Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.110 views

Teman tapi Toxic, Adakah?

 

Oleh: Erika Kartini

 

Berteman adalah fitrah yang dimiliki setiap manusia. Kita tidak dapat hidup sendiri dan menjalani kehidupan tanpa adanya teman. Meski ada yang bisa tapi tetap saja rasanya hampa. Ada satu sisi yang hilang dalam diri kita.

Masalahnya tidak mudah mencari teman seperti yang kita inginkan. Teman yang baik, pengertian, membawa pengaruh positif, nggak ngambekan, ringan tangan alias suka menolong dan seterusnya. Susah mencari seperti yang telah disebutkan. Wajar, karena manusia tidak ada yang sempurna. Ada lebihnya dan ada kurangnya.

Namun teman yang baik akan bisa melengkapi kekurangan temannya dan memberi manfaat dari kelebihan yang dimilikinya. Menjadi penguat di kala diri lemah dan menjadi pelipur lara jika sedang merana.

Teman tapi Toxic, Adakah?

Nah, apa jadinya jika kita memiliki teman tapi toxic. Apa itu toxic? Sebagaimana yang kita ketahui toxic adalah kata bahasa Inggris yang artinya racun. Teman tapi toxic bermakna teman yang memberi pengaruh buruk atau menebarkan racun buat kita. Karena racun, konotasinya pasti buruk. Dan anehnya kita jadi ketergantungan dengan teman tersebut. Sulit melepaskan diri darinya. Apalagi jika teman kita hanya dia satu-satunya. Tidak ada orang lain lagi yang sudi menjadi teman. Maka meski beracun tak apalah. Daripada hidup sendirian tanpa teman, lebih menyedihkan lagi rasanya.

Biasanya teman seperti ini memang akan selalu mengejar kita. Karena bisa jadi dia tidak punya teman lain selain kita. Hanya kita saja yang mau, pasrah dan tetap berteman dengannya. Logikanya sederhana, mana ada orang yang mau berteman dengan orang yang memberi pengaruh buruk. Bukannya menguntungkan malah merugikan.

Pertemanan beracun ini seringkali terjadi karena lupa akan kebaikan dan keburukan. Asal dilaksanakan bersama dan happy maka aktivitas itu adalah hal yang wajar. Tidak perlu merasa bersalah. Contohnya, mencontek ketika ujian. Teman kita memaksa mencontek atau memberikan contekan. Karena nggak enak akhirnya diterima dengan pasrah. Kan dia temen "gue". Dan ternyata nilainya bagus semua. Bahagia dong bisa dapat nilai bagus bareng-bareng. Lupa bahwa mencontek adalah dosa.

Contoh lain, pacaran misalnya. Teman kita minta ditemenin janjian dengan pacarnya. Minta temenin beli dan milih kado buat gebetannya. Dia seneng karena punya pacar. Kita juga bahagia karena temen kita bahagia. Padahal pacaran itu mendekati zina. Sama saja dosa juga.

Contoh yang lebih ekstrim lagi. Teman kita mengajak mencuri uang untuk modal nongkrong, ngerokok dan lain-lain. Kemudian kita rela melakukanya demi teman. Diajak tawuran, ikut geng motor, coba-coba narkoba dan semua yang buruk-buruk dilakukan karena ajakan teman. Setia kawan katanya. Padahal menjerumuskan ke pergaulan yang rusak.

Itulah contoh teman tapi toxic. Teman tapi menjerumuskan. Teman tapi beracun. Tentu saja ini berbahaya. Bahaya untuk kita, untuk orang lain dan untuk diri dia juga. Pertemanan seperti ini harus segera dihentikan. Jangan dibiarkan berlarut-larut hanya karena rasa setia kawan.

Berlepas Diri dari Teman Toxic

Lantas bagaimana kita melepaskan pertemanan yang beracun tersebut? Haruskah kita menjauh darinya? Antipati? Blok semua pertemanan dengan dia di sosial media? Atau berteman biasa tapi nggak akrab? Biasa saja? Gimana caranya?

Islam sebagai agama yang sempurna telah mengajarkan semua hal. Islam memiliki solusi tuntas terhadap segala permasalahan. Termasuk didalamnya masalah pertemanan.

Rasulullah Saw pernah menjelaskan bahwa sesama muslim adalah bersaudara. Muslim yang satu bersaudara dengan muslim yang lainnya. Saudara itu saling menyayangi dan mendukung dalam kebaikan. Persaudaraan yang baik tidak menjerumuskan saudaranya kepada bahaya atau dosa. Maka sebagai teman, selalu berbuat baiklah. Berikan pengaruh positif kepada teman kita. Sehingga pertemanan akan membawa kepada keberkahan.

Jika ada teman yang buruk dan menularkan keburukannya maka tinggalkan. Jangan jadikan ia sahabat dekat. Jika ingin tetap berhubungan baik tidak apa-apa selama kita tidak terpengaruh dengan sifat buruknya.

Sebenarnya teman toxic ini butuh dirangkul juga. Mereka perlu untuk ditolong serta disadarkan bahwa mereka melakukan hal yang salah dan membahayakan dirinya. Teman seperti ini sebaiknya jangan dibiarkan sendirian. Jika tidak segera disadarkan bisa jadi dia akan mencari korban baru.

Seandainya masih ada peluang untuk merubahnya dan kita sebagai temannya mampu untuk melakukannya maka sadarkanlah. Berilah nasihat dan pengertian bahwa segala perilaku buruk akan dibalas siksaan oleh Allah Swt. Perilaku buruk juga merugikan orang lain. Orang tua juga pasti sedih jika memiliki anak seperti itu.

Sulit memang menyadarkan teman yang beracun ini. Oleh karena itu, kita harus menguatkan diri terlebih dahulu. Banyak mengkaji Islam supaya pengetahuan bertambah dan bisa mengatasi persoalan. Kemudian menumbuhkan rasa percaya diri agar tidak mudah terpengaruh. Memupuk jati diri dengan aqidah Islam juga harus dilakukan. Sehingga kita menjadi pribadi yang kuat dan bisa mempengaruhi orang lain. Bisa membawa teman kita menuju kebaikan.

Ketika masih saja sulit untuk menyadarkan teman dengan upaya kita sendiri maka mintalah bantuan orang lain yang lebih mampu untuk menaklukkannya. Yang lebih banyak ilmu dan pengalaman hidupnya.

Bagaimana jika tak kunjung sadar juga? Ya sudah, segala upaya telah kita tempuh. Usaha sudah nggak kurang-kurang. Maka serahkan kepada Allah, Sang pemilik hati-hati manusia. Doakan semoga Allah memberikan hidayah serta membukakan pintu hatinya untuk kembali ke jalan kebaikan.

Carilah teman baru yang satu frekuensi. Teman yang hidupnya sama-sama bertujuan untuk mencari ridho Allah Swt. Teman yang senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan. Mengajak kepada kebenaran serta mengingatkan jika melakukan kesalahan. Teman yang saling mencintai karena Allah. Bertemu dan berpisah karena Allah.

Masyaallah, teman seperti ini sungguh sangat berharga daripada dunia dan seisinya. Pertemanan yang akan membawa ke surga-Nya. Seseorang yang berteman di dunia karena Allah kemudian masuk surga maka ia akan mencari temannya untuk diajak bersama-sama masuk surga dengannya. Sungguh pertemanan yang didambakan semua umat manusia.

Semoga kita dapat memiliki teman-teman yang dapat membawa ke surga-Nya. Aamiin ya rabbal alamin. Wallahu a'lam bisshowwab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Makan Gila di Kedai Pause Rawamangun dipindah Pelayan yang tidak ramah

Makan Gila di Kedai Pause Rawamangun dipindah Pelayan yang tidak ramah

Senin, 03 Oct 2022 14:19

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

The Worldview of Islam: Kacamata Jernih Muslim Memandang Dunia

Senin, 03 Oct 2022 13:30

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Dokter Paru: Rokok Elektrik Bukan Rokok yang Sehat

Senin, 03 Oct 2022 12:44

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

NasDem Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres

Senin, 03 Oct 2022 11:17

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Tragedi Kanjuruhan, Haedar Nashir: Satu Jiwa Saja Sangat Berharga yang Harus Dijaga

Senin, 03 Oct 2022 09:31

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Tenaga Ahli DPR RI Ajak Melek Menulis Berita

Senin, 03 Oct 2022 07:38

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Mari Bantu Operasional Dakwah Media Voa Islam

Senin, 03 Oct 2022 07:13

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Dokter Ungkap Syarat untuk Turunkan Kasus Kanker di Indonesia

Senin, 03 Oct 2022 06:41

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Menjadi Tragedi yang Memilukan

JAS: Sepak Bola Harus Menjadi Hiburan Bukan Menjadi Tragedi yang Memilukan

Ahad, 02 Oct 2022 21:55

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Saudi Bebaskan Peziarah Iran Yang Ditangkap Saat Pelaksanaan Ibadah Haji 2022 Lalu

Ahad, 02 Oct 2022 21:45

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Gugatan PT 20% Ditolak MK, Sekjen PKS: Kami Hormati, Meskipun Sangat Kecewa

Ahad, 02 Oct 2022 21:44

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

PKS Terbuka Menerima Nasihat Dari Tokoh dan Ormas Islam

Ahad, 02 Oct 2022 21:32

Bangun Pagi Bisa Tingkatkan Metabolisme dan Cegah Penyakit Kronis

Bangun Pagi Bisa Tingkatkan Metabolisme dan Cegah Penyakit Kronis

Ahad, 02 Oct 2022 21:23

Pengguna Medsos di Indonesia 191 Juta, MUI Sulsel Ajak Muballigh Giatkan Dakwah Digital

Pengguna Medsos di Indonesia 191 Juta, MUI Sulsel Ajak Muballigh Giatkan Dakwah Digital

Ahad, 02 Oct 2022 21:20

Media Harus Siap Bertransformasi di Era Digital untuk Tetap Bertahan

Media Harus Siap Bertransformasi di Era Digital untuk Tetap Bertahan

Ahad, 02 Oct 2022 21:17

Zelensky: Kota Lyman Telah 'Sepenuhnya Dibersihkan' Dari Pasukan Rusia

Zelensky: Kota Lyman Telah 'Sepenuhnya Dibersihkan' Dari Pasukan Rusia

Ahad, 02 Oct 2022 20:25

Tragedi Kanjuruhan, Ini Penjelasan Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya Soal Bahaya Gas Air Mata

Tragedi Kanjuruhan, Ini Penjelasan Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya Soal Bahaya Gas Air Mata

Ahad, 02 Oct 2022 15:45

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tragedi Kanjuruhan

Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Usut Tragedi Kanjuruhan

Ahad, 02 Oct 2022 15:09

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Jiwa, Ustaz Bachtiar Nasir Sampaikan Belasungkawa

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan Ratusan Jiwa, Ustaz Bachtiar Nasir Sampaikan Belasungkawa

Ahad, 02 Oct 2022 10:26

Isu Bjorka Diburu, Kasus Sambo Jangan Dinego

Isu Bjorka Diburu, Kasus Sambo Jangan Dinego

Ahad, 02 Oct 2022 09:38


MUI

Must Read!
X

Jum'at, 30/09/2022 13:05

Jahatkah Jokowi?