
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah, keluarga dan para sahabatnya.
Secara rasional, segala sesuatu yang memiliki permulaan niscaya akan memiliki akhir. Akal pikiran yang sehat menunjukkan bahwa kehidupan dunia tidak mungkin dibiarkan berjalan tanpa muara. Harus ada sebuah hari di mana keadilan ditegakkan secara absolut.
Itulah kehidupan akhirat, di sana ada perhitungan (hisab) dan balasan(jaza’); siapa yang berbuat baik maka baginya kebaikan, dan siapa yang berbuat buruk maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri.
Sungguh, akan ada hari di mana pelaku kezaliman akan dibalas, dan orang yang dizalimi akan dipenuhi hak-haknya—bahkan hingga hewan ternak pun akan diadili di antara mereka. Inilah yang menjadi tuntutan hikmah Ilahi; bahwa Allah tidak menciptakan kita dengan sia-sia. Allah Ta’ala berfirman:
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
'Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?' (QS. Al-Mu’minun: 115).
Jalani Hidup Dunia Seperti Orang Asing
Keadaan seorang mukmin di dunia ini ibarat seorang asing yang sangat berharap untuk kembali kepada keluarga dan tanah airnya—negeri asli yang dahulu musuh (setan) berhasil mengeluarkan kedua orang tuanya (Adam dan Hawa) dari sana-, yaitu Surga. Nabi ﷺ telah menjelaskan hal ini dalam sabdanya:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
'Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau pengembara (musafir).' (HR. al-Bukhari)
Seorang asing (perantau) tentu akan sangat fokus pada apa saja yang bermanfaat baginya. Ia menjauhkan diri dari persaingan duniawi dengan penduduk asli negeri tersebut -pecinta dunia-, serta tidak akan ada rasa dengki atau iri di hatinya terhadap siapa pun.
Keadaan orang asing adalah selalu rindu untuk pulang ke rumah dan keluarganya, senantiasa bersiap untuk pergi, dan tidak memiliki ambisi kecuali pada hal-hal yang dapat membantunya kembali pulang. Ia ibarat musafir yang meringankan beban bawaan dunianya dan hanya fokus pada bekal yang bisa menyampaikannya ke kampung halaman. Allah Ta’ala berfirman:
وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰى وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ
'Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.' (QS. Al-Baqarah: 197)."
Moderasi: Mengejar Akhirat Tanpa Melupakan Dunia
Islam tidak mengajarkan penganutnya untuk meninggalkan dunia secara total. Sebaliknya, Islam memerintahkan keseimbangan (tawazun). Dunia adalah ladang (sarana), sedangkan akhirat adalah lumbung (tujuan).
Oleh karena itu, keseimbangan sangatlah diperlukan. Hendaknya manusia bersungguh-sungguh mengejar akhiratnya tanpa melupakan bagian urusan dunianya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
'Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.' (QS. Al-Qashash: 77)."
Ayat ini menegaskan bahwa seorang Muslim harus proaktif mengelola apa yang diberikan Allah (harta, kesehatan, jabatan) untuk kepentingan akhirat, namun tetap memenuhi hak-hak kemanusiaannya di dunia secara wajar dan tidak melampaui batas.
Kesimpulan
Menyikapi dunia dengan benar berarti memahami hakikatnya sebagai perjalanan, bukan tujuan. Dengan memadukan prinsip ketakwaan sebagai bekal utama dan sikap moderat dalam mengelola dunia, seorang mukmin akan selamat dari jebakan fitnah dunia. Intinya, dunia hanya di tangan untuk digunakan, namun akhirat tetap di hati sebagai tujuan yang dirindukan. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]
## Support dakwah media www.voa-islam.com melalui Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.6141 a/n: Badrul Tamam, konfirmasi (087781227881)
+Pasang iklan
FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id
Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com
Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com
Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%.
Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com
