISTRI: Imbangi Melek Teknologi dengan Pondasi Agama yang Kuat

Senin, 26 Sep 2022 06:02

Pendiri Drone Emprit Minta Jokowi Bentuk Lembaga Otoritas PDP seperti KPK

Pendiri Drone Emprit Minta Jokowi Bentuk Lembaga Otoritas PDP seperti KPK

Ahad, 25 Sep 2022 22:29

Di Muktamar XVI, Ridwan Kamil Dukung Dakwah PERSIS di Jawa Barat

Di Muktamar XVI, Ridwan Kamil Dukung Dakwah PERSIS di Jawa Barat

Ahad, 25 Sep 2022 22:25

Dewan Jenderal dan Dewan Kopral

Dewan Jenderal dan Dewan Kopral

Ahad, 25 Sep 2022 22:20

Muktamar XVI PERSIS dan XIII PERSISTRI Resmi Digelar

Muktamar XVI PERSIS dan XIII PERSISTRI Resmi Digelar

Ahad, 25 Sep 2022 22:15

7 Tewas Dalam Serangan Jibaku Al-Shabaab Di Pangkalan Militer Somalia Di Mogadishu

7 Tewas Dalam Serangan Jibaku Al-Shabaab Di Pangkalan Militer Somalia Di Mogadishu

Ahad, 25 Sep 2022 21:45

Ukraina Sebut Rusia Kembali Serang Kota Pelabuhan Odessa Dengan Drone Kamikaze Iran

Ukraina Sebut Rusia Kembali Serang Kota Pelabuhan Odessa Dengan Drone Kamikaze Iran

Ahad, 25 Sep 2022 21:30

Putin Tandatangani Dekrit Yang Memperberat Hukuman Bagi Yang Melarikan Diri Dari Wajib Militer Rusia

Putin Tandatangani Dekrit Yang Memperberat Hukuman Bagi Yang Melarikan Diri Dari Wajib Militer Rusia

Ahad, 25 Sep 2022 20:30

KLA (Kota Ramah Anak), Sekadar Predikat atau Solusi Tuntas?

KLA (Kota Ramah Anak), Sekadar Predikat atau Solusi Tuntas?

Ahad, 25 Sep 2022 16:31

1.500 Penghafal Qur’an Ikuti Lomba Tahfidz Nasional Online Yayasan Amaliah Astra

1.500 Penghafal Qur’an Ikuti Lomba Tahfidz Nasional Online Yayasan Amaliah Astra

Ahad, 25 Sep 2022 14:15

Nabi Khong Zi dan Kyai Pewaris Nabi

Nabi Khong Zi dan Kyai Pewaris Nabi

Ahad, 25 Sep 2022 13:48

Batubara; Makmurkan Korporat, Melaratkan Rakyat

Batubara; Makmurkan Korporat, Melaratkan Rakyat

Ahad, 25 Sep 2022 11:13

Eks Menteri M. S. Kaban Nilai PERSIS Dorong Kemajuan Indonesia dengan Gerakan Dakwahnya

Eks Menteri M. S. Kaban Nilai PERSIS Dorong Kemajuan Indonesia dengan Gerakan Dakwahnya

Sabtu, 24 Sep 2022 23:29


MUI

Must Read!
X

Ahad, 25/09/2022 13:48

Nabi Khong Zi dan Kyai Pewaris Nabi