Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
25.450 views

Depresi dan Aborsi, Pacaran Sehat Bukan Solusi!

 
 
Oleh: Nuraisah Hasibuan S.S.
 
Kasus kematian Novia Widyasari, seorang mahasiswi Universitas Brawijaya Malang, telah menarik perhatian banyak orang baik dari kalangan warganet bahkan politisi. Kematian yang disinyalir karena depresi setelah diperkosa dan dipaksa aborsi tersebut membuat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Bintang Puspayoga, angkat bicara. Bintang menyebut kasus yang menimpa Novia termasuk dalam kategori kekerasan dalam berpacaran atau dating violence. Menurutnya ini adalah pelanggaran HAM.
 
Dukungan warganet juga terus mengalir. Tidak tanggung-tanggung, tagar #savenoviawidyasari  bergema di Twitter. Lebih dari 64 ribu cuitan menunjukkan empati terhadap Novia.
 
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati, juga menyatakan keprihatinannya atas rentetan kasus percobaan bunuh diri dan bunuh diri pada generasi muda bangsa. Ai mengatakan ini harus jadi perhatian serius bagi seluruh elemen masyarakat, yaitu keluarga, masyarat, dan pemerintah.
 
Keprihatinan ini bukan tanpa alasan, sebab kasus bunuh diri Novia ini bukanlah yang pertama di negeri ini. Tahun lalu sempat viral berita bunuh diri oleh seorang mahasiswi di Ambon yang meninggal gantung diri, karena depresi diputusin pacarnya. Juga seorang siswi SMK di Gresik yang bunuh diri setelah bertengkar dengan kekasihnya. Di Toraja, seorang siswi SMK meninggal gantung diri di pohon jambu dengan menggunakan dasi sekolahnya. Yang terbaru di Talaud, seorang siswi bunuh diri meminum racun karena ditegur ibunya saat kedapatan pacaran di dalam kamar.
 
Dan masih banyak lagi deretan kasus bunuh diri lain yang tidak terekspos media, yang itu diakibatkan depresi masalah pacar.
 
Angka kematian akibat bunuh diri memang telah menjadi perhatian dunia sejak dulu hingga kini. Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, jumlah angka kematian akibat bunuh diri di dunia mencapai 800 ribu per tahun. Itu artinya  ada yang mati bunuh diri setiap 40 detik. Di Indonesia sendiri, salah satu penyebab utama bunuh diri adalah karena konflik dengan pacar.
 
Itulah sebabnya, Komisioner KPAI mengimbau agar orang-orang terdekat memiliki deteksi terhadap perasaan yang dialami anak. Misalnya saat anak galau karena putus cinta. Pendapat yang senada juga datang dari Praktisi Psikolog Anak, Endy Widyorini. Endy menjelaskan bahwa masalah utama seorang anak berani melakukan bunuh diri adalah karena faktor usia yang memang rentan mengalami depresi.  Tambahnya lagi, pada masa-masa ini orang tua harus memberi edukasi dalam hal berpacaran sehat. Menurutnya sumber depresi remaja adalah karena pemahaman yang tidak realistis tentang pacaran.
 
Memprihatinkan memang. Remaja yang diharapkan jadi generasi penerus bangsa malah sangat rapuh bahkan oleh masalah sepele seperti pacaran. 
 
Sangat disayangkan pula, baik MenPPPA, Komisioner KPAI dan praktisi Psikolog Anak, tidak ada yang menyoroti kasus bunuh diri ini sebagai dampak dari minimnya pendidikan agama dan tidak diberlakukannya aturan yang tegas terkait interaksi antara pria dan wanita.
 
Betul, pernyataan Komisioner KPAI bahwa seluruh elemen masyarakat harus serius menangani masalah ini. Namun menjadi blunder saat dikatakannya lagi bahwa contoh keseriusan itu adalah dengan memahamkan anak tentang pacaran sehat. 
 
Sebab faktanya, tidak ada yang namanya pacaran sehat. Sebaliknya, pacaran adalah pintu menuju kerusakan yang besar, seperti zina, aborsi, usia yang tidak produktif, dan lain sebagainya. 
 
Dengan mengizinkan anak berpacaran, meski dibarengi wejangan pacaran sehat, sama artinya orang tua mengantarkan anaknya pada maksiat, menuju kerusakan. Jadi salah besar jika ada imbauan agar para orang tua mengajarkan anak-anak mereka tentang pacaran sehat. Karena satu-satunya yang harus dilakukan justru dengan melarang anak-anak mereka berinteraksi yang tidak penting dengan yang bukan mahramnya.
 
Aturan Allah Swt tidak pernah salah. Ketika mendekati zina dilarang, maka segala akses menuju ke sana wajib dijauhi. Jika tidak, akibatnya adalah gaya hidup bebas dan rusak seperti yang saat ini melanda generasi muda.
 
Penanganan yang serius haruslah dengan cara yang benar. Pertama, dari pihak keluarga wajib memahamkan akidah Islam sejak dini. Agar tertanam ketaatan pada Allah Swt dan agar anak memiliki rem saat berhadapan dengan dunia luar yang penuh godaan. 
 
Ke dua, dari pihak masyarakat harus memiliki kepedulian terhadap sesama warga. Saling menjaga dan tidak terkesan membiarkan saat menyaksikan kemaksiatan. Misalnya saat di lingkungannya terlihat perempuan dan laki-laki yang berkhalwat tanpa uzur syar'i. Masyarakat juga harus sepakat untuk tegas melarang saat ada kegiatan yang mengharuskan ikhtilat seperti.
 
Dan ketiga yang sangat penting, harus ada peraturan tegas tentang larangan mendekati zina yang diberlakukan pada seluruh warga negara. Peraturan ini harus tertuang dalam undang-undang negara. Termasuk juga harus ada sanksi yang sama tegasnya jika aturan ini dilanggar. 
 
Artinya, pemerintah harus memiliki kontrol terhadap aktivitas seluruh rakyatnya, demi menjaga mereka dari keburukan maksiat. Dengan begini, kasus bunuh diri akibat masalah pacaran bukan hanya dapat diminimalisir, tapi juga dicegah. 
 
Demikianlah solusi tuntas terhadap kasus bunuh diri yang sedang marak saat ini. Ternyata penyebab utamanya bukan karena usia remaja yang rentan depresi, bukan pula karena minim edukasi pacaran sehat. Namun semata-mata karena tidak diterapkannya aturan Allah Swt dalam bingkai keluarga, masyarakat, dan negara. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)
 
Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
FBI Temukan Dokumen 'Sangat Rahasia' Saat Penggerebegan Di Kediaman Donald Trump

FBI Temukan Dokumen 'Sangat Rahasia' Saat Penggerebegan Di Kediaman Donald Trump

Sabtu, 13 Aug 2022 15:45

Penulis Novel Ayat-ayat Setan Salman Rushdie Ditikam Dalam Acara Di New York

Penulis Novel Ayat-ayat Setan Salman Rushdie Ditikam Dalam Acara Di New York

Sabtu, 13 Aug 2022 12:11

Islam Mampu Mewujudkan Anak Terlindungi dan Indonesia Maju

Islam Mampu Mewujudkan Anak Terlindungi dan Indonesia Maju

Sabtu, 13 Aug 2022 10:46

Salimah Dukung Ekosistem Rantai Nilai Halal

Salimah Dukung Ekosistem Rantai Nilai Halal

Jum'at, 12 Aug 2022 22:04

Ketauhidan Lawan Kesyirikan

Ketauhidan Lawan Kesyirikan

Jum'at, 12 Aug 2022 21:58

Taliban Setuju Pasok Iran Dengan Air Dari Sungai Helmand

Taliban Setuju Pasok Iran Dengan Air Dari Sungai Helmand

Jum'at, 12 Aug 2022 21:30

Fraksi PKS Tegas Tolak Wacana Kembalinya Dwifungsi TNI

Fraksi PKS Tegas Tolak Wacana Kembalinya Dwifungsi TNI

Jum'at, 12 Aug 2022 21:01

Demonstrasi Meledak Di Suriah Utara Setelah Seruan Rekonsiliasi Dengan Rezim Assad Oleh Menlu Turki

Demonstrasi Meledak Di Suriah Utara Setelah Seruan Rekonsiliasi Dengan Rezim Assad Oleh Menlu Turki

Jum'at, 12 Aug 2022 21:00

Militer Ukraina Klaim Telah Membunuh 43.000 Lebih Pasukan Rusia Sejak Perang Dimulai

Militer Ukraina Klaim Telah Membunuh 43.000 Lebih Pasukan Rusia Sejak Perang Dimulai

Jum'at, 12 Aug 2022 20:21

Sudah Masuk Indonesia, 92% Masyarakat Tertarik Menggunakan Jaringan 5G di Masa Depan

Sudah Masuk Indonesia, 92% Masyarakat Tertarik Menggunakan Jaringan 5G di Masa Depan

Jum'at, 12 Aug 2022 17:56

Siap Muktamar, Waketum PERSIS: Transformasikan Gagasan untuk Kemaslahatan Umat Islam & Indonesia

Siap Muktamar, Waketum PERSIS: Transformasikan Gagasan untuk Kemaslahatan Umat Islam & Indonesia

Jum'at, 12 Aug 2022 11:09

AQL Islamic Center Gelar Khatam Quran Kemerdekaan

AQL Islamic Center Gelar Khatam Quran Kemerdekaan

Jum'at, 12 Aug 2022 06:09

Dua Pemimpin Komunitas Rohingya Ditembak Mati Di Kamp Pengungsi Bangladesh

Dua Pemimpin Komunitas Rohingya Ditembak Mati Di Kamp Pengungsi Bangladesh

Kamis, 11 Aug 2022 21:35

Puluhan Ekonom Desak AS Kembalikan Aset Afghanistan Senilai $7 Miliar Yang Dibekukan

Puluhan Ekonom Desak AS Kembalikan Aset Afghanistan Senilai $7 Miliar Yang Dibekukan

Kamis, 11 Aug 2022 20:45

42 Tentara Mali Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Kota Tessit

42 Tentara Mali Tewas Dalam Serangan Islamic State Di Kota Tessit

Kamis, 11 Aug 2022 19:45

Yuk Mulai usaha Siomay Tenggiri & Dimsum Modal Rp. 250 Ribu

Yuk Mulai usaha Siomay Tenggiri & Dimsum Modal Rp. 250 Ribu

Kamis, 11 Aug 2022 14:35

Dari Duren Tiga Menuju KM 50

Dari Duren Tiga Menuju KM 50

Kamis, 11 Aug 2022 14:19

Sambo Tersangka, Fadil Imran Kapan Bezuk?

Sambo Tersangka, Fadil Imran Kapan Bezuk?

Kamis, 11 Aug 2022 14:02

Jangan Lupakan Kejahatan Israel

Jangan Lupakan Kejahatan Israel

Kamis, 11 Aug 2022 13:00

Ilmuwan : Awas 90% Penyakit Karena Pikiran, 10% Karena Makanan

Ilmuwan : Awas 90% Penyakit Karena Pikiran, 10% Karena Makanan

Kamis, 11 Aug 2022 05:17


MUI

Must Read!
X