Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
13.558 views

Covid-19, Beneran Ada Nggak Sih?

 

Oleh: Alga Biru

Kalau benar Covid-19 itu ganas, kenapa nggak ada orang mati di jalan-jalan, di mall-mall, atau di tempat umum lainnya? Kenapa pasien diduga Covid-19 selalu meninggal di rumah sakit sehingga ada kesan ‘dicovidkan’?”

Begitu kira-kira selintas pikiran yang beredar di tengah masyarakat tentang fenomena covid yang menguarkan aroma konspirasi di benak mereka. “Lebih anehnya lagi, kenapa giliran sudah dekat tahun ajaran baru, tiba-tiba dilaporkan lonjakan kasus Covid-19. Kok ya aneh banget, kenapa nggak dari bulan-bulan lalu aja”.

Pertanyaan kritis tersebut tampaknya semakin menguatkan persepsi dan kebingungan yang memang sudah ada di benak masyarakat kita. Prasangka ini seolah membantah angka statistik 2 juta lebih orang  terpapar Covid-19 menurut Kemenkes RI. Kenyataan dan kengerian yang belum sampai menewaskan orang di jalan-jalan tersebut menyiratkan satu hal; Covid-19 tidak nyata.

Maka alangkah sia-sianya nyaris 2 tahun sekolah ditutup demi alasan kesehatan, dan betapa gerah para nakes yang susah-susah memakai alat pelindung diri sepanjang waktu bekerja mereka. Tidakkah terasa janggal di benak kita bagaimana 56 ribu lebih jiwa divonis meninggal dunia akibat virus ini?

Patut diketahui, ada beberapa jenis reaksi orang pada umumnya ketika ditimpa penyakit.

Pertama, orang sakit yang merasa dirinya sakit dan mendapat pertolongan di rumah sakit.

Kedua, orang sakit yang merasa sakit dan/atau mengobati dirinya sendiri (isolasi mandiri).

Ketiga, orang sakit yang tidak menyadari dirinya sakit dan sembuh sendiri sebagai keberuntungan.

Keempat, orang sakit dan terus menerus merasa kesakitan hingga meninggal dunia tanpa diketahui penyakitnya.

Bayangkan orang jenis pertama, maka kelompok inilah yang angkanya memenuhi daftar-daftar dan laporan medis di rumah sakit, lalu laporan itu masuk ke info grafis yang numpang lewat di Facebook kita setiap hari.

Sedangkan kelompok kedua, kemungkinan terdeteksi secara statistik atau bahkan tidak sama sekali kecuali ada pelaporan yang rinci.

Bayangkan tipe orang ketiga, alias penderita tak bergejela yang siang bolong jalan ke mall, malamnya lanjut kongkow ketemuan temen-temen karena merasa dirinya sehat-sehat saja.

Lalu tipe keempat, kelompok paling merana, sebab mereka sakit dan tidak tahu seputar penyakitnya. Paling-paling keluarga menganggapnya sakit demam biasa, diberi obat warung dan karena alasan ekonomi atau kepercayaan, meninggal sebelum sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Orang-orang tidak sadar penyakit yang sebenarnya, mereka terpapar, keheranan, tetap tidak percaya, sebagian sakit dan sembuh, sebagian lagi meninggal dengan siklus yang sama.

Lalu gimana dong membuktikan Covid-19 beneran ada atau tidak? Cara gampangnya, lakukan serangkaian tes. Namun seandainya beneran butuh bukti pakai mata dan kepala sendiri, silakan piknik ke wisma atlet, saksikan “rutinitas” orang-orang di sana. Wisma Atlet per 25 Juni 2021 disesaki sekitar 8.414 orang penderita Covid-19 yang dikarantina. Kalau tempatnya kejauhan, boleh datang ke rumah sakit rujukan dan melihat pasien Covid-19 di ruang perawatan. Ruangannya khusus, fasilitasnya eksklusif, alat-alat tertentu sebagai indikator, minimal kita akan tahu ternyata menghirup oksigen itu bayar lewat tabung oksigen yang stoknya semakin menipis.

Masih belum cukup? boleh saja menyambangi pasien covid-19 secar langsung. Kalau  perlu, yang masih ada garis keluarga, supaya lebih valid.

Ada laporan unik yang dihimpun oleh CNN Indonesia beberapa waktu lalu. “Direktur RSKD Sulsel, dr Arman Bausat mengatakan ratusan pasien ODGJ yang sempat dinyatakan positif Covid-19 itu sembuh karena mereka secara psikologis tidak memikirkan penyakit yang diderita.”

Kesimpulan apakah yang bisa kita hubung-hubungkan lewat pernyataan tersebut? Apakah artinya penyakit akan hilang ketika tidak dipikirkan? Jika premis itu benar, maka benarlah perilaku sebagian orang yang memilih cuek kepada isu pandemi dan keresahan-keresahan yang diturunkannya.

Pemikiran itu dapat mudah dibantah  sebab Covid-19 menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, baik mereka yang percaya ataupun tidak, orang yang cuek maupun yang peduli, bahkan orang yang gila saja bisa terpapar. Keganasan atau tidaknya dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari asupan obat-obatan, makanan yang dikonsumsi, penyakit komorbid, paparan lingkungan termasuk di dalamnya reaksi psikologis masing-masing orang.

Lagipula Covid-19 bukan penyakit kejiwaan melainkan virus yang memulai perlekatan di saluran pernapasan dan menyerang sistem pernapasan bagian dalam hingga menurunkan saturasi oksigen ke tingkat yang mengkhawatirkan.

Sejak awal masuknya Covid-19 memang diremehkan di Indonesia, yang bukan hanya dirasakan oleh masyarakan awam tetapi justru dari para pejabat teras sendiri. Tentu kita masih ingat bagaimana Terawan Agus Putranto sempat menyatakan teori perjalanan penyakit ini. Menurut sang menteri, Covid-19 merupakan penyakit yang akan sembuh sendiri.

"Dan saya merasa sangat berbahagia. Bahwa teorinya benar bahwa memang ini adalah self limiting disease yang akan sembuh sendiri. Penyakit yang akan sembuh sendiri," ungkapnya saat jumpa pers di RSUP Persahabatan Jakarta. Pernyataan ini mempengaruhi persepsi dan kesigapan masyarakat untuk mengantisipasi datangnya penyakit, “ngapain susah-susah kalau toh akhirnya sembuh sendiri’, begitu kira-kira.

“Ilmu tanpa agama, buta. Agama tanpa ilmu, lumpuh”. Jangan pernah mendewakan sains, tetapi tegakkan sains seirama dengan spiritual. Pada dasarnya, semua dzat yang terdefinisi mahkluk pastilah punya karakter, tujuan dan kelemahan. Lewat jalan sains, Allah mengajak kita untuk mengenal mahkluk ciptaan tak kasat mata bernama Covid-19. Lewat mahkluk ini kita harusnya sadar, ada sesuatu yang tidak tampak jelas tapi sangat besar pengaruhnya, menginvasi sistem tubuh kita bahkan dapat mematikan dalam hitungan hari.

Setiap insan diciptakan sesuai dengan kehendak Allah, di mana hakikat penciptaannya hanya Allah yang lebih mengetahui. Kita selaku manusia selayaknya membaca tanda, gejala, hikmah serta saling menjaga satu sama lain. Dalam kelemahan kita sabagai manusia, Allah pun mengimbangi mahkluk lainnya dengan kelemahan yang sepadan. Sangat mudah bagi Allah untuk membuat manusia di berbagai dunia hidup dalam kesakitan secara bersamaan, atau dengan kata lain, “pandemi”.

Kita begitu lekat dengan istilah “konspirasi”, lalu mengapa kita lupa bagaimana “rekayasa” Allah meliputi segala sesuatu? Pergunakan masa-masa pandemi dengan banyak melihat ke dalam diri, mengakui kelemahan, memberdayakan potensi tersembunyi, termasuk mengerdilkan ketidaktoleransian kita dalam pergumulan berbagai perspektif. Benar, tidak ada satu kepastian mutlak.

Bayangkan setiap manusia melengkapi satu puzzle kebenaran yang membuat gambaran fenomena ini semakin jelas apa adanya. Just in case, mending jaga-jaga, terapkan protokol yang menjaga diri kita dan orang lain dari penyakit mematikan. Syukur alhamdulillah, kalau kita masih sehat-sehat saja. Di luar sana,  banyak orang yang kehilangan anggota keluarga. Kematian itu nyata, bukan angka. Wallahu’alam. (rf/voa-islam.com)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Tiga Masjid dan Tiga Sekolah di Pelosok Garut ini Krisis Air Bersih. Ayo Wakaf Sumur.!!

Jamaah masjid, siswa sekolah dan warga pelosok Garut ini kesulitan air untuk ibadah, bersuci, wudhu, memasak, minum, mandi, dan mencuci. Ayo Wakaf Sumur, Pahala Mengalir Tak Terbatas Umur.!!!...

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Bocah Yatim Anak Ustadz Pejuang Dakwah Ingin Jadi Dokter Penghafal Quran. Ayo Bantu.!!!

Syafani Azzahra, bocah yatim sejak usia tujuh tahun ini bercita-cita ingin menjadi dokter penghafal Al-Qur'an. Setamat SD ia ingin melanjutkan sekolah ke pesantren, tapi terkendala biaya. Ayo...

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Mobil Baru Akan Disulap Jadi Ambulans, Butuh Biaya 39 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Di tengah pandemi Covid-19, permintaan layanan ambulans untuk pasien dan jenazah terus meningkat. Mobil baru IDC akan disulap jadi ambulans, butuh dana 39 juta rupiah untuk biaya modifikasi....

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Berburu Keutamaan Jum’at dan Yatim, Mari Berbagi Hidangan dan Santunan kepada Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an

Menggabung keutamaan Jum’at dan Cinta Yatim, IDC akan berbagi ke Pesantren Tahfizhul Qur’an Darul Hijrah Cikarang. ...

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Keluarganya Jadi Korban Pemurtadan, Ustadz Difabel Gigih Berdakwah di Pelosok, Ayo Bantu.!!

Terlahir dengan fisik tak sempurna, Ustadz Rohmat diuji istri dan kedua orang tuanya murtad jadi korban kristenisasi. Kini ia gigih berdakwah di pelosok Lembah Ciranca Garut....

Latest News
Anggota Parlemen Senior Israel Peringatkan 'Perang Agama' Menyusul Bolehnya Yahudi Berdoa Di Al-Aqsa

Anggota Parlemen Senior Israel Peringatkan 'Perang Agama' Menyusul Bolehnya Yahudi Berdoa Di Al-Aqsa

Selasa, 24 May 2022 16:21

Jalan Hidayah Dari Utrecht

Jalan Hidayah Dari Utrecht

Selasa, 24 May 2022 16:03

Kepala Dinas Intelijen Ukraina Sebut Presiden Rusia Selamat Dari Upaya Pembunuhan

Kepala Dinas Intelijen Ukraina Sebut Presiden Rusia Selamat Dari Upaya Pembunuhan

Selasa, 24 May 2022 15:05

Kibarkan Bendera LGBT, HNW Minta Kedubes Inggris Hormati Norma Diplomatik

Kibarkan Bendera LGBT, HNW Minta Kedubes Inggris Hormati Norma Diplomatik

Selasa, 24 May 2022 08:25

Mengaku Taqwa Jangan Pelit Meminta dan Memberi Maaf

Mengaku Taqwa Jangan Pelit Meminta dan Memberi Maaf

Senin, 23 May 2022 15:00

Orang Bersenjata Tembak Mati Seorang Kolonel Pasukan Elit Iran Di Teheran

Orang Bersenjata Tembak Mati Seorang Kolonel Pasukan Elit Iran Di Teheran

Senin, 23 May 2022 14:45

PKS Protes Keras Pengibaran Bendera LGBT di Kedubes Inggris di Jakarta

PKS Protes Keras Pengibaran Bendera LGBT di Kedubes Inggris di Jakarta

Senin, 23 May 2022 05:08

Di Silaturahim MUI, Kiai Zulfa Ingatkan Bahaya Youtuber yang Berfatwa Secara Asal

Di Silaturahim MUI, Kiai Zulfa Ingatkan Bahaya Youtuber yang Berfatwa Secara Asal

Ahad, 22 May 2022 23:37

Di Markas Besar PBB, Utusan Pemuda Persis Ghazi Bahas Peran Fikih Islam untuk Pelestarian Lingkunga

Di Markas Besar PBB, Utusan Pemuda Persis Ghazi Bahas Peran Fikih Islam untuk Pelestarian Lingkunga

Ahad, 22 May 2022 23:15

Militer Yordania: Empat Orang Tewas Dalam Upaya Penyeludupan Narkoba Dari Suriah

Militer Yordania: Empat Orang Tewas Dalam Upaya Penyeludupan Narkoba Dari Suriah

Ahad, 22 May 2022 21:10

Seorang Pria Ditangkap Di Maroko Karena Mengaku Sebagai 'Imam Mahdi'

Seorang Pria Ditangkap Di Maroko Karena Mengaku Sebagai 'Imam Mahdi'

Ahad, 22 May 2022 20:46

Israel Bocorkan Jutaan Data Biometrik Ke 'Badan Misterius'

Israel Bocorkan Jutaan Data Biometrik Ke 'Badan Misterius'

Ahad, 22 May 2022 20:17

Ini Penjelasan Fatwa MUI Terkait LGBT

Ini Penjelasan Fatwa MUI Terkait LGBT

Ahad, 22 May 2022 15:05

6 Hari Shaum Syawwal dan Taqwa kita

6 Hari Shaum Syawwal dan Taqwa kita

Ahad, 22 May 2022 15:00

Ketua MUI: Sholat Jamaah Buka Masker Asalkan Kondisi Sehat

Ketua MUI: Sholat Jamaah Buka Masker Asalkan Kondisi Sehat

Ahad, 22 May 2022 14:43

Perdana di Jawa Barat, PW PERSIS Jabar Gelar Olimpiade Sains dan Baca Kitab

Perdana di Jawa Barat, PW PERSIS Jabar Gelar Olimpiade Sains dan Baca Kitab

Ahad, 22 May 2022 13:35

Selenggarakan Musker I, PERSISTRI Jabar Fokus Konsolidasi Interna

Selenggarakan Musker I, PERSISTRI Jabar Fokus Konsolidasi Interna

Ahad, 22 May 2022 13:20

Singapura Dipersoalkan pada Penolakan terhadap UAS

Singapura Dipersoalkan pada Penolakan terhadap UAS

Ahad, 22 May 2022 13:00

Esok Menggema Teriakan: Ganyang Singapura

Esok Menggema Teriakan: Ganyang Singapura

Ahad, 22 May 2022 12:45

Selamatkan Generasi dari Virus Kaum Pelangi

Selamatkan Generasi dari Virus Kaum Pelangi

Ahad, 22 May 2022 10:32


MUI

Must Read!
X